
Sementara Shen Long berlatih di alam lain bersama Libao, dunia bawah dikejutkan oleh kemunculan Dewa Penghancur yang berjalan-jalan melihat dunia bawah itu. Beberapa penghuni dunia bawah yang sedang memperbaiki kota mereka terkejut oleh kedatangan Dewa Penghancur.
Mereka segera berlari menyembunyikan diri karena takut kejadian masa lalu saat kedatangan dewa Shang Ti ke tempat mereka.
“Dunia bawah ini terlihat rusak. Banyak kota yang hancur dan para penghuninya juga tampak pengecut.” batin Dewa Penghancur.
Dewa Penghancur terbang mengelilingi seluruh wilayah klan di dunia bawah dan memperhatikan kehidupan mereka yang berada di dunia bawah itu. Dia beberapa kali terlihat kecewa dan menggelengkan kepalanya.
“Dunia bawah ini sepertinya juga telah mengalami kerusakan meskipun tidak separah di tempatku.” gumam Dewa Penghancur dalam hatinya.
Setelah puas melihat-lihat keadaan dunia bawah, Dewa Penghancur lalu pergi ke dunia manusia. Dia terbang ke berbagai wilayah di dunia manusia untuk melihat keadaannya.
“Hmm... dunia manusia ini masih cukup baik. Bagaimana dengan penduduknya?” gumam Dewa Penghancur yang kemudian melihat sebuah kota di saat dia terbang diatasnya.
Dewa Penghancur turun dari ketinggian ke sebuah kota yang ada di daerah utara. Dia kemudian berjalan menuju ke tempat yang ramai di jalanan kota itu. Dia melihat ke sekelilingnya dan mengamati kehidupan manusia disana.
“Meskipun keadaan dunia manusia ini cukup baik, tapi aku ingin tahu bagaimana kehidupan para penghuni dunia manusia ini.” gumam Dewa Penghancur yang kemudian menuju ke pasar lalu kembali ke sebuah warung makan yang cukup ramai di kota tersebut.
Dewa Penghancur berjalan memasuki warung makan tersebut. Dia lalu didekati oleh pelayan untuk menanyakan menu makanan yang dipesannya.
Dewa Penghancur segera memesan semua jenis makanan yang terasa asing baginya, namun dia tetap ingin mencoba masakannya.
Setelah kedatangan Dewa Penghancur, tampak rombongan Zen Luo bersama Fang Ma beserta mantan ketua sekte Penjaga Makam Bao Jin dan para pemandu makam masuk ke dalamnya.
Zen Luo melihat sekelilingnya dan merasakan suatu yang berbeda terpancar dari dalam tubuh Dewa Penghancur. “Aura orang ini sangat kuat. Siapa dia?” batin Zen Luo
__ADS_1
Dewa penghancur tidak mempedulikan kedatangan Zen Luo dan kawan-kawannya. Dia sibuk menatap makanan yang telah dihidangkan oleh pelayan warung makan itu.
Dewa Penghancur memesan banyak makanan untuk dirinya sendiri karena ingin mencoba seluruh makanan di tempat itu. Dewa Penghancur terlihat serius dan senang dengan rasa dari masakan di tempat itu.
“Luar biasa. Makanan di Loka ini memang sungguh lezat. Aku belum pernah merasakan masakan yang rasanya lezat seperti ini,” ucap Dewa Penghancur dengan wajah senang.
Dia pun menghabiskan semua makanan yang telah dipesannya. Pelayan dan pemilik kedai merasa senang melihat Dewa Penghancur yang dengan lahap menghabiskan semua makanannya.
“Tuan, apakah masih ada yang kurang?” tanya pelayan itu dengan sopan pada Dewa Penghancur.
Disamping masakannya yang lezat, orang-orang di tempat ini juga terlihat ramah. “Ah, dunia manusia di Loka ini cukup baik jika dibandingkan di Lokaku.” batin Dewa Penghancur.
Setelah menghabiskan makanannya, pelayan warung kemudian mengeluarkan sebuah botol minuman untuk menjadi penutup hidangan. “I-Ini, minuman ini juga enak sekali.” Dewa Penghancur terlihat bersemangat lalu menghabiskan botol minuman itu dalam hitungan detik.
