
Saat acara perjamuan berakhir, Putri LingMei secara pribadi mendatangi Shen Long dan mengajaknya berbicara empat mata.
Wajah Putri LingMei terlihat anggun dan cantik namun auranya begitu muram dan penuh kesedihan. Dia menundukkan wajahnya dengan tersipu saat menatap Shen Long.
“Tuan, tolong bantu kami!” Pinta Putri LingMei dengan suara pelan yang bergetar.
Shen Long tertegun mendengar permintaan Putri LingMei, dia tidak menyangka ketua sekte Cahaya berbicara dengannya untuk hal itu. Shen Long yang masih belum jelas tentang situasi Loka ini dan tidak tahu apa yang terjadi, namun dia berjanji akan berusaha untuk membantu mereka.
“Aku akan berusaha untuk membantu, Putri,” sahut Shen Long.
Putri LingMei tersenyum mendengar jawaban Shen Long, meskipun dia tahu permintaannya terlalu besar, namun dia merasa senang mendengar jawaban dari Shen Long.
“Putri, bisakah aku berbicara berdua dengan Shen Long?” Libao tampak mendatangi mereka. Putri LingMei menganggukkan kepalanya mempersilahkan Libao untuk berbicara dengan Shen Long, dia pun pergi kembali bergabung dengan anggotanya.
“Mari kita berbicara di tempat lain,” ajak Libao pada Shen Long.
Shen Long menganggukkan kepalanya lalu mengikuti Libao ke tempat yang dituju. Libao mengajak Shen Long ke sebuah taman sederhana yang ada di alam itu, dan duduk di bangku yang ada di taman sederhana tersebut.
Alam dimensi yang merupakan markas sekte Cahaya ini tidak seperti alam di luar kediaman yang selalu gelap. Di alam ini cahaya selalu meneranginya sehingga tanaman bisa tumbuh dengan baik dan pepohonan tampak subur.
“Apakah alam ini dibuatkan oleh Guru Agung?” tanya Shen Long pada Libao.
Libao menanggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Shen Long. “Benar, alam ini diciptakan oleh Guru Agung.” sahut Libao
“Dimana Guru Agung? Apakah dia ada di Loka ini?” tanya Shen Long kemudian.
Wajah Libao berubah muram mendengar pertanyaan itu. Dia kemudian menarik nafas panjang sebelum menjawabnya.
“Shen, Guru Agung sebenarnya berada di Loka 999. Tubuh aslinya berada disana. Namun Roh Sejati nya bisa melewati seluruh Loka ini. Yang kamu temui di Lokamu itu adalah Roh Sejati dari Guru Agung.” sahut Libao
Shen Long tertegun mendengar hal itu. Dia tidak menduga Guru Agung yang dilihatnya nyata di Loka asalnya itu adalah Roh Sejati dari Guru Agung. Dia menganggukkan kepalanya mendengar penjelasan dari Libao.
“Roh Sejati Guru Agung dapat membentuk wujud nyata dan mirip dengan tubuh aslinya, namun kekuatannya berkurang jauh dari kekuatan sejati aslinya. Semakin jauh jarak Lokanya dengan tubuh aslinya, maka kekuatannya semakin banyak melemah.” lanjut Libao.
“Apa?” Wajah Shen Long terpana mendengar hal itu. Hal itu berarti kekuatan Guru Agung yang berada di Lokanya itu jauh lebih rendah dari kekuatan sejati aslinya. Dalam hati Shen Long merasa takjub setelah mengetahui hal itu.
“Kekuatan sejati dari Guru Agung sudah berada di Kesadaran Semesta, kekuatan tertinggi di semesta ini. Karena jarak Lokamu yang jauh, Guru Agung hanya bisa menggunakan kekuatan Semesta Besar di Lokamu itu.”
__ADS_1
“Kekuatannya Guru Agung di Loka ini lebih tinggi yaitu berada di Pencerahan Semesta. Guru Agung juga membuat alam ini yang awalnya dibuat untuk tempat berlatih kami para dewa dunia langit Loka 888 ini sebelum dia pergi. Dan aku berlatih di tempat ini sebelum bertemu denganmu.”
Shen Long merenung mendengar penjelasan dari Libao. “Lalu apakah kamu yang aku temui di Lokaku itu?” Shen Long penasaran dengan Libao yang dia temui dan berlatih bersamanya.
“Itu adalah Roh Sejatiku yang dipanggil oleh Guru Agung untuk menemanimu berlatih,” sahut Libao sambil tersenyum.
