Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 149


__ADS_3

Argantara benar-benar terkejut mendengar apa yang di katakan Reya. Mana mungkin dia membiarkan Reya pergi begitu saja dan dia juga tidak yakin dengan Reya yang akan mengakhiri hubungannya dengan Sean. Bisa di katakan sangat tidak mungkin.


"Tidak Reya. Kali ini papa harus tegas pada kamu. Semua ini papa lakukan demi kebaikan kamu. Papa tidak akan membiarkan kamu memilih jalan kamu sendiri. Papa hanya ingin menyelamatkan hidup kamu," batin Argantara dengan wajahnya yang terlihat penuh berpikir.


Mungkin ada rencana yang sudah timbul di benak Argantara yang tidak tau apa itu. Namun rencana itu mungkin sangat halus. Agar berhasil.


Sementara di sisi lain di dalam mobil Sean juga penuh kecemasan dengan perasaannya yang tidak tenang saat mengendarai mobilnya.


"Di mana sebenarnya Reya. Kenapa aku tidak bisa menemukannya. Di mana papa menyembunyikannya kenapa perasaanku tidak aman," gumam Sean yang begitu mencemaskan Reya.


"Aku harus segera menemukan Reya. Aku khawatir mama dan papa akan melakukan apa yang mereka katakan. Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Reya dalam bahaya. Reya dan anak kami dalam bahaya. Papa dan mama tidak akan memperdulikan janin itu dan aku takut Reya lengah dalam hal ini," ucap Sean yang semakin panik.


Bagaimana tidak panik dan penuh ketakutan. Jika Reya tidak di temukannya dan orang tuanya sedang berniat jahat pada Reya.


*********


Citra keluar dari kamarnya yang langsung menuruni anak tangga.


"Mau kemana kamu?" tanya Anggika yang melihat Citra hendak pergi.


"Citra mau keluar sebentar," jawab Citra.


"Kamu tidak boleh keluar," ucap Anggika.


"Apa maksud mama? kenapa sekarang melarang Citra," ucap Citra dengan kesal.


"Kamu tidak mendengar apa kata mama. Kamu tidak boleh keluar. Kamu pasti mau menemui di bukan," tebal Anggika.

__ADS_1


"Dia siapa maksud mama. Kak Reval," sahut Citra yang tau dengan apa yang di maksud sang mama.


"Kamu jangan menyebut namanya di depan mama. Mama tidak sudi mendengarnya," tegas Anggika yang sangat membenci Reval.


"Cukup ya mah. Citra tidak ingin kita terus berdebat hanya mempermasalahkan masalah itu-itu lagi. Alasan mama untuk membenci kak Reval sangat tidak masuk akal. Jadi mama tidak bisa melarang Citra untuk berhubungan dengan siapapun termasuk kak Reval," tegas Citra.


"Citra cukup. Kamu jangan terus membelanya. Dia bukan laki-laki yang baik, dia anak kurang ajar yang tidak punya sopan santun dan cara bicaranya sangat angkuh. Kamu jangan di butakan dengan wajahnya yang menyimpan kebusukan," ucap Anggika yang benar-benar begitu membenci Sean.


"Kenapa mama bisa mengatakan kak Reval bukan orang yang baik. Mama hanya mengenalnya sekali saja dan iya papa dan kak Sean saja tidak pernah masalah dengan hubungan Citra dan kak Reval. Itu artinya mereka menyukai kak Reval," tegas Citra.


"Itu karena papa kamu dan Sean tidak tau siapa dia!" bentak Anggika.


"Memang siapa kak Reval?" tanya Citra yang juga membentak sedikit. Anggika diam.


"Apa karena hanya Dosen mama segitu membencinya. Memang ada apa dengan Dosen. Kebencian mama terhadap kak Reval sangat tidak masuk akal," tegas Citra.


"Citra tidak akan melakukannya," sahut Citra tetap pada pendiriannya.


"Baiklah jika kamu tidak mendengarkan apa kata mama. Mama memang harus bertindak untuk men deportasi pria yang kamu bangga-banggakan itu," ucap Anggika yang membuat Citra terkejut dengan matanya yang melotot.


