
Di kediaman sekte pedang suci, mereka melakukan perayaan atas kembalinya putri Dong Fang Yin setelah memasuki alam rahasia.
Putri Dong Fang Yin menceritakan hampir seluruh kejadian yang terjadi di menara pedang kepada ayahnya Dong Fang Lei yang membuat dia tercengang. Begitu juga Shi Lang dan tetua Jiang Xu.
Shen Long tidak banyak berbicara, hanya tersenyum dan mengangguk mendengar pujian dan kekaguman dari Dong Fang Yin yang menceritakan perjalanan Shen Long.
“Kamu sungguh beruntung dan berbakat Shen. Tidak salah aku meminta bantuanmu” kata Dong Fang Lei yang membuat orang-orang disekitarnya juga memuji Shen Long.
Namun berbeda dengan Xu Meng, dia merasa tidak dihargai dan tidak mendapat perhatian dalam perayaan ini.
“Ketua, kami yang tua ini ingin berkunjung kepada tetua sekte yang dulu bersama kami berjuang melawan mahluk gaib tersebut” kata tetua Xie.
“Kami juga ingin menyerahkan benda pusaka sekte belati darah ini pada ketua sekte” lanjut tetua Yang.
Dong Fang Lei bergembira di dalam hatinya melihat belati darah yang telah kembali pada sekte pedang suci melengkapi dua pedang pusaka yang ada untuk menjadi pedang dominator.
Kemudian Dong Fang Lei mempersilahkan tetua Xie dan tetua Yang untuk menemui tetua Dong Fang di tempat persembahan leluhur sekte. Kedua tetua berdiri sambil membungkukkan badannya dan melakukan persembahan dupa kepada tetua Dong Fang yang telah mengorbankan nyawanya berjuang bersama mereka melawan mahluk gaib di alam rahasia.
Setelah menyelesaikan penghormatan tersebut, kedua tetua itu lalu berpamitan untuk meninggalkan sekte pedang suci kembali ke kerabat mereka masing-masing. Namun sebelum pergi, tetua Xie ingin berbicara dengan Shen Long.
“Anak muda Shen, aku sangat bangga padamu. Maukah kamu menjadi cucu menantuku?” tanya tetua Xie Tie secara terang-terangan pada Shen Long yang membuat wajah Xie Lin menjadi merah malu oleh kata kakeknya.
“Terima kasih atas tawaran tetua Xie, namun aku yang tidak berguna ini telah menikah dengan keluarga Yun. Aku harap tetua bisa memaafkan aku menolaknya” sahut Shen Long sambil membungkukkan badannya.
Xie Lin merasa sedih dan kecewa mendengar bahwa Shen Long telah menikahi gadis lain dari keluarga Yun.
“Hahaha.. sungguh lelaki yang baik. Jika keluarga Yun tidak menginginkanmu lagi, kamu bisa mencariku. Aku akan membalas mereka” sahut tetua Xie tertawa lalu mengajak cucunya pergi meninggalkan sekte pedang suci.
“Sungguh sangat disayangkan kamu telah menjadi menantu orang lain” tiba-tiba Dong Fang Lei datang mendekati Shen Long setelah mendengar percakapan tadi.
__ADS_1
“Sekte pedang suci akan berada dipuncak kejayaan apabila anak muda berbakat sepertimu mau bergabung dalam sekte kami. Sebenarnya aku juga berencana mengangkatmu menjadi menantu dan pewaris sekte ini” lanjut Dong Fang Lei pelan.
“Maafkan aku ketua, selama ini orang menganggapku tidak berguna tetapi istriku selalu melindungi dan memperhatikanku. Aku juga sangat menyayanginya” sahut Shen Long sambil menundukkan kepalanya.
“Sungguh tidak berjodoh, aku tidak bisa memaksamu. Tempat akan selalu ada bagimu di sekte pedang suci ini” sahut Dong Fang Lei.
“Akupun demikian ketua, selama sekte pedang suci membutuhkan bantuan. Aku tidak akan pernah berpaling” kata Shen Long.
“Hahaha... anak yang baik.” sahut Dong Fang Lei sambil menepuk pundak Shen Long.
Mereka pun kembali ke dalam kediaman sekte pedang suci. Kemudian Shen Long mengucapkan terima kasih dan berpamitan kepada semua orang sekte pedang suci.
