
Shen Long menutup matanya beristirahat di dalam kolam air panas itu, tiba-tiba tercium bau harum semerbak membuatnya membuka matanya.
Tampak A Lin telah berendam di dalam kolam air panas di depan nya, membuat Shen Long terkejut dan wajahnya memerah.
“Nona Lin, apa yang kamu lakukan?” tanya Shen Long gugup.
“Aku biasa berendam di kolam air ini setiap datang kemari untuk memulihkan kondisiku” kata A Lin.
“Kenapa wajah kakak Shen memerah?” tanya A Lin menggodanya
“I.. Ini karena aku terlalu lama berendam jadi kepanasan” sahutnya lalu memalingkan wajahnya ke arah lain.
A Lin tertawa geli melihat sikap Shen Long yang gugup didepannya.
Meskipun kolam air panas ini cukup luas dan jarak antara Nona Lin dan Shen Long cukup jauh, namun pikiran Shen Long tentu saja sebagai laki-laki normal merasa sedikit resah dan gugup karenanya.
“Ternyata kalian berendam berdua disini tanpa mengajak kami” tiba-tiba datang suara lain ke kolam air panas itu.
Chen Mulan dan Dong Fang Yin datang mendekati kolam air panas itu membuat Shen Long salah tingkah karenanya.
“Shen, kamu berbalik jangan mengintip kami” teriak Dong Fang Yin membuat Shen Long membalikkan badannya ke arah lain namun pikirannya mulai membayangkan hal-hal aneh.
“Jangan-jangan mereka juga mau ikut berendam. Bagaimana aku bisa beristirahat dan berkultivasi dengan tenang” pikirnya
Benar saja bayangan Shen Long, kedua wanita cantik itu lalu ikut bergabung berendam di dalam kolam air panas.
“Kakak Shen, jangan mengintip kami yah” teriak Chen Mulan dengan manja menggodanya.
“Sialan.” pikir Shen Long
“Shen, menjadi seorang petarung tangguh memang penuh godaan” bisik Yan Luo
Shen Long ingin segera mengakhiri berendam di kolam air itu, namun dia tidak bisa melakukannya karena dirinya tidak mengenakan apa-apa berendam di kolam itu. Dia hanya bisa menunggu ketiga wanita itu pergi terlebih dahulu baru keluar dari dalam air.
Shen menahan tubuhnya yang kepanasan akibat telalu lama berendam. Dia tidak berani membalik badannya melihat ke arah ketiga wanita itu. Jadi dia hanya memejamkan matanya, mengatur nafasnya untuk berkultivasi dan meredam panasnya air kolam tersebut.
“Kakak Shen, kami sudah kepanasan. Kami pergi duluan ya” kata Chen Mulan tiba-tiba membuyarkan meditasi Shen Long.
__ADS_1
Saat ketiga wanita itu sudah pergi, Shen Long segera keluar dari kolam air panas dan mengenakan pakaiannya. Lalu segera pergi keluar dari rumah itu.
Dia melihat sejauh mata memandang hanya gurun pasir yang terhampar dihalaman rumah tetua Xie itu. Shen Long tiba-tiba teringat pada Yang Fei. Dia ingin mengunjunginya untuk berbincang.
Tiba-tiba bau harum makanan tercium dari dalam rumah membuat perut Shen Long menjadi lapar.
“Kakak Shen, ayo kita makan bersama-sama” teriak A Lin memanggilnya.
A Lin dan Chen Mulan mempersiapkan makanan yang sangat banyak di atas meja di depan rumah.
“Makanan sebanyak ini apa bisa habis?” pikir Shen Long.
A Lin lalu mengambil sebuah peluit lalu membunyikannya membuat Shen Long tertegun mendengar siulan peluit tersebut.
“Apa yang kamu lakukan nona Lin? tanya Shen Long.
“Kita mengundang tamu lain untuk bergabung makan” sahut Chen Mulan melihat Shen Long kebingungan.
Tiba-tiba muncul sosok orang terbang menuju rumah tetua Xie. Yang Fei, penguasa wilayah yin.
“Kakak Shen, selama kakak pergi, kami memang sering makan bersama dengan tetua Yang Fei disini” kata Chen Mulan.
“Di perbatasan yin dan yang antara gurun dan salju terdapat hutan yang dihuni oleh banyak hewan dan juga ikan dari sungai beku di wilayah yin. Disamping itu kita memiliki kebun sayuran di dalam rumah juga” kata Chen Mulan menjelaskan.
