Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 280 | Dewa Kuno Liang Ti


__ADS_3

Istana Kekaisaran Naga, di ibukota kekaisaran merupakan istana kerajaan Liu sebelumnya yang dirubah menjadi Istana Kekaisaran Naga oleh Shen Long saat dinobatkan menjadi Kaisar Naga pada masa itu.


Kini tampak istana kekaisaran itu lebih megah dari sebelumnya, gerbang istana juga menjulang tinggi di benteng istana yang temboknya sangat tinggi. Tampak para penjaga banyak berkeliatan di sekeliling tembok benteng istana itu.


Shen Long berjalan acuh tak acuh dikawal oleh orang-orang utusan dari penasehat kekaisaran itu.


Mereka berjalan memasuki pintu gerbang benteng kemudian melanjutkan menuju halaman istana kekaisaran yang sangat luas dan megah. Tampak seeorang telah menunggu di depan pintu istana tersebut.


“Tuan Yang, kami telah membawa orang-orang yang ingin bertemu dengan penasehat kekaisaran,” teriak jendral itu pada lelaki yang menunggu di depan pintu istana itu.


Lelaki yang di panggil tuan Yang itu segera pergi masuk ke dalam istana kekaisaran itu dan kemudian muncul bersama seorang dewa kuno yang sangat gagah bernama Liang Ti sebagai Penasehat Kekaisaran Naga.


Dia menyipitkan matanya melihat pada Shen Long dengan dewa kembar He Ti dan Che Ti. “Dewa kembar He Ti dan Che Ti?” gumam dewa Liang Ti. “Apa tujuan kalian datang menemuiku?”


Liang Ti berjalan turun perlahan diikuti oleh tuan Yang dari depan pintu istana ke tempat Shen Long berdiri dengan tangan di punggungnya.


Para pasukan yang mengawal Shen Long masih berada disana bersama jendral itu untuk melindungi penasehat kekaisaran Liang Ti.


“Liang Ti, aku datang untuk memberimu dua pilihan. Hentikan rencanamu dan berpihak padaku. Atau aku memaksa untuk menghentikannya sendiri,” Shen Long berbicara dengan santainya.


“Sungguh lancang!” Jendral pasukan itu menghunus pedangnya menatap tajam pada Shen Long.


Jendral dan pasukannya yang ada disana segera  menghunus senjata mereka semua. Mereka bersiap dan mengepung Shen Long dan teman-temannya.


“Hahaha... apakah kamu lupa dimana kamu berada saat ini,” dewa Liang Ti tertawa mendengar kata-kata Shen Long. Dia memandang rendah Shen Long tanpa memeriksanya lebih lanjut.

__ADS_1


He Ti menggelengkan kepalanya. “Liang Ti, sebagai teman aku menyarankanmu sebaiknya dengarkan kata-kata Yang Mulia atau kamu akan menyesalinya,” sahut He Ti padanya


“Yang Mulia? Apa mata kamu sudah buta He Ti?” Bentak Liang Ti pada He Ti mendengar He Ti menyebut orang di depannya itu dengan sebutan Yang Mulia.


Bagi Liang Ti, Yang Mulianya adalah Shang Ti. Bahkan Kaisar Naga sendiri tidak layak dia sebut dengan sebutan Yang Mulia apalagi anak kecil di depannya itu.


“Ah, sepertinya kalian para dewa kuno kurang cerdas semua,” sahut Shen Long meremehkan mereka.


Mata dewa kuno Liang Ti menjadi merah mendengar ejakan dari Shen Long. Dia segera memerintahkan pasukannya untuk memberi pelajaran pada Shen Long dan teman-temannya.


He Ti hanya mengerahkan kekuatannya hingga para pasukan itu terpental oleh hempasan angin darinya. Hanya jendral pasukan itu, tuan Yang dan penasehat kekaisaran Liang Ti yang tidak tergoyahkan oleh hempasan angin tersebut.


Jendral itu segera menyerang ke arah He Ti sedangkan tuan Yang itu menyerang Che Ti. Penasehat kekaisaran Liang Ti juga tidak mau kalah, dia melompat dan menyerang ke arah Shen Long dengan ganas. Dia mengeluarkan seluruh kemampuannya agar bisa merubuhkan Shen Long dengan cepat.


