Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 142


__ADS_3

"Apa yang kamu bicarakan Anggika?" tanya Argantara lagi.


"Aku rasa kamu juga bisa melihat mas apa yang terjadi sebenarnya. Jika apa yang aku takutkan telah terjadi," ucap Anggika.


Reya menunduk. Citra dan Reval saling melihat. Namun Sean sangat siap untuk di depan menghadapi apa yang terjadi.


"Sean mama sekarang bertanya pada kamu. Apa alasan kamu sampai melakukan semua. Menjemput Reya sampai ke Paris, memberinya tempat tinggal. Apartemen, melindunginya dan rumah ini. Lalu membohongi mama. Katakan dengan jelas apa alasan kamu melakukan semua ini," ucap Anggika yang matanya fokus pada Sean.


Sean meraih tangan Reya dengan menggenggamnya erat. 5 jari yang saling bertautan itu mencuri perhatian Argantara dan perasaannya juga sudah semakin tidak enak.


"Aku mencintai Reya!" jawab Sean tanpa ragu sama sekali.


Mata Reya terpejam dengan kejujuran yang Sean katakan. Anggika mendengus kasar mendengarnya sementara Argantara begitu terkejut dengan pengakuan Sean. Dia memang mencurigai sesuatu. Tetapi masih berpikir positif. Namun apa ini bisa berpikir positif setelah apa yang sudah terdengar. Cinta yang jelas-jelas di katakan Sean.


"A_a_apa yang kamu bicara Sean. Apa yang kamu katakan." tanya Argantara menekan suaranya.


"Maaf pah, mah, aku tidak bisa mengendalikan perasaan ku dan sebelum aku dan Reya mengetahui hubungan keluarga ini. Aku dan Reya sudah saling mengenal dan aku jatuh cinta padanya 5 tahun lalu dan aku pikir setelah papa mengasingkannya. Aku pikir perasaan ku bisa hilang. Namun tidak perasaan itu semakin dalam dan kami berdua saling mencintai," jelas Sean dengan penuh penegasan dan penekanan.


"Sean apa yang kamu bicarakan!" teriak Argantara dengan suara yang menggelegar yang pasti tidak menerima hal itu. Karena itu tidak masuk akal.


"Itu kenyataannya pah, aku mencintai Reya!" ucap Sean mengulang kembali.


"Cukup Sean!" bentak Argantara, "apa kamu tidak sadar kalian berdua itu adik kakak. Bagaimana mungkin kalian bisa memikirkan hubungan seperti itu?" teriak Argantara yang dengan wajahnya penuh amarah.


"Itu bukan kesalahan kami. Aku dan Reya tidak pernah menginginkan hal ini. Bukan kami ber-2 yang salah. Dan takdir yang salah bukan cinta kami," tegas Sean.


"Omong kosong Sean. Persetan dengan cinta. Karena apapun itu. Kalian berdua tidak mungkin bersama!" tegas Argantara.

__ADS_1


"Ini yang kau mau mas," sahut Anggika, "selama ini aku selalu berusaha untuk membuat mereka ber-2 tidak bersama. Tetapi kamu selalu menyangkal semua yang aku takutkan dan bahkan memberi peluang untuk mereka ber-2 semakin memperdalam perasaan mereka dan kamu harus repot-repot menyembunyikan semua ini dari ku dan lihat hasil usaha kamu. Sangat tidak ada etika. Jika adik kakak saling mencintai. Apa ini yang kamu tunggu-tunggu mas," ucap Anggika merendahkan suaranya yang sudah pasrah dengan semuanya.


Ketakutannya terjadi dan lihatlah bagaimana Sean begitu keras kepalanya dan terus mempertahankan cintanya.


"Cukup Anggika! jangan menyalahkan ku. Aku tidak tau jika anak ini bisa-bisanya melakukan hal itu. Sean dan kamu Reya hubungan kalian adalah salah dan hentikan semua ini. Kalian berdua adalah adik kakak," tegas Argantara.


"Tidak pah, aku tidak akan melakukannya," sahut Sean yakin.


"Sean!" teriak Argantara yang ingin melayangkan tangannya menampar Sean namun Reya langsung berada di hadapan Sean yang seolah melindungi Sean membuat Argantara tidak jadi menampar Sean.


