
Ketika Bao Meng pergi, Xu Xian mulai mendekati Shen Long yang masih memikirkan keberadaan NingYue.
“Tuan Shen, apakah ada yang bisa aku bantu? Kamu terlihat gelisah.” Xu Xian berusaha untuk membuka pembicaraan dan menarik perhatian Shen Long.
Shen Long melirik ke arah Xu Xian. “Maaf, nona. Aku sedang mencari temanku.” Shen Long bersikap acuh tak acuh dengan Xu Xian.
Xu Xian tersenyum. “Apakah kamu mencari nona yang datang bersamamu itu?”
Wajah Shen Long berubah mendengar perkataan dari Xu Xian. Dia tertegun dan menatap wajah Xu Xian. “Iya. Apakah nona melihat temanku itu?”
“Aku melihat saat itu dia sedang berbicara dengan pangeran Shao di warung makan penginapan ini.” sahut Xu Xian dengan mata melihat ke atas seakan-akan mencoba mengingat sesuatu.
“Pangeran Shao?”
Shen Long menyipitkan matanya mendengar perkataan dari Xu Xian. Dia tidak tahu siapa pangeran Shao dan mengapa dia berbicara dengan NingYue.
“Iya. Pangeran Shao adalah putra mahkota kerajaan Shao ini. Mungkin kamu bisa bertanya padanya tentang nona temanmu itu.” lanjut Xu Xian kemudian.
“Baik. Terima kasih atas informasi nona.” Shen Long bergegas untuk pergi mencari info tentang kerajaan Shao.
“Tunggu! Bolehkah aku ikut pergi bersamamu?” tanya Xu Xian penuh harap.
Shen Long menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Xu Xian. “Sebaiknya tidak. Aku tidak ingin menyulitkan dirimu nantinya.” sahut Shen Long dengan wajah dingin sambil melompat pergi dari tempat itu.
“Huh... orang ini sungguh dingin. Tapi aku menyukai yang seperti itu.” batin Xu Xian.
Karena Shen Long telah pergi, Xu Xian kemudian bergegas ingin pergi ke puncak gunung Beruang Putih untuk menemui ketua sekte. Dia tidak lagi bisa mengandalkan sekte Beruang Putih cabang kota Bailing.
Xu Xian juga ingin membicarakan sesuatu dengan ketua sekte untuk hal yang menyangkut bisnis dengan sekte luar.
Shen Long yang telah mengumpulkan informasi dari penduduk kota Bailing dan mengetahui letak dari ibukota kerajaan Shao. Shen Long tidak menyia-nyiakan waktunya dan langsung pergi ke ibukota kerajaan Shao untuk menanyai langsung kepada pangeran Shao tentang NingYue.
__ADS_1
Di Ibukota kerajaan Shao, tampak seorang lelaki setengah baya tengah berdiri melayang di udara dan berteriak memanggil Raja Shao untuk menemuinya.
“Ketua sekte Mata Api!” Seru seseorang yang mengenalinya.
Jiang Xu berdiri di udara dengan tenang di atas halaman istana menunggu Raja Shao untuk keluar menemuinya.
Tiba-tiba lima orang pengawal yang berada di alam Bintang 6 keluar dan mengepung Jiang Xu. “Tuan, jika hendak bertamu tolong lebih sopan. Raja kami sedang tidak bia menerima tamu.” kata salah satu dari pengawal itu dengan menggenggam erat pedangnya.
Jiang Xu tidak menanggapi omongan pengawal itu. Wajahnya masih menatap tajam ke arah aula kerajaan tak jauh di depannya.
“Raja Shao, jika kamu tidak keluar. Jangan salahkan aku menghabisi bawahanmu ini dan juga anakmu pangeran Shao.”
Ketika mendengar nama anaknya disebut, Raja Shao pun muncul bersama dua orang jendralnya yang berkekuatan di alam Bintang tingkat 8. Wajah Raja Shao tampak geram melihat sikap arogan dari ketua sekte Mata Api itu.
“Katakan, apa yang kamu inginkan.” kata Raja Shao pada ketua sekte Mata Api Jiang Xu.
Jiang Xu tertawa melihat kedatangan Raja Shao. “Nyawa anakmu berada di tanganku. Ikuti rencana dan permintaan bisnisku di kerajaan Shao mu ini.”
Jiang Xu menatap tajam ke wajah orang itu. Lalu dia mengarahkan tangannya ke tubuh orang itu.
