
Awan hitam yang keluar dari tubuh Shen Long kini telah menyelimuti seluruh tubuh raksasa Ginshan. Ginshan tidak bisa keluar dari awan hitam tersebut. Tubuhnya seperti lenyap dalam kegelapan.
Shen Long yang berdiri di luar awan hitam menggerakkan tangannya dengan memukul ke segala arah dengan kecepatan kilat. Tubuh Shen Long menghilang.
“Aaakhhh...”
“Aaakhhh...”
Ginshan terdengar berteriak pilu karena Shen Long memukul seluruh tubuhnya bagaikan mainan. Tubuh Ginshan terkena pukulan dari segala arah, dia mengerang berkali-kali namun tidak bisa membalasnya.
Ginshan yang membalas memukul merasa seperti menghantam ruang hampa di dalam awan hitam itu. Wajahnya menjadi semakin pucat, dia tidak pernah melawan langsung jurus Dewa Kegelapan.
Namun dia pernah melihat jurus ini mengalahkan seorang dewa dunia langit yang melawan Dewa Kegelapan.
Ginshan membayangkan hal itu sekarang dirasakan olehnya, wajahnya menjadi putih pucat tanpa darah. Dia berteriak mohon ampun agar Shen Long menghentikan serangan jurusnya itu.
Mendengar teriakan Ginshan yang memohon ampunan, Shen Long segera menarik dan menghentikan jurus awan hitam Kaisar Dewa Iblisnya.
Tubuh Ginshan telah kembali ke tubuhnya yang semula, dari tubuhnya tampak luka memar akibat hantaman pukulan Shen Long.
Ginshan terjatuh dengan berlutut di atas arena sementara Shen Long turun dengan perlahan dan berdiri di depannya.
“Apakah kamu masih merasa lebih kuat? Kamu harus tahu bahwa di atas langi masih ada langit. Kita bukan yang terkuat di dunia, jadi tetaplah menunduk.” kata Shen Long menasehatinya.
Ginshan tidak kuasa mengangkat tubuhnya yang lemah karena serangan berkali-kali dari Shen Long. Dia mengatur nafasnya yang memburu agar bisa memulihkan kondisinya.
“Aku mengaku kalah,” Ginshan telah menurunkan egonya dan mengakui kemenangan Shen Long.
Kini dalam pikirannya tidak lagi menganggap rendah ras manusia. Kemenangan Shen Long juga membuktikan bahwa ras manusia pun bisa melebihi kekuatan ras dewa dunia langit.
Ginshan memberi hormat pada Shen Long lalu pergi dari atas arena tanpa pamit kepada Lingshan.
Seluruh mata kini menatap pada Shen Long, jurus terakhir yang dikerahkan olehnya merupakan salah satu dari jurus maut Dewa Kegelapan.
__ADS_1
“Siapa orang ini?”
Lingshan dan Kimshan hampir bersamaan menanyakan hal itu pada diri mereka sendiri. Penonton juga terdiam masih berusaha mencerna pertarungan tadi.
“Jika tidak ada lagi yang ingin menantangku. Aku akan beristirahat dulu.”
Shen Long kemudian pergi meninggalkan tempat itu dan kembali ke ruangannya.
“Aku tahu kamu ada disini, apakah kamu tidak akan muncul?”
Shen Long merasakan adanya aura kekuatan yang tidak biasa berada di sekitar penonton. Aura Kekuatan itu tiba-tiba muncul ketika dia mengeluarkan jurus Awan hitam dari Kaisar Dewa Iblis.
Sosok gelap yang ada diantara penonton menatap punggung Shen Long dari kejauhan. Dari sudut bibirnya tersungging senyuman dingin dengan sorot mata tajam ke arah kepergian Shen Long.
“Menarik!”
Hanya satu kata yang terlontar dari mulutnya lalu tubuhnya menghilang dari tempat itu. Tidak ada satupun penonton yang menyadari kehadiran orang itu.
Liushan merasa gembira melihat kemenangan yang diperoleh Shen Long hari ini. Hal itu membuktikan bahwa dia kini memiliki petarung nomer satu di arena pembantaian.
Liushan tidak mempedulikan kepergian mereka. Dia pun kembali ke ruang kerjanya untuk menghitung keuntungan yang di dapan hari ini.
