
Setelah kepergian Putri, permaisuri Qin mengambil selimut untuk menjaga tubuh Shen Long agar tetap hangat, lalu mengambil air hangat dan kain untuk membasuh wajah Shen Long yang dingin.
“Dingin...” suara Shen Long merintih
Permaisuri sedih tidak tahu harus berbuat apa lagi, karena dirinya Shen Long keracunan oleh pil abadi palsu tersebut. Kemudian dia hanya memiliki satu pemikiran, memberikan kehangatan pada Shen Long.
Permaisuri lalu membuka pakaiannya lalu memeluk tubuh Shen Long di bawah selimutnya.
Selama tiga hari, rasa dingin di dalam tubuh Shen Long mulai mereda, namun kini rasa hangat mengalir di dalam tubuhnya. Kemudian rasa hangat menjadi panas luar biasa di seluruh tubuhnya. Membuat matanya melotot dan jantungnya berdetak kencang.
Permaisuri Qin dengan wajah merah terbangun melihat Shen Long yang dipeluknya memandangi dirinya. Shen Long dalam kondisi yang tidak sadar lalu merangkul permaisuri Qin dan menciumi nya.
Detik berikutnya permaisuri Qin yang tak berdaya, terlihat pasrah dengan perlakuan Shen Long yang tidak sadarkan diri tersebut.
“Ini semua karena diriku sendiri yang mencelakaimu Shen. Aku yang bersalah” gumam permaisuri Qin sambil membelai rambut Shen Long.
“Ah... “ jerit permaisuri Qin berkali-kali dalam pergumulan tersebut.
Entah berapa lama dan berapa kali kejadian itu terulang, akhirnya kondisi Shen Long telah melewati masa kritis 3 hari dan suhu tubuhnya menjadi normal kembali. Permaisuri Qin yang kelelahan juga tertidur dalam pelukan Shen Long.
Racun Api Es adalah racun yang sangat ganas, dan akan kumat setiap 15 hari pada orang yang terkena olehnya. Tubuh penderita akan merasa dingin dan panas berulang kali di saat racun tersebut kumat.
Shen Long membuka matanya melihat seseorang dalam pelukannya tanpa busana bersama dirinya. Dia pun terkejut lalu terbangun dengan wajah merah dan perlahan mengenakan pakaiannya.
“Permaisuri?” katanya gugup.
Permaisuri Qin yang juga terbangun dengan wajah merah segera mengenakan pakaiannya. Wajahnya masih merah dan terdiam tidak berani menoleh ke arah Shen Long.
“Maaf Yang Mulia, apa yang telah terjadi?” tanya Shen Long yang tidak mengerti. Badannya masih merasa sakit oleh luka dalam. Hal terakhir yang diingatnya adalah pertarungan dengan ketua sekte Gunung Abadi.
“Lupakan! Sebaiknya kamu tidak perlu mengingatnya” sahut permaisuri Qin dengan wajah sendu.
Shen Long merasa bersalah atas apa yang terjadi, dalam pikirannya tentu saja mengerti keadaan ini.
“Kamu terkena racun Api Es. Ini semua karena kesalahanku sendiri” sahut permaisuri Qin dengan lirih masih merasa perih.
“Racun Api Es?” Shen Long terkejut.
“Permintaanku padamu, tolong lupakanlah kejadian hari ini” katanya kembali sambil pergi meninggalkan Shen Long yang masih tertegun tak mengerti.
__ADS_1
Permaisuri Qin lalu menyiapkan makanan untuk Shen Long dan dirinya, kemudian memanggil Shen Long untuk bersantap.
Di meja makan Shen Long merasa sedikit canggung, namun permaisuri Qin tersenyum padanya seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa.
“Bagaimana kondisi badanmu, Shen?” tanya permaisuri Qin memulai pembicaraan.
“Aku masih merasa sakit di dadaku, terima kasih atas perhatian Yang Mulia” sahut Shen Long menundukkan wajahnya.
“Rumah siapa ini Yang Mulia?” tanya Shen Long kembali
“Tempat tinggal Putri Shui. Dia yang menyelamatkanmu dari Gunung Abadi” sahut permaisuri Qin.
“Dimana Putri Shui sekarang Yang Mulia?” tanya Shen Long selanjutnya.
“Dia sedang menemui Gurunya untuk meminta obat penawar racun Api Es dalam tubuhmu” sahut permaisuri Qin kembali.
“Guru?” Shen Long pun terkejut setelah mendengar permaisuri menyebutkan kata Guru.
