
Putri Dao Lin merenungkan nasehat yang diberikan oleh kedua pengawalnya itu. Bagaimanapun mereka adalah orang terdekat dengannya dan sering menolong dirinya saat berada dalam kesusahan.
Tiba-tiba pintu rumah tempat mereka tinggal di desa terpencil itu di dobrak oleh seseorang dan membuat putri Dao Lin dan kedua pengawalnya terkejut.
“Hahaha... sepertinya hari ini kita mendapatkan bibit unggul. Putri kerajaan Dao.” Lelaki tinggi kekar tertawa melihat ketiga wanita yang berada di dalam rumah tersebut. Matanya menatap mereka dengan air liur menetes seperti melihat hidangan yang lezat.
“Siapa kalian?” Para pengawal putri Dao Lin langsung menghunus pedang mereka untuk melindungi putri Dao Lin.
“Aku adalah calon suami dari putri kerajaan Dao yang terkenal masih suci ini. Putri Dao Lin, aku mengidolakan dirimu.” lanjut lelaki tersebut sambil menelan ludahnya.
Wajah putri Dao Lin menjadi merah karena marah oleh perkataan lelaki tersebut. Dia bersiap untuk melawan bersama para pengawalnya.
“Putri, orang ini tidak datang sendirian. Jika ada kesempatan, sebaiknya putri segera lari. Kami akan menghalangi mereka mengejarmu,” bisik salah satu pengawalnya dengan cemas.
Putri Dao Lin terlihat ragu oleh kata-kata pengawalnya itu. Dia tidak ingin meninggalkan mereka, sementara dia pergi menyelamatkan diri.
“Putri, jangan pikirkan kami. Kamu harus tetap hidup dan mendapatkan benih dari dewa itu untuk membebaskan kutukan dari kerajaan kita. Hanya putri harapan dari kerajaan Dao.” sambung pengawal nya yang lain.
Menjaga kesuciannya untuk dewa yang turun dari langit, membuat dirinya terbebani selama ini. Putri Dao Lin menundukkan kepalanya memikirkan apa yang dikatakan oleh kedua pengawalnya. Hati kecilnya menolak untuk pergi meninggalkan kedua pengawal setianya itu.
“Putri, jangan sia-siakan pengorbanan kami.” kata pengawalnya kembali dengan sedikit keras sehingga menyadarkan putri Dao Lin.
“Hahaha... jangan berpikir untuk kabur dari kami. Kami sudah mengepung kalian.”
Lelaki berbadan besar itu mencibir rencana dari pengawal putri Dao Lin yang ingin membuat putri Dao Lin kabur dari mereka.
Kedua pengawal yang telah menghunus pedang mereka segera berkelebat ke arah lelaki itu. Namun lelaki tersebut telah mundur terlebih dulu dan keluar dari rumah yang sempit itu.
__ADS_1
Mata kedua pengawal terbelalak ketika melihat di luar rumah telah banyak laki-laki bandit gunung Beruang Putih yang telah mengelilingi mereka.
“Sialan, kita telah terkepung.” wajah pengawal putri Dao Lin tampak pucat melihat puluhan laki-laki telah mengepung mereka.
Selama ini, para bandit gunung ini telah mengintai putri Dao Lin dan para pengawalnya. Mereka bahkan menyamar sebagai penduduk desa untuk bisa mendekati keberadaan mereka di sana.
“Menyerahlah. Kami tidak akan melukai kalian. Kami akan membawa kalian ke markas kami.” kata salah satu pemimpin mereka.
Kedua pengawal putri Dao tidak mempedulikan kata-kata pemimpin para bandit itu. Dia menyerang ke arah kepungan bandit untuk memberikan jalan bagi putri Dao Lin agar bisa melarikan diri dari tempat itu.
Putri Dao Lin juga telah keluar dari dalam rumah dan melihat pengepungan itu. Wajahnya yang cantik berubah kelam ketika melihat para pengawalnya telah bertempur dengan mereka.
Kekuatan para bandit gunung itu tidaklah rendah, mereka adalah bagian dari sekte Beruang Putih di gunung Beruang Putih itu. Sehingga kekuatan mereka melebihi manusia rata-rata.
“Kakak, kita tidak akan bisa menembus kepungan ini. Mereka sangat kuat.” bisik salah satu pengawal pada pengawal wanita lainnya.
Karena kehilangan konsentrasinya, pengawal yang dipanggil kakak itu terlena sehingga dapat terpukul oleh para bandit gunung itu dan jatuh terjerembab ke tanah.