Wajah Shen Long terkejut mendengar perkataan Libao, saat itu dia mengalahkan Libao di Lokanya yang berkekuatan Alam Bintang tingkat 9. Tapi karena itu adalah Roh Sejati Libao, berarti kekuatan sejati asli Libao jauh diatas itu.
“Benar. Kekuatan sejatiku adalah sudah di Kebangkitan Semesta,” sahut Libao yang mengerti pikiran Shen Long.
“Lalu, diriku disini apakah raga asli atau roh sejatiku?” Shen Long tidak mengerti tentang dirinya.
Libao tersenyum memahami kebingungan Shen Long. “Tidak, ini adalah raga aslimu yang dipanggil oleh sekte Pembunuh Cahaya.” sahutnya.
Shen Long menundukkan kepalanya melihat tubuh dan kedua tangannya. “Benar, jika ini bukan raga asli, kekuatanku mungkin tidak berada dalam Semesta Kecil di Loka 888 ini.”
“Betul. Jika hanya roh sejatimu yang dipanggil, maka kekuatanmu akan menurun jauh dari aslinya.” jelas Libao melanjutkan sambil tersenyum padanya.
Namun Shen Long masih merasa janggal dengan penjelasan Libao padanya, dia tidak tahu mengapa dirinya yang berkekuatan rendah dipanggil ke Loka ini. Dia menanyakan alasan mengapa dirinya berada di alam itu dan dipanggil oleh sekte Pembunuh Cahaya.
Libao mengerti apa yang dipikirkan oleh Shen Long, kemudian dia kembali menjelaskan padanya.
“Tidak ada satupun mahluk di Loka ini yang memiliki kekuatan dewa naga, sehingga Guru Agung yang juga mengetahui hal itu sebelumnya mencari kekuatan dewa naga ke seluruh Loka dan akhirnya menemukan dirimu.”
“Guru Agung juga membuat sebuah mantra khusus untuk memanggil kekuatan dewa naga ke Loka ini. Sayangnya mantra itu berhasil ditemukan oleh sekte Pembunuh Cahaya, namun sungguh beruntung mereka menggunakan mantra itu dan memanggil dirimu ke Loka ini. Ramalan Pendeta Agung selalu tepat.” Libao menjelaskan lagi.
“Jadi aku datang kemari karena mantra Guru Agung yang memanggil kekuatan dewa naga yang berada dalam tubuhku ini,” batin Shen Long yang mulai mengerti mengapa dirinya yang datang ke Loka 888 ini.
“Tetapi, dengan kekuatanmu saat ini kamu tidak akan bisa mengalahkan Dewa Kegelapan yang telah berada di alam Penebusan Semesta. Kekuatanku pun jauh darinya” kata Libao.
Mata Shen Long berkedut mendengar hal itu. Perbedaan jarak kekuatan dirinya dengan Dewa Kegelapan sangat jauh. Butuh waktu untuk melatih kekuatannya agar meningkat lebih tinggi.
“Ada hal yang tidak kamu ketahui Shen. Kekuatan Dewa Naga adalah tidak terbatas bahkan bisa melampaui Kesadaran Semesta. Namun kamu harus melatihnya agar mampu meningkat lagi.”
“Aku percaya dengan bakat dan keberuntunganmu, kamu akan bisa menyamai kekuatan Guru Agung bahkan melampauinya,” lanjut Libao kembali dengan wajah bersungguh-sungguh.
Mendengar hal itu membuat Shen Long mengkerutkan keningnya. Dalam hatinya dia tentu ingin menjadi lebih kuat lagi, tetapi pelatihan kultivasi tidaklah mudah dan membutuhkan waktu untuk meningkatkannya.
__ADS_1
“Tenanglah Shen, aku akan membantumu untuk meningkatkan kekuatanmu seperti sebelumnya,” sahut Libao kembali.
\======
Catatan : Tingkat Kultivasi Kesadaran Semesta yang menjadi lanjutan dari kultivasi Loka asal Shen Long. Tahapan Kultivasi Kesadaran Semesta ini terdiri dari 3 tahapan
I. Tahap Awal
Alam Bintang yang terdiri dari 9 tingkatan
Alam Semesta Kecil
Alam Semesta Besar
II. Tahap Menengah
Alam Pemurnian Semesta
Alam Kebangkitan Semesta
Alam Pencerahan Semesta
III. Tahap Puncak
Alam Penebusan Semesta
Alam Keheningan Semesta
__ADS_1
Alam Kesadaran Semesta