Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 293 | Arena adu petarung


__ADS_3

Setelah mengambil barang-barang milik kedua dewa kuno itu, Shen Long kemudian bergegas menuju Istana Dewa 13. Shen Long segera pergi menuju ke arah barat tanpa menunggu berita dari Che Ti dan Zhou Ti yang menyelidiki keberadaan Shang Ti.


Saat melintasi sebuah hutan, Shen Long mendengar suara yang cukup riuh di balik reruntuhan yang ada disana. “Ada apa di reruntuhan itu?” gumam Shen Long dalam hatinya. Rasa ingin tahu membuat Shen Long pergi menuju arah datangnya suara riuh tersebut.


Di dalam reruntuhkan tersebut dengan pencahayaan yang remang dan tidak terlalu terang, Shen Long melihat orang-orang berkumpul menyaksikan pertarungan yang terjadi ditengah-tengah arena tersebut. “Adu petarung?”


Tampak di depan arena terdapat panggung yang tidak terlalu besar dan terlihat dua orang sedang duduk menyaksikan pertarungan tersebut. “Dewa kuno! Inikah adu petarung kalian.” geram Shen Long yang terkejut menyaksikan klan dunia bawah yang tengah bertarung untuk memuaskan kedua dewa yang duduk di panggung tersebut.


“Ayo.. bunuh dia. Habisi musuh yang kalah!” perintah seorang dewa kuno yang duduk itu.


Di arena tampak petarung yang memenangkan pertarungan itu berjalan pelan mendekati petarung yang kalah berbaring di lantai arena. “Lakukanlah teman. Aku tidak akan menyalahkanmu.” kata yang kalah itu.


“Maafkan aku teman.” sahut petarung yang menang sambil bersiap mengayunkan pukulannya ke arah yang kalah.


“HENTIKAN!” Shen long berteriak menghentikan serangan itu. Semua mata memandang ke arah datangnya suara tersebut. Semua penghuni klan dunia bawah yang ada disana adalah para pemuda yang tidak mengetahui identitas Shen Long karena mereka lahir setelah Shen Long pergi dari dunia bawah


Semua mata memandang Shen Long dengan tatapan kebingungan. Kedua dewa kuno yang ada di panggung menyipitkan mata mereka menatap ke arah datangnya Shen Long. “Siapa kamu?” tanya seorang dari dewa kuno itu.


“Ka-kamu manusia dari dunia manusia? Bagaimana kamu bisa kemari?” Seorang dewa kuno lainnya terkejut setelah mengamati Shen Long dengan jelas.


Seluruh orang-orang klan dunia bawah yang berada di seputar arena terkejut mendengar seorang manusia yang datang ke tengah arena tersebut. “Mengapa bisa ada manusia di dunia bawah?” bisik-bisik mereka di pinggir arena pertarungan.


“Kalian tidak perlu tahu itu. Aku datang kemari untuk menghentikan pertarungan ini selamanya,” sahut Shen Long


Kedua dewa kuno itu saling menoleh dan tertawa. “Hahaha... kamu sungguh pandai membual. Apa kamu tidak tahu siapa kami?” kata salah satu dewa kuno itu sambil tertawa bersama rekannya.


“Membual dan tidak, kalian bisa membuktikannya nanti,” sahut Shen Long dengan tenang menyilangkan kedua tangannya di tengah arena.

__ADS_1


Kedua dewa kuno itu menghentikan tawanya. “Semuanya, yang bisa membunuh pemuda ini akan mendapatkan hadiah besar tiga kali lipat hadiah pertarungan sebelumnya,” seru salah satu dewa kuno.


Mendengar hal itu, semua penonton yang juga para petarung segera berhamburan ke tengah arena untuk menyerang Shen Long bersama-sama. “Kalian bodoh karena mau mendengarkan kata-kata dewa kuno itu,” kata Shen Long membuat sebagian dari mereka tertegun mendengarnya.


Beberapa dari mereka segera mundur menyadari keberanan dari kata-kata Shen Long itu. Mata kedua dewa kuno itu berkedut melihat hal itu. Dia tidak menyangka mereka mundur tanpa melawan hanya karena kata-kata sederhana dari Shen Long.


“Aku akan berikan kebebasan bagi mereka yang mampu membunuhnya,” teriak salah satu dewa itu kembali.


Kali ini setelah mendengar kata kebebasan, seluruh penghuni klan dunia bawah disana kembali bersemangat untuk menyerang Shen Long. Melihat hal itu Shen Long menggelengkan kepalanya. Dia mengerahkan kekuatannya untuk menekan seluruh penghuni klan dunia bawah yang hendak menyerangnya.


