Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 212 | Pendeta Suci Sekte Phoenix Emas


__ADS_3

Pendeta Suci memukul para penyerang itu satu persatu untuk menyadarkannya. Telapak tangannya memancarkan energi dewa yang membuat para penyerang itu terjatuh dalam sekali pukul saat tersentuh oleh tapak Pendeta Suci.


“Kekuatan Dewa?” Mata Shen Long sedikit menyipit melihat Pendeta Suci itu mengeluarkan energi dewa dari telapak tangannya.


Semua para penyerang itu terjungkal pingsan oleh sentuhan telapak tangan Pendeta Suci namun tidak terbunuh karena energi dewa yang dikeluarkan Pendeta Suci hanya untuk menyadarkan kesadaran mereka yang dikendalikan oleh suara peluit tadi.


Sebagian dari para penyerang sudah ada yang sadar kembali merasa linglung mengetahui diri mereka berada di puncak gunung Phoenix tempat kediaman sekte Phoenix Emas.


“Biarkan mereka beristirahat. Tetap awasi mereka semua” perintah Pendeta Suci pada anggota sektenya.


Pendeta Suci lalu melayang kembali ke pintu aula utama menemui Shen Long


“Tuan, mari kita berbicara di dalam” lanjut Pendeta Suci


Shen Long lalu mengikuti Pendeta Suci masuk ke dalam aula utama sekte diikuti juga oleh Ming Qui dan Guo Rong.


“Pendeta, apa yang telah terjadi?” tanya Shen Long padanya.


Wanita yang menjadi Pendeta Suci itu tersenyum pada Shen Long, namun tampak wajahnya sedikit cemas dengan situasi saat ini.


“Tuan, Kekaisaran Barat telah menyerang Kekaisaran Utara dan menghancurkannya” sahut Pendeta Suci dengan wajah menunduk


“Apa?” Mata Ming Qui berkedut dia memikirkan keluarga nya dan sekte Pemurnian Senjata.


“Bagaimana dengan keluargaku?” tanya Ming Qui cemas


“Aku tidak mengetahui pasti situasi di Kekaisaran Utara, sedangkan di Kekaisaran Barat sendiri terjadi kekacauan seperti yang kalian lihat” sahut Pendeta Suci kembali


Tubuh Ming Qui bergetar, hatinya sangat cemas pada keluarganya.


“Yang Mulia, aku mohon ijin kembali ke Kekaisaran Utara untuk melihat keadaan keluargaku” Ming Qui memohon ijin dari Shen Long

__ADS_1


“Pergilah” sahut Shen Long yang juga cemas setelah mendengar penjelasan dari Pendeta Suci


“Kakak, bolehkah aku pergi bersama Ming Qui?” tanya Guo Rong yang mencemaskan Ming Qui


“Pergilah. Kamu temani dia” sahut Shen Long


Setelah berpamitan, Ming Qui dan Guo Rong kemudian pergi ke wilayah Kekaisaran Utara untuk mencari tahu keadaan keluarga sekte Pemurnian Senjatanya.


Ketika hanya tinggal Pendeta Suci dan Shen Long di aula utama, Pendeta Suci lalu berlutut di hadapan Shen Long


“Yang Mulia, maafkan aku yang tidak menyambutmu” sahut Pendeta Suci


“Bagaimana kamu mengetahuiku?” tanya Shen Long yang terkejut melihat sikap Pendeta Suci


“Kehidupan masa laluku adalah seorang dewa dunia langit yang bertugas mengawasi dunia manusia. Pada saat reinkarnasi yang kedua ini, aku masih bisa mengetahui informasi dari dunia langit termasuk pergantian Kaisar Langit” sahut Pendeta Suci


“Jadi kamu dulunya seorang dewa. Mengapa kamu bisa bereinkarnasi menjadi manusia?” tanya Shen Long.


Menurut informasi yang pernah didapat dari Pendeta Agung, usia para dewa sangat panjang. Saat mereka meninggal akan bereinkarnasi di dunia langit kembali. Dia baru mengetahui dewa bisa bereinkarnasi menjadi manusia.


“Apa maksudnya lingkaran Karma?” tanya Shen Long kembali


“Lingkaran Karma adalah hasil dari segala perbuatan yang dilakukan dan membentuk atau mengubah takdir dan nasib yang melakukan perbuatan itu dan bisa berimbas pada takdir dan nasib lain yang berhubungan. Semua terikat oleh lingkaran karma ini termasuk para dewa” sahut Pendeta Suci


“Mengubah tanah dengan menanam padi akan menghasilkan padi, bukan jagung. Namun mengubah tanah menjadi sawah berhubungan dengan rumput liar, binatang hama termasuk burung bahkan manusia sendiri” lanjut Pendeta Suci memberi perumpamaan.


