Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 270 | Perubahaan di Kerajaan Timur


__ADS_3

KRAKK...


Akhh...


Wajah dewa Jia Ti terkejut dengan mata melotot ketika tulang punggungnya terasa patah akibat tendangan dari Shen Long. Dia tidak menyangka dirinya dikalahkan oleh manusia dari alam Loka ini.


Tubuh Jia Ti terlempar ke atas setelah kena tendangan dari Shen Long dan menghancurkan langit-langit rumah hingga menembus ke udara. Shen Long sudah menunggunya di atas dengan tatapan yang tajam.


“Kamu tidak diterima di alam ini,” Teriak Shen Long yang kini menggunakan telapak tangannya menyerang dewa Jia Ti di dadanya. Dewa Jia Ti sudah tidak bisa menggerakkan tubuhnya setelah tulang belakangnya patah oleh tendangan Shen Long.


KRAK... KRAKK...


Tulang dada dewa Jia Ti kini retak terkena hantaman telapak tangan Shen Long yang mendorong tubuhnya jatuh ke bawah dan menghantam lantai.


BUMM...


Wajah dewa Jia Ti terbenam kedalam lantai yang retak. Mata Shi Meng hampir terbang dari kelopaknya, dia merasa nyawanya sudah melayang bersamaan dengan tewasnya dewa Jia Ti di depan matanya.


“Tinggal satu sampah lagi untuk dibersihkan. Aku serahkan dia padamu He Ti,” kata Shen Long.


“Baik Tuan,” sahut He Ti dengan kalemnya.


Shi Meng sudah basah oleh keringat dingin merasa lutusnya lemas tak bertenaga, wajahnya sudah seperti kotoran lumpur saking jeleknya. Dia pun menjatuhkan dirinya berlutut ketika He Ti berjalan mendekatinya.


“Am-Ampun, Tuan. Ampuni nyawa anjjing ku ini,” Shi Meng bersujud di depan He Ti.


“Maaf, perintah Yang Mulia adalah titah bagiku,” kata He Ti yang kemudian menendang kepala Shi Meng bagaikan bola. Tubuh Shi Meng terlempar ke belakang dengan tulang tengkorak hancur, tewas mengenaskan.


Tak lama kemudian para pengawal kerajaan Timur sudah berdatangan karena mendengar suara ledakan sebelumnya. Mereka terkejut melihat dua orang asing berada di kediaman Putra Mahkota Shi Meng.


Wajah mereka langsung tegang ketika melihat dua mayat berada disana, “Si-siapa kalian? Kepung mereka!” teriak para pengawal tersebut yang kemudian di hempaskan lagi dengan pengerahan tenaga dari He Ti.


“Mari kita pergi dari sini,” ajak Shen Long.

__ADS_1


Mereka kemudian pergi dari kediaman Putra Mahkota Shi Meng tanpa mempedulikan para pasukan kerajaan yang telah datang ke tempat itu.


Hari itu istana menjadi gempar dengan terbunuhnya Putra Mahkota bersama penasehatnya. Permaisuri Raja pingsan mendengar hal itu dia tidak menyangka putra satu-satunya telah terbunuh.


Raja Shi Yue yang dalam keadaan sakit memerintahkan pengawalnya untuk memanggil putra tertuanya Shi Yuan dan mengadakan pertemuan dengan para menteri kerajaan. Mereka juga melakukan pengejaran terhadap kedua pembunuh yang telah melakukan hal itu.


Di kota Shinai, Shi Yuan yang sedang berkumpul dengan anaknya Shi An bersama Shan Lang, Yun Mei dan Che Ti. Kecuali Shan Lang dan Che Ti, semua yang ada disana merasa cemas mendengar Shen Long pergi ke sekte Pedang Harapan kemudian ke kerajaan Timur.


“Kalian mungkin tidak tahu kekuatan Yang Mulia Shen Long. Tapi aku percaya padanya.” Kata Shan Lang dengan wajah tenang.


“Jika benar seperti yang kamu katakan, harusnya saat ini kita akan menerima berita gembira,” sahut Shi Yuan yang masih cemas.


“Pangeran, seorang utusan dari kerajaan Timur telah datang,” lapor seorang pengawalnya.


Shi Yuan merasa jantungnya berdegup mendengar laporan dari pengawalnya. Kemudian dia melihat utusan kerajaan itu datang dengan tergesa-gesa.


“Pangeran, Yang Mulia Raja memanggilmu untuk datang ke istana kerajaan,” kata utusan itu.


Utusan itu menundukkan kepalanya dengan wajah muram, “Putra Mahkota telah terbunuh. Pangeran diminta segera datang untuk menghadiri pertemuan.” sahut utusan itu kembali.