"Pah, semua ini bukan kesalahan Sean. Reya juga salah. Kami mengakui perbuatan kami salah," ucap Reya.


"Reya papa benar-benar kecewa kepada kamu. Papa mempercayai kamu dan kamu bisa-bisanya berhubungan dengan kakak kamu sendiri. Apa kamu tidak tau etika Reya. Jika hubungan kalian itu sangat melakukan," ucap Argantara yang menekan suaranya menunjukkan rasa kecewanya pada Reya.


"Maafkan Reya pah. Tapi perasaan tidak pernah salah dan Reya sadar dengan semua kesalahan ini," ucap Reya yang menagis di depan Argantara.


"Masih ada pengampunan Reya. Jadi sebelum perasaan kalian yang tidak wajar semakin jauh. Akhiri semuanya," tegas Argantara menekan suaranya.


"Kau masih ingin mempertahankan hal konyol ini Sean!" teriak Argantara yang rasanya ingin menghajar Sean yang kembali mendekati Sean namun Reya masih berusaha melindungi Sean dengan mencegah papanya yang berdiri di depan Sean.


"Kalian benar-benar gila. Papa tidak mau tau hentikan hubungan ini!" tegas Argantara.


"Aku sudah mengatakan tidak akan melakukannya. Aku harus bertanggung jawab untuk Reya," ucap Sean yang bicara begitu tenang.


"Kau tidak perlu bertanggung jawab lagi. Aku yang akan mengurus Reya," teriak Argantara.


"Aku harus bertanggung jawab untuk anak yang di kandungnya. Hasil buah cinta kami berdua," sahut Sean dengan suara rendahnya.

__ADS_1


Apa yang di katakan Sean sungguh membuat orang-orang terkejut.


Mata Citra melotot mendengarnya. Tidak percaya jika kakaknya melakukan hal sejauh itu. Dan Reval juga tidak percaya jika temannya mengalami kisah cinta yang tragis.


"Apa maksudmu Sean?" tanya Anggika dengan suara bergetar.


"Raya sedang mengandung anakku," jawab Sean memperjelas semuanya.


Anggika begitu terkejut dengan memegang dadanya yang terasa sesak mendengar pernyataan Sean yang mengejutkan yang membuat tubuh Anggika bergetar sampai Anggika ingin terjatuh.


"Mamah!" Citra langsung berlari menghampiri sang mama menahan mamanya agar tidak jatuh yang membuat Citra dan Anggika jadi terduduk lemah karena berita buruk yang di katakan Sean.


Reya menekankan matanya yang sudah tidak ada lagi yang harus di sembunyikannya yang membuat Reya langsung berlutut di hadapan Argantara yang masih shock dengan apa yang di katakan Sean.


"Katakan pada papa Reya. Apa yang di katakan Sean tidak benar," ucap Argantara.


"Maafkan Reya pah. Maafkan Reya sudah mengecewakan papa. Tetapi itu kenyataan pah. Reya dan Sean saling mencintai dan anak yang Reya kandung adalah anak kami berdua pah," jelas Reya dengan menangis terisak-isak yang membenarkan apa yang di katakan Sean yang pasti tidak mudah di terima Argantara.


Tangan Argantara terkepal kuat dengan wajahnya memerah. Rahang kokohnya mengeras sehingga urat-urat lehernya terlihat mengeras.


"Anak kurang ajar!" teriak Argantara yang melayangkan tangannya bukan menampar Reya tetapi Sean.


"Pah," sahut Citra yang pasrah dengan kemarahan papanya pada kakaknya yang menerima tamparan itu. Bahkan Sean tetap berdiri kokoh saat di tampar sang papa.


"Kau benar-benar biadap Sean, apa yang kau lakukan, bagaimana mungkin kau bisa menghamili adikmu sendiri!" teriak Argantara.


"Dia bukan adikku dan aku melakukan itu karena sangat mencintainya," tegas Sean yang masih begitu santai berbicara pada papanya yang penuh dengan emosi.

__ADS_1


"Persetan dengan cintamu!" teriak Argantara menghampiri Sean dengan menarik kerah baju Sean dengan tangannya yang mungkin akan membunuh Sean detik itu juga. Karena tidak ada alasan untuk melihat putranya itu hidup.


Bersambung


__ADS_2