Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 123


__ADS_3

Karena begitu penasaran dengan perlahan Anggika membalikkan tubuhnya yang bersamaan dengan Reya yang juga membalikkan tubuhnya dan saya Reya berbalik badan berada terkejutnya Reya saat melihat wanita di depannya. Mata Reya sampai terbuka lebar dengan jantungnya berdetak kencang lebih kuat dari biasanya bahkan sampai 10 kali lipat.


"Cit.."


"Shuttt," Citra langsung membuat jarinya di mulutnya yang menyuruh Reya untuk diam. Ya wanita yang di lihat Reya adalah Citra yang menjadi penghalang untuk mamanya yang pasti penasaran dengan siapa wanita yang menyebutkan nama anaknya itu.


"Mama di belakang," ucap Citra tanpa suara. Mata Reya melotot mendengarnya. Ternyata Anggika ada di belakang Citra. Reya menelan salivanya. Kali ini debaran jantungnya jauh lebih kencang dari saat melihat Citra. Dia bahkan begitu takut dengan wajahnya yang panik dan di pastikan tubuhnya bergetar dengan hebat.


"Citra!" tegur Anggika. Jarang Anggika dengan Citra hanya 5 meter saja. Jadi jelas Anggika sangat mengenali postur tubuh putrinya walau itu dari belakang.


Mendengar suara Anggika membuat Citra dan Reya saling melihat dan sama-sama shock. Namun dengan cepat. Citra langsung memberi arahan pada Reya untuk tenang dan bahkan memberi kode dengan tangannya untuk Reya pergi. Ya dalam kondisi darurat seperti itu Citra harus memutar otaknya sampai akhirnya Reya mengangguk dan Citra langsung berbalik badan.


"Mamah," sahut Citra menghampiri Anggika dengan memegang lengan Anggika bahkan berdiri tepat di depan Anggika untuk menutupi Reya. Citta sangat berusaha untuk mengalihkan perhatian Anggika.


"Mama sedang apa di sini?" tanya Citra yang menghalangi pandangan Anggika yang melihat ke kanan dan kekiri.


"Kamu sendiri ngapian di sini?" Anggika balik bertanya.


"Oh itu, Citra lagi belanja bareng teman Citra," jawab Citra dengan gugup. Namun berusahalah untuk tenang. Ternyata di ujung sana Reval sedang melihat Citra. Namun Reval hanya diam yang tidak menghampiri Citra dan Anggika. Wajah Reval juga tidak terbaca berekspresi seperti apa. Namun terlihat dari sorot mata Reval seperti ada sesuatu yang di pikirkannya.


"Apa tadi kamu yang menyebut nama kakak kamu?" tanya Anggika.


"Maksudnya?" tanya Citra heran, "oh iya memang benar aku yang menyebutnya," jawab Citra dengan cepat sebelum sang mama semakin curiga kepadanya. Wajah Anggika menjelaskan dia tidak percaya sama sekali.


"Mama mikir apa sih, ya sudah mama lanjuti belanjanya. Citra mau pergi dulu," ucap Citra tersenyum dan Citra langsung pergi dengan wajahnya yang terlihat sangat gugup. Namun hanya berusaha untuk tenang. Saat Citra pergi Anggika menahan tangannya membuat Citra kaget.


"Kamu sedang tidak menyembunyikan sesuatukan?" tanya Anggika dengan penuh selidik. Citra kaget mendengarnya dengan wajahnya yang penuh dengan ketakutan dengan pertanyaan sang mama.


"Apa yang mama bicarakan. Mama itu sangat aneh," sahut Citra dengan tersenyum kaku, "memang apa Citra sembunyikan. Jangan berlebihan mah. Sudahlah Citra mau pergi dulu. Mama lanjutkan aja belanjanya," ucap Citra yang berusaha untuk tenang dan bahkan Citra langsung pergi dari hadapan sang mamanya dengan wajah Citra yang tersenyum.

__ADS_1


"Kenapa aku merasa ada sesuatu dari anak itu dan suaranya sangat berbeda," batin Anggika yang kepikiran dengan suara wanita yang tadi dan sangat di yakininya. Jika itu bukan Citra. Apa lagi dari cara Citra yang berbicara sangat menunjukkan sesuatu hal yang mencurigai.