Shen Long duduk bermeditasi di ruangannya untuk memulihkan kondisinya dan sekaligus menyelaraskan kekuatannya yang telah berada di tingkat puncak Alam Pencerahan Semesta.
ShiMei yang berseri-seri atas kemenangannya juga terlihat datang dan hendak menyapa Shen Long. Tetapi dia mengurungkan niatnya ketika melihat Shen Long tengah asik bermeditasi.
“Ada apa?” Shen Long bertanya pada ShiMei tanpa membuka matanya.
“Ng, aku ingin mengajakmu pergi berjalan-jalan ke kota Nuli.” sahut ShiMei tiba-tiba.
Sebenarnya dia hanya ingin mampir untuk melihat keadaan Shen Long, namun ketika Shen Long bertanya padanya, dia tidak bisa memberikan alasan yang bagus atas kunjungannya itu.
“Kota Nuli? Apakah kamu telah mendapatkan berita yang benar tentang penjara itu?”
__ADS_1
ShiMei menundukkan kepalanya mendengar pertanyaan Shen Long, ShiMei merasa bersalah karena dia belum mencari informasi tentang keberadaan penjara itu. Namun dia asik menonton pertandingan dan memasang taruhan pada Shen Long.
Shen Long menggelengkan kepalanya ketika ShiMei tidak mampu menjawab pertanyaannya itu.
“Kembalilah. Aku ingin beristirahat dulu.” kata Shen Long kembali sambil melanjutkan meditasinya.
ShiMei hanya bisa pergi meninggalkan Shen Long dengan wajah sedih. Dia kadang merasa bosan dengan lingkungan dan keadaan di Lembah Darah itu. Dia ingin keluar dan pergi bertualang bersama Shen Long. Namun sepertinya Shen Long lebih serius untuk menemukan penjara itu.
Shen Long bukannya tidak mengerti apa yang diinginkan ShiMei, tetapi menemukan penjara itu lebih penting saat ini. Jadi dia harus mencari informasi tentang hal itu sambil terus bertarung meningkatkan kekuatannya.
Di ruang kerja Liushan, tampak Liushan duduk sambil menghitung keuntungan yang diperolehnya hari ini. Wajahnya tampak berseri-seri setelah mendapatkan untung yang besar.
Namun bukan hal itu yang membuat wajahnya senang, melainkan kemenangan Shen Long. Kini dia adalah salah satu pemuja kekuatan Shen Long. Rasa kemenangan dengan melihat wajah Lingshan dan Kimshan jauh lebih menyenangkan daripada perolehan uang hari ini.
“Hahaha... aku sungguh sangat senang sekali,” gumam Liushan sambil tertawa.
“Sepertinya kamu terlihat senang hari ini. Apakah kamu menang besar?”
Tiba-tiba dia melihat sosok berpakaian hitam yang muncul di dalam ruangan kerjanya. Wajah Liushan tampak tertegun seperti melihat hantu.
“Tuan LangMo!” seru Liushan yang kemudian berdiri dan memberi hormat padanya.
LangMo adalah utusan dari sekte Iblis Neraka. Dia adalah ras dari Iblis Neraka yang juga adalah tangan kanan dari jendral Iblis MongXin.
“Apa yang membuat tuan LangMo datang mengunjungiku?” tanya Liushan dengan hormat padanya.
“Aku datang kemari atas perintah Jendral untuk memanggilmu datang.” sahut LangMo.
Wajah Liushan termenung memikirkan panggilan itu. Selama ini dia memang jarang pergi ke kediaman sekte Iblis Neraka karena kesibukannya. Kini bahkan Jendral sendiri mengirim utusan untuk memanggil dirinya.
“Aku hanya datang untuk menyampaikan hal itu.” LangMo kemudian berbalik dan hendak pergi dari ruang kerjanya.
“Ohya, ajak juga petarungmu itu. Sepertinya dia cukup menarik. Hahaha...”
__ADS_1
Wajah Liushan terlihat terkejut atas perintah itu. Dia diminta untuk mengajak Shen Long ke kediaman sekte Iblis Neraka. Dia takut mereka akan menangkapnya dan hal itu tentu saja berpengaruh buruk pada usahanya.
Liushan lalu pergi dengan terburu-buru meninggalkan ruangan kerjanya untuk menemui Shen Long yang sedang bermeditasi di ruangannya sendiri.