Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 258 | Raja Klan Binatang Shan Lang


__ADS_3

Sementara itu, Naga Kecil yang sedang bermeditasi tiba-tiba mendengar suara samar-samar di dalam kepalanya, “Cih, anak ini segel tubuhnya belum selesai dibuka semua, sekarang ingatannya terkena segel lagi. Sungguh merepotkan” Suara itu muncul di kepalanya.


“Suara siapa ini?” gumam Naga Kecil dalam hatinya


“Eh, kamu sudah bisa mendengarkanku?” tanya suara itu lagi.


Naga Kecil terkejut dan membuka matanya, dia memikirkan apa yang barusan telah didengarnya. “Apa yang telah terjadi? Mengapa aku mendengar suara dalam meditasiku?” gumamnya lagi.


Mengingat apa yang didengarnya dalam meditasinya membuat Naga Kecil berpikir keras, namun dia tidak menemukan jawabannya.


“Ah, aku akan mencobanya lagi nanti. Sekarang aku merasa mencium bau makanan mendekat” gumamnya sambil mencium aroma makanan mendekati kamarnya.


“Naga Kecil, apakah kamu masih beristirahat?” suara Yun Mei terdengar dari luar kamar


“Masuklah!” sahut Naga Kecil


Kemudian dia melihat Yun Mei datang membawa makanan dan bersama Putri Shi An yang juga datang untuk menemuinya. “Kamu?” Naga Kecil terkejut melihat Putri Shi An.


“Iya, aku baru saja selesai memasak bersama Yun Mei” sahut Putri Shi An.


“Naga Kecil, ini nona Shi An” kata Yun Mei memperkenalkannya.


“Senang bertemu denganmu Naga Kecil” sahut Putri Shi An sambil duduk disamping Yun Mei dan membantunya menyiapkan hidangan.


Meskipun Naga Kecil sedikit bingung karena kehadiran Putri Shi An, namun dia tidak terlalu memikirkannya. Dia pun bersiap untuk bersantap hidangan yang dibuat oleh Yun Mei di atas meja.


Setelah selesai makan masakan dari Yun Mei, tiba-tiba seorang pelayan tabib Huang tergesa-gesa memanggil Putri Shi An, “Putri, teman ayahmu telah sadar. Dia sudah mulai pulih” ucapnya dengan terengah-engah


Putri Shi An lalu berdiri dan keluar dari kamar Naga Kecil. Dia ingin segera melihat keadaan teman ayahnya itu. Yun Mei dan Naga Kecil saling menoleh ketika mendengar hal itu, mereka pun akhirnya pergi mengikuti Putri Shi An untuk melihat keadaan teman ayah Shi An sekaligus bertanya pada tabib Huang tentang dirinya.

__ADS_1


Tiba di ruang pengobatan tabib Huang, tampak wajah lelaki tua itu sudah sedikit lebih merah setelah diobati oleh tabib Huang. Dia sudah sadar dan bisa melihat sekelilingnya.


Kemudian dia melihat kedatangan Putri Shi An memasuki ruang pengobatan tersebut, “Putri” lelaki itu hendak mencoba bangun ketika melihat kedatangan Putri Shi An


“Paman, jangan memaksakan diri. Berbaringlah dulu” sahut Putri Shi An sambil memegang tubuhnya agar tidak bangun.


“Putri, maafkan aku telah merepotkanmu” kata lelaki tua itu dengan wajah muram


Melihat hal itu Putri Shi An merasa sedih karena lelaki yang dikenalnya ini adalah sahabat baik dari ayahnya, meskipun usia mereka terpaut jauh namun lelaki tua ini selalu membantu ayahnya.


Tak berapa lama Yun Mei dan Naga Kecil berjalan memasuki ruang pengobatan itu. Wajah lelaki tua itu tampak tertegun melihat kedatangan Naga Kecil, “Ya-Yang Mulia?” gumamnya tak percaya melihat kemunculan Naga Kecil


“A-Apakah itu dirimu?” Kali ini lelaki tua itu tidak peduli dengan lukanya, dia pun melompat turun dari tempat tidurnya dan merangkak mendekati Naga Kecil yang menyipitkan matanya melihat lelaki tua itu.


Melihat hal itu, semua mata di ruang pengobatan menjadi terkejut. Mereka tidak menyangka lelaki tua itu akan bersikeras merangkak mendekati Naga Kecil.


