
Reval baru pulang kerja yang sekarang sedang membuka sepatunya yang duduk di pinggir ranjang. Tidak lama Citra keluar dari kamar mandi yang melihat suaminya yang sibuk sendiri tanpa menyadari dia yang sudah keluar dari kamar mandi. Karena posisi Reval memang sedang membelakangi Citra.
Citra tersenyum dan langsung menaiki ranjang dengan memeluk Reval dari belakang ke-2 tangannya yang berada di leher Reval yang membuat Reval cukup kaget dengan istrinya yang tiba-tiba melakukan hal itu.
"Ada apa ini sayang, tumben-tumbenan nya?" tanya Reval menengok kearah Citra dengan wajah penuh tanya. Namun Reval langsung mendapat ciuman di pipi membuat Reval melotot.
"Istriku sangat bahagia sekali sepertinya, ada apa ini sayang?" tanya Reval semakin heran dengan perlakukan istrinya.
"Aku ada hadiah untu kamu," ucap Citra.
"Hadiah! Hadiah apa? Memang ini hari apa? Aku tidak ulang tahun dan ini juga bukan aniversary kita?" tanya Reval dengan wajah bingungnya.
"Memang hanya hari special saja harus ada hadiah. Apa tidak boleh memberi hadiah di hari-hari lain?" tanya Citra.
"Oke-oke sayang. Kalau begitu apa hadiahnya?" tanya Reval.
"Kamu tutup mata dulu," ucap Citra.
"Harus tutup mata?" tanya Reval dengan dahinya yang mengkerut.
"Iya harus tutup mata," sahut Citra.
"Baiklah sayang kalau begitu," sahut Reval yang langsung menutup matanya.
"Jangan ngintip ya," ucap Reya.
"Iya-iya sayang, buruan kamu mau ngasih hadiah apa?" tanya Reval yang tidak sabaran sementara Citra tersenyum dengan mengambil sesuatu dari bawah bantal.
"Sayang udah apa tidak? Kenapa lama sekali sayang?" tanya Reval yang tidak sabaran.
"Baik sekarang buka matanya," sahut Citra. Reval menghela napasnya dan membuka matanya perlahan kedepan dengan Reval yang melihat apa yang di depan matanya.
Dahi Reval mengkerutkan melihat apa yang di tunjukkan istrinya yang ternyata benda kecil berupa tespeck dengan garis dua yang membuat Reval terkejut dan melihat istrinya.
__ADS_1
"Sayang kamu...." Reval dengan wajahnya yang penuh tanya.
"Iya sayang aku hamil," ucap Citra dengan matanya berkaca-kaca. Reval begitu terkejut mendengarnya dengan matanya yang juga ikut berkaca-kaca.
"Ini sungguh?" tanya Reval yang merasa tidak percaya.
"Iya ini benar, aku sudah telat dan aku coba periksa dengan tespeck dan ini hasilnya. Tetapi aku belum percaya dan aku coba ke Dokter dan..." Citra mengambil sesuatu dari dalam laci dengan buru-buru dan menunjukkan pada Sean.
"Ini surat dari Dokter dan hasil USG anak kita," ucap Citra yang menunjukkan pada Reval.
Tangan bergetar Reval melihat hal itu dan mampu membuat air mata Reval jatuh dan langsung memeluk Citra dengan erat.
"Alhamdulillah," lirih Reval yang hanya bisa mengucapkan syukur atas kehamilannya istrinya.
"Sayang aku benar-benar tidak percaya dengan semua ini," ucap Reval yang masih merasa ini adalah mimpi.
Reval melepas pelukannya dari istrinya dengan memegang ke-2 pipi Reval dan mencium kening Citra dengan erat.
"Kita akan menjadi orang tua?" tanya Reval. Citra mengangguk-anggukan kepalanya dengan air matanya yang juga keluar.