*********


Citra ingin memastikan jika Reya sudah aman dan sudah pergi dari supermarket tersebut. Dan dengan baiknya. Citra juga mengantarkan Reya ke dalam mobil dan bahkan mereka duduk di bangku belakang yang terlihat berbicara.


"Bukannya seharunya kamu bertemu dengan kak Sean?" tanya Citra. Yang memang sebelumnya tadi kakaknya itu mengatakan akan langsung menemui Reya untuk membahas masalah Erina yang sempat di lihat Citra.


"Sean belum menemuiku, memang ada apa? apa ada yang serius?" tanya Reya yang semakin panik.


"Aku tidak bisa katakan ada apa. Karena ceritanya sangat panjang. Kamu tanyakan saja kak Sean," jawab Citra.


"Baiklah kalau begitu," sahut Reya.


"Ya sudah aku pergi dulu. Jangan sampai mama juga melihatku ada di mobil ini. Hmmm, kamu hati-hati lah dan lain kali jangan asal main pergi-pergi saja. Kamu tidak aman di luar bisa berantakan semuanya. Jika mama tadi hampir menemuimu," ucap Citra yang secara tidak langsung sangat perhatian pada Reya.


"Aku pergi dulu," ucap Citra yang tidak menjawab Reya. Mungkin Citra masih gengsi sedikit. Namun Reya tersenyum yang merasa Citra memang sangat jauh berubah. Citra bukan hanya menyelamatkan bahkan sangat peduli kepadanya. Rela berbohong pada Anggika hanya demi melindunginya. Jadi jelas hal itu sangat berkesan bagi Reya.


"Kamu memang anak yang sangat baik Citra. Suatu saat aku pasti membalas kebaikan mu," batin Reya yang melihat kepergian Citra yang kembali memasuki supermarket tersebut.


**********


Tidak lama setelah kepergian Reya. Citra dan Reval pun keluar dari supermarket tersebut dan mereka langsung memasuki mobil yang memang acara belanja mereka sudah selesai.


"Kamu tadi dari mana?" tanya Reval. Padahal dia tau Citra dari mana.


"Ada sesuatu tadi kak," jawab Citra.


"Oh, begitu rupanya," sahut Reval yang tidak bertanya lebih lanjut lagi. Karena kalau di bilang ada sesuatu artinya Citra tidak mau menceritakanya.

__ADS_1


"Makasih ya Citra sudah menemani saya ke supermarket," ucap Reval.


"Sama-sama kak," sahut Citra dengan tersenyum.


"Kita mau jalan-jalan lagi?" tanya Reval.


"Hmmm, kak Reval bagaimana kalau kak Reval langsung antar saya pulang. Soalnya saya juga belum siap-siap untuk acara kemping besok. Takut ada yang ketinggalan nantinya," ucap Citra.


"Baiklah tidak masalah," sahut Reval dengan santai dan saat Reval ingin menjalankan mobilnya. Tiba-tiba Anggika keluar dari supermarket dan kebetulan mobil Anggika ada di depan mobil Reval dan Citra melihat ke arah depan. Melihat Anggika terus dan Reval juga melihat Citra.


"Kamu mengenalnya?" tanya Reval.


"Iya itu mama Citra," jawab Citra.


"Lalu kenapa tidak turun?" tanya Reval. Biasanya seorang anak ketika melihat orang tuanya langsung menghampiri dan Citra malah aneh dan bahkan seperti menghindari.


"Aku mana mungkin turun lagi. Yang adanya mama akan bertanya aku dengan siapa dan jika aku mengenalkan kak Reval. Aku tidak tau reaksi mama seperti apa nantinya dan mungkin kak Reval bisa tersinggung nantinya," batin Citra.


"Citra!" tegur Reval.


"Iya kak," sahut Citra yang sedikit kaget.


"Kamu mau turun atau tidak?" tanya Reval.


"Hmmm, tidak usah kak. Kita pulang aja. Citra tadi sudah bertemu mama di dalam kok," jawab Citra.


"Baiklah kalau begitu," sahut Reval yang tidak masalah dan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan santai.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2