
Fang Ma tidak bergeming mendengar teriakan Zen Luo. Dia tidak mempedulikan dirinya dan menatap dengan wajah penuh harap dan berbelas kasih pada Shen Long.
Berdasarkan naluri seorang wanita, dia merasakan bahwa pertarungan mereka tidak dapat dihindari. Jadi dia berusaha semampunya untuk bisa menolong Zen Luo sekali ini dalam hidupnya.
Selama ini Zen Luo lah yang selalu menolong dirinya saat dalam kesulitan. Namun kini dia yang harus membantunya karena dia tahu Shen Long juga bukanlah orang yang jahat. Jadi satu-satunya cara adalah memohon pengampunan darinya untuk Zen Luo.
“Tuan, maafkan aku. Tolong bunuhlah aku untuk menggantikan dirinya.” kata Fang Ma lirih pada Shen Long.
Mata Shen Long berkedut mendengar perkataan Fang Ma, dia melihat ke arah kedua mata Fang Ma yang berkaca-kaca menatap dirinya. Sementara Zen Luo yang berada di belakang Fang Ma tidak melihat kedua mata Fang Ma itu. “Fang Ma, apa yang kamu lakukan? Aku tidak akan kalah olehnya,” teriak Zen Luo
Fang Ma tidak mempedulikan kata-kata Zen Luo, dia masih terus menatap ke arah Shen Long memohon pengampunan namun tidak terucapkan dari mulutnya. Namun Shen Long bisa merasakan hati wanita itu dari matanya yang menahan tetesan air matanya.
Fang Ma tahu karakter Zen Luo, dia juga mengingat kegelisahan Zen Luo sebelumnya. Berdasarkan dari sifat dan karakter Zen Luo, dia tidak akan setuju dengan rencana Bao Jin menggunakan formasi dewa untuk menangkap musuh dan memilih untuk berhadapan langsung dengan musuhnya.
Hal itulah membuat Fang Ma merasa Zen Luo sebenarnya tahu perbedaan kekuatan antara dirinya dan Shen Long. Meskipun dia tidak mau mengakuinya, namun jauh di dalam hati kecilnya Zen Luo merasa ketakutan pada kekuatan Shen Long.
Melihat drama itu, Shen Long menghela nafasnya. “Baiklah, aku datang hanya ingin berbicara dengannya. Aku tidak akan bertarung jika memang tidak diperlukan.” sahut Shen Long pada Fang Ma.
Wajah Fang Ma yang sebelumnya tegang mulai mengendur dan hatinya merasa tenang setelah mendengar kata-kata Shen Long itu. Dia pun menyingkir saat Shen Long berjalan mendekati Zen Luo.
Zen Luo merasakan tidak adanya niat membunuh terpancar dari tubuh Shen Long. Dia pun merasa sedikit lega di dalam hatinya namun dia tetap tidak mau mengakui hal itu dan bersikap dingin seperti biasanya. “Apa yang ingin kamu bicarakan denganku?” tanyanya pada Shen Long.
Shen Long berhenti tepat tiga langkah di depan Zen Luo. “Apakah kamu telah mengetahui ada Dewa Penghancur yang berasal dari Loka lain datang ke Loka kita ini?” tanya Shen Long pada Zen Luo.
__ADS_1
Zen Luo menyipitkan matanya. “Teruskan!” sahutnya.
“Kamu tentu mengetahui Pendeta Agung adalah peramal yang hebat dan mampu meramal ketiga dunia ini kan.” lanjut Shen Long.
Mendengar hal itu, Zen Luo merenung mengingat tentang Pendeta Agung yang berada di dunia langit. “Apa hubungannya dengan Dewa Penghancur?” tanyanya.
Shen Long lalu menceritakan tentang ramalan yang telah dilakukan oleh Pendeta Agung pada dunia ini. “Loka ini tidak memiliki masa depan. Pendeta Agung tidak bisa melihat masa depan kita semua saat itu,” kata Shen Long kemudian.
Wajah Zen Luo tertegun mendengar hal itu, demikian juga dengan Fang Ma dan orang-orang dari sekte Penjaga Makam yang berada di dekat mereka. Dari wajah mereka tampak kepanikan setelah mendengar perkataan Shen Long tentang ramalan itu.
“Kamu tidak bercanda kan?” tanya Zen Luo dengan menyeringai.
