Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 102 | Adik pangeran Gu


__ADS_3

“Ketua Dong Fang, tentang perkawinan, aku tidak berani memutuskan sendiri. Nona Yin harus memutuskannya juga untuk itu. Apakah dia bersedia menikahi ku” sahut Shen Long.


“Kamu bisa mena...”


“Aku bersedia menikahimu kakak Shen”


Kalimat ketua Dong Fang Lei terpotong oleh jawaban dari Dong Fang Yin yang kemudian menutupi wajahnya.


“Hahaha... kamu sudah mendengarnya sendiri Shen” kata Dong Fang Lei tertawa senang.


“Baiklah, jika nona Yin bersedia menikah denganku. Aku pun akan menerimanya” sahut Shen Long.


“Ini pedang dominator untukmu Shen” Dong Fang Lei menyerahkan pedang dominator warisan leluhur sekte pedang suci pada Shen Long.


“Lengkap sudah 3 pedang dominator kudapatkan.” gumam Shen Long dalam hatinya


“Ketua, aku berjanji setelah menyelesaikan urusan Gunung Abadi dan Guruku, aku akan segera memenuhi kedua syarat tersebut.” kata Shen Long dengan hormat pada ketua Dong Fang Lei.


“Baiklah, kami akan menunggumu disini” sahut Dong Fang Lei


Kemudian Shen Long berpamitan pada Dong Fang Lei dan Dong Fang Yin untuk kembali ke tempat kediaman Putri Shui di pinggir danau.


Namun saat dia berada di tengah perjalanan, dia melihat rombongan pasukan besar dari kerajaan Ming yang bertempur melawan pasukan perbatasan kerajaan Liu. Shen Long kemudian mendekati pertempuran dari udara.


Dia melihat seorang jendral menaiki kuda dari kerajaan Ming sedang mengobrak-abrik pasukan kerajaan Liu dengan ganasnya.


Shen Long tidak tega melihat pembantaian seperti itu, lalu dia turun menghadang Jendral pasukan kerajaan Ming tersebut, membuatnya kaget dan terjatuh dari atas kudanya.


Shen Long lalu menangkap Jendral pasukan kerajaan Ming tersebut dan menotok tubuhnya tepat di dadanya. Shen Long tidak melihat perubahan wajah Jendral tersebut yang memerah karenanya.


“Kalian pasukan kerajaan Ming, mundurlah. Beritahu pangeran Gu, aku Shen Long ingin bertemu di air terjun pintu alam rahasia. Jendral kalian aku pinjam dulu” teriak Shen Long lalu memeluk tubuh Jendral itu dan memanggulnya pergi.


“Jendral...” teriak komandan pasukan kerajaan Ming.


“Cepat laporkan pada pangeran Gu” teriak komandan tersebut.


Mendengar Shen Long menculik salah satu Jendralnya, pangeran Gu segera berangkat menuju air terjun sendiri untuk bertemu dengan Shen Long.


Shen Long yang tiba terlebih dahulu di air terjun segera melepaskan totokan Jendral tersebut, membuat Jendral tersebut mundur perlahan.


“Maaf, aku harus menculikmu. Karena aku ingin berbicara langsung dengan pangeran Gu” kata Shen Long.


“Kamu siapa? Bagaimana kamu mengenal kakak?” terdengar suara wanita saat Jendral itu bicara, membuat Shen Long terkejut.

__ADS_1


“Ka... Kamu seorang wanita?” Shen Long tak percaya melihatnya.


“Kenapa? Apa tidak boleh wanita memimpin pasukan perang?” sahut wanita itu ketus


“Ah tidak, bukan begitu. Aku hanya tidak menyangka kerajaan Ming memiliki Jendral wanita yang galak” kata Shen Long polos.


“Apa maksud dari kata-katamu itu?” Alis wanita itu mengkerut, wajahnya menjadi merah karena marah.


“Tidak ada maksud lain, aku hanya mengatakan yang sebenarnya” sahut Shen Long


“Siapa yang galak?” teriak wanita itu ketus sambil berkacak pinggang.


“Pertanyaan yang aneh. Hanya kita berdua disini. Yang pasti bukan aku” kata Shen Long melihat tingkah dan nada bicara wanita itu yang galak.


“Jadi menurutmu aku ini galak?” teriaknya kembali memastikan


“Duh, maaf nona, jangan terlalu senewen. Nanti kamu sulit mendapatkan jodoh” sahut Shen Long gugup.


“Jadi kamu mengutukku agar tidak mendapat jodoh?” teriaknya kembali


“Ah, lama-lama aku tambah pusing. Kenapa Jendral ini yang aku culik” gumamnya pelan


“Kamu menyesal menculikku? Kalau begitu kembalikan aku?” katanya masih ketus.