“Pu-Putri! Jangan hiraukan kami!” kata pengawalnya dengan tergagap sambil mencoba berdiri. Namun putri Dao Lin tidak mendengarkan kata-kata pengawalnya itu. Dia berjalan ke depan pengawalnya untuk melindungi mereka.
“Hahaha... Bagus. Kamu memang cantik dan berani. Ikutlah bersama kami menemui pimpinan kami.” kata lelaki bertubuh besar itu yang merupakan pimpinan mereka.
“Ikat mereka!” Perintah lelaki itu kepada bawahannya ketika melihat putri Dao Lin tidak lagi berniat melawan mereka.
Para bandit itu kemudian melaksanakan perintah atasannya mengikat tubuh putri Dao Lin dan kedua pengawalnya. Kemudian mereka menggiring putri Dao Lin dan pengawalnya menuju kediaman sekte Beruang Putih di atas gunung Beruang Putih itu.
Di kota Bailing, Shen Long menepati janjinya dengan mentraktir NingYue makanan di warung makan penginapan tempat mereka menginap. NingYue tampak senang dengan pengalamannya di Loka 1 ini.
__ADS_1
“Tuan Shen, waktu kita semakin sedikit. Bagaimana dengan penyerapan energi cahayamu?” tanya NingYue memulai pembicaraannya.
“Kekuatanku telah meningkat pesat dalam beberapa hari penyerapan ini. Aku memerlukan sedikit lagi penyerapan sebelum melakukan penerobosan kembali.” kata Shen Long.
“Baiklah, jika tidak salah hitung waktu kita tinggal dua minggu lagi. Tentu cukup untukmu melakukan penyerapan hingga maksimal.” kata NingYue.
Shen Long menganggukkan kepalanya sambil menikmati makanan yang telah disediakan. “Setelah ini aku akan kembali ke gunung itu untuk melakukan penyerapan. Aku harap kamu lebih berhati-hati saat aku pergi.” pesan Shen Long.
“Hihihi... apakah tuan Shen mengkhawatirkan diriku?” NingYue tersenyum menatap wajah Shen Long yang kemudian berubah menjadi merah karenanya.
“Aku hanya tidak ingin menghabiskan uang lagi untuk mentraktirmu.” sahut Shen Long mengalihkan jawabannya.
Setelah menyelesaikan makannya, Shen Long kemudian memberikan cincinnya penyimpanannya pada NingYue. “Bawalah cincin ini. Di dalamnya cincin ini ada Qiongqi. Aku telah memerintahkannya untuk menjagamu selama aku melakukan pelatihan.” kata Shen Long.
NingYue merasa terharu mendengar kata-kata Shen Long. Dia mengambil cincin milik Shen Long dan membayangkan itu adalah cincin perkawinan yang diberikan oleh Shen Long padanya. Kemudian dia memakainya perlahan dengan wajah memerah.
“Apa yang kamu pikirkan? Kenapa wajahmu memerah seperti itu?” tanya Shen Long padanya.
“Ah, tidak usah pikirkan aku. Pergilah berlatih agar kita cepat kembali ke Loka 888.” sahut NingYue dengan ketus sambil menyembunyikan wajahnya yang merah.
Shen Long kemudian terbang kembali ke puncak gunung Beruang Putih dan meninggalkan NingYue yang asik membayangkan dirinya menikah bersama Shen Long.
Di atas gunung Beruang Putih, di dalam kediaman sekte Beruang Putih. Tampak ketua sekte Beruang Putih, Wu Tian duduk di aula sekte melihat ke arah tiga wanita yang berhasil dibawa oleh bawahannya kepadanya.
“Ketua, kami telah berhasil menangkap putri Dao Lin dari kerajaan Dao.” Lapor lelaki bertubuh besar itu dengan wajah bangga.
Ketua sekte Wu Tian menatap ke arah putri Dao Lin yang sangat cantik dengan tersenyum. “Inikah wanita yang membuat pangeran Shao menjadi tergila-gila padanya. Ternyata mata pangeran Shao sangat bagus bisa menilai bibit unggul.” senyum Wu Tian sambil menelan ludahnya menatap Putri Dao Lin dari ujung kepala hingga ke ujung kakinya.
__ADS_1
Putri Dao Lin hanya diam menatap ke arah ketua sekte Wu Tian tanpa takut. “Sungguh putri yang cantik dan berani.” batin Wu Tian.
Tiba-tiba seorang penjaga datang menghadap ketua sekte Wu Tian. “Lapor ketua, seorang wanita bernama Xu Xian ingin menghadap padamu.”