Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 441 | Segel Warna


__ADS_3

Shen Long kemudian pergi menuju ke arah Gunung Taoshin melewati kota Yangji bersama NingYue.


“Shen, bagaimana jika kita berkeliling kota Yangji ini sebentar,” pinta NingYue. Selama ini dia belum pernah berjalan-jalan bersama Shen Long, jadi dia ingin menikmati suasana ini bersamanya meskipun hanya beberapa hari.


Mendengar permintaan NingYue, Shen Long pun menganggukkan kepalanya. Mereka kemudian berjalan menyusuri sudut kota dan menikmati keramahan kota Yangji.


“Apa yang kamu lakukan?”


Tiba-tiba Shen Long dan NingYue mendengar teriakan dari sebuah toko yang berada di jalanan kota Yangji. Kemudian dari toko itu tampak pemilik toko tengah membuang barang-barang ke jalanan dimana seseorang lelaki tua yang terjatuh di depan toko berusaha memungut barang-barang itu.


“Ambil dan bawa pergi seluruh barang-barangmu ini.” Pemilik toko itu tampak marah kepada lelaki tua tersebut.


NingYue yang melihat kejadian itu menjadi geram. Dia hendak bergegas membantu lelaki itu namun Shen Long menarik tangannya serta menggelengkan kepalanya. NingYue menghentikan langkahnya dan menoleh Shen Long seakan bertanya mengapa dia menghentikannya. “Lihatlah nanti!”


Lelaki tua itu memasukkan barang-barang yang berserakan itu ke dalam karung bawaannya lalu pergi meninggalkan toko tersebut. Ketika lelaki tua itu pergi tiba-tiba di dalam toko terdengar teriakan yang memilukan.


“Aarrgghh...”


“Tolong... Seseorang, tolonglah!”


Terlihat seorang wanita muncul dari dalam toko tersebut dan berteriak meminta tolong di jalanan.


“Apa yang telah terjadi?” NingYue bertanya kepada Shen Long. Shen Long bergegas masuk ke dalam toko untuk melihatnya dan diikuti oleh NingYue.


Di dalam toko tersebut, laki-laki pemilik toko tadi yang membuang barang-barang lelaki tua itu tampak memegang lehernya dengan wajah pucat dan mata melotot serta darah menetes keluar dari lubang hidung dan telinganya.


Shen Long mendekatinya lalu menotok beberapa bagian tubuh lelaki pemilik toko itu. Kemudian dia mengeluarkan jarum perak yang biasa dia gunakan untuk mengobati pasien di masa lalu. Dengan menggunakan 13 jarum perak di beberapa titik energi pemilik toko itu, Shen Long kemudian mengalirkan energinya untuk mengeluarkan racun yang membuat pemilik toko menjadi seperti itu.

__ADS_1


Kemudian tampak asap hitam keluar dari sekujur tubuh lelaki pemilik toko itu. Kulit tubuh lelaki itu mulai tampak normal kembali dan wajahnya berangsur-angsur cerah kembali dan matanya mulai mengendur dan terlihat normal.


“Te-Terima kasih tuan.” Wanita yang tadi berteriak meminta tolong membungkukkan badannya untuk berterima kasih pada Shen Long.


“Selanjutnya berikan dia air gula untuk memulihkan kondisi tubuhnya.” Shen Long berpesan pada wanita itu sebelum beranjak pergi meninggalkan mereka.


NingYue yang berjalan di samping Shen Long masih memikirkan kejadian tadi. “Apa yang sebenarnya terjadi Shen? Mengapa lelaki itu tiba-tiba keracunan seperti itu?”


Shen Long menghentikan langkahnya. “Lelaki tua yang kita lihat tadi adalah seorang wanita yang menyamar. Dia sengaja memancing keributan dengan berpura-pura sebagai korban. Dan dia telah meracuni pemilik toko itu sebelumnya.”


NingYue menyipitkan matanya menatap Shen Long dengan penasaran, “Kamu bisa mengetahui hal seperti itu?”


Shen Long menganggukkan kepalanya. “Sejak aku menerobos alam Kesadaran Semesta. Aku jadi memiliki intuisi yang sangat tajam dan mendapatkan berbagai gambaran kejadian yang ada di sekitarku.”


“Sebaiknya kita segera menuju ke Gunung Taoshin, aku ingin tahu apa yang menanti di sana.” Shen Long kemudian bergegas mengajak NingYue pergi ke arah Gunung Taoshin.