“Hewan serigala yang dipelihara oleh tetua Xie sangat pandai berburu hewan tersebut lalu membawanya kemari untuk kita makan” lanjutnya.
“Ini sungguh luar biasa” pikir Shen Long.
“Meskipun kita hidup di dalam menara pedang, tapi kita tidak kekurangan makanan” kata Dong Fang Yin menimpalinya.
Yang Fei yang telah datang segera mengambil tempat duduk yang telah disediakan untuk ikut bersantap makan.
“Tetua Fei” sapa Shen Long menghormatinya.
“Kamu terlihat lebih segar tentu telah berendam air panas di tempat ini” sahut Yang Fei.
Mengingat kejadian di kolam air panas itu, wajah Shen Long menjadi merah sementara ketiga wanita disampingnya tertawa geli melihat wajahnya.
__ADS_1
Xu Meng yang ikut makan tidak mengerti hal itu menjadi kesal karena Shen Long menjadi pusat perhatian ketiga wanita tersebut.
“Hahahaha...akhirnya berhasil juga” tiba-tiba tetua Xie tertawa keluar dari ruang obat nya
“Tetua Xie, mengapa anda terlihat begitu gembira?” tanya Yang Fei melihat tetua Xie keluar dari rumah untuk ikut makan.
“Tentu saja adik Fei, aku telah berhasil membuat obat tingkat sembilan” sahut tetua Xie dengan bangga.
“Benarkah? Bukankah kamu membutuhkan tungku delapan cahaya untuk memurnikan obat itu?” sahut Yang Fei.
“Betul sekali. Anak muda Shen ini telah mengambilkan tungku itu untukku” sahut tetua Xie kembali
“Apa? Kamu berhasil mengendalikan roh api neraka?” tanya Yang Fei.
“Iya. Kini roh api neraka sudah mengikutiku” kata Shen Long sambil mengeluarkan roh api neraka dari telapak tangannya.
“Hahaha... kamu memang pernuh kejutan Shen. Dengan obat tingkat sembilan, kamu bisa meningkatkan kultivasimu segera untuk mengalahkan mahluk itu dan membebaskan kita” sahut tetua Xie.
“Ah, untuk mengalahkan mahluk itu tidak semudah ini. Kita memerlukan jurus cermin nirwana untuk mengalahkannya” lanjut Yang Fei sambil menundukkan kepalanya.
“Kakak Shen, waktu itu aku melihatmu akan naik ke puncak kebijaksanaan. Apakah kamu berhasil?” tanya A Lin tiba-tiba
Mata tetua Yang Fei berkedut mendengar pernyataan A Lin lalu melirik ke arah Shen Long.
“Iya, aku berhasil mendapatkan jurus itu dan belati ini” sahut Shen Long sambil mengeluarkan belati sukma.
“Apa? Belati sukma dan jurus cermin nirwana? Benarkah kamu telah menguasainya?” teriak Yang Fei terkejut olehnya.
“Tentu saja. Aku percaya dengan bakat anak ini. Perlihatkanlah pada kami Shen.” sahut tetua Xie dengan bangga.
“Baik tetua” kata Shen Long yang kemudian berdiri lalu mengeluarkan jurus cermin nirwana dengan menggunakan belati sukma.
“Luar biasa. Anak ini sungguh sangat berbakat. Hingga saat ini dia satu-satunya yang berhasil naik hingga ke puncak bukit kebijaksanaan itu. Sementara dulu kami bertiga saja tidak bisa melewati tangga ke 200” pikir Yang Fei.
“Hahahaha... akhirnya kita akan bisa bebas keluar dari alam rahasia ini” teriak tetua Xie dengan penuh semangat.
“Aku juga berharap demikian. Mudah-mudahan kamu bisa mengalahkan mahluk gaib itu Shen. Kami sangat mengharapkannya” lanjut Yang Fei kemudian
__ADS_1
“Benarkah kakek bisa keluar dari alam rahasia ini jika kakak Shen berhasil membunuh mahluk itu?” tanya nona Lin dengan gembira.
Nona Lin sejak dulu berharap bisa mengajak kakeknya untuk keluar dari alam rahasia ini, namun tidak ada satu pun petarung bela diri yang mampu mewujudkannya. Dia memandang ke arah Shen Long dengan penuh harap agar bisa mengalahkan mahluk itu untuk membebaskan kakeknya dari formasi menara pedang ini.