
Shen Long menerima sebuah token yang sebesar telapak tangannya dari Jirin. Shen Long masih tidak mengerti apa maksud dari mereka memberikan token tersebut pada dirinya.
“Itu adalah tanda masuk untuk para petarung dari alam semesta B1 yang diundang untuk menghadiri pertandingan uji kemampuan spiritual dari para petarung alam semesta B1 yang dilaksanakan di Loka 666 ini,” jelas Jirin
“Pertandingan uji spiritual?” Shen Long tertegun mendengar perkataan dari Jirin tentang pertandingan bela diri itu.
“Benar. Datanglah ke loka 666 dengan menggunakan token itu. Kami akan menjelaskan lebih lanjut ketika kamu datang,” sahut Jirin yang kemudian menghilang bersama Nilong dari depan Shen Long.
Setelah kedua sosok itu menghilang, Shen Long menatap token yang dipegang di telapak tangan kanannya dengan tatapan serius. “Loka 666!” Gumamnya.
Kemudian Shen Long menghentikan pelatihannya dan kembali ke Gunung Abadi menuju kediaman istrinya Yun Mei. Shen Long terkejut kembali ketika tiba di kediaman Yun Mei.
Dia melihat ketiga istrinya tengah asik berbincang sambil tertawa bersama di dalam rumah tersebut.
“Mereka terlihat akrab sekali. Apa yang telah terjadi pada mereka?” batin Shen Long
Ketika melihat kedatangan Shen Long, Putri Shui langsung melambaikan tangan memanggilnya.
“Kemarilah Shen! Kami ingin berbincang denganmu,” panggil Putri Shui pada Shen Long.
Shen Long berjalan mendekati ketiga istrinya dengan wajah kebingungan melihat ketiga istrinya tersenyum kepadanya. Kemudian Shen Long duduk di antara mereka dengan wajah tidak mengerti akan situasi itu.
“Ceritakan pada kami apa yang terjadi di Loka 1. Dan apa yang kamu lakukan terhadap putri Dao Lin?” tanya putri Shui kembali.
“Ah...!”
Shen Long kini merasa seperti disidangkan oleh ketiga istri cantiknya ini tentang apa yang dia lakukan di Loka 1 dengan putri Dao Lin. Seketika Shen Long terdiam karena kebingungan harus memulai bercerita dari mana.
“Sebaiknya kamu menceritakan langsung pada mereka kakak Shen,” senyum NingYue yang juga penasaran dengan kejadian antara Shen Long dan putri Dao Lin.
Meskipun secara garis besarnya NingYue bisa menebak kejadian itu, namun dia juga ingin mendengar langsung pengakuan dari Shen Long.
“Ceritakan secara detail kejadian itu Shen!” Yun Mei turut serta memintanya bercerita kejadian di Loka 1.
__ADS_1
Shen Long menelan ludahnya sebelum bercerita, kemudian dia menarik nafas pelan untuk menenangkan dirinya.
“Itu... Demi menyelamatkan kerajaan Dao dari kutukan, seorang putri kerajaan Dao telah diramalkan untuk mendapatkan benih dari seorang dewa yang turun dari langit.”
Shen Long memulai ceritanya.
“Kemudian mereka menganggap diriku seorang dewa yang turun dari langit karena jatuh bersama NingYue tiba-tiba di dalam kolam.”
Wajah Putri Shui dan Yun Mei mengkerut mendengar jawaban Shen Long.
“Lalu kamu memanfaatkan kesempatan disebut sebagai dewa itu untuk mendekati putri Dao Lin?” tanya putri Shui dengan dingin.
Mendengar hal itu, keringat dingin mulai menetes di sekujur tubuh Shen Long. Dia tidak tahu bagaimana menceritakan kejadian itu.
“Tidak... tidak... aku menolak hal itu, tapi putri Dao itu-“
“Maksudmu putri Dao itu mengejar-ngejar dirimu?” Yun Mei memotong kata-kata Shen Long.
Shen Long kembali kikuk mendengar kata-kata Yun Mei, dia memandang ketiga wajah istrinya itu yang tampak dingin menatap dirinya.
Kali ini putri Shui menyilangkan kedua tangannya di dada menatap Shen Long dengan wajah gelap. Kedua istri lainnya Yun Mei dan NingYue pun melakukan hal yang sama menatap Shen Long.
