
“Apa yang kamu lihat Shen?” kata Mu Rong sengit namun wajahnya masih tersipu memerah.
“Ti... tidak. Aku hanya kaget kamu langsung terjun ke sungai ini. Kalau begitu aku akan naik, kamu bisa meneruskan sendiri” sahut Shen Long yang kemudian segera bangkit dan keluar dari dalam sungai.
Shen Long tidak berani melihat terlalu lama pada Mu Rong yang telah mulai bermeditasi di dalam air.
“Semangat Mu Rong sangat luar biasa, namun tubuhnya lemah. Pil obat dan meditasinya tadi hanya bisa menaikkan kultivasinya hingga tingkat guru spirit tahap akhir.” pikir Shen Long.
“Aku harap dengan bantuan campuran air sungai ini bisa membuatnya menembus ke tingkat yang lebih tinggi.”
Sementara itu Mu Rong merasakan sebagian tubuhnya mengalami panas dan dingin secara bersamaan. Dia belum bisa mengendalikannya dengan baik, sehingga terjadi benturan energi yang justru membuatnya terluka karena terlalu memaksa.
Mu Rong menyemburkan darah membuat Shen Long kaget, lalu dia segera melompat ke dalam air menangkap tubuh Mu Rong yang lemas dalam pelukannya. Shen Long segera menotok beberapa titik untuk mencegah menyebarnya benturan energi tersebut. Dia kemudian mengalirkan energinya ke dalam tubuh Mu Rong melalui punggungnya.
Shen Long melihat tanda lahir di ujung kanan atas punggung Mu Rong, namun dia tidak terlalu memikirkan hal itu tapi fokus untuk menyembuhkan luka Mu Rong. Dengan aliran energi dari Shen Long membuat kondisi Mu Rong menjadi lebih baik, dia mulai bisa mengatur nafasnya dengan baik
“Hihihi... anak muda jaman sekarang rupanya senang bermesraan di alam terbuka” tiba-tiba terdengar suara terkikik di dekat mereka
“Siapa itu?” teriak Mu Rong membuka matanya dengan wajah merah karena malu.
Tampak seorang wanita tua membawa tongkat duduk di sebuah batu besar di pinggir sungai.
“Kultivasi wanita tua ini sangat tinggi. Aku tidak bisa mendengar kedatangannya” pikir Shen Long.
“Nenek, jangan bicara sembarangan. Kami hanya sedang bermeditasi di sungai ini” teriak Mu Rong dengan sengit.
“Hihihi... tapi kelihatannya tidak seperti itu. Kamu menyukai pemuda itu kan?” goda nenek tersebut sambil tetap tertawa.
Wajah Mu Rong semakin memerah lalu dia bangkit dan menunjuk ke arah nenek tersebut “Nenek, karena aku menghormatimu sebagai tetua. Aku tidak ingin melanjutkan masalah ini. Tapi jika terus kamu menggodaku, maaf jangan salahkan aku”
“Hihihi... memangnya apa yang bisa kamu lakukan padaku?” kata nenek itu selanjutnya.
Mu Rong menjadi geram lalu berjalan mendekati nenek tua itu
“Mu Rong, jangan...” belum selesai Shen Long bicara, Mu Rong sudah menyerang nenek tua tersebut.
“Hihihi...” nenek tua itu masih tertawa sambil menghindar serangan Mu Rong dan bergerak seolah-olah mempermainkannya.
“Hihihi... gerakanmu sangat lambat nak.” lanjut nenek tua tersebut
Mu Rong semakin panas mendengar setiap kata-kata nenek tersebut. Serangannya semakin gencar membuat Shen Long menepuk dahinya dan melihatnya
__ADS_1
“Jika nenek itu serius, satu jurus cukup untuk menghentikan Mu Rong, tapi aku tidak merasakan niat membunuh dari nenek itu” pikir Shen Long namun tetap waspada.
Ketika nenek tua itu berbalik ke punggung Mu Rong, dia melihat tanda lahir di punggungnya. Lalu dia melompat ke belakang dengan ekspresi terkejut menghentikan tawanya.
“Siapa kamu?” tanya nya pada Mu Rong.
“Tidak perlu tahu siapa aku” kata Mu Rong yang masih marah karena di goda oleh nenek itu.
Kali ini nenek ini terlihat serius lalu menyerang balik dan memukul Mu Rong.
Shen Long lalu bergerak menangkap tubuh Mu Rong dan membantu meredam pukulan dengan energinya untuk menghindari Mu Rong dari luka.
“Nenek, maafkan ketidaksopanan kami. Tolong jangan diperpanjang” kata Shen Long dengan rendah hati.
“Katakan siapa kalian? tanya nenek tua itu semakin penasaran
“Namaku Shen Long. Ini adalah Mu Rong dari perguruan Wuming” sahut Shen Long.
Nenek itu tertegun sejenak untuk mengingat sesuatu “Mu Rong dari Wuming”.
