
Pejabat kekaisaran itu lalu duduk di depan Xu Xian dan tersenyum padanya.
“Perkenalkan namaku Wang Jiao, aku seorang menteri dari Kekaisaran Naga,” kata pejabat kekaisaran itu.
“Oh, tuan Wang!”
Xu Xian kemudian berdiri dan hendak berlutut di depan menteri Wang Jiao, namun menteri Wang Jiao memegang bahunya untuk melarangnya berlutut.
“Nona tidak perlu berlutut padaku. Aku hanya orang biasa bukanlah seorang Kaisar,” sahut Wang Jiao.
Xu Xian kemudian menuruti Wang Jiao dengan menundukkan kepalanya memberi hormat pada menteri Wang Jiao.
“Tuan Wang, maafkan jika aku mengganggumu. Aku sebaiknya kembali ke kamarku sekarang.
Kata-kata Xu Xian membuat hati Wang Jiao menjadi kecewa. Dia tidak bisa melarangnya untuk pergi. Jadi Wang Jiao hanya bisa melihat kepergian Xu Xian dengan hati yang tak menentu.
“Ohya, namaku adalah Xu Xian. Senang berkenalan dengan menteri Wang,” kata Xu Xian sebelum dia pergi dari taman bunga itu.
“Senang berkenalan denganmu juga nona Xu,” sahut Wang Jiao dengan senang.
Wang Jiao kemudian melanjutkan duduk dan membaca bukunya. Namun kini pikirannya telah dirasuki oleh wajah cantik Xu Xian dan juga gemulai tubuhnya yang indah serta aroma harum yang mengacaukan pikirannya.
“Xu Xian. Kita pasti akan bertemu lagi,” gumam Wang Jiao dalam hatinya.
Xu Xian bukanlah orang sembarangan. Dia sengaja memberikan jarak dan waktu pada Wang Jiao untuk membentuk rasa rindu padanya.
Benar saja, perasaan Wang Jiao menjadi semakin penasaran dengan kerinduan yang mendalam untuk bertemu dengan Xu Xian.
Wang Jiao lalu menanyakan tentang Xu Xian pada petugas penginapan dan juga letak kamar Xu Xian pada petugas tersebut.
Setelah mendapatkan informasi tentang Xu Xian, Wang Jiao kemudian pergi menuju kamar Xu Xian yang terletak tidak jauh dari kamarnya.
Wang Jiao kemudian mengetuk pintu kamar Xu Xian untuk bertemu dengannya. Jantung Wang Jiao berdebar kencang di depan kamar Xu Xian.
__ADS_1
“Siapa?” Xu Xian terdengar berteriak dari dalam kamar itu lalu berjalan mendekati pintu kamarnya.
Ketika pintu kamar di buka, Xu Xian berpura-pura terkejut melihat kedatangan menteri Wang Jiao di depan pintunya.
“Oh tuan Wang. Apa gerangan yang membuatmu datang menemuiku,” tanya Xu Xian dengan senyuman.
Dalam hati Xu Xian merasa senang karena dapat mempengaruhi menteri Wang Jiao dengan ilmu pemikat miliknya yang dipelajari dari sekte Bunga Mawar.
“A-Aku ingin bertemu dengan nona Xu,” sahut menteri Wang Jiao dengan gugup.
Wajah menteri Wang Jiao tampak memerah setelah mengatakan hal itu. Tapi dia tidak menyadari bahwa kejadian ini sudah diatur sesuai keinginan Xu Xian.
“Jika demikian, silahkan masuk tuan Wang,” ajak Xu Xian yang kemudian membuka pintu kamarnya lebar-lebar agar menteri Wang bisa masuk ke dalam kamarnya.
Di dalam kamar, Xu Xian mempersilahkan menteri Wang Jiao untuk duduk di depan bangku meja tamu dalam kamar tersebut. Lalu dia menuangkan teh untuk menteri Wang dengan tubuh yang indah gemulai.
“Silahkan diminum tuan Wang!”
Setelah meminum teh itu, tampak tubuh menteri Wang Jiao menjadi semakin bersemangat dan wajahnya merah.
“Tuan Wang, apakah kamu baik-baik saja?” tanya Xu Xian kemudian.
Xu Xian telah menambahkan bubuk pengendali jiwa ke dalam teh itu sehingga membuat pikiran menteri Wang Jiao dengan mudah bisa dikendalikan oleh Xu Xian.
