
Malam harinya, suasana perguruan Wuming sangat meriah. Beberapa sekte dan perguruan lain turut hadir di perjamuan perguruan Wuming untuk merayakan kemenangan Shen Long yang mengharumkan nama perguruan Wuming.
Tetua Xie turut bergembira, karena sebentar lagi cucunya akan terselamatkan karena tetua Yun telah berhasil meracik obat penawar racun peraga sukma untuk cucunya.
Tampak sekte Pedang Suci juga turut hadir dalam perjamuan itu. Ketua Sekte Dong Fang Lei sedang berbicara dengan Shen Long didampingi oleh wakil sekte Shi Lang dan Dong Fang Yin.
“Shen, kamu benar-benar penuh kejutan. Kamu bisa mencapai tingkat puncak Dewa Pendeta dalam waktu singkat, bahkan aku bukan lah lawanmu lagi” kata ketua sekte Dong Fang Lei.
“Benar, aku yang sudah tua ini juga hanya bisa berada di tingkat Dewa Langit. Masa depanmu masih terbuka luas untuk peningkatan yang lebih tinggi” sahut tetua Xie menimpali
“Tetua dan ketua sekte benar-benar terlalu memujiku. Aku seperti ini juga berkat bantuan kalian semua” jawab Shen Long
“Saudara Shen, perguruan Wuming berhutang budi pada dirimu yang telah menyelamatkan istriku dan sekarang mengharumkan nama perguruan kami” kata ketua Mu menambahkan.
“Hahaha... sudah lah, kita semua keluarga mari kita minum untuk merayakan kemenangan Shen Long” kata tetua Xie mengangkat gelasnya.
“Hahaha... baiklah” sahut orang-orang sambil mengangkat gelas mereka.
Tiba-tiba sebuah kereta kuda datang dan berhenti di depan gerbang perguruan Wuming. Kemudian tampak Dewi Suci turun beserta para pengawalnya memasuki halaman perguruan Wuming.
Mata semua orang yang hadir tampak berbinar melihat penampilan Dewi Suci yang berbeda dari penampilannya di arena pertandingan. Pakaiannya anggun dengan paras yang cantik memancarkan aura kesombongan pada raut wajahnya yang dingin.
Dia berjalan perlahan mendekati Shen Long, membuat iri orang-orang yang berada disana. Namun Shen Long sangat hebat dan berkekuatan tinggi, tentu layak seorang wanita cantik dingin seperti itu bersanding dengannya.
Banyak pria yang hadir berbisik-bisik membicarakan kedekatan mereka, telinga Dong Fang Yin menjadi merah karenanya, wajahnya pun menjadi masam melihat Dewi Suci begitu dekat dengan Shen Long.
“Saudara Shen, aku ingin berpamitan untuk kembali ke Lembah Suci. Kali ini aku datang memberikan sebuah lencana kehormatan untukmu. Kamu bisa langsung masuk ke kediaman Lembah Suci tanpa hambatan dengan memperlihatkan lencana ini” katanya sambil menyerahkan sebuah lencana pada Shen Long.
“Terima kasih Dewi” Shen Long menerima lencana tersebut dan menyimpannya.
“Satu hal lagi, ada yang ingin aku sampaikan secara pribadi padamu” kata Dewi Suci mengajak Shen Long menjauh dari keramaian.
__ADS_1
“Ada apa Dewi?” tanya Shen Long kemudian.
“Sebenarnya aku membutuhkan Ginseng Purnama untuk mengobati luka guru. Tetapi aku gagal mendapatkannya dalam pertandingan ini. Aku tidak berani memintanya dari saudara Shen yang telah menyelamatkanku sebelumnya” kata Dewi Suci.
“Maaf Dewi, Ginseng purnama adalah salah satu bahan obat untuk menyembuhkan temanku dari racun peraga sukma. Dan aku memenangkannya untuk mereka” sahut Shen Long bersedih.
“Itulah mengapa aku tidak berani memintanya. Namun sebagai gantinya aku ingin saudara Shen mengunjungi guruku untuk memeriksa keadaannya” lanjut Dewi Suci.
“Aku akan mengunjungi Lembah Suci setelah temanku sembuh.” sahut Shen Long.
“Baiklah, aku akan segera pergi.” kata Dewi Suci.
“Shen, kamu laki-laki pertama yang menyentuhku, aku sudah menjadi milikmu.” bisik Dewi Suci di telinga Shen Long sebelum dia pergi.