“Saudara Shen, lepaskan adikku!” tiba-tiba terdengar suara pangeran Gu.


“Adik?” Shen Long menoleh dan meneliti wajah jendral wanita tersebut.


“Kenapa tidak mirip?” gumamnya lagi.


Wajah wanita itu menjadi gelap mendengar kata-kata Shen Long, dia ingin memukulnya. Lalu menoleh ke arah pangeran Gu yang sudah datang menjemputnya.


“Kakak...” teriak wanita tersebut.


“Kamu tidak apa-apa kan?” tanya pangeran Gu pada adiknya


“Tubuhku tidak terluka, tetapi hatiku terluka oleh kata-kata orang itu” jawabnya ketus


Dalam hatinya pangeran Gu sebenarnya tertawa mendengar kata adiknya, namun dia berusaha untuk tidak membuat adiknya bertambah marah.


“Saudara Shen, aku sudah datang. Apa yang ingin kamu bicarakan” kata pangeran Gu.


“Pangeran Gu masih menganggapku saudara?” tanya Shen Long.

__ADS_1


“Tentu saja saudara Shen. Kamu telah menyelamatkanku. Bagaimana aku bisa melupakan itu” sahut pangeran Gu.


“Kalau kamu masih menganggapku saudara, tolong dengarkan aku. Hentikan perang ini, mari hidup berdampingan dengan damai seperti yang lalu” kata Shen Long


“Tidak. Aku tidak mau berdamai kak. Apalagi sama orang ini” teriak wanita yang adiknya pangeran Gu itu dengan wajah keras.


“Saudara Shen, jika aku ingin berdamai. Namun aku tidak bisa menyarankan ayahku yang keras” sahut pangeran Gu.


“Pangeran, aku yakin kekacauan ini disebabkan oleh sekte Gunung Abadi yang menghasut kedua belah pihak. Jadi biarkan aku menanganinya. Aku tidak ingin rakyat menderita karena peperangan ini” kata Shen Long tegas


“Jika kerajaan Ming bersikeras untuk menyerang. Aku yang akan menahan kalian” kata Shen Long tegas.


Pangeran Gu menatap wajah Shen Long dan melihat kesungguhan hatinya. Dia mengetahui kekuatan Shen Long sangatlah kuat jauh melebihi Jendral Liu. Jadi dia benar-benar harus melaporkan ini pada ayahnya.


“Saudara Shen, beri aku waktu untuk berbicara dengan ayahku” sahutnya


“Jika kamu kesulitan untuk berbicara dengan ayahmu, aku bisa datang kesana untuk berbicara langsung padanya” kata Shen Long kembali


“Baiklah saudara Shen, aku akan segera memberimu hasilnya nanti” sahut pangeran Gu yang kemudian pergi mengajak adiknya.


“Kakak Gu, kenapa kita harus mendengarkannya?” tanya adiknya


“Kamu tidak tahu Shen Long itu sangatlah kuat, jika dia menjadi musuh kita. Aku tidak yakin kerajaan Ming akan memenangkan pertandingan ini” sahut pangeran Gu.


“Percayalah padaku, orang ini tidak boleh dijadikan musuh” lanjutnya


“Sebegitu kuatkah orang bernama Shen Long ini sampai kakak gemetar ketakutan” pikir adiknya.


Ketika tiba di perkemahan pasukan kerajaan Ming, pangeran Gu mengatakan apa yang diminta oleh Shen Long pada ayahnya.


Ayah pangeran Gu menjadi marah hingga menghancurkan meja di depannya.


“Apa? Kenapa kamu begitu pengecut dan takut hanya pada satu orang?” teriak Raja Ming.


“Iya ayah, aku juga sudah mengatakannya pada kakak” kata adik pangeran Gu menambahkan.


“Benar pangeran, kita sudah sejauh ini mengeluarkan biaya dan tenaga pasukan untuk menyerang, lalu kembali hanya karena takut pada satu orang. Ini hal yang tidak bagus untuk reputasi kerajaan Ming” asut seseorang disamping Raja Ming yang merupakan Penasehat Kerajaan Ming.


Mata pangeran Gu berkedut mendengar kata-kata penasehat, dia melirik penasehat tersebut dengan pandangan aneh.


“Kita tidak bisa mundur, kita lanjutkan penyerangan ini” teriak Raja Ming.


“Sudah aku duga akan seperti ini” tiba-tiba Shen Long muncul di depan mereka.

__ADS_1


__ADS_2