“Aku baik-baik saja nona Xu. Bahkan aku merasa bersemangat,” sahut menteri Wang Jiao.
Xu Xian tersenyum lalu mengalungkan kedua lengannya di leher menteri Wang Jiao. Jantung Wang Jiao berdegup kencang karena perlakuan sikap dari Xu Xian padanya. Dia pun segera mengulum bibir Xu Xian dengan penuh gairah dan pikirannya tak terkendali olehnya.
“Tuan Wang, bolehkah aku pergi bersamamu ke ibukota kekaisaran?” tanya Xu Xian dengan manja padanya.
“Tentu saja boleh. Aku baru saja ingin mengajakmu pergi.”
Mata menteri Wang Jiao menjadi berbinar mendengar Xu Xian ingin pergi bersamanya ke ibukota kekaisaran. Bagai gayung bersambut, Xu Xian senang mendengarkan hal itu. “Aku rasa orang ini telah terkendali olehku,” batin Xu Xian.
__ADS_1
“Tuan, kapan kita akan berangkat?” Xu Xian kembali bertanya padanya dengan senyuman menggoda.
“Besok pagi! Malam ini kita bermalam dulu bersama di sini,” sahut menteri Wang Jiao yang tidak bisa lagi menahan dirinya.
“Ah, aku masih malu tuan. Bagaimana jika besok malam saja di kediaman tuan di ibukota kekaisaran,” kata Xu Xian sambil menutup wajahnya bersandiwara.
Menteri Wang Jiao menghela nafasnya, meskipun dia sudah tidak bisa menahan diri. Tapi entah kenapa dia tidak bisa menolak perkataan Xu Xian.
“Baiklah. Kita akan bersama besok. Hari ini beristirahatlah dengan tenang,” sahut menteri Wang Jiao yang menuruti kata-kata Xu Xian.
“Terima kasih tuan Wang,” kata Xu Xian sambil mengecup pipi menteri Wang Jiao.
Hal itu membuat wajah menteri Wang Jiao menjadi merah dan perasaannya berbunga-bunga.
Dia pun pergi dari kamar Xu Xian dengan perasaan senang dan tidak sabar menunggu hari esok.
Keesokan harinya menteri Wang Jiao mengajak Xu Xian di dalam kereta kudanya untuk pergi ke ibukota kekaisaran Naga dengan diiringi oleh para pengawal kekaisaran.
Wajah Xu Xian tampak senang dengan hal itu, langkahnya untuk menancapkan pesonanya di ibukota kekaisaran semakin dekat. Menteri Wang Jiao pun terlihat lebih bersemangat, dia merasa bergembira karena bisa mengajak wanita cantik ke kediamannya di ibukota kekaisaran.
Ibukota kekaisaran Naga, saat itu tengah mengadakan perayaan yang meriah dengan mengadakan pertandingan bela diri antar sekte di ibukota kekaisaran. Di masa lalu, pertandingan ini pernah diikuti oleh Shen Long dan memenangkan pertandingan tersebut. Kini, para petarung muda telah muncul untuk mengikuti pertandingan bela diri kekaisaran itu.
Xu Xian terlihat bersemangat ketika memasuki gerbang ibukota kekaisaran. Kereta kuda menteri Wang Jiao langsung meluncur menuju kediamannya. Ketika tiba di gerbang kediaman menteri Wang Jiao, tiba-tiba seorang pelayan kediamannya berlari untuk menyambutnya.
“Tuan Menteri, Yang Mulia memanggilmu ke istana kekaisaran. Ada pertemuan penting dengan para pejabat pemerintahan,” kata pelayan itu.
Mata Wang Jiao berkedut mendengar hal itu. Dia baru saja tiba di ibukota kekaisaran dan ingin menikmati liburannya dengan bermesraan bersama Xu Xian. Namun dengan adanya panggilan dari istana membuat Wang Jiao terpaksa menunda hasratnya untuk bermesraan dengan Xu Xian.
Wang Jiao memandang ke arah Xu Xian dengan wajah kecewa, namun dia tidak berani menolak perintah Kaisar Naga.
“Tidak apa-apa tuan. Aku akan mengikutimu pergi ke istana kekaisaran,” sahut Xu Xian kemudian.
Wang Jiao seperti dicucuk hidungnya pun tidak bisa menolak kata-kata Xu Xian. Akhirnya diapun pergi ke istana kekaisaran bersama Xu Xian.
__ADS_1