
Rakshan segera melejit ke arah Shen Long dengan ledakan kekuatannya. Semua penonton bersorak melihat serangan itu. Mereka semua berdiri sambil berseru memberikan semangat kepada Rakshan.
Bugh!
Shen Long hanya berkelit dengan memiringkan tubuhnya ke kiri namun lututnya telah menghantam perut Rakshan dan membuat mata Rakshan melotot hampir keluar dari kelopaknya. Urat di leher Rakshan keluar dengan keringat dingin. Tubuhnya gemetar merasakan sebuah energi yang kuat menghantam perutnya.
Meskipun kekuatan Rakshan berada di Alam Bintang tingkat 9 namun lawannya bukanlah semut. Hal itu membuatnya tidak percaya dengan kejadian itu.
Plak!
Shen Long menampar pipi Rakshan dengan punggung tangannya dan membuat Rakshan terlempar ke arah luar arena. Namun beruntung Rakshan segera menyadarinya dan melompat menghentikan dirinya keluar dari arena.
Sungguh memalukan baginya jika dikalahkan oleh lawan dengan sekali pukul. Wajahnya kini menjadi gelap, tatapannya tidak lagi meremehkan Shen Long seperti sebelumnya.
Penonton pun terdiam, semua mata mereka tidak percaya melihat pertarungan yang cepat itu. Mereka tidak menduga serangan cepat dan ganas Rakshan dengan mudah dipatahkan oleh Shen Long dalam satu jurus.
Shen Long membersihkan tangannya dengan kain pakaiannya. “Sial, wajahmu terlalu berminyak. Sungguh menjijikkan,” kata Shen Long.
Melihat apa yang dilakukan oleh Shen Long membuat Rakshan menjadi semakin menghitam. Dia menundukkan kepalanya sambil merapal mengerahkan kekuatan maksimalnya.
Jiangshan juga merasa geram di tribun khusus penonton melihat hal itu. Dia tidak menyangka Shen Long bisa dengan mudah mematahkan serangan Rakshan. Kemudian dia berdiri dengan mengepalkan kedua tangannya. “Rakshan, hancurkan dia! Aku akan membuatmu kaya jika bisa membunuhnya.” Teriak Jiangshan dengan marah.
Meskipun tawaran Jiangshan begitu menggiurkan namun Rakshan bukan orang bodoh, dia tahu kekuatan lawannya tentu tidak berada di bawah dirinya. Dia hanya diam menatap ke arah Shen Long yang tersenyum padanya.
“Apakah kamu masih bisa menikmati kekayaan itu?” sindir Shen Long padanya sambil tersenyum.
“Sialan, senyuman manusia ini membuat hatiku makin panas.” batinnya kesal.
__ADS_1
Wajah Rakshan makin tenggelam dengan kemarahannya. Dia lalu bersiap kembali setelah mengatur nafasnya. Rasa sakit di pipi tidak dirasakan olehnya meskipun bekas tamparan Shen Long masih berbekas di pipinya itu.
Shen Long masih tampak tenang meskipun Rakshan telah bersiap untuk menyerangnya.
Wusss...
Rakshan bergerak secepat kilat, tubuhnya menghilang dari pandangan para penonton. Namun Shen Long tidak bergerak sama sekali, hanya sudut mata Shen Long yang melihat ke sekelilingnya. Meskipun gerakan Rakshan secepat kilat, namun di mata Shen Long gerakan itu masih terlihat lambat.
Kemudian tampak Shen Long turut menghilang dari pandangan penonton dan membuat seluruh penonton kembali terdiam. Liushan yang melihat pertarungan itu mengepalkan kedua tangannya. Dia tidak menyangka Wanshan memiliki petarung sehebat itu.
Bumm...
Ledakan terdengar di sudut arena. Kemudian tampak debu berterbangan dan angin menghembus ke sekeliling sudut arena itu.
Setelah debu mulai menghilang, tampak Shen Long telah mencengkeram leher Rakshan dengan kencang. Kedua tangan Rakshan memegang tangan kanan Shen Long yang mencekik lehernya. Dia berusaha untuk melepaskan cekikan Shen Long dengan kekuatannya, namun Shen Long tidak melepaskannya.
