Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 273 | Kedatangan kembali Shen Long


__ADS_3

Wang Xiao memelototkan matanya menatap tajam ke arah Shen Wu yang tampak tidak peduli pada permintaan Wang Xiao.


“Kau menyepelekan perkataanku. Baiklah, aku akan membunuhnya di depanmu,” kata Wang Xiao sambil mengeluarkan jurus Jari Mautnya dan mengarahkannya pada lelaki muda di samping kiri


Mata Shen Wu berkedut melihat sinar terang muncul di jari tangan Wang Xiao.


“Sial, aku sungguh tidak berguna. Aku tidak bisa melindungi keluargaku” gumam Shen Wu dalam hatinya.


“Bunuh saja aku. Aku tidak takut padamu.”Teriak lelaki muda tersebut dengan tatapan tajam pada Wang Xiao.


Lelaki muda itu adalah Shen Gu, keturunan generasi ke 4 dari Shen Long dengan istrinya Gu Yan sementara Shen Wu adalah keturunan generasi ke 3 dari Shen Long dengan istrinya Dewi Suci.


ARGGHH...


Sinar energi dari jurus Jari Maut Wang Xiao mengenai paha dari Shen Gu dan membuatnya merintih kesakitan.


“Baiklah, jangan menyiksanya. Aku akan memberitahukan padamu dimana barang-barang itu,” sahut Shen Wu dengan perasaan sedih.


“Paman, aku tidak takut mati. Jangan memberitahukan padanya,” Teriak Shen Gu.


Shen Wu tidak mendengarkan teriakan Shen Gu, lalu dia memberitahukan letak dari benda pusaka peninggalan pendiri sekte yang berada di sebuah tempat rahasia di dalam kediaman sekte Pedang Harapan.


“Hahaha... bukankah itu lebih baik. Itu hanya barang bekas peninggalan pendiri sekte kalian. Kamu melakukan pilihan yang tepat,” sahut Wang Xiao sambil berjalan keluar dari tempat itu.


“Paman... Kenapa?” Wajah Shen Gu yang meringis karena menahan sakit lalu menatap tidak percaya pada Shen Wu yang akhirnya memberitahukan kesiapan dari Bintang Persada.


“Shen Gu, aku tidak bisa membiarkan keluargaku yang masih tersisa mengalami siksaan atau terbunuh hanya karena sebilah pedang dan beberapa benda pusaka lainnya,” sahut Shen Wu setelah mempertegas perubahan yang terjadi.


Shen Gu termenung mendengar perkataan pamannya Shen Wu, dia menyadari di sekte Pedang Harapan Gunung Abadi selain dirinya dan paman Shen Wu, masih ada Shen Chen yang menjadi tabib dewa bagi sekte Pedang Harapan namun kediamannya berbeda di bagian lain lereng gunung Abadi.

__ADS_1


“Paman, aku merasa bersalah pada leluhur pendiri sekte Pedang Harapan. Kita tidak bisa menjaga peninggalan sekte ini dengan baik. Saat ini sekte Pedang Harapan telah menjadi alat kekuasaan untuk menindas rakyat dengan semena-mena dan memperkaya diri,” kata Shen Gu dengan wajah sedih.


“Benar, aku sebagai ketua sekte Pedang Harapan sebelumnya merasa sangat bersalah pada leluhur sekte,” sahut Shen Wu sambil menundukkan kepalanya dengan wajah sedih.


Wang Xiao adalah orang luar yang sebelumnya menjadi tetua sekte Pedang Harapan, namun dengan dukungan dewa kuno dari alam Loka lain kemudian mengambil alih ketua sekte Pedang Harapan dan memenjarakan Shen Wu dan keponakannya Shen Gu.


Setelah mendapatkan informasi tentang letak peninggalan leluhur sekte dari Shen Wu, Wang Xiao segera mencari peninggalan tersebut dan menemukannya. Matanya berbinar melihat pedang Surgawi milik sekte yang ditinggalkan oleh Shen Long, Pedang Harapan, simbol dari berdirinya sekte Pedang Harapan.


“Hahaha... akhirnya aku memiliki pedang Surgawi ini,” kata Wang Xiao dengan mata berbinar tertawa.


*****


Hari pertemuan sekte Pedang Harapan, seluruh tamu dari sekte cabang dan ranting dari tiga wilayah kerajaan berkumpul di aula pertemuan kecuali dari wilayah kerajaan timur.


