Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 278 | Pertemuan kembali


__ADS_3

Putri Shui kemudian menceritakan tentang perkembangan terakhir yang didapatnya dari Pendeta Agung.


Kemudian tiba-tiba muncul seorang dewa yang datang menemuinya. “Lapor Putri, kejadian di sekte Pedang Harapan berhubungan dengan Yang Mulia Shen Long” kata dewa itu dengan bersemangat.


“Apa? Benarkah? Apa dia sudah kembali?” Putri Shui berdiri dengan tubuh gemetar menahan luapan emosinya yang tak terbendung.


“Putri, tenanglah. Dengarkan ceritanya dulu.” kata Yuan Wei padanya.


Putri Shui menenangkan dirinya lalu duduk kembali sambil mendengarkan kembali laporan dewa tersebut.


“Seorang dewa mendengar bahwa, nama orang yang membunuh dewa kuno Bai Ti dan Jia Ti itu sama yaitu Shen Long. Aku yakin itu pasti Yang Mulia,” sahut dewa itu yang semakin bersemangat.


Putri Shui juga tidak bisa menyembunyikan perubahan wajahnya yang kini tampak berseri-seri. Dia ingin segera pergi ke dunia manusia untuk memastikan hal itu. “Ayah, Ibu. Aku akan pergi untuk melihatnya. Aku titip Shen Shui pada kalian,” kata Putri Shui pada mereka.


“Baiklah. Kabarkan berita itu secepatnya pada kami juga ya,” kata Yuan Wei selanjutnya.


Setelah berpamitan dan memberi pesan pada anaknya Shen Shui, Putri Shui lalu terbang untuk turun ke dunia manusia melihat apa yang terjadi. Dia segera berangkat menuju sekte Pedang Harapan untuk menyelidiki hal itu.


Di sekte Pedang Harapan, dia bertemu dengan Shen Wu yang terkejut melihat seorang wanita setengah baya mencari informasi tentang kejadian di kediaman sekte tersebut.


“Maaf nyonya, apakah kami boleh tahu siapa nyonya dan apa hubungannya dengan kejadian ini?” tanya Shen Wu pada Putri Shui.


“Aku adalah teman lama dari Shen Long, aku mendengar dia telah datang kemari dan membunuh dewa Bai Ti. Apakah hal itu benar?” tanya Putri Shui


Shen Wu memandang mata Putri Shui yang lembut dan melihat kesungguhan dimatanya dengan tatapan berbinar menahan kegembiraannya.


“Benar Nyonya, Leluhur Shen Long sendiri yang datang menyelamatkan sekte Pedang Harapan,” sahut Shen Wu


Shen Wu dan Shen Gu lalu menceritakan tentang pertemuan mereka yang singkat pada Putri Shui.

__ADS_1


“Lalu kemana mereka pergi saat ini?” tanya Putri Shui kembali.


“Leluhur Shen Long menyebut akan pergi mengurus hal tentang Kekaisaran dan Dunia Bawah,” sahut Shen Wu dengan sejujurnya.


Putri Shui merenung mendengar hal itu, “Kekaisaran dan Dunia bawah.”


Kemudian Putri Shui berpamitan pada Shen Wu dan kembali terbang ke atas awan. Dia duduk termenung di atas awan sambil memikirkan kemana Shen Long melanjutkan perjalanannya itu.


“Jika Shen Long mengatakan akan menyelesaikan masalah kekaisaran, berarti dia sedang menuju untuk menangani dewa kuno yang ada disana. Dia juga menyebut tentang dunia bawah. Apakah Shen Long bermaksud untuk melawan para dewa kuno itu?”


Wajah Putri Shui menjadi pucat memikirkan hal itu. Dia mencemaskan keselamatan Shen Long apabila melawan para dewa itu sendirian. Dia segera berdiri dan berangkat menuju ke istana kekaisaran untuk bisa bertemu dengan Shen Long.


Namun dia tidak langsung turun ke dalam istana kekaisaran, tetapi dia turun jalanan ibukota kekaisaran dan berjalan menyusuri jalan ibukota dengan memasang telinga dan matanya terhadap setiap berita disana.


Ketika menyusuri jalanan, mata Putri Shui tertegun saat melihat sosok Shen Long sedang duduk di dalam kedai bersama tiga orang lainnya. Jantungnya terasa berdegup kencang saat melihat suaminya yang telah lama menghilang itu.


