
Yama tidak terkejut melihat kedatangan Yun Mei dan Naga Kecil. Dia mengetahui bahwa apa yang dia rencanakan memang sesuai dengan takdir mereka berdua. Dia tersenyum melihat kedua mempelai itu bersumpah pada langit dan bumi untuk selamanya menjadi suami dan istri di depannya.
“Jika ingatanmu kembali, mungkin kamu akan terkejut mengingat istri-istrimu yang lainnya Shen” gumam Raja Yama dalam hatinya.
Ketika selesai melakukan pernikahan sederhana yang disaksikan oleh Raja Yama, Naga Kecil dan Yun Mei lalu berpamitan padanya. Namun sebelum pergi, Yama memberikan pesan pada Naga Kecil, “Ingatlah untuk menjaganya kali ini dengan baik” bisiknya
Mata Naga Kecil berkedut mendengar hal itu, dia tidak mengerti apa maksud dari perkataan Raja Yama padanya. Tentu saja sebagai suami dia akan menjaga Yun Mei dengan baik.
Setelah melihat kepergian Naga Kecil, Raja Yama merasa senang tugasnya telah berhasil. “Lalu apalagi tugasku di dunia ini? Kapan aku akan kembali ke duniaku?” gumamnya sedih
Naga Kecil yang kembali ke kediaman tabib Huang merasa bahagia, demikian juga dengan Yun Mei. Dia tidak menyangka menikah dengan Naga Kecil membuat hatinya begitu bahagia dan merasa lega.
“Apa yang terjadi denganku? Aku melakukan ini bukan karena ingatan Naga Kecil. Tapi aku memang ingin menikah dengannya.” gumam Yun Mei dalam hatinya dengan senang
Sementara di kediaman tabib Huang, mereka masih terpisah kamar agar tidak menimbulkan masalah lain. Yun Mei tersenyum sabar menantikan malam pertamanya, demikian juga dengan Naga Kecil.
Beberapa hari kemudian, di ruang pengobatan, Shan Lang sudah mulai pulih dan tubuhnya pun sudah merasa ringan untuk bergerak. Dia sudah tidak merasa sakit kembali.
“Tabib Huang, terima kasih atas pertolonganmu. Aku akan mengingat hal ini” kata Shan Lang
“Putri, terima kasih juga untukmu dan ayahmu. Hutang budi ini pasti akan ku balas nanti” lanjutnya sambil memberi hormat pada Putri Shi An.
Setelah kejadian saat Shan Lang bertemu dengan Naga Kecil, esok harinya Putri Shi An bertanya pada Shan Lang mengenai Naga Kecil, namun Shan Lang mengatakan mungkin dirinya salah mengenalinya.
Tapi Putri Shi An bukan orang yang bodoh, dia bisa melihat wajah Shan Lang yang sengaja menutupi identitas Naga Kecil. Namun Putri Shi An tidak ingin mendesak Shan Lang untuk mengatakannya.
__ADS_1
“Paman, karena paman sudah sembuh. Mari kita kembali ke kediaman ayah agar dia tidak khawatir pada kita” kata Putri Shi An
Shan Lang termenung memikirkan perkataan Putri Shi An, “Putri, tolong katakan pada ayahmu. Aku masih ada beberapa urusan yang harus aku kerjakan. Aku akan kembali nanti” sahutnya.
Mendengar hal itu, Putri Shi An merasakan hal yang aneh, dia menjadi semakin curiga dengan sikap Shan Lang yang tiba-tiba berubah setelah bertemu dengan Naga Kecil. Namun karena Shan Lang adalah sahabat ayahnya, dia tidak berani untuk mendesak lebih lanjut.
“Baiklah paman. Aku akan kembali terlebih dahulu. Kami menunggu kedatangan paman di kota Shinai” kata Putri Shi An dengan lembut.
Kemudian Putri Shi An dan rombongannya kembali menuju kota Shinai tempat kediaman mereka. Namun di tengah perjalanan, Putri Shi An menghentikan rombongannya.
“Ada apa Putri?” tanya pemimpin rombongan.