Namun apa yang diharapkan olehnya tidak terkabulkan, Shen Long dengan mudah berkelit dari serangannya. Liang Ti tidak bisa menyentuh seujung rambutpun dari Shen Long. Hal itu membuat wajah Liang Ti semakin tenggelam. “Kurang ajar. Apa kamu hanya bisa berkelit saja?” Teriak Liang Ti kesal.


Shen Long bermaksud memukul kepala Liang Ti dengan telapaknya, namun Liang Ti berhasil menyelamatkan kepalanya, namun dia tidak bisa menghindari telapak itu mengarah pada pundaknya.


BUGH...


Pundak Liang Ti terasa sakit teramat sangat akibat pukulan telapak Shen Long. Dia mundur perlahan untuk mengambil nafas sebelum kembali menyerang. Shen Long tampak dengan tenang melihat pertarungan antara He Ti yang sudah mulai berakhir. He Ti berhasil melukai dada jendral pasukan itu hingga tubuhnya terjungkal ke belakang dan memuntahkan darah segar.


Sementara itu Che Ti juga tidak memerlukan waktu lama untuk merubuhkan tuan Yang dengan tinju yang mengenai kepalanya. Kepala tuan Yang itu langsung retak dan dia menghembuskan nafas terakhirnya hari itu.


Liang Ti menjadi semakin marah melihat asisten pribadinya telah terbunuh oleh dewa kembar itu. Dia meningkatkan kecepatannya menyerang ke arah Shen Long. Jurus Cakar Iblis yang dikuasainya melesat ke seluruh tubuh Shen Long untuk mencari kelemahannya.

__ADS_1


“Ah sudahlah,” gumam Shen Long dalam hatinya kemudian mengeluarkan kekuatan maksimal miliknya. Kali ini Shen Long bergerak lebih cepat dari Liang Ti. Dia menghujam tubuh Liang Ti dengan ribuan telapak tangannya.


“I-Ini jurus apa?” Mata Liang Ti terbelalak melihat serangan Shen Long yang mengganas menyerang dirinya.


BUGH... BUGH... BUGH...


Shen long menyarangkan tiga pukulan ke tubuh dewa Kuno Liang Ti dan membuat tubuh Liang Ti terpental menabrak dinding tembok perguruan sekte.


“Sialan, siapa manusia ini sebenarnya?” gumam Liang Ti.


Liang Ti segera mengumpulkan kekuatannya kembali untuk menyerang Shen Long kembali. Tetapi Shen Long sudah terlebih dahulu dan berdiri di depannya dengan tatapan yang tajam membuat mata Liang Ti bergidik. Detak jantungnya kencang setelah melihat sosok menakutkan dari tubuh Shen Long.


“Jangan bilang aku tidak memberimu kesempatan.” gumam Shen Long pada Liang Ti.


Shen Long mengeluarkan jurus ciptaannya Naga Iblis Mengguncang Langit Kesembilan. Kekuatan mengerikan alam langit tingkat akhir membuat mata Liang Ti semakin melotot hendak melompat keluar dari kelopaknya.


Melihat Liang Ti yang tertegun melihat jurusnya. Shen Long tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.


BUGH...BUGH... BRAKK...


Pukulan ketiga Shen Long mengenai telak pada tubuh Liang Ti hingga tulang dadanya remuk seketika. Liang Ti menyemburkan darah segar dan berusaha untuk berdiri sambil memegangi dadanya yang sakit.


“Meskipun aku mati, kamu tidak akan bisa lolos dari istana kekaisaran ini dengan mudah.” kata Liang Ti. “Aku akan menyabung nyawaku denganmu.”


Liang Ti menotok beberapa titik darah di tubuhnya, dia lalu merasakan kekuatan dalam tubuhnya meningkat dengan pesat. Tubuh Liang Ti menjadi bertambah besar dan kekuatannya juga meningkat pesat.

__ADS_1


“Aarghh...” Liang Ti berteriak saat tubuhnya berubah membesar. Kecepatan dan kekuatannya bertambah dengan pesat.


Jurus yang digunakan oleh Liang Ti itu sangat berbahaya juga bagi dirinya sendiri. Liang Ti memaksakan diri meningkatkan kekuatan tubuhnya dengan cara paksa. Hal ini bisa membuatnya kehilangan seluruh kekuatan dan jurusnya. Dan yang paling fatal adalah bisa menyebabkan kematian.


__ADS_2