"Apa maksud mama? apa yang ingin mama lakukan pada kak Reval?" tanya Citra panik.


"Mama rasa kamu akan tau apa yang akan mama lakukan. Jika kamu tidak menyelesaikan hubungan kamu dengan laki-laki itu," sahut Anggika dengan ancaman yang membuat perasaan Citra tidak enak.


"Tidak mah. Mama tidak bisa melakukan semua itu. Mama kenapa sejahat itu?" teriak Citra.


"Mama melakukannya demi kebaikan kamu!" teriak Anggika.

__ADS_1


"Kenaikan apa mah. Ini bukan kebaikan. Mama hanya akan menyiksa Citra. Citra mencintai kak Reval dan mama tidak bisa menghalangi hubungan kami dan bertindak yang tidak-tidak pada kak Reval!" tegas Citra.


"Kamu juga tidak bisa menghalangi mama untuk melakukan sesuatu kepadanya. Sesuatu yang tidak akan kamu bayangkan," sahut Anggika membuat Citra kaget. Bahkan air matanya menetes saat perasaanya tiba-tiba tidak enak.


"Mah!" lirih Citra.


"Sekarang kamu masuk dan kamu ingat mama akan mengawasi kamu. Langkah kamu yang menentukan masa depan pria itu. Jadi jangan membuat mama menjadi orang yang lebih kejam lagi. Kamu harus tau masalah di rumah ini sangat banyak. Mama masih mengampuni kamu dengan berani menutupi masalah Reya. Jadi jangan sampai mama kehilangan kesabaran terhadap kamu," tegas Anggika dengan suara menekan dan membuat Citra benar-benar tidak percaya. Jika wanita di hadapannya ini adalah mamanya.


"Tunggu apa lagi. Kamu masuk sekarang!" banyak Anggika.


"Mama benar-benar keterlaluan. Mama bukan mama Citra. Mama itu jahat, kejam, mama seperti bukan manusia," umpat Citra mengeluarkan isi hatinya dengan mengatai sang mama dan Citra langsung pergi dari hadapan Anggika. Mau tidak mau dia harus kembali kekamarnya, karena tidak mau terjadi hal buruk pada Reval.


"Semua mama lakukan demi kamu Dan menyelamatkan diri kamu dan siapa sebenarnya laki-laki itu. Aku merasa dia ancaman yang berat, seakan tau sesuatu. Aku tidak akan membiarkan ke angkuhannya semakin menjadi-jadi. Kau salah berhadapan denganku. Kau lihat apa yang akan aku lakukan," batin Anggika mengepal ke-2 tangannya.


Tidak tau kenapa Anggika merasa Reval bukan pria biasa dan bahkan mampu membuatnya takut dan ketakutan itu membuat Anggika tidak bisa tinggal diam dan harus bertindak secepatnya.


********


Citra dengan apa yang di katakan mamanya membuatnya tidak bisa tenang. Citra berada di kamarnya terlihat begitu gelisah dengan mengingat ancaman mamanya yang pasti tidak main-main.


"Aku tidak mungkin membahas ini dengan kak Sean. Kak Sean sendiri punya masalah. Aku tidak mungkin merepotkannya dengan masalahku. Tetapi aku tidak bisa membiarkan mama melakukan sesuatu pada kak Reval. Apa yang harus aku lakukan?" ucap Citra dengan kebingungan.


"Papa. Iya papa. Aku harus membicarakan ini pada papa. Papa sangat menyukai kak Reval. Jadi papa pasti bisa mencegah mama dan mama tidak melarang ku lagi berhubungan dengan kak Reval. Iya hanya papa yang bisa membantuku. Aku harus menemui papa," ucap Citra menemukan solusi dan dengan cepat Citra langsung keluar kamarnya.


Citra langsung mencari-cari papanya dan menemukannya di perpustakaan setelah bertanya pada pelayan rumah sebelumnya.


"Kamu siapkan klinik yang saya katakan. Kita akan membawa Reya ke sana!" ucap Argantara mengejutkan Citra. Saat Citra ingin membuka pintu namun mendengar sang papa bicara lewat dari telpon.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2