“Tinggalkan satu orang di sini untuk mengintai tentang Naga Kecil. Aku merasa identitas orang itu sangat misterius. Ingat hanya mengintai dan melaporkan langsung padaku. Aku akan menetap di kota Lung yang terdekat” perintah Putri Shi An.
Mata pemimpin rombongan itu berkedut mendengar perintah putri Shi An, dia tidak bisa berbuat apa-apa karena Putri Shi An terkenal keras kepala dan tidak akan mendengarkan perkataan orang lain jika sudah memutuskan sesuatu.
Putri Shi An lalu memerintahkan rombongannya untuk mencari tempat yang sederhana di sekitar kota Lung untuk mereka menetap dan menyamar. Mereka juga mengirim seseorang ke kota Shinai untuk memberitahukan berita itu pada ayahnya Shi Yuan.
“Ah, anakku ini selalu bertindak seenak hatinya sendiri” gumam ayahnya Shi Yuan saat menerima berita itu dari seorang pelayan yang diperintahkan kembali ke kota Shinai.
Shi Yuan bersyukur sahabatnya Shan Lang telah sembuh, namun dia merenungkan urusan apa yang sedang dia lakukan. “Mengapa dia tidak bercerita padaku tentang urusannya itu?” gumam Shi Yuan
Shan Lang sengaja menetap di kediaman tabib Huang agar bisa berada dekat dengan Shen Long atau Naga Kecil yang dikenalinya saat ini.
“Nona Yun, selamat pagi” sapa Shan Lang ketika melihat Yun Mei melintas di depannya.
__ADS_1
“Paman Shan, mengapa paman tidak kembali bersama nona Shi?” tanya Yun Mei
“Aku ingin disini dulu untuk membalas budi tabib Huang yang telah menyembuhkanku sementara waktu. Aku juga sedang memulihkan kekuatanku kembali” sahutnya berdalih pada Yun Mei
Kemudian tampak Naga Kecil datang mengikuti Yun Mei dari belakangnya “Ah, tuan Naga Kecil. Maafkan waktu itu aku salah mengenalimu. Aku dalam keadaan baru sadar dari lukaku” sahutnya yang juga berdalih pada Naga Kecil
Naga Kecil menyipitkan matanya menatap pada Shan Lang membuat Shan Lang bergidik setiap melihat tatapan orang yang dikaguminya itu. Dia pun menundukkan kepalanya tidak berani menatap mata Naga Kecil.
“Tidak apa paman. Aku sudah melupakan hal itu” senyum Naga Kecil acuh tak acuh sambil berjalan menuju tempat tabib Huang.
Shan Lang yang telah mengeluarkan keringat dingin merasa lega setelah melihat senyuman dari Naga Kecil. Meskipun telah mengenal lama dirinya, dia masih saja ketakutan padanya mengingat kekuatan Shen Long yang sungguh mengerikan.
“Tabib Huang, ada yang ingin aku tanyakan padamu” kata Naga Kecil saat bertemu dengan tabib Huang.
“Katakanlah nak” sahut tabib Huang.
Yun Mei dan Shan Lang berjalan mendekati mereka bermaksud untuk mencuri dengar pembicaraan Naga Kecil dan tabib Huang.
Naga Kecil mengetahui hal itu, namun dia hanya menghela nafasnya karena menurutnya hal itu bukanlah rahasia lagi tentang ingatannya.
“Tabib, saat aku bermeditasi. Aku seperti mendengar suara lain di kepalaku. Apakah hal ini normal?” tanya Naga Kecil pada tabib Huang.
Wajah tabib Huang tertegun mendengar pertanyaan dari Naga Kecil. Dia mengkerutkan keningnya menatap ke arah Naga Kecil.
“Ikuti aku! Mari kita mencoba untuk mengetahuinya” sahut tabib Huang kemudian sambil mengajak Naga Kecil menuju ruang pengobatannya.
__ADS_1
Di dalam ruang pengobatan itu tabib Huang meminta Naga Kecil untuk bermeditasi, namun dia juga meletakkan tiga jarum akupuntur di kepala Naga Kecil untuk melihat reaksi dari jarum tersebut yang terhubung dengan kekuatannya.
Yun Mei dan Shan Lang melihat hal itu dan menunggu agak jauh di depan mereka agar tidak mengganggu proses pengobatan itu.