Kreekk!... Kreeteekk!... Bummm!
Orang yang mencibir itu mati mengenaskan hanya dengan menggerakkan satu tangan dari Jiang Xu dan membuat seluruh tulangnya patah dan tubuhnya meledak hancur.
Mata pengawal kerajaan lainnya terbelalak tidak menyangka kekuatan lawan. Wajah mereka terlihat pucat dan tubuh menggigil ketakutan. Kekuatan lima pengawal kerajaan itu seimbang, jadi jika ketua sekte Mata Api Jiang Xu mau menghancurkan mereka tentu sangatlah mudah.
Kekuatan ketua sekte Jiang Xu berada di alam Pemurnian Semesta, bahkan tingkar alam Semesta Besar pun bukanlah lawannya, apalagi hanya alam Bintang.
“Lepaskan anakku! Aku akan menyetujui semua syaratmu.” kata Raja Shao yang tidak ingin jatuh korban lainnya.
“Hahaha... itu tindakan yang benar. Bagus!” kata ketua Jiang Xu sambil tertawa.
__ADS_1
“Bawa aku menemui anakku.” pinta Raja Shao pada Jiang Xu.
Jiang Xu menghentikan tawanya, dia memandang wajah Raja Shao yang tampak geram dan kesal padanya. Meskipun dia dendam padanya, tapi kekuatan Raja Shao jauh di bawahnya, seperti seekor semut di mata Jiang Xu.
Dari kejauhan, Shen Long telah mengamati dan mendengarkan apa yang terjadi di kerajaan Shao. Dia sebenarnya tidak ingin turut campur masalah mereka. Namun mendengar pangeran Shao berada di tangan orang bernama Jiang Xu itu membuat Shen Long menjadi penasaran.
Kemudian dia melihat Jiang Xu membawa Raja Shao bersamanya, Shen Long pun tidak mau ketinggalan. Dia pun menyusul kepergian Jiang Xu.
Meskipun kekuatan Jiang Xu berada di Pemurnian Semesta namun dia tidak bisa mendeteksi keberadaan Shen Long yang berada di alan Keheningan Semesta. Sehingga Shen Long dengan mudah mengikutinya tanpa diketahui olehnya.
Mereka pun tiba di bagian lereng gunung Beruang Putih bagian utara dan tiba di depan gua. Kemudian Jiang Xu memanggil tetuanya untuk mengeluarkan para tahanan.
Beberapa saat kemudian, tampak tetua Sang dan tetua Ming keluar membawa pangeran Shao dan NingYue yang berada dalam keadaan terikat.
“Lepaskan aku! Atau kalian akan menyesalinya.” Teriak NingYue kesal.
“Hahaha... ada ketua kami disini, kamu pikir apa yang membuat kami menyesal?” cibir tetua Ming sambil tertawa.
“Ayah!” Pangeran Shao berteriak ketika melihat ayahnya datang bersama ketua sekte Mata Api Jiang Xu. Raja Shao pun berlari ke arah putranya itu dan memeriksanya. “Kamu tidak apa-apa nak?”
“Kalian tidak perlu terlalu sentimentil. Raja Shao, kamu sudah melihat sendiri anakmu. Bagaimana kesepakatan kita?” tanya ketua sekte Jiang Xu.
“Lepaskan anakku! Aku pasti akan menepati janjiku. Jika tidak, kamu bisa membunuhku.” kata Raja Shao menatap tajam ke arah Jiang Xu.
Ketua Jiang Xu menatap dengan acuh tak acuh ke arah pangeran Shao. Dia juga melirik ke arah NingYue yang melihat dirinya dengan tatapan mata kesal. NingYue menggertakkan giginya. “Lepaskan aku! Atau kalian akan menyesalinya. Suamiku akan datang menyelamatkanku.” teriak NingYue.
Teriakan NingYue membuat keempat tetua yang berada di tempat itu tertawa meremehkannya.
“Katakan, apa yang bisa membuatku menyesal?” kata tetua Shin kemudian.
Blar!
__ADS_1
Tiba-tiba Shen Long telah berdiri di depan tetua Shin dan mengangkat tubuhnya dengan satu tangan kiri mencekik lehernya. Seluruh orang yang berada di tempat itu tidak menyangka kecepatan Shen Long yang tiba-tiba telah berada di depan tetua Shin. Mata mereka melotot tidak percaya akan hal itu.