“Bagaimana kamu bisa memiliki tanda keluarga tersembunyi Wu di belakang punggungmu?” tanya nenek tua itu kembali
“Tanda keluarga tersembunyi Wu?” Mu Rong bingung mendengarnya.
Nenek itu berpikir agak lama lalu kemudian tersenyum
“Hihihi... Rupanya seperti itu” kemudian dia tertawa kembali.
“Hihihi... Kalau begitu, kamu ikut denganku nak” lanjutnya menunjuk pada Mu Rong.
“Tidak. Aku tidak mau meninggalkan Shen” sahut Mu Rong
Shen Long masih tidak mengerti kenapa nenek itu ingin mengajak Mu Rong pergi.
“Nenek, maaf. Aku berjanji untuk menjaga nona Mu Rong. Untuk apa nenek ingin mengajaknya pergi?” tanya Shen Long lembut
“Hihihi... aku ingin mengajaknya ke suatu tempat. Dia harus ikut” kata nenek itu kali ini memaksa.
“Tidak. Aku tidak mau ikut denganmu” teriak Mu Rong meskipun dia tahu kalau dia bukan lawannya.
“Kamu adalah dari klan keluarga tersembunyi Wu, aku akan mengajarkanmu menjadi muridku” lanjut nenek tua itu.
__ADS_1
“Aku bukan dari keluarga Wu. Aku dari keluarga Mu.” teriak Mu Rong tetap bertahan.
“Kalau begitu aku harus memaksamu” kata nenek tua tersebut lalu ingin mencengkramnya.
“Maafkan aku nek” kata Shen Long yang menghadang serangan nenek tua itu.
Nenek tua itu sambil tertawa mengubah serangannya memukul ke arah Shen Long dengan kekuatan penuh.
Shen Long tidak menduga akan hal itu, dengan tiba-tiba dia meningkatkan kekuatannya ke puncak untuk menahan serangan tersebut. Namun apa daya, Shen Long kali ini terhempas jatuh.
Mu Rong segera bergegas mendekati Shen Long yang terluka oleh benturan tersebut.
“Anak muda, tingkat kultivasimu cukup tinggi di alam dewa. Tapi kamu bukan tandinganku yang berada pada alam pendeta.”
“Shen, kamu bukan tandingan wanita tua ini” bisik Yan Luo
“Biarpun demikian, aku tidak bisa membiarkan dia menculik Mu Rong” pikir Shen Long menjawabnya
Shen Long mencoba berdiri dengan tertatih, “Nenek, maaf atas kelancanganku tapi aku tidak akan sungkan jika nenek tetap memaksa”
Shen Long segera mempersiapkan jurus roh sembilan naga langit untuk melawan nenek ini. Tetapi nenek ini tidak membiarkannya melakukan serangan, dia bergerak lebih cepat dari Shen Long lalu menotok beberapa titik di tubuh Shen Long untuk menyegel kekuatannya hingga tidak bisa bergerak dan terjatuh.
“Apa yang nenek lakukan?” teriak Mu Rong terkejut dan sedih melihat Shen Long tidak bisa bergerak.
“Hihihi... aku hanya ingin kamu ikut denganku” kata nenek tua itu.
“Baik, aku akan ikut denganmu. Tapi selamatkan temanku ini” sahut Mu Rong.
“Kenapa aku harus menyelamatkannya? Bukankah tadi dia sendiri ingin menyerangku?” kata nenek itu dengan santai
“Nenek, tolonglah selamatkan dia. Lepaskan dia. Aku akan mengikutimu” sahut Mu Rong sedih.
Nenek tua itu menatap wajah Mu Rong menilik kesungguhan hatinya.
“Apa kamu mau menukar jiwamu dengannya? Aku akan membiarkan dia hidup tapi aku meminta nyawamu?” tanya nenek tua itu.
“Mu Rong, jangan lakukan itu” kata Shen Long dalam hatinya, dia tidak bisa mengeluarkan suara dan bergerak meskipun matanya bisa melihat.
“Baik. Jika itu bisa menyelamatkan Shen, aku bersedia menukarkan nyawaku dengannya” sahut Mu Rong dengan tegas tak bergeming lalu menutup matanya pasrah.
Shen Long merasa sedih mendengarnya, Mu Rong sungguh-sungguh rela mengorbankan nyawanya demi dirinya. Wajah Shen Long menjadi merah karena marah namun tidak berdaya melakukan apa-apa. Dia menyalahkan dirinya sendiri karena hal ini terjadi.
__ADS_1
“Hihihi... bagus. Aku ingin melihat apakah nanti kamu masih berpikir seperti itu” tanya nenek itu kemudian dia menotok juga tubuh Mu Rong.
Kemudian nenek itu dengan mudah mengangkat kedua tubuh itu dan menyimpannya dalam cincin penyimpanan miliknya lalu pergi meninggalkan tempat tersebut.