Shen Long sekejap merasakan aura membunuh dari ketiga istrinya itu dan membuat keringat dinginnya menetes semakin deras.
“Ah, maafkan aku istriku. Aku tidak bisa berdiam diri melihat ketulusan hati putri Dao Lin padaku. Aku...”
“Huh... dasar laki-laki! Begitu ada kesempatan langsung main sambar saja,” potong Yun Mei dengan wajah kesalnya.
“Benar, jika dibiarkan entah berapa banyak wanita lagi yang akan dia jadikan istri lagi. Maaf NingYue, kami mengerti perasaanmu. Tapi kita harap kamu adalah wanita terakhir yang dia ajak pulang,” timpal putri Shui lagi.
Meskipun NingYue merasa sedikit malu mendengar hal itu, namun dia juga kini merupakan bagian dari istri Shen Long. Jadi dia juga tidak ingin Shen Long terus mengajak wanita lain sebagai istrinya.
Mata Shen Long berkedut mendengar hal itu, dia sama sekali tidak bisa berkata apa-apa tentang hal ini.
__ADS_1
“Aku dengar kini ada wanita lain dari Loka 1 bernama Xu Xian yang datang ke loka kita ini untuk mencari dirimu. Wanita inilah yang telah menculik NingYue. Apa hubunganmu dengannya?” selidik putri Shui kembali.
“Itu... aku tidak ada hubungan apapun dengannya.” Shen Long membela dirinya.
“Jadi maksudmu dia seperti putri Dao Lin yang mengejar-ngejar dirimu?” Yun Mei menyipitkan matanya menatap Shen Long.
Wajah Shen Long tampak berkerut melihat tatapan dari ketiga istrinya itu.
“Ah...” Shen Long menghela nafasnya.
Shen Long tidak tahu bagaimana menjelaskan hal ini pada ketiga istrinya. Dalam asmara, Shen Long adalah seorang yang lemah. Hatinya terlalu mudah tergerak oleh kegigihan wanita yang mendekati dirinya, terutama jika wanita itu seorang yang tulus mencintainya.
“Apa kita kebiri saja dia kak?” Tiba-tiba Yun Mei mengajukan usul pada putri Shui.
Mata Shen Long seketika berkedut dan jantungnya berdegup kencang. Dia tiba-tiba menggigil membayangkan hal itu.
“Jangan! Nanti kita juga yang rugi,” Putri Shui tersenyum menyeringai melihat wajah Shen Long yang langsung berubah ketika mendengar kata-kata Yun Mei.
Kemudian ketiga wanita itu tersenyum dan tertawa melihat wajah suami mereka Shen Long yang tampak lucu karena gugup ketakutan dikebiri oleh mereka.
Melihat ketiga istrinya tertawa puas karena mempermainkan dirinya, Shen Long hanya bisa pasrah namun dalam hatinya merasa lega. Dia percaya bahwa ketiga istrinya bukanlah orang yang kejam, dan mereka sangat mencintai dirinya.
Meskipun demikian, ketiga wanita itu bersandiwara dengan baik membuat dirinya benar-benar merasa ketakutan oleh mereka.
“Kalian ini...” Wajah Shen Long kini berubah menjadi gelap dan garang menatap ketiga wanita istrinya itu.
Merasa Shen Long menjadi marah, ketiga istrinya lalu bangkit dan berusaha kabur dari tempat itu. Shen Long pun mengejar salah satu dari mereka bertiga. Dia mengejar Putri Shui yang rupanya menjadi otak dari sandiwara itu.
“Aaah...” Teriak putri Shui ketika Shen Long berhasil menangkap dan memeluknya dari belakang.
“Kamu harus bertanggungjawab karena telah membuatku ketakutan tadi!”
Shen Long pun merebahkan putri Shui di atas ranjang di dalam kamarnya dengan wajah geram.
__ADS_1
“Aaah... maaf Shen. Ja-jangan terlalu keras padaku. Kamu telah lama meninggalkanku, aku...”
Kata-kata Putri Shui belum selesai diucapkan, bibirnya telah dikulum oleh Shen Long dengan lembut namun jari jemarinya dengan garang menjelajahi setiap lekuk tubuh putri Shui.