Kemudian Dewa Penghancur berdiri dan hendak pergi dari tempat itu. Pelayan yang melihat hal itu kemudian berlari menghampiri dan menghadang jalan Dewa Penghancur yang hendak pergi sehabis makan.
“Dua keping emas?” Dewa Penghancur terlihat bingung dengan keadaan itu. Wajahnya berubah dingin ketika melihat pelayan itu berani menghalangi kepergiannya.
“Lang Chu muncullah,” teriak Dewa Penghancur.
Tiba-tiba muncul seorang pelayan Lang Chu yang membuat mata pelayan itu terbelalak karena terkejut. Dia melihat ke arah pelayan Lang Chu yang tiba-tiba datang disampingnya.
“Ada perlu apa Yang Mulia?” tanya pelayan Lang Chu sambil memberi hormat pada Dewa Penghancur.
“Kamu selesaikan urusan dengan orang ini,” sahut Dewa Penghancur yang kemudian pergi tanpa menghiraukan sekelilingnya.
__ADS_1
Pelayan itu tidak berani menghadangnya lagi, tubuhnya menggigil gemetar setelah melihat kemunculan Lang Chu yang tampak aneh. “Apa yang harus aku selesaikan?” tanya Lang Chu pada pelayan itu.
Pelayan rumah makan itu lalu menceritakan pesanan yang dimakan oleh Dewa Penghancur dan menagih 2 keping emas kepada pelayan Lang Chu.
Pelayan Lang Chu menghela nafasnya sambil mengeluarkan 2 keping emas kepada pelayan rumah makan itu. Pelayan itu terlihat sangat senang menerima pembayaran dari Lang Chu. Kemudian Lang Chu pergi menyusul Dewa Penghancur.
Seluruh kejadian tersebut sejak awal dilihat jelas oleh Zen Luo, dia merasakan Dewa Penghancur itu bukanlah orang biasa. Dia tidak bisa mengukur kekuatannya, namun dia yakin kekuatan Dewa Penghancur berada jauh diatas dirinya.
“Sialan. Baru menghilang beberapa tahun telah banyak muncul orang-orang kuat di dunia ini,” batin Zen Luo dengan wajah kesal yang belum menyadari siapa Dewa Penghancur itu.
Setelah berkeliling beberapa tempat di kota itu, Dewa Penghancur lalu pergi ke dunia langit untuk melihat keadaan disana.
Dewa Penghancur terbang di atas udara dunia langit dan melihat alam tingkatan tembaga yang berada di tingkat terbawah. Dia menyipitkan matanya saat melihat keadaan alam tembaga yang sangat ramai.
Kemudian dia meneruskan perjalanannya menuju tingkatan alam Perak. Di tingkatan ini masih terlihat cukup ramai meskipun tidak seramai tingkatan alam Tembaga. Hal ini membuat Dewa Penghancur mengkerutkan keningnya.
Semakin ke tingkatan alam diatasnya, Dewa Penghancur tampak wajahnya berubah apalagi saat melihat tingkatan Berlian dan Bintang yang tampak kosong. “Cih, ternyata pada dewa dunia langit di Loka ini sangat lemah. Tidak ada yang memiliki kekuatan di alam Bintang.” gumam Dewa Penghancur.
Dewa Penghancur terlihat kecewa dengan kekuatan di dunia langit Loka ini. Dia merasa pada dewa dunia langit terlalu malas untuk berlatih mengembangkan kekuatan mereka.
“Siapa Kaisar Langit saat ini?” Dewa Penghancur berkeliling untuk menemui salah satu dari dewa dunia langit dan bertemu di alam Berlian.
Dewa itu terkejut ketika Dewa Penghancur muncul di depannya. Dia tidak berani bertindak gegabah, jadi dia hanya menundukkan kepalanya untuk memberi hormat pada Dewa Penghancur.
“Hei, katakan siapa Kaisar Langit saat ini?” tanya Dewa Penghancur pada dewa tersebut.
__ADS_1
Wajah dewa itu tertegun mendengar pertanyaan Dewa Penghancur yang tiba-tiba menanyakan tentang Kaisar Langit. “Ng, terakhir Kaisar Langit adalah Shen Long. Namun sejak dia turut campur masalah dunia manusia, dia dihukum dan belum bisa kembali ke dunia langit.” sahut dewa itu dengan jujur.
“Tuan siapa?” tanya dewa itu kembali pada Dewa Penghancur.