Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 116 | Serangan sekte Singa Barat


__ADS_3

Keesokan harinya Jungwen sendiri yang memimpin sekte Singa Barat untuk datang memusnahkan sekte Tanah Barat. Tampak di sebelah kiri dan kanannya, utusan kiri Shuwen dan utusan kanan Bingwen bersamanya.


Sementara itu di sekte Tanah Barat, Shen Long telah memberikan petunjuk dari Raja Pedang pada nenek Wu dan Mu Rong untuk menembus tingkat Pendeta Raja dan berlatih di ruang latihan kediaman sekte.


Melihat kedatangan orang-orang berkuda dari sekte Singa Barat, membuat panik orang sekte Tanah Barat. Mereka dengan ketakutan melaporkan hal itu pada Shen Long dan Dewi Suci yang tampak tenang di aula sekte.


“Kalian yang memiliki kekuatan cukup, mari bertarung bersama kami di depan gerbang sekte” kata Shen Long mengajak Dewi Suci dan murid-murid sekte Tanah Barat.


Dari kejauhan orang-orang sekte Singa Barat melihat hanya dua orang yang berdiri di depan gerbang sekte Tanah Barat beserta beberapa murid yang memiliki kultivasi alam dewa dan alam suci bersamanya.


“Ketua sekte, dua orang di depan itu adalah Shen Long dan Dewi Suci” bisik Bingwen pada ketua sekte Jungwen.


“Hahaha... mereka terlalu gegabah dan berani melawan kita sebanyak ini. Mereka benar-benar tidak tahu tingginya langit, berani menantang dewa kematian” kata Jungwen meremehkan Shen Long.


Pada jarak beberapa meter, Jungwen menghentikan pasukan berkudanya di depan Shen Long yang masih tampak tenang berdiri didampingi oleh Dewi Suci disampingnya.


“Ini pertama kali aku bertempur berdua dengan Shen Long” gumam Dewi Suci dalam hatinya merasa senang.


“Hari ini kami sekte Singa Barat akan memusnahkan sekte Tanah Barat” teriak Jungwen dengan lantang


“Bagi mereka yang menyerah akan diterima oleh sekte kami. Yang melawan akan dibunuh” lanjutnya sambil mengangkat pedangnya.


Tidak satupun dari anggota sekte Tanah Barat yang bergerak untuk menyerah. Mereka merasa lebih baik mati daripada menjadi budak dari sekte Singa Barat.


“Baiklah. Jika keputusan kalian semua melawan, kami tidak akan memberi ampunan lagi” teriak Jungwen.


“Shuwen, serang mereka bersama pasukanmu!” perintah Jungwen pada utusan kiri Shuwen.


“Aku ingin melihat seberapa mampu kamu berani melawanku Shen” gumam Jungwen dalam hatinya.

__ADS_1


Shuwen lalu memimpin pasukan bawahannya berkuda menyerang ke arah Shen Long dan Dewi Suci.


“Pedang Harapan!” teriak Shen Long tiba-tiba.


Seketika pedang harapan muncul dari cincin pernyimpanan Shen Long kemudian berdengung memancarkan cahaya keemasan berdiri di depan Shen Long menunggu perintah tuannya.


Ketika musuh dari sekte Singa Barat tinggal berapa langkah, Shen Long memerintahkan pedang Harapan untuk menyerang mereka.


Segera pedang Harapan berkelebat dengan kecepatan tinggi menyerang orang-orang yang datang ke arah Shen Long. Pedang Harapan yang memiliki energi setingkat alam Pendeta segera melesat tak terbendung menembus tubuh dari orang-orang yang berkuda dari sekte Singa Barat.


Pasukan penyerang itu kocar-kacir oleh hanya serangan sebuah pedang. Mata semua orang dibuat terbelalak olehnya, bahkan dari sekte Tanah Barat tidak menduga Shen Long memiliki kekuatan untuk mengendalikan pedang seperti itu.


Shuwen yang juga pada level Pendeta Raja hanya bisa menangkis setiap pedang Harapan menyerang ke arahnya, sementara semua bawahannya telah mati ditembus oleh pedang Harapan yang mengamuk.


Wajah Jungwen menjadi gelap karena marah, dia menggertakkan giginya melihat hal itu, segera dia memerintahkan Bingwen untuk menyiapkan pasukan panah untuk menyerang sekte Tanah Barat.


Hujan panah di udara yang mengarah pada orang-orang sekte Tanah Barat seketika berhenti di udara saat menyentuh energi perlindungan yang dibentuk oleh jurus Cermin Nirwana Sukma. Kemudian Shen Long membalikkan panah tersebut lalu mengerahkannya pada pasukan sekte Singa Barat.