Putri Shui menjadi ragu apakah Shen Long mengingat dirinya, dia hanya berdiam diri dan memandang Shen Long dari kejauhan. Perasaannya seperti bercampur aduk saat memikirkan tentang Shen Long.


Shen Long yang duduk merasa mencium aroma yang terasa dikenalinya, dia menoleh ke arah pintu masuk kedai dan jantungnya seperti berhenti berdetak. “Putri” Shen Long tertegun saat matanya melihat seorang wanita setengah baya di depan pintu memandangnya dengan tatapan bimbang.


Shen Long segera bangkit membuat Yun Mei dan kedua dewa kembar kuno terkejut melihatnya. Shen Long berjalan ke arah pintu masuk itu dan melihat mata Putri Shui yang sudah mulai berkaca-kaca. Putri Shui menutup bibirnya yang tipis dengan tangan kanannya untuk menahan isak tangisnya.


Kemudian putri Shui berlari memeluk Shen Long di kedai itu. Mata Yun Mei berkedut melihat kejadian itu, wajahnya menjadi merah tidak menyangka pada hal tersebut. “Apakah dia juga seorang istrinya?” gumam Yun Mei dengan wajah muram menundukkan kepalanya.


Dewa kembar kuno mengetahui bahwa yang datang dan memeluk Shen Long adalah seorang dewa dunia langit. Namun dia tidak berani berkomentar tentang hal itu.


Putri Shui masih memeluk erat tubuh Shen Long seakan-akan tidak mau melepaskannya lagi. “Kamu kembali Shen,” bisiknya lirih


“Putri, aku juga merindukanmu. Maafkan aku.” sahut Shen Long dengan lembut.

__ADS_1


“A-Aku juga merindukanmu Shen,” bisik Putri Shui dengan wajah memerah.


Shen Long lalu melepaskan pelukan Putri Shui dan menghapus air mata yang menetes di wajah istrinya itu. Dia kemudian menggandeng istrinya itu untuk duduk bersama mereka disana.


Putri Shui terkejut saat melihat wajah Yun Mei, “Nona Yun?” gumamnya.


Yun Mei juga terkejut saat Putri Shui mengenali dirinya. “Apakah aku benar-benar bagian dari masa lalu mereka?” pikir Yun Mei


“Akhirnya kamu menemukannya Shen.” kata Putri Shui sambil menoleh pada Shen Long kemudian menatap pada Yun Mei.


“Benar-benar mirip,” lanjut Putri Shui kemudian.


Yun Mei hanya menundukkan kepalanya saat melihat Putri Shui duduk dengan begitu dekat disamping Shen Long. “Aku juga istrimu sekarang Shen” gumam Yun Mei sedikit kesal karenanya.


“Shen, apa sebenarnya tujuanmu ke ibukota kekaisaran ini?” tanya Putri Shui padanya.


Putri Shui lalu melihat kedua dewa kembar kuno yang duduk bersama mereka di depannya. “Kalian dewa kembar kuno, He Ti dan Che Ti?” tanyanya


“Salam Putri,” sahut He Ti dan Che Ti bersamaan sambil memberi hormat pada Putri Shui.


“Aku hanya ingin mengembalikan dunia manusia menjadi normal lagi tanpa campur tangan dewa kuno dan juga membebaskan dunia bawah dari dewa kuno,” sahut Shen Long dengan lancar.


Putri Shui menghela nafasnya, “Hal ini tidak sesederhana yang kamu pikirkan Shen,” lanjut Putri Shui membuat Shen Long menyipitkan matanya.


“Mari kita mencari tempat untuk berbicara lebih baik.” ajak Putri Shui pada mereka.


Setelah itu, Putri Shui mengajak mereka berempat menuju ke sebuah taman di timur ibukota kekaisaran dan duduk di salah satu gazebo yang ada bangku di taman tersebut.


“Mereka termasuk dewa kembar ini adalah kelompok dewa kuno yang beranggotakan 13 dewa. Aku yakin kamu telah mendengar cerita ini dari He Ti dan Che Ti,” sahut Putri Shui.

__ADS_1


“Tapi aku yakin mereka berdua tidak tahu apa tujuan mereka datang kemari,” lanjut Putri Shui


Shen Long mendengarkan kata-kata Putri Shui dengan serius.


__ADS_2