Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 107


__ADS_3

Ternyata di meja lain yang juga di Restaurant yang sama. Namun di ruangan yang berbeda Sean dan Reya juga ada di sana yang mana mereka juga menikmati makan bersama dengan wajah mereka yang sama-sama terlihat berseri-seri.


"Kamu mau pesan yang lain?" tanya Sean pada Reya.


"Hmmmm, tidak ada yang ingin aku pesan ini sudah cukup," jawab Reya tersenyum yang smebari menikmati makanan yang telah mereka pesan.


"Oh iya Reya aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu," ucap Sean tiba-tiba membuat Reya melihat serius Sean.


"Bicara apa?" tanya Reya yang begitu serius.


"Jangan terlalu serius. Ini bukan hal yang menegangkan. Jadi santai saja," ucap Sean.


Huffff


Reya menghela napasnya dengan perlahan kedepan yang merasa jauh lebih lega.


"Kamu ini terlalu serius Reya. Padahal tidak ada apa-apa," sahut Sean geleng-geleng.


"Ya kamu cara bilangnya seperti ada sesuatu gitu," sahut Reya, "ya sudah katakan apa yang ingin kamu katakan?" tanya Reya.


"Ini hanya masalah Citra," jawab Sean.


"Kenapa dengan Citra?" tanya Reya.


"Dia sudah mendengarkanku dan kamu tau tidak dia putus dengan Barra," ucap Sean


"Serius!" pekik Reya yang tidak percaya.


"Iya serius. Aku juga tidak percaya..Akhirnya Citra bisa putus dengan Barra. Hal itu yang aku tunggu-tunggu," ucap Sean yang merasa lega.


"Syukurlah kalau begitu. Akhirnya Citra bisa juga lepas dari laki-laki seperti dia. Aku tidak membayangkan apa yang terjadi dengan Citra selanjutnya nanti kalau dia masih mempertahankan hubungannya dengan Barra," ucap Reya.

__ADS_1


"Jika Citra melakukan itu setelah melihat keaslian Barra. Maka aku akan bertindak dengan tegas. Tetapi untunglah pikiran Citra terbuka dan mengakhiri hubungannya dengan Barra," ucap Sean.


"Lalu bagaimana dengan Regina. Apa dia masih berteman dengan Regina?" tanya Reya.


"Aku tidak menanyakan hal itu. Karena tadi Citra sangat bahagia putus dengan Barra. Dia bahkan sampai memelukku tadi. Aku saja sampai heran. Tapi aku senang dia sudah mengakhiri hubungannya dengan Barra dan Regina aku tidak bertanya langsung karena Citra buru-buru pergi dan kamu tau tidak Reya. Aku rasa Citra itu menjadi wanita play girl," ucap Sean membuat Reya mengkerutkan dahinya.


"Kok kamu bilang gitu?" tanya Reya heran.


"Karena tadi. Dia itu langsung berkencan dengan laki-laki lain. Padahal dia baru putus dengan Barra. Sudah menemukan yang baru saja," ucap Sean geleng-geleng yang sangat santai bicara.


Reya saja sampai kaget melihat Sean yang mengatakan hal itu, "Hmmm, kamu itu saat menceritai Citra yang menemukan Pria lain. Terlihat senang. Apa kali ini kamu welcome dengan pria baru Citra?" tanya Reya dengan tatapan mengintimidasi.


"Hmmm aku tidak mengatakan hal itu. Namun kali ini aku melihat Pria yang menjemput Citra. Aku melihatnya terlihat positif dan auranya juga baik aku lihat," ucap Sean.


"Sekarang sudah punya profesi baru sebagai pengamat aura nih," goda Reya.


"Bukan begitu. Aku hanya mencoba positif saja. Karena memang jujur pertama kali melihat Barra aku sudah merasa dia tidak baik dan sangat berbeda dengan pria yang di kenalkan Citra tadi," ucap Sean dengan tersenyum.


"Aku senang melihat kamu yang sekarang lebih positif dan tidak terlalu sensitif pada Citra. Semoga saja siapapun laki-laki yang dekat dengan Citra bisa menjaga Citra dengan baik," ucap Reya dengan harapannya.


