
“Tiga buah benda mistis?” wajah mantan ketua sekte Penjaga Makam Bao Jin dan para anggota lainnya terkejut mendengar perkataan Zen Luo.
“Benar. Aku ingin kalian mencarikan 3 buah benda mistis untukku. Sebuah Tungku Delapan Cahaya, Buah Karma dan Permata Cahaya Ungu.” kata Zen Luo sambil duduk di singgasana ketua sekte Penjaga Makam.
Alis mantan ketua sekte Bao Jin mengkerut mendengar perkataan Zen Luo. Dia merasa ragu untuk bisa mendapatkan ketiga benda mistis yang dipesan oleh Zen Luo.
“Tuan, kami akan segera mengumpulkan informasi tentang ketiga benda mistis itu. Kami akan melaporkan secepatnya padamu,” sahut Bao Jin kemudian.
Segera setelah mendapatkan ketiga nama benda mistis itu beserta ciri-cirinya, Bao Jin segera memerintahkan seluruh bawahannya menyebarkan informasi itu ke semua jaringan para penjarah makam serta para kolektor benda berharga lainnya termasuk semua rumah pelelangan yang ada.
Pergerakan dari para penjaga makam sangat solid dan dengan cepat segera menyebarkan informasi itu ke seluruh daratan dunia manusia.
*****
Di tempat lain Shen Long telah berangkat menuju kediaman sekte Pelepas Arwah yang kini telah berubah menjadi sekte Pedang Harapan. Di tempat kediaman sekte, dia diterima oleh kepala cabang sekte Pedang Harapan dengan ramah.
Mereka adalah salah satu dari peserta pertemuan di sekte pusat Pedang Harapan di Gunung Abadi. Jadi mereka melihat sendiri kekuatan Shen Long yang mengalahkan dewa kuno beserta ketua sekte sebelumnya. Dan mereka tidak berani mengabaikan perintah Shen Long untuk memperbaiki citra sekte Pedang Harapan dengan mengutamakan kebajikan dan membela rakyat.
“Tuan, apa yang membuatmu datang ke tempat kami ini?” tanya ketua sekte cabang Pedang Harapan dari sekte Pelepas Arwah.
“Aku ingin mengambil Tungku Delapan Cahaya yang aku berikan pada leluhur tetua Xie di masa lalu,” sahut Shen Long.
__ADS_1
Wajah ketua sekte cabang Pedang Harapan tertegun mendengar perkataan dari Shen Long. Dia kemudian merenungkan wajahnya memikirkan sesuatu. “Ah, sepertinya aku pernah melihat benda itu.” kata ketua sekte cabang Pedang Harapan.
“Mari tuan, aku antarkan ke tempat penyimpanannya,” sahut ketua sekte cabang.
Ketua sekte cabang Pedang Harapan langsung mengantar Shen Long ke sebuah tempat rahasia di dalam markas kediaman sekte cabang Pedang Harapan di ibukota Kekaisaran Naga.
Shen Long diantarkan ke sebuah ruangan yang dipenuhi oleh formasi dewa yang hanya bisa dibuka oleh ketua sekte cabang. Shen Long memperhatikan formasi dewa tersebut yang dibuat oleh tetua Xie sebelum dia meninggal. Shen Long tersenyum karena formasi dewa itu cukup familiar baginya.
“Tuan, tungku delapan cahaya berada di dalam kotak itu.” kata ketua sekte cabang sambil menunjuk ke arah kotak yang cukup besar di dalam ruangan rahasia itu.
Shen Long kemudian perlahan berjalan mendekati kotak tersebut dan menelitinya sebelum dibuka olehnya. Saat membuka kotak besar itu, seberkas cahaya berwarna-warni muncul dari dalam kotak.
Cahaya warna warni yang memancar dari sebuah tungku yang berada di dalam kotak tersebut. Tungku delapan cahaya adalah alat yang biasa digunakan oleh para alkemis untuk membuat pil obat tingkat dewa.
