Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 149 | Selamat malam Shen


__ADS_3

“Orang itu, Shen Long pernah menyelamatkan nyawaku” kata putri Wen Long selanjutnya.


Dia kemudian menceritakan kejadian di penginapan kota Batu Hijau saat dirinya dibantu oleh Shen Long menyembuhkan tubuhnya yang keracunan.


“Jadi seperti itu” sahut putri Qi Long yang mendengar cerita dari putri Wen Long


“Iya. Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?” putri Wen Long menutup wajahnya


“Aku masih ingin bertemu dengannya, tapi aku takut dengan kekuatannya melihat bagaimana dia membunuh jendral dari Istana Naga Api” isak putri Wen Long di depan sahabatnya Qi Long.


“Putri, menurutku sebaiknya kembalikan pada hatimu. Dengarkan saja apa kata hatimu. Kamu tidak akan pernah menyesalinya” sahut putri Qi Long menasehati sahabatnya.


Mereka pun berpelukan, putri Qi Long sudah menganggap sahabatnya putri Wen Long seperti adiknya sendiri. Dia tidak tega melihatnya menangis seperti itu.


Malam itu di tempat lain, Putri Shui sedang berbincang dengan Shen Long tentang kejadian siang tadi.


“Kamu harus lebih berhati-hati Shen. Dirimu sudah menjadi incaran Istana Naga Api” kata Putri Shui


“Iya. Tapi aku masih memiliki janji 2 hari lagi untuk menemaninya. Aku tidak bisa mengingkarinya.” sahut Shen Long


“Aku tidak menyuruhmu mengingkarinya. Aku hanya ingin kamu lebih berhati-hati selanjutnya. Aku juga tidak ingin semua Raja Naga mengincarmu sebelum kamu bisa menerobos ke alam Abadi” lanjut Putri Shui


“Benar. Mutiara Naga sudah berada di depan mata. Aku hanya perlu menunggu saat yang tepat untuk mengambilnya” kata Shen Long kembali


“Saat kamu akan mengambil Mutiara itu, aku akan membantumu. Kita hadapi apa yang terjadi bersama-sama” sahut Putri Shui


“Terima kasih Putri. Aku berhutang banyak hal padamu” kata Shen Long menatap Putri Shui mengingat semua hal yang pernah dia lakukan selama ini untuk membantunya.


Di kamar itu, udara menjadi sedikit panas karenanya, wajah Putri Shui menjadi memerah saat mata Shen Long menatapnya setelah mengucapkan kata-kata tadi.


“Hari sudah malam, kita harus beristirahat” kata Putri Shui sambil menundukkan wajahnya.


“Ah, baiklah. Aku akan kembali lagi esok. Selamat malam putri” sahut Shen Long yang segera berdiri dan meninggalkan kamarnya.


“Selamat malam Shen” gumam putri Shui setelah kepergian Shen Long

__ADS_1


Keesokan paginya Shen Long yang telah datang terlebih dahulu menunggu di warung makan sesuai janjinya.


Hampir satu jam Shen Long belum juga melihat kehadiran putri Wen Long.


“Ah, sepertinya dia sudah membatalkan janjinya padaku” gumam Shen Long yang kemudian berdiri hendak pergi.


Tiba-tiba seorang wanita mendatanginya, putri Qi Long yang diutus oleh putri Wen Long datang untuk menemui Shen Long di warung tersebut.


“Kamu Shen Long kan?” tanya putri Qi Long padanya.


“Iya. Maaf, kamu teman putri Wen Long kan?” tanya Shen Long


“Benar. Aku diutus datang kemari oleh putri Wen Long untuk menjemputmu menemuinya di taman dekat kediamannya” kata putri Qi Long


“Baiklah, aku akan mengikutimu untuk menemuinya” sahut Shen Long setelah memikirkannya sejenak


Putri Qi Long lalu mengantarkan Shen Long menuju sebuah taman di halaman belakang kediaman Istana Naga Logam yang merupakan tempat yang indah dan terpencil, namun di jaga oleh pasukan Istana Naga Logam di beberapa sisinya.


Di dalam taman terdapat gazebo yang tidak terlalu besar di pinggir sebuah kolam ikan. Tampak putri Wen Long tengah duduk di dalam gazebo itu menunggu kedatangan mereka.


