Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 63 | Racun Peraga Sukma


__ADS_3

“Tidak. Aku tidak percaya padamu” teriak Xie Min tiba-tiba menyerang tetua Xie dengan garang.


Kali ini tetua Xie sudah tidak ingin melawan anaknya kembali karena kesalahpahaman sikapnya di masa lalu. Dia hanya menghindari setiap serangan anaknya dan tidak membalas serangannya.


“Sadarlah Xie Min, jangan menggunakan obat-obatan lagi. Aku menaruh harapan besar padamu” kata tetua Xie.


“Tidak. Kamu hanya menghiburku” teriak Xie Min yang sudah hampir kehilangan kontrol kesadarannya.


Kekuatan yang dipaksakan oleh obat-obatan pada tubuh Xie Min dapat menyebabkan pecahnya pembuluh nadi spirit yang dapat mengakibatkan cacat bahkan kematian.


“Sadarlah Xie Min. Ini bukan dirimu yang sesungguhnya” kata tetua Xie kembali yang sedih melihat anak satu-satunya yang masih tersisa seperti ini.


Setelah beberapa menit menyerang dengan membabi buta, akhirnya tubuh Xie Min kaku tidak bisa bergerak, lalu pembuluh nadi spiritnya pecah hingga di otaknya.


Tetua Xie sedih melihat kejadian tersebut lalu mendekati anaknya dan merangkulnya.


“Ayah... Maafkan aku, aku tidak bisa menjadi anak yang berbakti padamu... “ suara Xie Min lirih


“Ah... Aku... Aku tidak berguna, Aku membuat malu keluarga...” nafas Xie Min tersengal-sengal berbicara


“Jangan bicara lagi nak, Ayah memaafkanmu” sahut tetua Xie menahan kesedihannya


“Ayah... “ Xie Mo yang terluka perlahan mendekati ayahnya Xie Min dan berlutut.


“A Mo, maaf..kan ayahmu ini tidak bisa mendidikmu dengan baik”


“Janganlah menjadi seperti ayah.. Ikuti kata-kata kakekmu” kata Xie Min dengan sisa nafasnya


“Berjanji lah padaku Xie Mo...” pinta ayahnya


“Aku berjanji ayah...” sahut Xie Mo.


“Ayah... Aku sebentar lagi akan bertemu dengan kakak. Aku titipkan Xie Mo pada ayah. Tolong jaga dia” kata terakhir Xie Min sebelum menghembus nafas terakhirnya


“Ayah...” Xie Mo menangis dengan keras kehilangan ayahnya.

__ADS_1


Tetua Xie tidak dapat menahan air mata menetes di wajahnya sambil memegang tubuh anaknya yang sudah mulai dingin. Dia memeluknya dengan erat bersama cucu disampingnya yang berlutut pada tubuh ayahnya.


Halaman sekte menjadi saksi kesedihan keluarga Xie, keluarga pendiri sekte pelepas arwah yang namanya pernah mengguncang dunia bela diri.


Kediaman sekte pelepas arwah pun hancur bersama kepergian Xie Min akibat pertarungan antar keluarga Xie.


Sementara keluarga Xie bersedih, Shen Long juga telah mengalahkan Yang Fei yang terluka oleh pukulan roh sembilan naga langit. Yang Fei yang tidak sadarkan diri di periksa keadaanya oleh Shen Long.


Shen Long menemukan racun di dalam tubuh Yang Fei bersarang di otaknya sehingga mempengaruhi pikiran dan kesadarannya.


“Racun yang sangat ganas dan berbahaya. Aku harus bisa membersihkannya untuk mengembalikan kesadaran tetua Yang Fei” sahut Shen Long.


Kemudian Shen Long mengangkat tubuh Yang Fei dan membawanya ke halaman bertemu dengan tetua Xie yang masih bersedih.


“Tetua, Aku menemukan racun di dalam tubuh Yang Fei. Kemungkinan racun yang sama juga diberikan pada Xie Lin. Sebaiknya kita kembali ke kediaman perguruan Wuming untuk menyembuhkan mereka” kata Shen Long


“Aku akan menguburkan Xie Min terlebih dahulu, setelah itu baru kita kembali” sahut tetua Xie yang kemudian mengangkat tubuh anaknya Xie Min.


Beberapa menit kemudian, tetua Xie telah menguburkan tubuh anaknya di belakang kediaman sekte yang merupakan tempat pemakaman keluarga Xie.


Dari kejauhan, di atas sebuah pohon tak jauh dari kediaman sekte pelepas arwah tampak dua sosok berdiri di cabang pohon tersebut memperhatikan semua kejadian di dalam sekte pelepas arwah.


