
Pagi hari di perbatasan utara kerajaan Liu, para pasukan kerajaan Liu dan kerajaan Ming yang dibantu oleh pasukan dunia bawah terlihat bersemangat menanti kedatangan pasukan Kekaisaran Tengah.
Kehadiran Shen Long, Kaisar Dunia Bawah membawa kebanggaan tersendiri bagi pasukan dunia bawah. Bertempur disisi sang Kaisar membuat mereka merasa bangga dan semakin bersemangat.
Pertarungan Shen Long mengalahkan Kaisar Dunia Bawah Tu Long dan juga mengalahkan Kaisar Langit Shang Luo membekas dengan jelas dalam ingatan mereka. Membuat nama Shen Long semakin dihormati oleh para penghuni dunia bawah. Bagi mereka, Shen Long adalah pahlawan dunia bawah sekaligus Kaisar dunia bawah.
Tampak Shen Long berdiri terdepan di atas benteng perbatasan wilayah utara kerajaan Liu di dampingi oleh 5 istrinya termasuk Permaisuri Qin. Sementara para Raja klan dunia bawah bersama Raja Gu dan para Jendral lainnya tampak berdiri di belakang mereka.
“Saudaraku semua, hari ini kita berdiri disini untuk mempertahankan wilayah kita dari serangan musuh. Aku Shen Long merasa bangga dan terhormat bisa bertempur bersama kalian” teriak Shen Long memberikan semangat pada para pasukannya.
Mendengar kata-kata Shen Long, semangat para pasukan kerajaan Liu, kerajaan Ming dan pasukan dunia bawah semakin berkobar. Mereka bersorak menantikan kedatangan pasukan Kekaisaran Tengah.
Sekitar beberapa menit kemudian, tampak gemuruh terdengar derap langkah pasukan membuat bumi seakan-akan bergetar. Asap mengepul di kejauhan yang samar-samar menampakkan ribuan pasukan berbaris mendekati perbatasan utara kerajaan Liu.
Bendera panji Kekaisaran Tengah berkibar di depan mereka, memimpin pasuka Kekaisaran Tengah untuk menyerang Kerajaan Liu, tepatnya sekte Pedang Harapan. Mereka memiliki misi untuk memberantas sekte Pedang Harapan, sekaligus kerajaan Liu dan kerajaan Ming yang dianggap membantu sekte Pedang Harapan.
Dalam hati pasukan Kekaisaran Tengah, mereka sedang menghadapi para pemberontak Kekaisaran. Sehingga semangat mereka berkobar, apalagi mereka dipimpin oleh lima Jendral Hantu yang merupakan panglima kuat pasukan Kekaisaran Tengah.
“Ketua Shen, Mereka telah datang” gumam Raja Gu yang berdiri tepat di belakang Shen Long.
Tampak seorang utusan dengan menunggangi kuda berjalan mendekati benteng perbatasan utara kerajaan Liu.
“Kerajaan Liu, kami dari Kekaisaran Tengah ingin menghancurkan sekte Pedang Harapan. Menyerahlah dan biarkan kami masuk ke wilayah kalian. Atau kami akan menghancurkan kalian juga” teriak utusan dari pasukan Kekaisaran Tengah tersebut sambil mengacungkan tombak dengan bendera Kekaisaran Tengah ke udara.
Jendral Liu segera maju untuk memberikan jawabannya sambil membawa busur panahnya. Dia kemudian memanah kuda tersebut dan membuat utusan itu terjatuh di tanah dengan wajah marah. Demikian juga panji bendera Kekaisaran Tengah yang mereka hormati tersungkur di tanah.
Sorak sorai dari pasukan kerajaan Liu, kerajaan Ming dan pasukan dunia bawah terdengar begitu melihat panji bendera Kekaisaran Tengah yang telah jatuh ke tanah.
__ADS_1
“Kami kerajaan Liu bersahabat dengan sekte Pedang Harapan. Kalian menyerang mereka, adalah sama artinya kalian bermusuhan dengan kami” teriak Jendral Liu setelah memanah kuda utusan tersebut.
Utusan yang terjatuh itu segera mengambil kembali panji bendera Kekaisaran Tengah yang terjatuh dengan wajahnya yang menahan kemarahan. Lalu pergi kembali ke pasukannya.
Semua kejadian itu tak lepas dari pengamatan kelima Jendral Hantu dan pasukannya. Mata para Jendral Hantu berkedut melihat kejadian tersebut. Dia tidak menduga kerajaan kecil Liu berani melawan mereka yang jauh lebih kuat.
Segera Jendral Hantu Putih memberikan aba-aba untuk menyerang benteng perbatasan utara kerajaan Liu.
Pasukan tombak segera maju diikuti oleh pasukan panah yang berada di belakang mereka. Saat tiba pada jarak tembak, pasukan panah segera bersiap untuk melayangkan panah mereka ke arah benteng perbatasan kerajaan Liu.
Sebanyak ribuan anak panah beterbangan di udara menuju ke arah benteng perbatasan kerajaan Liu. Shen Long segera mengeluarkan jurus Cermin Nirwana Sukma miliknya kemudian mengerahkannya untuk membendung dan memantulkan kembali ribuan anak panah tersebut pada pasukan Kekaisaran Tengah.