“Saat aku bertugas menjadi dewa pengawas dunia manusia, aku menjadi terlalu dekat dengan manusia. Aturan Langit melarang dewa dunia langit untuk turut campur takdir dan nasib manusia, namun aku melanggarnya beberapa kali” kata Pendeta Suci sedih.


“Saat manusia butuh pertolongan aku menolongnya, saat mereka berkelahi aku melerainya. Bahkan aku turut membunuh penjahat dari manusia itu sendiri yang membuat aku berkali-kali turut campur takdir dan nasib manusia” lanjutnya


“Langit akhirnya menghukumku untuk bereinkarnasi menjadi manusia, merasakan nasib dan takdir sebagai manusia dari lahir hingga mati selama 9 kali reinkarnasi”

__ADS_1


Wajah Shen Long sedikit mengkerut ketika mendengar hal itu. Dia tidak menyangka aturan Langit begitu tegas bahkan pada para dewa.


“Putri Shui juga adalah seorang dewa pengawas yang juga bertugas menangkap dewa iblis Mo Luo. Dia pernah turut campur pada takdir dan nasib Yang Mulia, sehingga dia saat ini terikat takdirnya dengan dirimu” kata Pendeta Suci selanjutnya


“Tugas dewa dunia langit adalah hanya mengawasi, memberikan nasehat pada manusia, namun tidak boleh turut campur hingga mengubah nasib dan takdir manusia” lanjutnya


“Jika saja Kaisar Utara tidak terbunuh, maka Kekaisaran Utara tidak akan secepat ini ditaklukkan oleh Kekaisaran Barat dan kekacauan ini tidak akan terjadi secepat ini” tambahnya


Mata Shen Long berkedut mendengarnya. Jadi kejadian ini disebabkan oleh dirinya sendiri yang membunuh Kaisar Utara saat itu.


“Semua saling berhubungan, Yang Mulia. Kekaisaran Barat dan Utara memang akan musnah tetapi tidak saat ini. Para Iblis Neraka hanya mempercepat proses terjadinya”


“Sekte Pemurnian Senjata memang ditakdirkan untuk musnah sejak mereka mencuri Kitab Pusaka Iblis milik Kaisar Dewa Iblis saat itu. Namun Yang Mulia telah menyelamatkan Ming Qui dan mengubah nasib dan takdirnya”


“Apakah para dewa harus berdiam diri melihat para iblis mengacaukan dunia?” tanya Shen Long yang tidak mengerti.


“Yang Mulia, para dewa hanya diperkenankan turun tangan saat menghadapi para iblis secara langsung” sahut Pendeta Suci.


“Apa maksudnya?” Shen Long belum mengerti penjelasan Pendeta Suci


“Manusia dilahirkan untuk memiliki hati dan pikiran. Mereka punya kebebasan untuk memilih jalan takdir dan nasib mereka sendiri”


“Saat hati mereka dipengaruhi oleh sifat iblis, para dewa pun tidak boleh turut mencampurinya, karena itu pilihan manusia itu sendiri. Jadi manusia membunuh antar manusia, itu pilihan atas nasib dan takdir mereka masing-masing”


“Jadi kamu dihukum oleh langit karena turut campur akan hal itu?” tanya Shen Long kembali


“Benar Yang Mulia. Para dewa hanya diperkenankan untuk turut campur di dunia bawah dan melawan bangsa iblis alam neraka yang tidak mungkin mampu dihadapi oleh manusia” sahut Pendeta Suci


Shen Long mengangguk mulai memahami sedikit demi sedikit tentang aturan langit.


“Kekacauan ini sudah pasti disebabkan oleh para iblis alam neraka. Para dewa hendaknya mencari biang para iblis ini. Melakukan perubahan takdir dan nasib manusia hanya akan berimbas pada perubahan takdir dan nasib berikutnya”

__ADS_1


“Namun para iblis ini sangat licik. Mereka tidak akan dengan mudah menampakkan diri mereka” lanjut Pendeta Suci


Mendengar hal itu Shen Long lalu memanggil Pendeta Agung untuk menanyakan laporan dari para dewa pengawas yang bertugas mencari keberadaan para Iblis yang bersembunyi ini.


__ADS_2