“Ketua, kenapa kita tidak membantu mereka?” tanya seorang muda berpakaian pendeta dengan pedang di punggungnya.


“Xu Huang, kita sudah tidak memerlukan sekte ini lagi. Untuk apa kita mempertahankannya” sahut lelaki tua yang berdiri di samping pemuda itu.


“Mari kita kembali ke kediaman, kita lanjutkan rencana berikutnya” katanya sambil pergi melayang menjauhi kediaman sekte pelepas arwah diikuti oleh pemuda yang dipanggil Xu Huang tersebut.


Setelah proses pemakanam berakhir, tetua Xie mengajak Shen Long dan Xie Mo pergi meninggalkan kediaman sekte untuk kembali ke perguruan Wuming menyembuhkan Yang Fei dan Xie Lin.


Di kediaman perguruan Wuming, Yang Fei dan Xie Lin telah dibaringkan di dalam kamar masing-masing dalam keadaan tidak sadarkan diri setelah ditotok oleh Shen Long untuk menahan mereka.


Tetua Xie mengajak ketua Mu Kai berdiskusi dengan tetua Yun, ketua Yun, tabib Mo Chin dan Shen Long untuk menemukan cara menyembuhkan dan mengeluarkan racun dari tubuh Yang Fei dan Xie Min.


Sementara di depan mereka, Xie Mo yang telah bertobat dan meminta maaf pada para tetua duduk berlutut mengakui kesalahannya.

__ADS_1


“Xie Mo, racun apa yang diberikan pada Xie Lin dan Yang Fei ini? Siapa dalang di belakangnya?” tanya tetua Xie pada cucunya Xie Mo.


“Kakek, sepanjang yang aku ketahui, nama racun tersebut adalah racun Peraga Sukma” sahut Xie Mo.


“Apa? Racun Peraga Sukma?” tetua Yun terkejut mendengarnya.


“Apakah tetua Yun pernah mendengar tentang racun ini?” tanya tetua Xie


“Dahulu guruku pernah menulis tentang racun ini, dalam tulisannya racun ini berasal dari wilayah kerajaan Ming” sahut tetua Yun


“Racun ini berasal dari cacing peraga sukma yang ada di wilayah Ming kemudian dibiakkan dan dikendalikan oleh orang yang memiliki kekuatan spiritual tinggi untuk menjadi racun yang dimasukkan kedalam tubuh seseorang yang akan dia di kendalikan” lanjutnya


“Cacing ini dalam tubuh manusia hidup di otak manusia, dan mengeluarkan kendali atasnya. Jadi manusia yang dikendalikan akan menjadi seperti boneka karena ingatannya disegel oleh kekuatan cacing ini”


“Apakah ada obat untuk itu tetua?” tanya Shen Long.


“Guru pernah menulis ada tiga bahan obat untuk membunuh cacing ini dan mengeluarkannya dari otak manusia yang telah dikendalikan. Pertama ginseng purnama seribu tahun, rumput surga dan lotus merah” sahut tetua Yun


“Aku sudah memiliki rumput surga, dimana mencari lotus merah dan ginseng purnama seribu tahun ini” tanya Shen Long kembali.


“Aku dengar lotus merah hanya tumbuh di lembah suci tersembunyi sedangkan ginseng purnama ini yang agak sulit untuk ditemukan” sahut tetua Yun mendesah.


“Oh iya, aku dengar pertandingan bela diri kerajaan Liu dua bulan depan memberikan hadiah ginseng purnama seribu tahun untuk pemenangnya” kata ketua Mu Kai.


“Benarkah? Kita masih punya kesempatan untuk mendapatkannya” sahut Shen Long bersemangat.


“Tetapi peserta pertandingan ini sungguh berat. Peserta paling rendah kekuatannya berada di alam dewa, dan juara bertahan dua tahun terakhir adalah Xu Huang dari sekte gunung abadi. Dia sangatlah berbakat dan kuat, aku dengar kekuatannya telah berada di alam pendeta” sahut Mu Kai.


“Xu Huang?” pikir Shen Long.


“Aku harus ikut pertandingan ini untuk mendapatkan bahan obat ginseng purnama demi menyelamatkan tetua Yang Fei dan Xie Lin” kata Shen Long dengan wajah sungguh-sungguh.


“Jika saudara Shen ingin ikut, aku bisa mendaftarkanmu sebagai wakil dari perguruan Wuming” sahut Mu Kai


“Terima kasih ketua Mu. Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk memenangkannya” kata Shen Long.

__ADS_1


“Bagus. Aku yakin kamu bisa memberiku kejutan lagi Shen” teriak tetua Xie bersemangat


__ADS_2