Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 448 | Salah mencari musuh


__ADS_3

Saat mendapatkan kamar, Shen Long segera bermeditasi dan mengerahkan kekuatannya untuk mendeteksi keberadaan segel warna kelima di wilayah ibukota kerajaan Liam ini, namun Shen Long belum menemukannya.


“Ah, sepertinya aku harus beristirahat sementara dan menikmati festival di ibukota kerajaan Liam ini.” Shen Long kemudian menghentikan meditasinya dan pergi meninggalkan kamarnya untuk berjalan-jalan di ibukota kerajaan Liam.


Shen Long berencana untuk tinggal beberapa hari menikmati festival yang selama ini belum pernah dia nikmati karena selalu berlatih dan bertarung. Shen Long sekali-kali ingin menikmati kehidupan santai tapi sambil mencari keberadaan segel warna terakhir.


Sore harinya dia pergi ke arah alun-alun ibukota yang sudah tampak ramai dikunjungi oleh para pengunjung. Di kejauhan dia melihat sebuah arena pertarungan yang telah disiapkan oleh kerajaan Liam untuk mengadakan lomba bela diri antar sekte dan antar kota di kerajaan Liam.


Kemudian dia juga melihat adanya tribun di depan arena yang sudah terdapat para pejabat kerajaan yang duduk di tempat itu. Shen Long menyipitkan matanya memperhatikan adanya Qin Yuan di antara mereka. “Rupanya bocah itu juga datang ke tempat ini.”


Ayah Qin Yuan yang bernama Qin Liu juga datang sebagai pemimpin kota dan sekaligus sebagai ketua sekte Matahari Suci. Mereka juga telah menyiapkan para petarung dari sekte Matahari Suci yang mewakili sekte dan juga kota Qinji.


Di antara mereka juga Shen Long melihat WeiTuo dan ChenLi yang berdiri di belakang seorang tua sedangkan adik seperguruannya LeiNan duduk disamping lelaki tua itu. “Hmm, sepertinya lelaki tua itu guru dari mereka,” batin Shen Long.


Shen Long kemudian mencari tempat yang bagus untuk bisa menyaksikan pertandingan itu dengan santai. Dia melihat ada sebuah bangunan yang cukup tinggi dan bangunan itu adalah sebuah warung makan mewah yang menyediakan segala macam masakan selama festival ini.


“Sempurna. Aku bisa menontong pertandingan dari tempat itu sambil menikmati makanan selama pertarungan.” Shen Long kemudian pergi ke bangunan itu dan kebetulan dia mendapatkan tempat yang strategis di samping jendela untuk menyaksikan pertandingan bela diri.


“Tuan, tempat ini sangat khusus dan harganya tidak murah. Apakah tuan siap untuk memesan?” tanya seorang pelayan dengan sopan tapi meremehkan Shen Long yang tampak berpakaian biasa saja.


Hal itu dikarenakan warung makan ini juga memanfaatkan situasi festival dengan menaikkan harga tinggi terutama tempat yang strategis untuk menonton pertandingan. Itulah sebabnya Shen Long bisa dengan mudah mendapatkan tempat kosong di sana.


Beberapa tuan muda dari keluarga kaya yang berpakaian mewah terlihat mencibir setelah mengamati Shen Long yang berpakaian biasa duduk di tempat itu.

__ADS_1


“Keluarkan semua makanan spesial milikmu! Apakah ini cukup?” Kata Shen Long sambil mengeluarkan beberapa keping emas dari cincin penyimpanannya.


Mata pelayan itu berbinar ketika melihat banyaknya emas yang diberikan oleh Shen Long padanya. “Cukup… Ini lebih dari cukup.” Pelayan itu bergegas pergi sambil menyiapkan masakan spesial untuk Shen Long.


Bagi Shen Long selama dia memiliki mesin uang yang duduk di atas panggung penonton di alun-alun itu, dia tidak perlu khawatir kekurangan uang selama berada di Loka 999 ini.


Para tuan muda kaya yang melihat Shen Long mengeluarkan uang terlihat mendengus sambil berbisik-bisik. “Sepertinya lelaki itu seorang penjahat. Mungkin dia mendapatkan uang dari mencuri dan merampok.”