“Shen, pintu kami akan selalu terbuka untuk kedatanganmu kemari” kata Shi Lang kepadanya.
“Mengapa kamu begitu cepat meninggalkan kami?” tanya Dong Fang Yin sedikit kecewa dengan keputusan Shen Long.
“Pergilah Shen, kami selalu menunggumu untuk minum bersama nanti. Kamu adalah anggota kehormatan sekte pedang suci kami” kata ketua sekte pedang suci Dong Fang Lei.
Setelah membungkukkan badannya kembali, Shen Long pun pergi menghilang dikejauhan.
“Aku menantimu untuk berkembang lebih tinggi lagi Shen” pikir Dong Fang Lei tersenyum memperhatikan kepergian Shen Long.
Dengan tingkat kultivasi alam dewa, membuat Shen Long dengan mudah terbang melayang di dunia nyata. Segera dia melesat kembali menuju kota Weiyang untuk bertemu dengan Yun Mei yang tentunya telah mengkhawatirkan kepergiannya selama ini.
Pada suatu malam Shen Long melakukan perjalanan dengan berjalan kaki memasuki sebuah kota tetangga sebelah kota Weiyang. Kemudian dia menuju sebuah tempat makan untuk mengisi perutnya yang telah lapar selama perjalanan.
Di tempat makan itu Shen Long memesan cukup makanan untuknya sendiri. Di dekat tempat duduknya ada beberapa orang yang sedang berbincang-bincang.
“Aku dengar tiga hari yang lalu pimpinan keluarga Yun dari kota Weiyang telah menghilang menyusul ayahnya yang juga menghilang sebulan yang lalu” kata salah seorang diantara mereka yang membuat mata Shen Long berkedut mendengarnya.
__ADS_1
“Benar, aku dengar tabib Sheng dari kota sebelah juga menghilang seminggu yang lalu” kata yang lainnya.
“Iya, banyak para tabib telah menghilang selama ini. Kekuatan para tabib ini berada di alam spirit, itu tidaklah lemah tetapi yang bisa menculik mereka tentu memiliki kekuatan diatas alam spirit” kata orang ketiga yang ikut berbincang.
“Benar, kini di setiap kota tidak ada tabib yang bisa mengobati orang yang sakit” sahut lelaki pertama.
“Apa yang telah terjadi selama ini? Mengapa para tabib semua menghilang? Siapakah dalang di balik kejadian ini?” pertanyaan ini muncul di benak Shen Long
“Aku harus segera kembali ke keluarga Yun untuk mengetahui keadaan mereka” pikirnya kembali.
Setelah menyelesaikan makannya, Shen Long pun pergi dari tempat makan itu menuju kota Weiyang yang tak jauh dari sana.
Pagi hari setibanya di kota Weiyang, Shen Long tidak langsung menuju kediaman keluarga Yun. Dia ingin mencari hadiah untuk diberikan pada istrinya.
“Astaga. Aku kelupaan membelikannya sesuatu” pikirnya
Saat dia selesai memilih sebuah giok yang bagus untuk istrinya, dia melihat sebuah rombongan pengantin yang bergerak di tengah kota diiringi oleh orang-orang.
“Wah, sepertinya ada perayaan pengantin” gumam Shen Long yang lalu berlalu menuju keluarga Yun.
Setibanya di depan gerbang keluarga Yun dia melihat hiasan perkawinan dilakukan di kediaman mereka.
“Siapakah yang menikah? Pasti Yun Yueyin putri paman Yun Li yang menikah” kata Shen Long sambil tersenyum.
Kemudian Shen Long melihat rombongan pengantin itu ternyata berjalan menuju kediaman keluarga Yun. Shen Long melompat bersembunyi di balik atap rumah keluarga Yun untuk melihat kejadian tersebut.
Tampak mempelai pria turun dari tandu pengantin memasuki kediaman keluarga Yun, lelaki itu sangat gagah dan tampan. Kultivasi lelaki itu juga tidak rendah berada di alam raja spirit serta kelihatan dari keluarga kaya.
“Paman Yun Li sangat beruntung memiliki menantu kaya seperti itu” gumam Shen Long
__ADS_1