
Di puncak Gunung Pedang, ketua sekte Gunung Pedang Wu Zhen menerima perintah dari Kaisar Tengah untuk menyerang sekte Pedang Harapan.
Wu Zhen segera mengumpulkan para tetua dan murid senior dari sekte Gunung Pedang untuk membicarakan perintah dari Kaisar Tengah.
“Ketua menurut informasi yang aku dengar, ketua sekte Pedang Harapan adalah orang yang berbudi. Dia pernah memenangkan pertandingan bela diri kerajaan Liu, membasmi sekte Iblis Gunung Abadi, mendamaikan perang antara kerajaan Liu dan Ming” kata salah satu tetua Gunung Pedang yang bernama Wu Jin
“Benar, dan aku juga mendengar dia berhasil mengalahkan pasukan iblis yang menyerang kerajaan Ming” sahut salah satu tetua lainnya, Wu Qin.
“Kalian benar, namun mereka telah menyerang sekte Tengkorak Putih untuk memaksa berlatih di kolam Pemurnian Roh milik sekte Tengkorak Putih” Wu Zhen memberikan pandangan yang lain pada mereka.
“Ketua, meskipun sekte Tengkorak Putih berada di pihak Kekaisaran Tengah bersama kita. Tapi selama ini kita selalu bertentangan dengan mereka yang selalu bertindak kejam. Tindakan sekte Pedang Harapan pada mereka bisa dianggap membantu kita memperbaiki sekte Tengkorak Putih menjadi lebih baik” lanjut tetua Wu Qin
Wu Zhen merenungkan perkataan dari para tetua nya, apa yang mereka katakan adalah benar adanya. Selama ini, sekte Gunung Pedang tidak pernah sejalan dengan sekte Tengkorak Putih. Namun karena sama-sama mendukung Kekaisaran Tengah, mereka bersatu untuk melindungi Kekaisaran Tengah dari serangan luar.
“Ketua, kekuatan ketua sekte Tengkorak Putih seimbang dengan kekuatan tetua dan Kaisar Tengah. Mereka bisa mengalahkan ketua sekte Tengkorak Putih, ini berarti sekte Pedang Harapan tidaklah sederhana” sahut tetua Wu Jin
“Baiklah, jika demikian, sebaiknya kita tetap berkunjung ke sekte Pedang Harapan di Gunung Abadi untuk melihat ketua sekte mereka. Apakah dia lawan atau kawan, kita bisa menilainya secara langsung disana” sahut Wu Zhen kemudian
“Aku sependapat dengan ketua. Sebaiknya kita berangkat beberapa orang saja menuju sekte Pedang Harapan” lanjut tetua Wu Liang
“Baiklah, aku akan pergi langsung bersama Wu Jin dan Wu Qin juga dua murid senior Chang Qi dan Shu Wen. Urusan sekte aku serahkan padamu Wu Liang” kata Wu Zhen selanjutnya
Keesokan harinya merekapun berlima pergi menuju Gunung Abadi untuk menemui sekte Pedang Harapan.
\======
__ADS_1
Kegembiraan menyelimuti suasana di kediaman sekte Pedang Harapan. Nuansa warna merah terasa kental di seluruh wilayah Gunung Abadi. Tampak para pasukan dari kerajaan Liu dan kerajaan Ming bersama-sama berjaga dengan para murid sekte Pedang Harapan.
Kerajaan Liu juga turut merayakan perkawinan ketua sekte Pedang Harapan karena Permaisuri Qin juga menjadi salah satu mempelai wanitanya. Sedangkan Kerajaan Ming turut serta karena Gu Yan adik kandung Raja Gu yang juga merupakan salah satu mempelai wanitanya.
Sejak kematian istrinya Yun Mei, Shen Long yang belum dikaruniai anak telah disarankan oleh para tetua sekte Pedang Harapan untuk menikah kembali agar memiliki pewaris sekte Pedang Harapan di masa depan. Namun Shen Long masih fokus pada masalah Kaisar Langit saat itu sehingga belum berpikir untuk menikah kembali.
Setelah masalah Kaisar Langit selesai, kali ini Shen Long bermaksud untuk menikah kembali, disamping demi janji yang pernah dia ucapkan, dia juga memikirkan penerus sekte Pedang Harapan di masa depan.
Shen Long menyetujui untuk menikahi 8 wanita secara bersamaan. Putri Shui yang disepakati menjadi permaisuri Shen Long dan yang lainnya diangkat sebagai selirnya.