"Aku juga berterima kasih dengan kamu yang juga selalu memberiku support yang besar. Kamu sangat sabar dan selalu mengingatkanku. Aku tidak akan kuat, tidak akan berjuang jika bukan karena kamu yang selalu mendampingiku, mengarahkan ku, memberikan ku semangat hal ini juga tidak akan terjadi, aku juga sangat berterima kasih pada kamu," ucap Citra dengan air matanya yang mengalir sangat deras.
Reval yang mengangguk dan kembali memeluk istrinya.
"Kita sama-sama berjuang dan ini kado terindah untuk pernikahan kita dalam perjuangan kita. Ini hadiah yang paling besar sayang," ucap Reval.
"Iya sayang," jawab Citra.
Pasangan suami istri itu menangis dalam pelukan yang mereka sama-sama terharu dengan kehamilan Citra yang sempat di pobia tidak akan hamil. Karena ada kerusakan pada rahim Citra. Namun perjuangan dan kesabaran mereka berdua mendapatkan hasil dengan hadirnya janin di dalam rahim Citra.
***********
Mendengar kehamilan Citra merupakan kabar bahagia untuk keluarga kecil itu. Anggika menyiapkan makan malam special dengan tangannya sendiri untuk syukuran makan malam mereka bersama.
__ADS_1
Dan belum lagi Anggika juga mengundang Sahila untuk ikut merayakan kehamilan Citra. Di mana mereka sudah menikmati makan malam yang di siapkan Anggika.
"Mama sangat bahagia dengan kabar ini. Risya sebentar lagi akan melahirkan dan sekarang Citra sedang mengandung. Mama sampai tidak bisa berkata-kata. Dengan kebahagiaan yang kalian berikan," ucap Anggika dengan matanya yang berkaca-kaca dengan bergantian melihat Citra dan Reya yang selalu membawa kebahagiaan baginya.
"Mama juga ikut bahagia ya Citra dengan kehamilan kamu dan semua ini karena kerja keras kamu dan usaha kalian berdua," sahut Sahila.
"Papa juga sama. Ini memang kabar yang memberikan kebahagiaan untuk keluarga kita dan papa mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua. Termasuk dengan kesehatan kamu ya Citra," ucap Argantara.
"Terima kasih untuk mama dan papa dan mama Sahila. Semua ini juga karena doa dari ketulusan kalian semua," ucap Citra.
"Iya sayang," sahut Anggika.
"Citra kamu harus jaga kesehatan ya dan kalau ada apa-apa. Kamu bilang sama kakak," sahut Reya.
"Iya Citra. Karena Reya sudah tau apa yang harus di lakukannya. Jadi kamu jangan sungkan untuk cerita pada Reya dan keluhkan saja apa yang ingin kamu keluhkan," sahut Anggika.
"Iya pokoknya Citra akan terus merepotkan kak Reya dan kak Sean tidak boleh marah ya," sahut Citra.
"Ya nggak usah keseringan juga. Nanti kalau istriku sampai kenapa-kenapa bagaimana. Jadi kalau di bantuin. Hmmm agak-agak tau diri ya jangan sampai istri saya kenapa-kenapa," sahut Sean dengan candaan.
"Iya-iya si paling takut istrinya lecet," sahut Citra.
"Sudah-sudah tidak apa-apa juga jika Citra ingin merepotkan ku. Aku tidak masalah sama sekali. Namanya juga berbagi pengalaman. Jadi tidak ada yang salah. Justru aku pasti akan sangat bahagia," sahut Reya.
"Tuh dengerin akan sangat bahagia," sahut Citra.
"Iya-iya terserah kamu aja," sahut Sean yang pasrah.
"Intinya aku sangat berterima kasih untuk keluarga ini yang selalu mendukung aku dan Citra. Kami mungkin tidak akan bisa membalas semua ini," ucap Reval.
"Udahlah Reval jangan sok puitis santai saja," sahut Sean.
"Sudah-sudah bencananya. Kita makan lagi. Kasihan makannya tidak di makan, mama kalian sudah capek membuatnya," sahut Argantara.
__ADS_1
Semuanya mengangguk-anggukan kepala dan mereka melanjutkan makan dengan candaan dan tawa-tawa sedikit.
Bersambung