
Liu, Liu Liu Liu Liu Liu Liu Liu Liu Liu Liu Liu Liu.
Suara ambulan yang berhenti di depan rumah sakit dan terlihat ada mayat yang di tutupi kain putih yang di masukkan kedalam mobil ambulan yang di ambil dari rumah sakit.
Hal itu bersamaan dengan mobil Renita yang pagi hari berhenti di depan rumah sakit dan Renita melihat Ambulan tersebut.
"Cepat juga mayat Reya langsung di proses," gumamnya yang berpikiran jika mayat yang di masukkan kedalam mobil ambulan itu adalah mayat Reya yang tadi malam habis di kerjainya.
"Tidak apa-apa juga sih kalau mayatnya lebih cepat di bawa. Jadi tidak menyusahkan pihak rumah sakit. Biar mayatnya langsung menyatu dengan tanah dan langsung di makan cacing. Isssss," ucapnya sembari menggedikkan bahu yang benar-benar hanya kata-kata jahat yang keluar dari mulutnya.
"Tapi kenapa aku tidak melihat keluarga Sean satupun ya," gumamnya heran yang tidak melihat siapa-siapa di rumah sakit tersebut dan hanya melihat para perawat yang bekerja.
"Ah masa bodo. Mungkin mereka juga audah malas mengurus mayat Reya. Jadi biarkan saja," gumamnya yang tidak peduli. Renita langsung membuka sabuk pengamannya dan langsung keluar dari mobil.
Saat melewati ambulan dia masih menyinggung senyumnya melihat mayat di dalam mobil itu.
"Selamat jalan Reya," batinnya yang menyangka jika itu adalah Reya.
Padahal Reya mah baik-baik aja yang sekarang duduk yang sedang di suapi Sean makan.
"Aku sudah berapa lama tidak bangun?" tanya Reya sembari mengunyah makananya.
"22 hari," jawan Sean.
"Itu artinya bayi kita sudah 22 hari?" tanya Reya.
"Iya sayang," jawab Sean.
"Alhamdulillah umurnya panjang," sahut Reya.
"Alhamdulillah sayang," sahut Sean.
"Aku koma dan ternyata rasa makanan itu sedikit aneh," ucap Reya.
"Itu tidak akan lama sayang. Karena Dokter bilang semuanya akan kembali normal lagi. Termasuk lidah kamu dan juga kebingungan kamu satu persatu akan hilang. Kamu harus bersabar ya semuanya akan kembali normal. Kamu pasti akan baik-baik saja," ucap Sean yang memang hal itu sangat wajar terjadi untuk orang-orang yang mengalami koma.
"Baiklah aku akan menikmati proses kesembuhan ku dan semoga saja semuanya memang benar-benar akan baik-baik saja," sahut Reya.
__ADS_1
"Iya sayang. Ya sudah kamu makan lagi ya," ucap Sean. Reya menganggukkan kepalanya.
"Sayang kapan aku boleh ketemu dengan anak kita?" tanya Reya yang kelihatan tidak sabaran ingin bertemu dengan buah hatinya.
"Kamu sabar ya sayang, nanti kalau kamu sudah sembuh dan sudah boleh pulang. Kamu akan bertemu dengan anak kita. Karena Dokter melarang bayi kita untuk kerumah sakit," ucap Sean yang memang tidak bisa sembarang membawa anak mereka untuk kerumah sakit.
"Ya sudah tidak apa-apa. Tetapi Citra tidak akan repotkan kalau terus menerus merawat anak kita?" tanya Reya yang tidak mau merepotkan siapa-siapa.
"Dia sangat suka merawat anak kita dan dia sangat sayang pada anak kita. Jadi kami jangan khawatir. Anak kita aman dengan tantenya," jawab Sean.
"Alhamdulillah," sahut Reya yang merasa lega
"Ya sudah kamu makan lagi. Supaya cepat sembuh dan cepat-cepat bertemu dengan anak kita," ucap Sean.
"Baiklah," sahut Reya yang dengan semangatnya untuk makan. Karena Reya memang ingin sembuh.
