
Yuanshan pun berusaha untuk meningkatkan kecepatannya untuk mengimbangi kekuatan Shen Long.
Kemudian Shen Long mengerahkan jurus miliknya, kekuatan dewa cahaya dan dewa kegelapan yang berada dalam tubuhnya terpancar keluar. Cahaya dan kegelapan menyelimuti tubuh Shen Long saat dia bergerak.
Yuanshan menyipitkan matanya melihat hal itu. “Bagaimana ada kekuatan cahaya dan kegelapan di tubuh manusia ini? Siapakah dia?” gumamnya dalam hati.
Keempat dewa dan manusia yang juga menyaksikan hal itu terkejut oleh kekuatan asli dari Shen Long yang dikerahkannya. Namun yang paling membuat semua orang itu terbelalak adalah ketika Shen Long mengerahkan kekuatan dewa naga miliknya yang dipadukan dengan cahaya dan kegelapan itu.
Bayangan naga yang besar muncul di belakang Shen Long membuat kelima pasang mata itu terkejut dengan wajah terperanjat. Mereka sama sekali baru pertama kali ini melihat kekuatan naga.
“Ke-kekuatan dewa naga?” teriak mereka dengan wajah gugup.
Guoshan menoleh ke arah ketiga temannya itu. Mereka mengingat pesan dari Pendeta Agung sebelum meninggal, bahwa akan ada seseorang yang memiliki kekuatan dewa naga yang akan membebaskan dunia ini dari kegelapan.
Yuanshan pun yang seorang mogull mengetahui tentang ramalan dari Pendeta Agung itu. Dia tidak menyangka akan bertemu langsung dengan Shen Long yang memiliki kekuatan dewa naga di tubuhnya.
Shen Long tidak mengerti mengapa kelima orang itu terperanjat ketika dia mengerahkan jurus kekuatan dewa naga miliknya. Dia pun menyerang dengan ganas ke arah Yuanshan.
Yuanshan bergidik melihat bayangan dewa naga yang meliuk bergerak ke arahnya dengan mulutnya yang besar hendak menerkam tubuhnya. Yuanshan mengerahkan seluruh kekuatan dan jurusnya untuk menghadang serangan dewa naga itu.
Bumm!... Brakk!...
Ledakan kembali terjadi dengan keras membuat angin keras menghempas ke sekeliling mereka. Keempat dewa dan manusia itu menyipitkan matanya ke arah pertarungan untuk melihat apa yang terjadi. Namun pandangan mereka tertutupi oleh debu yang beterbangan akibat ledakan tadi.
Kemudian perlahan debu itu mulai memudar dan tampak Shen Long telah menghantam dada Yuanshan hingga membuatnya terpental ke belakang oleh serangan kekuatan dewa naga cahaya kegelapan.
Meskipun luka fisiknya tidak terlalu serius, namun mental Yuanshan pun terluka setelah menyadari kekuatan dewa naga di tubuh Shen Long. Hal itu membuatnya menyemburkan darah segar dari mulutnya.
__ADS_1
Hidung Yuanshan pun meneteskan darah akibat pukulan dari Shen Long itu. Kekuatan jurus Shen Long yang di keluarkannya membuat kekuatan kultivasi Shen Long meningkat sepuluh kali lipat. Kekuatan kombinasinya setara dengan kekuatan alam Semesta Besar.
Keempat dewa dan manusia yang menyaksikan pertarungan itu tersenyum melihat kemenangan Shen Long melawan Yuanshan. Mereka terkagum memandang Shen Long yang berdiri melihat Yuanshan terpental di depannya.
“Apakah kamu masih ingin meneruskan pertarungan ini?” tanya Shen Long pada Yuanshan.
Yuanshan memandang kosong ke arah Shen Long, dia tidak mendengarkan ucapan Shen Long. Tatapan matanya yang kosong seperti tidak percaya dengan apa yang dilihatnya barusan. Dia tidak menyadari tubuhnya yang terluka, pikirannya masih terkejut oleh kekuatan yang diperlihatkan Shen Long.
Melihat lawannya sudah tidak memiliki semangat bertarung, Shen Long menghela nafasnya lalu pergi meninggalkan tempat itu.
Keempat dewa dan manusia itu lalu saling menoleh lalu turut pergi menyusul Shen Long yang telah menghilang di kejauhan.