Seluruh penghuni klan dunia bawah terkejut, mereka tidak menyangka kekuatan Shen Long akan sekuat itu. Kedua dewa kuno itupun terkejut merasakannya. Semua yang berada di dekat Shen Long terdorong menjauhi Shen Long saat dia mengerahkan kembali kekuatannya.


“Aku akan bertarung melawan kalian untuk kebebasan mereka,” seru Shen Long menunjuk ke arah dewa tersebut.


Kedua wajah dewa kuno itu menjadi merah padam menahan amarahnya. Salah satu dari dewa itu segera melompat ke arena untuk menghadapi Shen Long.


“Aku Ren Ti yang akan melawanmu,” kata dewa yang muncul itu. Dia berdiri dengan angkuh di depan Shen Long. “Majulah jika kamu ingin melawanku” sahutnya.


Dewa kuno Ren Ti tidak menduga kecepatan Shen Long setinggi itu, namun terlambat baginya menyadari hal itu karena pukulan Shen Long telah telah mengenai perut dan dada dewa kuno Ren Ti itu.


BUGH... BUGH...


“Ukh!... “ Mata Ren Ti melotot merasakan perut dan dadanya seperti dihantam oleh palu raksasa yang berkekuatan besar. “Si-Sialan. Siapa kamu?” suara Ren Ti nyaris tak terdengar oleh Shen Long karena menahan sakit di dada dan perutnya.


DUESSHH...


Tendangan Shen Long mendarat di punggung Ren Ti dan membuatnya terbang melayang ke arah panggung dan menghancurkan reruntuhan di belakang dewa kuno satunya yang duduk sambil matanya melotot.

__ADS_1


Dewa kuno Ren Ti menyemburkan darah dari mulutnya karena luka dalam. Segera dia meminum pil obat pemulihan yang dibawanya dan mengatur nafasnya kembali.


“Ayo, sekarang giliranmu!” tantang Shen Long pada dewa kuno satunya lagi. Dewa satunya bernama Cao Ti. Dia dan Ren Ti adalah dua orang dewa kuno yang bersahabat seperti saudara kandung.


Melihat Ren Ti yang terluka oleh Shen Long dengan serangan tiba-tibanya, wajah Cao Ti tidak bisa menerima hal itu apalagi di depan para penghuni klan dunia bawah. “Aku akan membunuhmu!” Teriak Cao Ti kemudian sambil melompat ke arena pertarungan itu.


Cao Ti langsung menyerang ke arah Shen Long dengan ganasnya. Tubuhnya bergerak dengan lincah memukul, meninju dan menendang ke tubuh Shen Long. Namun tak satupun bisa mengenai tubuh Shen Long. “Siapa orang ini?” batin Cao Ti.


Shen Long yang menghindari serangan Cao Ti kini bergerak lebih cepat untuk bersiap menghadang dan mengadu kekuatan dengan Cao Ti. Melihat hal itu Cao Ti menjadi lebih menggila. Dia mengamuk seperti kuda liar yang sulit dijinakkan. Namun hal itu tidak membuat Shen Long mengendurkan gerakannya.


Ketika telapak tangan Cao Ti hendak disarangkan di dada Shen Long, dia tidak menyangka Shen Long mengangkat tangan dan menggunakan telapaknya untuk menghadang dan mengadu kekuatan dengan dirinya.


BUMMM...


Ledakan terjadi saat kedua telapak tangan itu bertemu. Cao Ti terlihat terdorong mundur tiga langkah namun Shen Long hanya mundur satu langkah sambil bersiap untuk menyerang ke arah Cao Ti. Mata Cao Ti terlihat tidak percaya dengan kekuatan Shen Long. Dia segera mengerahkan kekuatannya kembali.


Namun lagi-lagi dia dikejutkan dengan munculnya Shen Long yang tiba-tiba sudah berada di depan matanya.


BUGH... DUESHH...


Pukulan tinju Shen Long mengenai perut Cao Ti dan dilanjutkan dengan tendangan Shen Long di bahu Cao Ti hingga membuatnya jatuh terjerembab.


BRAKK...


Tubuh Cao Ti membentur lantai arena hingga tampak retakan disekitar lantai yang terkena hantaman tubuhnya itu. “Uhuk...” Cao Ti terbatuk berusaha bangkit, namun Shen Long tidak berbelas kasihan.


BAMM...

__ADS_1


Dia kembali menendang tubuh Cao Ti di bagian pinggang dan membuatnya melayang dengan mata melotot ke arah panggung dan terjatuh persis di sebelah Ren Ti yang sedang mengatur nafasnya.


Seluruh mata penghuni klan dunia bawah terbelalak dengan mulut menganga tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. “I-Ini. Untung aku tidak melawannya,” gumam salah satu dari mereka.


__ADS_2