Wajah Shen Long menjadi merah, matanya berkedut mendengarkan kata-kata itu. Dia tidak menyangka kejadian waktu itu membuat sesuatu yang rumit seperti ini.
“Saudara Shen, aku dengar Lembah Suci didiami oleh para wanita yang masih perawan. Kamu belum bercerita bagaimana kamu bisa mendapatkan Lotus Merah itu dari sana” kata Ketua Mu yang kemudian membuat wajah Shen Long tertunduk lemas.
Shen Long tidak memberikan jawaban atas permintaan mereka, dia hanya berjalan mendekati ketua sekte Pedang Suci dan bertanya “Ketua, bagaimana keadaan Xu Meng?”
Wajah ketua sekte sedikit mengkerut mendengar pertanyaan Shen Long.
“Sejak aku mengusirnya, aku tidak pernah bertemu dengannya lagi. Tetapi aku mendapat kabar bahwa orang-orang dari Sekte Gunung Abadi telah menangkapnya” sahut ketua Dong Fang Lei.
“Sekte Gunung Abadi!” wajah Shen Long berubah.
“Semua kejadian selama ini sepertinya berkaitan erat dengan Sekte Gunung Abadi ini” gumam Shen Long dalam hatinya.
“Tetua Xie, anakmu Xie Min pernah menggunakan obat terlarang, begitu juga Xu Meng dan Xu Huang dari Sekte Gunung Abadi. Hilangnya para tabib di dunia dan racun peraga sukma sepertinya ada hubungannya juga dengan Gunung Abadi?” kata Shen Long.
“Benar, cucuku pernah mengatakan bahwa mereka mendapatkan perintah dari Pendeta Kerajaan untuk menangkap para tabib tersebut” sahut tetua Xie.
__ADS_1
“Apakah ada kemungkinan pihak kerajaan atau keluarga kerajaan juga ada hubungannya dengan kejadian ini?” tanya Shen Long
“Tentang hal itu aku tidak berani memastikannya” sahut tetua Xie
“Tetapi keterlibatan Sekte Gunung Abadi sangat jelas dalam hal ini” lanjutnya.
“Baiklah, aku akan menyelidikinya setelah tetua Yang dan nona Xie sadar” sahut Shen Long kemudian.
“Sudahlah, mari kita rayakan terlebih dahulu kemenanganmu hari ini hingga mabuk” sahut tetua Xie
\======
Sementara perguruan Wuming sedang bergembira, jauh di sebelah timur ibukota kerajaan Liu, di puncak gunung Abadi tampak dua orang sedang berlutut di aula utama kediaman sekte Gunung Abadi.
Kedua orang itu adalah Xu Huang yang terluka akibat pertandingan hari ini dan satunya adalah Xu Meng yang dalam kondisi lesu karena fisik dan mental nya jatuh.
Di depam mereka tampak Pendeta Kerajaan, tetua Xu sedang marah besar membanting barang-barang disekitar nya. Wajahnya merah padam oleh kemarahan tidak bisa menerima hasil pertandingan hari ini.
“Kalian berdua sungguh tidak berguna. Aku memberikan pil obat untuk bisa mengalahkan satu orang itu. Tapi kalian berdua justru di kalahkan oleh orang yang sama” menggertakkan giginya
“Sungguh sia-sia!” katanya lagi sambil membanting gelas minuman
“Kenapa kamu marah-marah seperti itu tetua Xu?” sebuah suara muncul memasuki aula utama sekte Gunung Abadi.
“Ketua Sekte!” sahut tetua Xu berlutut menghadap seorang lelaki setengah baya yang memasuki aula sekte diikuti oleh dua orang tetua lainnya.
Tetua Xu tidak menyangka ketua sekte telah keluar dari pertapaannya, selama ini dia dan tetua lainnya yang mengendalikan sekte ini saat kepergian ketua sekte. Terutama dirinya yang juga sebagai Pendeta Kerajaan bertugas memberikan nasehat untuk Raja.
“Bersihkan tempat ini dari kekacauan yang kamu buat” perintah ketua sekte padanya.
Segera tetua Xu membersihkan sendiri barang-barang yang telah dipecahkan olehnya tadi. Meskipun dirinya seorang tetua, namun di depan ketua sekte dia tidak ada apa-apanya dari segi kekuatan maupun pengetahuan.
__ADS_1