Semua orang disana terkejut mendengar berita itu. Shi Yuan segera bergegas untuk pergi ke istana kerjaan Timur. Dalam hatinya merasa lega karena apa yang menjadi hak nya akan segera diterimanya kembali, dan tindakan semena-mena Shi Meng pada rakyat telah berakhir dengan kematiannya. Rencana dirinya untuk merebut kekuasaan sudah tidak diperlukan lagi.


“Aku harus berterima kasih pada Shen Long setelah menjadi Raja nantinya,” gumam Shi Yuan dalam hatinya.


Shan Lang tersenyum mendengar berita itu, dia percaya penuh dengan Shen Long. Wajah Shi An kaku mendengar hal itu. Dia tidak menyangka seorang Shen Long bisa mengubah kehidupannya dan segalanya di kerajaan Timur ini.


Tak lama kemudian, Shen Long dan He Ti yang telah kembali ke sekte Pedang Harapan memberikan beberapa petunjuk pada salah seorang murid senior disana untuk memimpin sekte Pedang Harapan cabang wilayah timur.


Shen Long hendak melanjutkan perjalanannya menuju Kekaisaran Tengah membersihkan sampah dari sekte Pedang Harapan miliknya. Sekaligus melihat apa yang terjadi dengan Kekaisaran Naga yang ditinggalkannya.


Setelah memberikan petunjuk di sekte Pedang Harapan cabang wilayah timur, Shen Long segera menuju kota Shinai untuk menjemput Yun Mei, Shan Lang dan Che Ti.


Putri Shi An sebenarnya ingin turut serta, namun Shen Long mengatakan bawah ayahnya akan memerlukan dirinya untuk menjaga kerajaan Timur itu.

__ADS_1


“Putri Shi An, tolong beritahu ayahmu saat berhasil menjadi Raja. Jadilah Raja yang bijak, melindungi rakyat dan selalu mengutamakan kepentingan rakyat. Jika dia berani menyimpang, aku tidak akan segan-segan juga padanya,” pesan Shen Long dengan wajah serius.


“Ba-Baik Tuan,” sahut Putri Shi An gugup menjawab pesan dari Shen Long.


Kemudian, Shen Long berangkat menuju ke Kekaisaran Tengah dengan terbang di udara sambil menggendong istrinya Yun Mei. Tampak empat bayangan terbang menjauh dari kediaman Shi Yuan menuju ke arah barat.


*****


Di wilayah kerajaan utara, sekte Pedang Harapan tengah bersiap untuk menghadiri pertemuan di Gunung Abadi, tempat sekte Pedang Harapan pusat berada. Ketua sekte dan beberapa tetua yang akan hadir segera bersiap untuk pergi.


“Ketua, Tetua Song telah terbunuh. Mayatnya ditemukan mengapung di sungai di bawah kaki Gunung Shanji.” lapor seorang pengintai dari sekte Pedang Harapan cabang wilayah utara.


“Apa yang terjadi? Tetua Song bukan orang yang lemah. Dia tentu dibunuh oleh orang yang sangat kuat,” sahut ketua sekte cabang Jian Yu.


“Ketua, biarkan aku menyelidikinya,”sahut salah satu tetua.


Ketua sekte menganggukkan kepalanya menyetujui tetua itu untuk pergi menyelidikinya.


Fang Zen dan Fang Ma yang telah berada di puncak gunung Shanji merasa kecewa karena tabib tidak mau untuk mengobati Fang Zen yang hilang ingatan. Hal ini membuat wajah Fang Zen menjadi kesal.


“Maaf, tabib kami hanya melayani orang-orang kerajaan dan juga orang dari sekte Pedang Harapan. Kami tidak melayani pasien dari umum.” sahut para penjaga yang memberitahukan padanya.


“Tolonglah, kami benar-benar membutuhkan pertolongan,” pinta Fang Ma.


Para penjaga itu tidak peduli, mereka telah mendapatkan perintah dari tabib gunung Shanji untuk mengusir mereka.


Tabib gunung Shanji adalah seorang yang serakah, dia memiliki ketrampilan yang cukup tinggi. Namun dia hanya mengobati mereka yang kaya, terutama dari keluarga bangsawan kerajaan atau sekte Pedang Harapan.


Ketika para penjaga itu mengusir Fang Zen dan Fang Ma, tampak tetua dari sekte Pedang Harapan yang pergi menyelidiki kematian tetua Song datang ke gunung Shanji membawa mayat tetua Song untuk dilakukan penyelidikan kematiannya dengan bantuan tabib itu.


Melihat datangnya tetua dari sekte Pedang Harapan, wajah para penjaga itu berubah ramah.”Silahkan masuk tetua,” senyumnya menyambut kedatangan tetua sekte Pedang Harapan itu.


Mata Fang Zen dan Fang Ma berkedut melihat perubahan sikap para penjaga itu. Dan mereka lebih terkejut saat melihat kedatangan orang-orang itu membawa mayat tetua Song dan pengawalnya yang telah dibunuh oleh Fang Zen.

__ADS_1


__ADS_2