Dia lalu berdiri hendak keluar dari rumah itu, namun beberapa langkah dia terjatuh dan muntah darah.
“Apa yang kamu lakukan, kamu mau kemana?” tanya permaisuri Qin mendekati dan memapahnya untuk duduk kembali
“Bagaimana mau menyelamatkannya? Kondisimu sendiri terluka seperti ini. Kamu hanya mengantarkan nyawa saja” kata permaisuri Qin memarahinya.
“Tapi, bagaimanapun juga aku harus menyelamatkannya” sahut Shen Long keras kepala.
“Dengarkan aku! Pulihkan dirimu sendiri, setelah itu kamu bisa pergi menyelamatkannya” nasehat permaisuri Qin kembali.
Shen Long merenungi perkataan permaisuri Qin yang ada benarnya, dengan kondisi sekarang, dia tidak akan bisa menyelamatkan Gurunya justru akan kehilangan nyawanya. Dia merasa dirinya tidak berguna.
Kemudian dia masuk ke dalam kamar untuk mencoba memulihkan kondisinya dengan bermeditasi. Tak berapa lama dia kembali memuntahkan darah dari mulutnya.
“Ah, kondisi luka dalamku cukup parah. Butuh waktu lama untuk sembuh. Apa yang harus aku lakukan” gumamnya sedih.
Malam harinya, Shen Long tidak bisa memejamkan matanya dia memikirkan Gurunya Yan Luo yang ditangkap oleh sekte Gunung Abadi.
Aaarrrggh!
Tiba-tiba badannya menggigil karena marah dan merasa kedinginan. Dia menggigil di tempat tidurnya.
__ADS_1
“Ada apa?” tanya permaisuri Qin yang kemudian masuk ke dalam kamar Shen Long.
“A... Aku kedinginan” kata Shen Long lirih menggigil kedinginan.
“Apa yang terjadi? Bukannya masa kritis telah lewat?” pikir permaisuri Qin.
“Baiklah, apa dayaku. Semua karenaku juga. Semoga pengorbananku ini tidak kamu sia-siakan Shen” gumamnya dalam hati sambil melepaskan pakaiannya lalu naik ke ranjang Shen Long dan memeluknya.
Shen Long terkejut, wajahnya menjadi merah melihat permaisuri Qin telah memeluknya kembali dan memberikannya kehangatan. Kali ini dia dalam kondisi sadar, badannya dingin karena udara yang menyerang luka dalamnya.
Wajah permaisuri Qin yang cantik meskipun usianya lebih tua dari Shen Long namun tetap anggun. Matanya tertutup dengan bibirnya yang merekah di dekat wajah Shen Long dan merasakan nafasnya yang hangat menerpa wajahnya.
Kehangatan mengalir dari pelukan permaisuri Qin membuat Shen Long merasa nyaman, namun detak jantungnya menjadi lebih kencang.
“Yang Mulia” bisik Shen Long.
“Panggil saja aku Qin. Sudah, lakukan saja Shen” bisik permaisuri Qin dengan lirih pasrah.
Kejadian kemarin terulang lagi dan lagi, entah beberapa kali hingga mereka terlelap kelelahan dalam pelukan kehangatan.
“Terima kasih Shen” gumam permaisuri Qin dalam hatinya menikmati malam itu.
Pagi harinya, Shen Long kembali mencoba bermeditasi untuk menyembuhkan dirinya, sementara permaisuri Qin dengan bahagia menyiapkan makanan untuk mereka bersantap.
Tak lama kemudian Putri Shui datang ke rumah tersebut.
“Putri, kamu telah kembali” kata permaisuri Qin setelah melihatnya datang.
“Bagaimana keadaan Shen Long?” tanya Putri Shui.
“Dia sudah siuman. Anak itu memiliki keberuntungan yang tinggi bisa melewati masa kritis 3 hari ini” sahut permaisuri Qin menyembunyikan tehnik pengobatannya pada Shen Long.
“Aku telah mendapatkan obat penawar racun Api Es dari Guruku. Mari lihat keadaannya” ajak Putri tersebut.
Di dalam kamar, Putri melihat Shen Long yang sedang bermeditasi merasakan aliran energi di dalam tubuhnya masih terhambat oleh luka dalamnya.
“Shen, Putri telah kembali” kata permaisuri Qin membangunkan Shen Long dari meditasinya.
Shen Long membuka matanya melihat sosok wanita anggun di depan matanya, dia pun berdiri memberikan hormat dan membungkukkan badannya.
__ADS_1
“Putri, terima kasih telah menolongku saat di Gunung Abadi” kata Shen Long.