Melihat kejadian tak terduga itu, Jungwen dan Bingwen hanya bisa menangkis hujan panah yang dibalikkan pada mereka. Namun malang beberapa pasukan panah dan berkuda lainnya terkena panah yang dikembalikan oleh Shen Long.


“Bingwen, serang orang itu!” teriak Jungwen pada Bingwen sambil menunjuk pada Shen Long.


Bingwen segera melompat menuju ke arah Shen Long, namun gerakannya di hentikan oleh Dewi Suci yang menghadangnya.


“Akulah lawanmu” kata Dewi Suci yang telah mengeluarkan pedang Langit Bumi milik Raja Pedang menyerang Bingwen.


Bingwen hanya bisa melayani serangan yang dilancarkan oleh Dewi Suci.


Shen Long menarik pedang Harapannya lalu setelah digenggamnya dia menyerang ke arah Shuwen dengan kekuatan alam Surgawi yang langsung menjatuhkannya dari kudanya.

__ADS_1


Shuwen tidak menyangka dirinya akan menjadi sasaran dari serangan Shen Long, kecepatan dan kekuatan Shen Long tidak dapat diikuti oleh Shuwen. Sehingga hanya dalam 5 jurus Shen Long berhasil membunuh Shuwen. Perbedaan kekuatan mereka sangat jauh.


“Apa? Orang ini bisa menjatuhkan Shuwen hanya dalam 5 jurus? Bahkan aku sendiri membutuhkan lebih dari 20 jurus untuk mengalahkannya” pikir Jungwen mulai panik melihat kekuatan Shen Long.


Namun Shen Long tidak membuatnya berpikir lebih banyak, dia sudah melompat menyerang ke arah Jungwen yang kian terkejut melihat kecepatan Shen Long.


Dengan pedangnya dia menangkis serangan dari Shen Long. Tangan Jungwen terasa kebab kesemutan oleh benturan pedang Harapan dengan pedangnya.


“Aku akan membunuhmu!” teriak Jungwen dengan seluruh kekuatan Dewa Pendeta nya melancarkan serangan pada Shen Long.


Melihat serangan Jungwen, Shen Long hanya menangkis dan menghindarinya. Dia tidak ingin membunuh Jungwen, namun bermaksud untuk memanfaatkannya.


“Aku ingin kamu mengantar kami ke tempat gurumu bersembunyi” gumam Shen Long dalam hatinya.


Sementara itu, orang-orang dari sekte Tanah Barat menjadi bersemangat setelah melihat kekuatan Shen Long yang membunuh Shuwen dengan mudah. Mereka segera secara terpisah menyerang pasukan berkuda dari orang-orang sekte Singa Barat. Pertempuran antar sekte tidak bisa dielakkan lagi namun kali ini sekte Tanah Barat berada di atas angin.


Di pertempuran lain, Bingwen yang kewalahan oleh serangan Dewi Suci menjadi kesal setelah melihat pasukan sekte Singa Barat hancur oleh serangan orang-orang sekte Tanah Barat.


Dewi Suci memanfaatkan pikiran Bingwen yang terpecah oleh keadaan pasukannya, segera mengeluarkan jurus pamuncaknya Seribu Phoenix Nirwana yang telah dikuasainya.


Roh pedang Langit dan Bumi mendengung saat jurus itu dikeluarkan, tampak ribuan bayangan burung phoenix berwarna merah keemasan menyerang ke arah Bingwen yang segera bertahan dengan jurus Matahari Dunia Baratnya. Namun kekuatan Bingwen yang seimbang dengan Dewi Suci membuatnya tidak dapat menahan kekuatan Roh Pedang Langit dan Bumi yang telah dikuasai oleh Dewi Suci.


Tubuh Bingwen terluka oleh beberapa energi burung phoenix yang berhasil menembus pertahanannya. Dia pun terjatuh dan terkapar di tanah, tubuhnya bergetar saat ingin menggerakkannya namun sisa kekuatannya tidak cukup bahkan untuk mengangkat tangannya.


Mata Bingwen hanya melotot tidak percaya dengan kekalahannya dari Dewi Suci.


“Dalam tempo singkat aku yang telah meningkatkan kekuatanku bahkan tidak bisa menandinginya. Jurus sekte Lembah Suci terlalu mengerikan” gumamnya dalam hati tidak percaya.


Dewi Suci yang kini telah selesai bertarung melihat ke arah Shen Long yang masih bermain-main dengan Jungwen. Dia mengetahui taktik Shen Long yang ingin menekan Jungwen hingga memanggil Gurunya untuk turun tangan.

__ADS_1


__ADS_2