*********
Citra dan Reval yang berada di ruang tamu yang terlihat serius berbicara dengan Argantara dan Anggika.
"Jadi maksud kalian ada yang sengaja masuk ke kamar Reya dan memutus alat pernapasan Reya?" tanya Anggika setelah mendengar cerita Citra dan Reval.
"Siapa yang melakukannya?" tanya Argantara.
"Kami sudah melaporkan kejadian ini pada Polisi pah dan Polisi sedang menyelidikinya," sahut Citra.
"Siapa yang tega melakukan hal itu. Siapa lagi orang yang jahat kepada Reya. Apa yang di inginkannya," ucap Anggika yang jadi cemas.
"Entahlah mah, kami juga tidak tau motif apa itu. Yang jelas dia sengaja ingin mencelakakai Reya dan semoga saja perlakukan cepat tertangkap," ucap Reval.
"Iya semoga saja. Dia harus mendapatkan hukuman dari perbuatannya yang sudah mencelakakai Reya," sahut Anggika.
"Tetapi dari semua yang terjadi kita bisa ambil hikmahnya dengan adanya kejadian itu Reya akhirnya bisa bangun dari komanya dan keadaannya juga sangat membaik," ucap Argantara.
"Papa benar. Tetapi apapun itu pelakunya harus tetap di tangkap dan harus di beri hukuman dia sangat berbahaya dan pasti punya niat jahat pada Reya. Bisa saja kejadian itu akan terulang kembali," sahut Anggika.
"Aku setuju sama mama," sahut Citra.
__ADS_1
"Kita serahkan masalah itu kepada Polisi yang penting sekarang Reya sudah baik-baik saja. Hanya tinggal pemulihan saja," sahut Reval.
"Iya, semoga Reya cepat pulang kerumah ini dan kita semua bisa berkumpul dengannya," ucap Anggika dengan harapannya.
"Amin," sahut semuanya dengan serentak.
*****************
Citra dan Reval hari ini kerumah sakit untuk melihat kondisi Reya yang sudah hari ke-2 Reya siuman. Mereka tidak lupa membawa buah dan makanan yang lainnya yang pasti di butuhkan Reya.
"Kira-kira ada lagi tidak ya yang di butuhkan kak Reya?" tanya Citra yang merasa masih kurang dengan apa yang sudah di belinya.
"Nanti kalau masih kurang kita beli lagi. Ini sudah cukup," jawab Reval.
"Baiklah," sahut Citra
Pasangan suami-istri itu tersenyum. Namun langkah mereka tiba-tiba berhenti ketika berpapasan dengan Renita yang juga berhenti tepat di hadapan mereka.
"Kenapa mereka kembali kerumah sakit?" batin Renita menatap Citra dan Reval dengan heran.
"Ada apa Renita?" tanya Reval heran dengan tatapan Renita.
"Kalian berdua ngapain di sini. Bukannya seharusnya kalian tidak perlu di rumah sakit ini lagi," ucap Renita.
"Maksud kamu apa?" tanya Citra.
"Ya kan Reya sudah mati jadi seharunya kalian tidak ada di sini lagi," ucap Renita.
"Jaga bicara kamu," sentak Citra yang langsung emosi dengan kata-kata Renita yang sembarang mengatai kakaknya mati.
"Kamu itu jangan bicara sembarangan. Kamu kalau tidak suka dengan kak Reya tidak perlu menyumpahinya," tunjuk Citra tepat di depan wajah Renita saking Citra marahnya dengan Renita.
"Sayang sudah!" Reval langsung menenagkan istrinya itu.
"Jangan di ladeni, ayo kita pergi," ajak Reval yang langsung membawa istrinya itu menjauh dari Renita dan wajah Renita yang terlihat penuh dengan kebingungan.
"Ada apa ini? Tidak mungkin kan Reya hidup kembali," batinnya dengan penuh kebingungan dan tanda tanya besar dengan apa yang terjadi.
__ADS_1
Bersambung