Melihat hal itu, wajah kelima Jendral Hantu menjadi semakin gelap. Untuk kedua kalinya pasukan panah kembali melakukan serangan panah dengan lebih banyak lagi di udara.
Namun Shen Long kembali dengan mudahnya menangkis serangan tersebut dan mengembalikan anak panah itu kepada pasukan Kekaisaran Tengah.
Kali ini ribuan panah meluncur di udara dari arah benteng menuju pasukan tombak dan panah yang berada dalam jangkauan tembak mereka. Pasukan Kekaisaran Tengah menjadi kocar-kacir, meskipun mereka menangkis dengan perisai, namun masih ada panah yang bisa menembus beberapa diantara mereka.
Melihat musuh mengeluarkan perisai, Jendral liu kembali memberikan perintah, “Bakar mereka!”. Kali ini pasukan panah yang telah membalutkan kain yang sudah dibasahi minyak pada anak panah mereka lalu menyalakan api dan siap untuk menyerang pasukan Kekaisaran Tengah. “Tembak!” teriak Jendral Liu memberikan aba-aba
Ribuan panah api meluncur ke arah pasukan tombak dan pasukan panah Kekaisaran Tengah yang kemudian membakar perisai dan pakaian mereka. Pasukan Kekaisaran Tengah menjadi semakin kocar-kacir karenanya.
“Serang!” Perintah Jendral Liu kembali membuat pasukan kerajaan Liu, kerajaan Ming dan pasukan penghuni dunia bawah segera keluar dari pintu gerbang perbatasan kerajaan Liu.
Melihat lawan mereka tengah sibuk memadamkan api, membuat pasukan gabungan kerajaan Liu berada di atas angin membantai pasukan Kekaisaran Tengah.
Melihat pasukan tombak dan panah mereka diserang, kelima Jendral Hantu segera memerintahkan pasukan berkuda mereka untuk menyerang. Para Jendral Hantu juga tampak sudah mulai turun tangan memimpin langsung.
__ADS_1
Para Raja klan dunia bawah yang melihat kelima Jendral Hantu datang, segera bersiap untuk menyambutnya.
Pertempuran besar antara kedua belah pihak pun terjadi.
Raja Naga Air Shui Long yang terkuat dari para Raja klan dunia bawah langsung menyerbu ke arah Jendral Hantu Putih. Raja Naga Logam Jin Long menyerang ke arah Jendral Hantu Hijau. Raja Binatang Shan Lang menyerang Jendral Hantu Hitam bersama Raja Siluman Air Shui Ni sahabatnya.
Suami istri Raja Iblis Jing Lu dan Raja Asura Huo Lo menyerang Jendral Hantu Merah. Sedangkan Raja Siluman Rubah menyerang Jendral Hantu Kuning.
Shen Long yang mengamati pertempuran dari atas benteng perbatasan kerajaan Liu masih merasa pasukannya berada di atas angin. Dia merasa tenang melihat kemampuan para Raja klan dunia bawah telah banyak meningkat.
Tiba-tiba dia merasakan ada aura yang berbeda diantara pasukan berkuda dari Kekaisaran Tengah. “Aneh, aku merasakan pernah mengenali aura ini.” guman Shen Long
“Kaisar Dewa Iblis, bagaimana pekerjaanmu di dalam tubuhku?” gumam Shen Long bertanya pada Kaisar Dewa Iblis di dalam pikirannya.
“Sialan, aku bukan bawahanmu. Membuka seluruh segel ini butuh waktu yang lama. Aku baru bisa membuka 9 segel, masih ada 990 segel lagi. Jangan memerintahku!” sahut Kaisar Dewa Iblis kesal
“Baiklah. Gunakan waktumu dengan sebaik-baiknya. Tidak perlu buru-buru untuk keluar dari sana” kata Shen Long selanjutnya sambil tersenyum
Kaisar Dewa Iblis hanya bisa menggerutu mendengar kata-kata Shen Long, dia tidak bisa melakukan apa-apa selain berusaha keras membuka sisa segel di tubuh Shen Long agar dirinya bisa segera pergi dari tempat itu.
“Kaisar Dewa Iblis, aku akan meminjam kekuatanmu. Kamu lanjutkan kerjamu disana dengan baik ya” lanjut Shen Long
“Sialan kau Shen” gerutu Kaisar Dewa Iblis kesal.
Shen Long menutup matanya lalu menggunakan kekuatan Kaisar Dewa Iblis untuk menemukan dimana aura itu berada. Kemudian setelah menemukannya, dia segera melompat terbang menyerang ke arah salah satu dari pasukan berkuda di tengah medan pertempuran.
Wajah semua orang terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Shen Long yang tiba-tiba terjun ke medan pertempuran dan menyerang salah satu pasukan berkuda.
__ADS_1
“Iblis alam Neraka. Rupanya kamu ikut dalam pertempuran ini” teriak Shen Long yang langsung menyerang pasukan berkuda tersebut.