“Nona Ning, sebaiknya kita beristirahat sebentar di tempat ini.” Shen Long kemudian mencari tempat untuk membaca kitab yang diberikan oleh ketua sekte Wushan dan mempelajarinya.


“Kamu benar-benar memanfaatkan waktu untuk belajar dimanapun berada.” NingYue melihat Shen Long dengan tatapan kagum di matanya. Kemudian NingYue memanfaatkan kesempatan itu untuk memejamkan matanya sejenak sambil menunggu Shen Long menyelesaikan membaca buku tersebut.


Dari Kitab Gaib Sekte Wushan, Shen Long menemukan petunjuk untuk menemukan gerbang memasuki Alam Penciptaan. Menurut kitab gaib, terdapat lima buah segel warna yang dapat digunakan untuk membuka gerbang menuju Alam Penciptaan.


Kelima segel warna itu berupa plat setinggi setengah manusia dewasa normal dengan warna pelangi, putih, merah, kuning dan hitam. Kelima segel tersebut harus diletakkan dengan petunjuk tertentu dan mantra untuk membuka gerbang menuju Alam Penciptaan.


Shen Long menghentikan meditasinya setelah menemukan petunjuk dari kitab gaib. Dia telah melafalkan mantra segel warna untuk mengaktifkan segel tersebut dan mengingatnya. Kini dia hanya perlu menemukan segel warna untuk membuka gerbang alam penciptaan itu.


“Dimana aku mencari segel warna ini?” pikir Shen Long kemudian.

__ADS_1


Shen Long kemudian berdiri dan melihat NingYue yang masih memejamkan matanya beristirahat di samping dirinya. Shen Long tersenyum lalu membangunkan NingYue.


“Nona Ning, mari kita lanjutkan perjalanan menuju ke puncak gunung Taoshin.”


Dengan mengusap kedua matanya, NingYue kemudian tersenyum pada Shen Long. “Apakah aku tertidur?” Wajah NingYue tersipu malu karenanya.


“Tidak apa, kamu butuh istirahat. Manfaatkan waktu sebaik mungkin.” Shen Long kemudian menarik tangan NingYue lalu terbang melayang menuju ke puncak gunung Taoshin.


Tak jauh dari puncak gunung, Shen Long menemukan sebuah rumah kecil yang cukup sederhana. Shen Long lalu mendarat dan berjalan bersama NingYue menuju ke rumah tersebut.


Rumah tersebut tampak sepi, Shen Long tidak merasakan keberadaan seorang pun di sekitar rumah itu. Shen Long kemudian melanjutkan perjalanannya menuju puncak gunung Taoshin.


Di puncak gunung Taoshin, Shen Long melihat sebuah batu berwarna hitam yang sangat besar dan lebih tinggi dari tubuh manusia. “Apakah ini salah satu dari segel warna itu? Tapi ini terlalu tinggi dan besar tidak seperti gambaran yang disebutkan dalam kitab gaib.”


Shen Long mengelilingi batu besar hitam itu, dia menyipitkan matanya dan mengamati setiap inci dari batu besar tersebut. Sementara itu NingYue melihat pohon buah yang ada di sana dan memetik beberapa buah untuk dia dan Shen Long.


“Siapa kalian?”


Tiba-tiba seorang wanita setengah baya datang dengan wajah curiga melihat pada Shen Long dan juga NingYue. “Apa yang kalian lakukan di wilayahku ini?”


Wanita itu berjalan mendekati Shen Long. Wajahnya tampak kurang senang karena Shen Long dan NingYue telah memasuki wilayahnya tanpa meminta ijin.


“Tetua, namaku Shen Long dan ini temanku NingYue. Kami sedang berjalan-jalan disekitar sini.” Shen Long memperkenalkan dirinya dan NingYue.


Shen Long mengamati wanita setengah baya itu. Dia merasakan pernah melihat aura dari tubuh wanita itu. “Sepertinya dia lelaki tua yang kita temukan di jalanan tadi,” gumam Shen Long.


Wanita itu kemudian memeriksa batu besar yang berada di puncak gunung itu. Dia sendiri selama ini belum menemukan petunjuk tentang batu tersebut. Jadi selama ini dia hanya bisa menjaganya dari orang-orang yang datang ke wilayah puncak gunung Taoshin.

__ADS_1


__ADS_2