
Nenek itu pergi ke kedalaman menuruni lembah yang berada di kaki gunung abadi, lalu berhenti di sebuah gua yang berada pada tebing di dekat sekte lembah suci.
Setelah tiba di dalam gua yang cukup luas, dia mengeluarkan tubuh Shen Long dan Mu Rong dari dalam cincin penyimpanannya. Lalu membebaskan Mu Rong.
“Nenek, tolong bebaskan Shen” pintanya kembali melihat Shen yang masih kaku tidak bisa bergerak.
“Hihihi... kamu sendiri yang membebaskannya nanti” kata nenek itu kemudian
“Bagaimana mungkin, aku tidak memiliki kekuatan sekuat itu” kata Mu Rong.
“Baik. Kalau begitu aku akan mengajarimu” lanjut nenek tua itu
“Kemarilah.” kata nenek tua itu.
Meskipun sedikit ragu, Mu Rong mendekati nenek tua itu dengan perlahan.
Setelah tubuh Mu Rong dekat, nenek tua itu langsung mengalirkan energi ke dalam tubuh Mu Rong melalui nadi spirit di jantungnya.
“Ah,” Mu Rong terjatuh merasa lemas oleh energi yang dialirkan oleh nenek tua itu.
Shen Long tidak tahu apa yang terjadi, dia hanya mendengar dan melihat namun tidak bisa berbicara.
“Sial, aku menjadi orang tidak berguna seperti ini” pikir Shen Long geram.
“Aku tidak bisa membantumu Shen. Kekuatanku belum sepenuhnya bisa selaras dengan tubuhmu” bisik Yan Luo
“Aahh... “ terdengar teriakan Mu Rong kembali sambil berguling-guling di tanah.
“Mu Rong... apa yang terjadi padamu?” pikir Shen Long sedih.
“Aku sudah memberikanmu satu jurus. Kamu sendiri yang bisa menyelamatkan anak itu. Aku akan pergi meninggalkan kalian dulu” kata nenek itu.
“Hihihi... 1 jam lagi anak itu bisa bebas sendiri dari totokanku, tetapi kamu tidak akan bisa bertahan selama itu. Apa yang akan kamu lakukan nak. Aku ingin melihatnya” pikir nenek itu tersenyum pada Mu Rong lalu pergi meninggalkan gua tersebut.
Kini hanya mereka berdua di dalam gua itu, Mu Rong yang kesakitan merangkak mendekati Shen Long yang masih terbujur kaku.
“Shen, maafkan aku. Aku yang membuatmu seperti ini” tangis Mu Rong memeluk tubuh Shen.
__ADS_1
“Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan, tubuhku tiba-tiba terasa panas sekali” pikir Mu Rong.
Wjah Mu Rong menjadi merah sekali, sekujur tubuhnya pun merah. Dia hanya bisa mendesah kepanasan.
“A... Aku tidak tahan lagi. Ah” Mu Rong tidak bisa menahan diri lagi, dia membuka pakaiannya satu persatu karena hawa panas di sekujur tubuhnya.
“Ah... “
Mu Rong tidak tahu bagaimana mengatasi tubuhnya yang kepanasan, kepalanya pusing, kemudian dia melihat dan mendekati Shen Long.
“Apa yang terjadi? Mengapa kamu tanpa pakaian?” pikir Shen Long dengan wajahnya memerah.
“Ah... “
Nafas Mu Rong terengah-engah, detak jantungnya semakin kencang, kepalanya bertambah pusing, sulit untuk menjaga kesadarannya. Dia lalu naik dan duduk diatas tubuh Shen Long lalu memeluknya.
“Ah, tidak... jangan” teriak Shen Long dalam pikirannya merasakan kehangatan menjalar dari tubuh Mu Rong ke dalam tubuhnya.
“Shen, mungkin nona Mu akan membantu melepaskan totokanmu” bisik Yan Luo setelah Shen Long merasakan kehangatan tersebut.
“Membantu apanya... Ini... Ah jangan Mu Rong, sadarlah.” teriak Shen Long dalam hatinya merasakan gerakan Mu Rong diatas badannya yang semakin lama semakin kencang.
Tiba-tiba tubuh Mu Rong mengejang, lalu dia terkulai menimpa tubuh Shen Long tidak sadarkan diri.