Sekte Pedang Harapan pusat Gunung Abadi memimpin pertemuan itu setelah di buka oleh tetua Wei.


Pembicaraan awal adalah tentang pelaporan kegiatan dan juga keuangan dari masing-masing wilayah kerajaan yang di dengarkan dengan serius oleh seluruh peserta pertemuan itu.


Mata para penjaga kediaman sekte yang ada disana terbelalak melihat kedatangan mereka dan segera mengepung mereka dengan senjata terhunus. “Siapa kalian?” Teriak salah satu penjaga yang memimpin.


“Aku? Aku pemilik tempat ini,” sahut Shen Long dengan jujur


“Hahaha... jika kamu pemilik tempat ini, maka aku adalah Kaisar Kekaisaran Naga ini,” pemimpin penjaga itu tertawa tidak percaya pada kata-kata Shen Long.


Wajah Shan Lang menjadi merah padam mendengar kata-kata penjaga itu mengejek Kaisar Shen Long yang dihormatinya.


“Kamu tidak bisa dibandingkan dengan Yang Mulia,” kata Shan Lang yang marah dan langsung menjatuhkan seluruh para penjaga itu.


Shen Long tidak mempedulikan hal kecil seperti itu dan membiarkan Shan Lang bertindak. Mereka lalu melanjutkan masuk ke dalam kediaman sekte Pedang Harapan menuju aula pertemuan. Di sepanjang perjalanan Shan Lang dan Che Ti membersihkan para penjaga sekte yang ingin menghalangi mereka.

__ADS_1


BRAKK...


Beberapa penjaga sekte terbang merusak pintu aula pertemuan sekte setelah dihempaskan oleh Shan Lang. Seluruh orang di aula pertemuan terkejut lalu menatap ke arah pintu masuk aula pertemuan itu.


Shen Long berjalan dengan tangan menyilang dipunggungnya memasuki aula pertemuan tersebut.


Mata tetua Yan yang mengetahui Shen Long berkedut melihat kedatangannya. Tubuhnya tanpa sadar menggigil merasakan tekanan aura yang begitu kuat dipancarkan oleh Shen Long ke seluruh ruangan tersebut.


Orang-orang yang berkekuatan lemah tidak bisa berdiri oleh aura tekanan dari Shen Long saat memasuki aula pertemuan itu. Ketua sekte Wang Xiao tertegun dan berdiri melihat kedatangan Shen Long. Dewa kuno Bai Ti yang duduk disebelahnya juga berdiri dan berjalan menghadang di depan Shen Long.


Dewa kuno Bai Ti kini berdiri di depan Shen Long dengan jarak tiga langkah dan menatap ke arah Shen Long. “Siapa kamu berani mengganggu urusan internal sekte Pedang Harapan?” Teriak dewa Bai Ti.


Mata dewa kuno Bai Ti kemudian terkejut melihat dewa kembar kuno He Ti dan Che Ti yang juga masuk mengikuti di belakang Shen Long.


“Kalian. Apa yang kalian lakukan?” Hardiknya pada kedua dewa kembar kuno itu.


“Bai Ti, menyerahlah pada Yang Mulia sebelum terlambat,” saran He Ti dengan santai


Wajah Bai Ti menjadi gelap mendengar saran dari He Ti itu. “Yang Mulia? Apa maksudmu?” Bai Ti tidak mengerti apa maksud dari kata-kata He Ti.


“Apa maksud kalian mengganggu pertemuan internal kami? Apa kalian yang memusnahkan pemimpin sekte cabang kami di wilayah timur?” Ketua sekte Pedang Harapan berjalan ke samping dewa Bai Ti bertanya pada Shen Long.


“Aku datang karena ingin membersihkan sampah yang menghancurkan nama baik sekteku,” sahut Shen Long dengan jujur.


Seluruh peserta pertemuan tertawa mendengar perkataan Shen Long termasuk ketua sekte Wang Xiao dan dewa kuno Bai Ti.


Shen Long tidak mempedulikan hal itu, dia berjalan dengan lancang dan duduk di singgasana ketua sekte Pedang Harapan dengan santainya.


Melihat tindakan Shen Long, seluruh tetua sekte dan ketua sekte Pedang Harapan terbelalak melihat tindakan Shen Long.

__ADS_1


“Sungguh lancang!” Mereka berhamburan hendak menyerang ke arah Shen Long.


__ADS_2