“Apa kamu melihatku tersenyum? Apa yang aku katakan ini adalah sebenarnya. Dewa Penghancur akan memusnahkan Loka kita ini dalam waktu dekat,” sahut Shen Long kemudian
“Dewa Penghancur telah mengirim para Iblis Alam Neraka untuk mencarimu dan juga Kaisar Dewa Iblis. Mereka mungkin tidak akan memusnahkan Loka ini tapi mereka ingin memusnahkan kalian,” kata Zen Luo kemudian.
Shen Long telah mengetahui hal itu sebelumnya dari para dewa dunia langit yang melaporkan padanya. “Aku tahu dia mencariku. Dan aku siap menghadapinya. Tapi bukan menjadi jaminan setelah dia membunuhku tidak akan memusnahkan Loka ini,” sahut Shen Long kemudian.
“Aku tidak akan mengambil resiko tersebut.” lanjut Shen Long dengan wajah serius.
Apa yang dikatakan oleh Shen Long adalah benar. Tidak menjadi jaminan dengan musnahnya Shen Long, Dewa Penghancur akan menghentikan tindakannya dari memusnahkan alam Loka ini.
Zen Luo merenungkan hal itu. Meskipun dia membenci hidupnya selama ini namun kini dia memiliki seseorang yang perhatian pada dirinya. Dia menatap ke arah Fang Ma yang juga menatapnya dengan wajah cemas dan khawatir. Hal itu membuat hatinya yang keras telah melunak oleh sikap dan perhatian Fang Ma padanya.
__ADS_1
“Lalu apa rencanamu?” tanya Zen Luo pada Shen Long.
Shen Long berjalan mendekati Zen Luo perlahan. “Aku tahu kamu telah menemukan Permata Cahaya Ungu, dan aku telah menemukan Tungku Delapan Cahaya dan Buah Karma. Aku ingin meminta Permata Cahaya Ungu itu darimu untuk melawan Dewa Penghancur,” sahut Shen Long
Zen Luo menyipitkan matanya mendengar tujuan dari Shen Long yang datang ternyata sama dengan dirinya yang ingin membangkitkan senjata gaib Tombak Gaib Cahaya Nirwana.
“Apa yang membuatmu yakin bisa mengalahkan Dewa Penghancur?” tanya Zen Luo kembali dengan wajah serius.
Mendengar pertanyaan Zen Luo, Shen Long tidak menjawabnya. Namun dia mengerahkan kekuatannya ke tingkat maksimal Alam Bintang tingkat ke 9. Tubuhnya mengeluarkan aura bercahaya dan asap hitam menyelimutinya.
Mata Zen Luo terbelalak merasakan kekuatan Shen Long di depannya yang kini sangat jauh di atas kekuatan dirinya. Zen Luo merasa bergidik dengan tekanan mengerikan dari kekuatan Shen Long, demikian juga Fang Ma dan orang-orang dari sekte Penjaga Makam.
“I-Ini jauh diatas imajinasiku. Kekuatannya sangat tinggi. Aku hanya semut di hadapannya,” batin Zen Luo setelah menyadari kekuatan Shen Long.
Meskipun dia merasa kesal dan iri dengan kekuatan Shen Long, tapi dia harus menerimanya saat ini. “Aku tidak boleh kalah darinya. Tubuhnya adalah tubuh manusia, sedangkan tubuhku adalah tubuh dewa. Aku seharusnya tidak akan kalah darinya,” geram Zen Luo dalam hatinya.
Shen Long kemudian menghentikan kekuatannya dan kembali ke keadaan normal. “Bagaimana menurutmu?”
Wajah Zen Luo tertunduk, dia mau tidak mau harus menganggukkan kepalanya menyetujui usulan Shen Long dan memberikan Permata Cahaya Ungu itu padanya. Jika Shen Long merebut paksa benda itu pun dia tidak akan bisa menahannya dalam satu serangan.
Zen Luo lalu mengeluarkan sebuah batu permata yang memancarkan cahaya berwarna ungu dari dalam cincin penyimpanannya dan menyerahkan pada Shen Long.
“Rupanya kamu ada di tempat ini.” Tiba-tiba terdengar suara yang datang dari arah langit dan menggema ke seluruh kediaman sekte Penjaga Makam.
__ADS_1