“Siapa kamu?” Naga Kecil tampak bingung melihat lelaki tua itu yang seperti mengenal dirinya.


Yun Mei lalu mendekati lelaki tua itu sambil berbisik,”Paman, Naga Kecil ini ingatannya tersegel. Dia hilang ingatan”


“Apa? Hilang ingatan? Naga Kecil?” gumam Shan Lang tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Dia menyipitkan matanya menatap mata Naga Kecil yang tampak bingung dengan dirinya.


“Ah... aku tidak mengerti” dia merasa lemas lalu menundukkan kepalanya sambil mendesah.


Shan Lang merasa yakin dirinya tidak salah mengenalinya. Seorang pahlawan dunia bawah sang Kaisar dunia bawah Shen Long yang selalu dia kagumi dalam hidupnya. Namun melihatnya saat ini dalam keadaan hilang ingatan, membuatnya terdiam. Dia tidak ingin menimbulkan kepanikan karena dirinya, jadi dia hanya terdiam merenungkan hal ini.


Mata Putri Shi An terkejut saat melihat sahabat ayahnya itu melompat turun dan mendekati Naga Kecil. Dia seperti mengenalinya, namun sayang Naga Kecil tidak mengingat dirinya.


Pelayan lalu membantu Shan Lang kembali ke tempat tidurnya untuk memulihkan dirinya, Shan Lang menoleh pada Naga Kecil lalu menghela nafasnya kembali. Dia memejamkan matanya berharap bisa segera memulihkan tubuhnya dan membantu Shen Long mengembalikan ingatannya.

__ADS_1


“Yun Mei, ayo kita pergi!” ajak Naga Kecil


Pikirannya berkecamuk ketika melihat lelaki tua itu mengenali dirinya belum lagi teriakan pertama kali lelaki tua itu membuat wajahnya menjadi gelap, “Yang Mulia” kata itu terngiang di telinganya.


“Yun Mei, aku harus cepat mengembalikan ingatanku ini. Apa yang harus aku lakukan?” Naga Kecil merenung.


“Apa kamu mau mencoba saran dari Yama?” tanya Yun Mei pada Naga Kecil


“Menikahimu?” Naga Kecil terkejut.


Yun Mei menganggukkan kepalanya dengan wajahnya yang berubah menjadi merah. Dia lalu menundukkan kepalanya karena merasa malu melihat wajah Naga Kecil.


“Bagaimana jika aku tidak sembuh dengan itu?” tanya Naga Kecil kembali


“Kita akan mencari cara lainnya lagi” sahut Yun Mei dengan tenang


“Kamu tidak akan menyesalinya?” tanya Naga Kecil menatap mata Yun Mei


Melihat tatapan mata Naga Kecil membuat jantung Yun Mei berdegup kencang, dia tidak tahu mengapa hal ini membuat dirinya menjadi salah tingkah.


“Ti-tidak, aku tidak akan menyesalinya” sahut Yun Mei sambil menundukkan wajahnya.


Yun Mei menatap wajah Naga Kecil dengan lembut, dia sudah memikirkan saran dari Yama semalam. Dia mungkin baru mengenal Naga Kecil, tapi entah kenapa jauh di lubuk hatinya dia merasa sudah lama mengenalnya. Dan dia sangat menyukainya.


Naga Kecil juga menatap wajah Yun Mei dan memperhatikan bibirnya yang tipis dan mungil itu berwarna merah merekah begitu menggoda dirinya untuk mencium bibir itu.


Tanpa sadar Yun Mei menutup matanya untuk menenangkan detak jantungnya yang semakin kencang saat Naga Kecil memegang kedua lengannya. Yun Mei merasakan hawa panas dari nafas Naga Kecil mendekati wajahnya, dia pun menggigil kecil dan merasakan jemarinya bergetar karena hal itu.


“Yun Mei, mari kita menikah di depan Yama” ajak Naga Kecil membuat Yun Mei membuka matanya. Apa yang dibayangkannya tidak terjadi saat itu, meskipun sedikit kecewa tetapi dia tetap tersenyum pada Naga Kecil. “Baik” sahutnya lembut

__ADS_1


Akhirnya mereka pun pergi ke belakang gunung untuk menemui Yama dan bermaksud menikah di depannya.


__ADS_2