Wajah para tuan muda itu terlihat mencurigakan dan melihat Shen Long dengan wajah aneh. Shen Long kemudian melirik ke arah mereka dan tersenyum membuat para tuan muda itu terkejut dan memalingkan wajah mereka dengan ketakutan.


Pertarungan di atas arena pertandingan sudah di mulai. Tampak beberapa sekte telah bertarung dengan keras dan serius demi mendapatkan predikat juara selama festival ini.


Shen Long mengamati kekuatan dari para petarung itu paling tinggi berada di alam Pencerahan Semesta. Dan dia bisa menebak dengan benar siapa diantara mereka yang akan memenangkan pertarungan itu.


“Ah, pertarungan ini jadi kurang menarik jika aku telah mengetahui siapa yang akan memenangkan pertarungan itu,” gumam Shen Long dalam hatinya.


“Itu dia!” Tampak seorang tuan muda menunjuk ke arah Shen Long ketika melihat para pengawal kerajaan datang ke warung makan itu.


Sekitar sepuluh orang pengawal kerajaan dengan bersenjatakan pedang dan tombak segera mengepung Shen Long yang masih menikmati makanannya dengan santai. “Sepertinya aku memang dilahirkan untuk tidak pernah bisa bersantai,” gumam Shen Long.


“Hei kamu, menyerah dan ikutlah bersama kami!” Teriak salah seorang pengawal yang sepertinya pemimpin mereka.


Shen Long dengan acuh tak acuh memandang pada para pengawal itu. “Apa yang terjadi? Mengapa ingin aku ikut dengan kalian?” tanya Shen Long dengan santai.

__ADS_1


“Kami mendengar laporan bahwa ada seorang perampok yang berada di warung ini,” sahut pemimpin pengawal itu.


“Apa? Perampok? Aku tidak melihatnya.” Shen Long melihat sekeliling dan menatap orang-orang yang mencurigakan di tempat itu.


“Mungkinkah perampok itu adalah orang-orang berpakaian mewah yang duduk disana? Pasti mereka. Mungkin pakaian mewah mereka itu berasal dari hasil perampokan,” teriak Shen Long sambil menunjuk ke arah para tuan muda yang berpakaian mewah.


Mata para pengawal kerajaan itu berkedut mendengar kata-kata Shen Long. Demikian juga dengan para tuan muda yang duduk di tempat itu. Mereka tidak menduga Shen Long akan berbalik menuduh mereka sebagai perampok.


“Perampok itu kamu!” Teriak salah satu dari tuan muda tersebut.


“Darimana kamu bisa menyebutku perampok?” tanya Shen Long kemudian.


“Lihatlah pakaianmu. Mana ada orang berpakaian sederhana bisa memiliki uang sebanyak itu dan duduk di tempat mewah ini.” Salah satu tuan muda memberikan alasan.


Shen Long termenung berpura-pura memikirkan sesuatu. “Jika aku ini seorang perampok, maka aku akan membeli pakaian mewah dan berpura-pura seperti orang kaya agar aku tidak dicurigai sebagai perampok.”


Kata-kata Shen Long membuat wajah para tuan muda itu menjadi merah. “Ka-Kamu…”


Mereka semua menunjuk marah ke arah Shen Long. Kali ini pengawal kerajaan juga memikirkan kata-kata Shen Long. Dia merasa apa yang dikatakan oleh Shen Long itu cukup masuk akal. Para pengawal lalu mengubah kepungan mereka dan juga bermaksud menangkap para tuan muda itu.


“Jika demikian, sebaiknya kalian semua ikut bersama kami. Kami akan memeriksa kalian dengan adil. Siapa yang melawan akan dijatuhkan dengan paksa.” Teriak pemimpin pengawal itu.


Para tuan muda terlihat ketakutan mendengar kata-kata pemimpin pengawal itu. Mereka merasa kesal karena laporan mereka justru membuat mereka turut merasakan akibatnya.

__ADS_1


“Tuan pengawal, lihatlah wajah mereka yang galak. Aku rasa mereka lebih cocok menjadi perampok daripada aku yang tampan ini,” kata Shen Long kemudian.


Mata para tuan muda kaya itu semakin berkedut mendengar kata-kata Shen Long dan memaki dalam hati mereka.


__ADS_2