Shen Long yang hendak pergi menemui ShiMei tiba-tiba dikerjutkan oleh teriakan seseorang di belakangnya.
“Tuan, tunggu kami!” teriak Guoshan ketika berhasil mengejar Shen Long.
“Apa yang kalian inginkan?” tanya Shen Long pada mereka.
Keempat dewa dan manusia itu lalu berhenti di depan Shen Long sambil mengatur nafas mereka. “Kami akan mengantarkanmu ke markas kediaman sekte Cahaya.”
Mendengarkan hal itu, Shen Long yang tidak tahu apa yang terjadi merasa senang karena akan diantar menuju sekte Cahaya oleh keempat orang itu.
“Terima kasih” sahut Shen Long kemudian. Guoshan lalu mempersilahkan Shen Long untuk mengikuti dirinya bersama ketiga dewa dan manusia lainnya.
Shen Long pun langsung pergi mengikuti mereka. Dia juga tidak memberitahu kepergiannya pada ShiMei yang ditugaskan untuk menyelidiki dan mengawasi dirinya.
Shen Long yang ditunggu kedatangannya di aula pertandingan tidak kunjung muncul. Hal ini membuat ShiMei mengucurkan keringat dingin, dia merasa Shen Long telah pergi sendiri mengikuti petunjuk yang didapatkan olehnya.
__ADS_1
Shi Mei lalu pergi menuju ke arah dalam arena pembantaian itu untuk menemui Shen Long. Namun dia hanya melihat Yuanshan yang terduduk lemas di dalam arena pembantaian itu dengan tatapan yang kosong.
“Apa yang telah terjadi disini? Apakah telah terjadi pertarungan besar?” gumam ShiMei dalam hatinya.
ShiMei mendekati Yuanshan untuk bertanya padanya. “Kakek, apa yang telah terjadi disini?” tanya ShiMei pada Yuanshan yang masih terdiam tidak percaya. ShiMei memandang wajah Yuanshan dan merasakan kekuatan Yuanshan yang hanya tersisa sedikit.
Karena Yuanshan tidak menjawab, ShiMei pun akhirnya pergi memeriksa semua ruangan di bagian dalam. Namun dia tidak menemukan Shen Long di tempat itu.
Wajah ShiMei berubah kelam ketika menyadari dirinya telah kehilangan jejak Shen Long. Dia mengucurkan keringat dingin saat mengingat kemarahan ketua sekte Pembunuh Cahaya pada dirinya karena kehilangan Shen Long.
ShiMei pun pergi ke seluruh areal dari arena pembantaian itu untuk mendapatkan jejak menghilangnya Shen Long. Dia belum bermaksud untuk kembali menemui ketua sekte. Jadi dia berusaha untuk menemukan Shen Long kembali.
Sementara itu Shen Long yang pergi mengikuti Guoshan beserta ketiga dewa dan manusia itu telah menghilang di kegelapan. Namun Guoshan bersama ketiga dewa dan manusia itu mengajak Shen Long ke sebuah hutan yang lebat.
Di dalam hutan yang lebat itu, mereka berempat berhenti di sebuah pohon besar yang ada disana. Guoshan lalu meraba sesuatu di balik batang pohon itu lalu memutar semacam tuas untuk membuka sebuah pintu rahasia.
RRRRRR...
Sebuah pintu muncul dari balik pohon yang sangat besar itu, Guoshan lalu mempersilahkan Shen Long untuk masuk ke dalam pintu itu kemudian mengikutinya dari belakang.
Shen Long yang berjalan disamping Guoshan melihat ke sekelilingnya. Dia memperhatikan lorong gelap yang semakin ke dalam menjadi semakin meluas. Hingga akhirnya mereka tiba di sebuah pintu masuk lain di dalam lorong itu yang dijaga oleh dua orang penjaga.
“Dewa, lama tak berjumpa dengan kalian,” kata kedua penjaga itu pada Guoshan sambil memberi hormat.
“Benar, aku ingin pergi menemui pimpinan ketua sekte,” kata Dewa itu pada mereka.
“Baiklah, aku bisa membuka kan pintu ini untukmu berempat. Siapa orang asing yang kalian ajak ini?” tanya salah satu penjaga itu menatap ke arah Shen Long.
__ADS_1