Setelah kejadian itu, gua tersebut menjadi hening. Nenek tua yang sejak tadi mengintip kejadian itu tersenyum dalam hatinya.
“Hihihi... kamu kini sudah tidak suci lagi, sama seperti diriku. Setelah itu baru kamu bisa mewarisi ilmu dan kekuatanku” tawa nenek itu lalu menghilang.
Shen Long merasa sedih dan bersalah melihat wajah Mu Rong yang lembut dan cantik terkulai di wajahnya yang merah.
“Mu Rong, apa yang telah kamu lakukan. Pengorbananmu padaku terlalu besar. Aku merasa tidak pantas menerima pengorbanan sebesar ini darimu” pikirnya.
Sekitar 30 menit berikutnya Mu Rong tersadar, melihat wajah Shen Long dihadapannya yang melihat dirinya. Wajah Mu Rong memerah lalu dia bangkit, dia terkejut mendapati dirinya tanpa pakaian duduk diatas tubuh Shen Long.
“Aaaaah... Apa yang telah terjadi?” teriaknya panik dan segera mengenakan pakaiannya.
“Apa yang telah aku lakukan Shen?” teriaknya mulai terisak.
__ADS_1
Hati Shen Long semakin sakit melihat kesedihan di wajah Mu Rong. Dia pun menutup matanya lalu bersuara lirih “Mu Rong”
Shen Long terkejut, dia ternyata sudah bisa bersuara. Dia mencoba menggerakkan tangannya dan perlahan semua bisa digerakkannya. Lalu dia mencoba duduk dan membenahi pakaiannya yang telah diacak-acak oleh Mu Rong.
“Ternyata benar, totokan itu berhasil dilepaskan oleh nona Mu Rong” bisik Yan Luo
Kemudian dia menatap pada Mu Rong yang memandangnya dengan wajah merah dan menunduk malu.
Shen Long lalu mendekatinya dan memeluk Mu Rong. “Terima kasih Mu Rong, kamu telah membebaskan totokanku” sahutnya
Mu Rong yang masih terkejut dengan kejadian ini hanya terdiam dalam pelukan Shen Long, tubuhnya masih bergetar mengingat kejadian samar-samar yang dia lakukan sebelumnya.
“Hihihi...” tiba-tiba nenek itu datang melihat mereka berdua berpelukan
“Nenek, apa yang telah kamu lakukan?” teriak Shen Long.
“Aku hanya memberikan nona itu energi untuk membuka totokanmu” sahutnya dengan santai.
“Bukannya dia sendiri yang ingin melepaskanmu” lanjutnya.
“Tapi... apakah harus seperti itu?” tanya Shen Long tidak percaya.
“Iya, aku memang memiliki ilmu dan jurus yang aneh. Ilmu ini sangat langka dan khusus untuk wanita. Dia harus menyerahkan segalanya pada orang yang dia cintai, bahkan nyawanya” lanjut nenek itu
“Tanpa perasaan itu, dia tidak akan bisa mempelajari ilmuku ini” sahut nenek tersebut kembali
Shen Long melihat wajah Mu Rong yang sudah mulai mengerti maksud nenek tersebut. Mu Rong pun tersenyum
“Shen, memang aku sungguh mencintaimu. Tetapi jika kamu tidak mencintaiku tidak apa-apa, anggap saja kejadian ini tidak penah terjadi” bisiknya pada Shen Long lalu berdiri.
Mu Rong lalu berjalan mendekati nenek tersebut, kemudian menoleh pada Shen Long.
“Shen, aku akan mengikuti nenek ini untuk mempelajari ilmunya. Aku akan menjadi kuat dan layak untuk bersanding denganmu nanti” lanjutnya dengan senyuman.
“Hihihi... anak yang penuh semangat. Layak menjadi keturunan keluarga Wu tersembunyi.” pikirnya.
“Ayo nak, ikuti aku. Aku akan melatihmu menjadi lebih kuat dan mewarisi seluruh ilmuku” kata nenek itu kemudian mengajak Mu Rong pergi meninggalkan Shen Long yang masih terpaku di dalam gua tersebut.
__ADS_1
Dia mengeluarkan tusuk rambut giok pemberian Mu Rong saat di kota Jialing “Mu Rong, aku tidak akan pernah melupakanmu. Aku akan membalas pengorbananmu yang besar ini”