Urat kepala Jiangshan terlihat jelas di kepalanya, wajahnya memerah melihat apa yang dilakukan Shen Long pada petarungnya. “Lepaskan dia! Bertarunglah dengan jujur!” teriaknya.
Shen Long menoleh ke arah Jiangshan dengan tatapan buas. “Kalau kamu tidak puas, mengapa tidak kirim semua petarungmu. Agar aku bisa menghabisi mereka semua.” tantang Shen Long.
Semua orang di arena pembantaian itu merasa marah dan kesal melihat kesombongan Shen Long. Mereka menggigil gemetar karena menahan amarah mereka. Liushan pun merasa marah mendengar perkataan Shen Long.
Shen Long melirik ke arah Liushan merasakan kemarahan dari tubuhnya. Melihat hal itu membuat Shen Long tersenyum,”Ayo, keluarkan petarung kalian yang terkuat,” teriak Shen Long menantang semua orang di tempat itu.
Bahkan Wanshan dan ShiMei pun terkejut mendengar kata-kata Shen Long yang sombong. Mereka tidak mengerti apa yang dilakukan olehnya, tetapi yang pasti kelakuannya memancing amarah semua orang di tempat itu.
“Ayo, tunjukkan dirimu!” batin Shen Long melihat dan memeriksa sekelilingnya.
__ADS_1
Melihat tidak ada respon yang diharapkan oleh Shen Long, dia kemudian memutar kepala Rakshan dengan krakk...
Leher Rakshan patah, tubuhnya lunglai. Nyawanya telah melayang dengan wajah membiru, mata melotot serta lidah yang menjulur. Shen Long lalu melemparkan jasad Rakshan ke arah tribun penonton.
“Sepertinya orang itu tidak bisa membuatmu muncul,” gumam Shen Long dalam hatinya. Dia kemudian berjalan lagi ke tengah arena.
“Katakan siapa yang tidak puas dan ingin melawanku lagi?” tantang Shen Long kembali.
Semua petarung di tempat itu merasa geram menggigil karena marah, namun mereka tidak berani maju melawan Shen Long setelah melihat kekuatan dan kekejamannya. Semua orang melihat ke arah Liushan sang tuan rumah menunggu apa yang akan dilakukan olehnya.
Shen Long juga menatap ke arahnya, “Ah, baiklah. Rupanya mulut besar tidak membuktikan nyali pun besar,” sindir Shen Long hendak turun dari arena itu.
Kata-kata terakhir Shen Long membuat amarah Liushan menjadi meletus. “Berhenti! Aku akan menantangmu. Panggil Guoshan untuk melawannya!” perintah Liushan pada bawahannya.
Shen Long tersenyum melihat bawahan Liushan pergi ke ruangan tempat dewa Guoshan menunggu. Kemudian tampak Guoshan berjalan keluar dari ruangan itu lalu menaiki arena pertarungan.
Di atas arena dia menatap Shen Long dengan senyuman. “Kamu yang telah membuat keributan ini nak,” suaranya pelan.
Shen Long berjalan mendekati dewa Guoshan dan berdiri dalam jarak satu langkah dengannya. “Apakah kamu tahu sekte Cahaya?” tanya Shen Long pelan pada Guoshan.
Wajah Guoshan berubah ketika mendengar pertanyaan Shen Long. Senyum di wajah Guoshan menghilang, matanya menyelidiki Shen Long dan menatapnya dengan wajah datar. “Siapa kamu? Apa maumu?” sahut Guoshan pelan nyaris berbisik pada Shen Long.
Melihat perubahan wajah Guoshan membuat Shen Long merasa yakin bahwa dewa Guoshan memiliki hubungan dengan sekte Cahaya. Dia lalu berjalan mengelilingi dewa Guoshan yang berdiri diam di tempatnya.
Seluruh penonton tidak mendengar jelas apa yang mereka bicarakan, namun dari mimik wajah Guoshan mereka merasa Shen Lon pasti telah mengejek Guoshan dan membuatnya marah.
“Aku ingin bertemu dengan sekte Cahaya, bisakah kamu mengantarku pada mereka?” tanya Shen Long nyaris berbisik pelan.
__ADS_1
Mata Guoshan berkedut mendengar permintaan Shen Long padanya. “Meskipun aku tahu, tetapi aku tidak bisa pergi dari tempat ini mengantarmu,” sahut Guoshan.