“Putri, kami datang” kata putri Qi Long menyapa putri Wen Long yang datang bersama dengan Shen Long


“Duduklah Shen” kata putri Wen Long padanya.


Shen Long kemudian mengambil tempat duduk di depan putri Wen Long lalu dia menuangkan minuman teh hangat untuknya.


“Putri, karena sudah bertemu, aku akan kembali dulu. Nanti kita akan bertemu lagi” kata putri Qi Long untuk membiarkan sahabatnya putri Wen Long berbicara berdua dengan Shen Long.


“Terima kasih putri Qi Long” sahut putri Wen Long


Setelah kepergian putri Qi Long, Wen Long terlihat sedikit gugup. Dia tidak tahu darimana harus memulai pembicaraannya.


“Tempat ini sungguh sangat indah putri. Aku tidak menyangka di dalam lingkungan Istana ada tempat seindah ini” kata Shen Long yang memulai pembicaraan


Putri Wen Long tersenyum padanya

__ADS_1


“Iya, taman ini adalah buatan ibuku. Dia sangat suka mewarat kebun dan taman” sahut putri Wen Long yang merasa hatinya sedikit membaik setelah Shen Long membuka pembicaraan.


“Di dalam kota kemarin aku melihat banyak sekali makanan dari berbagai wilayah di dunia bawah ini. Aku belum sempat mencicipinya. Aku jadi lapar mengingat hal itu. Hehehe...” Shen Long terkekeh malu karena belum makan sejak tadi.


“Apa kamu belum makan dari tadi?” tanya putri Wen Long padanya


“Aku tidak sempat, karena buru-buru takut terlambat lagi dan seseorang akan marah-marah” sahutnya menggoda putri Wen Long


Wajah putri Wen Long menjadi merah terutama telinganya mendengar kata-kata sindiran dari Shen Long.


“Tentu saja aku marah, aku tidak biasa menunggu seseorang” sahutnya ketus.


“Baiklah. Aku minta maaf. Maukah putri menemaniku mencari makanan untuk mengisi perutku ini?” tanya Shen Long


“Apakah kamu tidak takut berjalan-jalan keluar di kota ini?” tanya putri Wen Long


“Kenapa takut? Aku tidak pernah takut dalam hidupku ini. Aku hanya menjalani semuanya dengan apa adanya. Jika aku harus mati, ya sudahlah mati” sahut Shen Long tersenyum.


“Tapi aku tidak ingin kamu mati. Karena itu aku mengajakmu untuk bertemu di dalam lingkungan Istanaku ini agar lebih aman” kata putri Wen Long


“Apa putri mengkhawatirkan diriku?” tanya Shen Long


“Siapa yang mengkhawatirkan dirimu?” sahut putri Wen Long ketus sambil membuang wajahnya ke arah lain


“Aku hanya tidak ingin kamu mengingkari janji dalam 2 hari ini. Jadi kamu belum boleh mati sebelum menepatinya” lanjutnya dengan nada dingin


“Hahaha... tenanglah putri. Tulangku ini keras, tidak akan semudah itu untuk membunuhku. Putri tidak usah khawatir padaku” sahut Shen Long berusaha untuk menghiburnya.


“Baiklah kalau begitu. Aku tidak perlu mengkhawatirkan mu lagi” sahut putri Wen Long sambil berdiri.


“Ah, kita mau kemana putri?” tanya Shen Long.


“Katamu tadi mau pergi mencari makanan. Ayo kita pergi ke kota” sahut putri Wen Long yang sudah membaik suasana hatinya.


Putri Wen Long kemudian menarik tangan Shen Long dan membawanya ke kota untuk mencari warung makan dan makan bersamanya.

__ADS_1


Kejadian tadi sejak awal tak lepas dari mata ibunya putri Wen Long, Fei Long. Dia mengkhawatirkan putrinya sejak pagi tadi yang tidak menikmati sarapannya.


“Siapakah pemuda itu yang bisa membuat anakku berubah seperti itu” gumam Fei Long melihat kepergian anaknya yang terlihat senang sambil menggandeng tangan Shen Long.


__ADS_2