Para mempelai wanita semua tampak bersemangat dan akur, mereka semua bahagia akhirnya memiliki status sebagai istri ketua sekte Pedang Harapan, Shen Long.
Hari besar pun terlaksana dengan suasana yang cukup meriah, dihiasi berbagai pertunjukan ketrampilan dari murid-murid sekte Pedang Harapan dan pertunjukan barong sai.
“Hahaha... maafkan kami yang tanpa diundang datang saat perayaan ketua sekte Pedang Harapan”
Tiba-tiba terdengar suara keras dari luar aula utama sekte Pedang Harapan. Tampak lima orang datang dari kejauhan menuju kediaman sekte Pedang Harapan.
Para penjaga sekte bersama pasukan kerajaan Liu dan Ming bersiaga dengan mengeluarkan senjata mereka oleh kedatangan lima orang tamu tidak diundang tersebut.
Xuan Yu sebagai pemimpin keamanan yang bertugas bersama Jendral Liu segera memerintahkan pasukan mereka untuk menurunkan senjatanya agar tidak bertindak sembarangan.
“Mohon maaf tetua, mohon ijin untuk memperkenalkan diri karena hari ini adalah hari besar sekte Pedang Harapan kami” kata Xuan Yu sambil memberi hormatnya.
“Ketua dari sekte Gunung Pedang, Wu Zhen datang berkunjung ke sekte Pedang Harapan untuk bertemu ketua sekte Shen Long” sahut seorang tetua Wu Jin yang berdiri di belakang ketua sekte Wu Zhen sambil memberi hormatnya
__ADS_1
Mendengar nama ketua sekte Gunung Pedang Wu Zhen, Jendral Liu dan Xuan Yu terkejut. Salah seorang penjaga kemudian diutus untuk menemui ketua sekte Shen Long untuk memberitahukan hal ini.
Kemudian tampak tetua Yang Fei dan tetua Dong Fang Lei keluar untuk menyambut ketua sekte Gunung Pedang dan pengikutnya lalu mengantar mereka memasuki aula utama sekte Pedang Harapan diiringi juga oleh Jendral Liu dan Xuan Yu.
“Ketua sekte Wu Zhen, sungguh suatu kehormatan bagi kami atas kedatangan ketua pada pernikahanku ini” kata Shen Long merendah sambil berdiri menghormati para tamu.
Wu Zhen melihat ke arah Shen Long untuk menilai kekuatannya, dia sedikit mengernyit melihat kekuatan Shen Long yang berada di alam Dewa.
“Bagaimana dia bisa mengalahkan ketua sekte Tengkorak Putih yang berada di alam Abadi?” pikir Wu Zhen tidak mengerti
Demikian juga para tetua sekte Gunung Pedang dan murid senior yang mengikuti juga merasakan kekuatan ketua sekte Pedang Harapan Shen Long berada di bawah mereka. Mereka tidak mengerti mengapa sekte Tengkorak Putih bisa di kalahkan oleh sekte Pedang Harapan.
Putri Shui dan Dewi Suci yang mengerti keadaan itu langsung berdiri bersama dan turut menyambut kehadiran kelima orang dari sekte Gunung Pedang tersebut.
“Ketua sekte, maafkan atas penyambutan kami yang sederhana ini. Mohon sudi untuk bergabung merayakan perkawinan kami” kata Putri Shui dan Dewi Suci sambil memberikan hormat mereka.
Kali ini mata Wu Zhen terbelalak merasakan kekuatan Putri Shui yang seimbang, bahkan mungkin melebihi kekuatannya. Begitu juga kekuatan Dewi Suci yang berada tak jauh dibawah dirinya.
“Hahaha... sungguh suatu keberuntungan bisa turut merayakan acara besar ketua sekte Pedang Harapan. Terima kasih” sahut Wu Zhen kemudian sambil duduk pada tempat yang telah disediakan oleh sekte Pedang Harapan untuk mereka.
Mereka pun duduk dan merayakan acara perjamuan pernikahan ketua sekte Pedang Harapan.
“Ketua sekte Shen Long, bolehkah aku berbicara secara pribadi denganmu?” tanya Ketua sekte Wu Zhen pada Shen Long.
Shen Long tersenyum pada Wu Zhen “Silahkan ketua sekte. Mari kita bicara di belakang” ajak Shen Long
__ADS_1