*********


Citra dan Reval juga sekarang sedang makan yang pesanan mereka sudah datang.


"Makanan di sini anak-anak. Apa kak Reval sering makan di sini?" tanya Citra memulai obrolan.


"Tidak terlalu sering, tetapi pernah berkali-kali," jawab Reval.


"Tempat ini sangat special dan juga romantis. Jika kak Reval sering kemari. Itu artinya pak Reval datang kemari bersama dengan orang special," ucap Citra. Membuat Reval mendengus dengan senyuman.


"Orang special apa maksud kamu. Tidak ada yang special. Hanya dengan teman," sahut Reval.

__ADS_1


"Oh begitu," sahut Citra mengangguk-angguk dengan tersenyum.


"Kak Reval saya sudah putus dengan Barra," ucap Citra dengan spontan membuat Reval melihat Citra dengan alis terangkat.


"Kenapa harus melapor kepada saya?" tanya Reval yang membuat Citra menelan salivanya.


Citra memang sangat random. Bisa-bisanya Citra melapor pada Reval kalau dia dan Barra sudah putus. Dan sekarang Citra jadi gugup kan. Bingung sendiri kan yang tidak bisa mengatakan apa-apa. Citra memang malam ini aneh-aneh saja.


"Bukan melapor pak, tapi_ ta_tapi, Argh lupakan saja kak," sahut Citra yang menjadi salah tingkah dan Reval tersenyum dengan geleng-geleng.


"Citra kamu itu kenapa sih sebenarnya. Kamu sadar tidak Citra dengan apa yang kamu lakukan. Apa yang kamu katakan barusan membuat kamu mempermalukan diri kamu. Memang apa untungnya coba untuk Kak Reval kamu putus atau tidak dengan Barra," batin Citra yang baru merasa jika dia di depan Reval benar-benar sangat bodoh.


"Tapi saya salut sama kamu Citra. Kamu bisa mengakhiri hubungan kamu dengan Barra. Dengan begitu kamu bisa terhindar hal-hal yang lebih buruk," sahut Reval.


"Iya kak. Oh iya kak. Ada sesuatu yang mengganjal di hati ku dan aku rasa harus mengatakan ini pada kakak. Karena aku juga bingung mencari solusinya dengan siapa," ucap Citra tiba-tiba.


"Masalah apa?" tanya Reval yang melihat Citra sangat serius.


"Masalah Regina. Aku tidak tau sebenarnya Barra dan Regina hubungan mereka sejauh apa. Namun saat Rose yang merekam pembicaraan mereka ber-2. Di sana Barra ada mengancam Regina yang mengatakan akan menyebarkan Vidio Regina dan apa menurut kak Reval dia akan melakukan hal itu?" tanya Citra dengan wajahnya yang terlihat sangat khawatir.


"Kamu begitu mencemaskan Regina," sahut Reval.


"Dia memang menusukku dari belakang. Tetapi aku menyadari karena itu juga karena kepolosannya yang telah di manfaatkan. Tapi apapun itu. Jika terjadi masalah besar dengan Regina karena ulah Barra. Aku rasa itu sangat tidak adil," ucap Citra.


"Lalu kamu ingin saya melakukan apa?" tanya Reval.


Citra menghela napasnya kedepan, "kalau boleh saya meminta untuk kak Reval bisa menyelesaikan masalah itu. Aku sangat takut jika Barra sampai melakukan itu. Aku takut Regina tidak bisa mengatasi masalah itu," ucap Citra yang sangat Khawatir sama Regina.


"Jika saya bisa membantu. Akan saya bantu nanti," ucap Reval.


"Makasih kak Reval. Saya sekarang lega dengan sudah menceritakan pada kak Reval, semoga kak Reval bisa membantu saya," ucap Citra.

__ADS_1


"Tapi saya tidak janji. Saya hanya akan mencoba membantu," sahut Reval. Citra mengangguk-anggukkan kepalanya.


Bersambung


__ADS_2