“Aku akan meminjam tungku ini. Kamu tidak masalahkan dengan hal ini?” tanya Shen Long pada ketua sekte cabang itu.
Ketua sekte cabang tersenyum pada Shen Long sambil menggelengkan kepalanya. “Tidak. Tidak Tuan. Leluhur telah menuliskan pesan bahwa yang boleh mengambil benda ini hanyalah seorang bernama Shen Long dan juga ahli waris yang bisa menguasai alkemis tingkat dewa” sahut ketua sekte cabang itu.
“Saat ini kami belum memiliki seorang alkemis tingkat dewa. Itulah makanya benda ini masih tersimpan di dalam kotak ini,” lanjut ketua sekte cabang dengan wajah muram.
Shen Long tidak menyangka tetua Xie telah menyebutkan namanya dalam pesan yang ditulis olehnya pada para penerus sekte cabang Pedang Harapan ini. Shen Long sangat menghormati tetua Xie yang juga adalah kakek mertuanya. Dan sekte cabang yang berasal dari sekte Pelepas Arwah ini juga dulunya diketuai oleh istrinya Xie Lin di masa lalu.
__ADS_1
Setelah itu, Shen Long menyimpan kotak yang berisikan tungku itu ke dalam cincin penyimpanannya. Lalu dia pun berpamitan untuk kembali ke Gunung Abadi menemui Raja Yama.
“Raja Yama, aku telah mendapatkan satu dari tiga benda mistis itu. Bagaimana aku mendapatkan sisanya?” tanya Shen Long pada Raja Yama.
Raja Yama merenung memikirkan hal itu, dia juga hanya pernah mendengar cerita itu secara sekilas. “Menurutku, jika ketiga benda itu berhubungan dengan Tombak Gaib tersebut, tentunya ketiga benda itu akan bisa memberikan tanda jika mereka berada didekat benda itu satu sama lainnya. Tapi aku tidak yakin dengan hal itu, karena aku juga hanya mendengarkan cerita itu secara sekilas,” sahut Raja Yama.
“Meskipun demikian, aku rasa hal itu bisa dicoba,” kata Shen Long setelah mendengar penjelasan dari Raja Yama.
Kemudian Shen Long memutuskan untuk membawa tungku itu ke seluruh pelosok dunia manusia untuk merasakan apabila terjadi perubahan dengan tungku tersebut.
*****
Lain halnya dengan metode Zen Luo, mantan ketua sekte penjaga makam Bao Jin segera mendapatkan informasi bahwa di wilayah barat laut konon terdapat seberkas cahaya berwarna ungu yang sewaktu-waktu terpancar ke angkasa saat cahaya bulan menyinari sebuah lubang gua di sebuah pegunungan salju yang ada di wilayah itu.
Kejadian aneh itu oleh masyarakat di kaki pegunungan dianggap sebagai sebuah pertanda keberuntungan bagi yang melihatnya. Namun tidak ada yang pernah bisa kembali bagi mereka yang ingin mendekati tempat tersebut.
Muncul berbagai mitos di masyarakat kaki pegunungan itu bahwa adanya benda keramat di tempat itu yang memancarkan cahaya berwarna ungu yang dijaga oleh monster purba. Bahkan ada juga yang menganggap benda itu dijaga oleh hantu ganas yang haus darah.
Hal itu lah yang menyebabkan tidak ada yang berani mendekati tempat sumber terpancarnya cahaya itu.
Zen Luo akhirnya mendatangi kota di kaki pegunungan itu sebelum pergi menaiki pegunungan bersalju. Zen Luo datang bersama Fang Ma dan juga Bao Jin dan dua pemandu makam bersamanya.
__ADS_1
“Kita perlu menyiapkan perbekalan sebelum mendaki puncak bersalju itu,” kata mantan ketua sekte Bao Jin.
“Kalian siapkan saja keperluan kalian, kita akan berkemah di pegunungan itu selama beberapa hari untuk menunggu berkas cahaya yang akan muncul dan memastikan lokasi lubang tersebut,” kata Zen Luo.