Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Episode 305


__ADS_3

Hanya satu hari mereka liburan di pantai tersebut dengan penuh keromantisan dengan pasangan masing-masing yang membahagiakan masing-masing.


Hari sudah berlalu dan mereka juga sudah kembali pulang yang melakukan aktivitas mereka seperti biasanya dengan penuh cinta dan kebahagiaan.


Yang sekarang mereka melakukan sarapan bersama seperti biasanya. Lengkap dengan keluarga kecil itu.


"Reya bagaimana untuk persiapan 7 bulanan kamu. Sudah sejauh mana?" tanya Anggika yang memulai pembicaraan dengan mengungkit 7 bulanan Reya yang memang sudah masuk jadwalnya.


"Alhamdulillah mah, sejauh ini aku sama Citra sudah menyiapkan hampir 100 persen," jawan Reya.


"Alhamdulillah kalau begitu, semoga saja semua acaranya nanti lancar ya," ucap Anggika yang hanya bisa mendoakan yang terbaik saja.


"Papa juga mendoakan untuk kelancaran acara 7 bulan kamu nanti. Semoga sampai hari ha, kamu dan bayi yang ada di dalam kandungan kalian tetap sehat," sahut Argantara menambahi.


"Amin mah, amin pah aku juga berharap hal yang sama dan semoga saja semuanya lancar dan seperti yang papa katakan semoga aku dan bayinya juga sehat," sahut Reya.


"Amin," sahut Citra.


"Makasih juga ya Citra, kamu juga Reval yang sudah membantu ku untuk mempersiapkan semuanya," ucap Reya.


"Emang harus ya. Pakai ucapan terima kasih segala, jangan pakai-pakai terima kasih segala, santai saja," sahut Citra.


"Tetapi tetap aja, kalau bukan karena ide kami semuanya pasti akan menghadapi masa kendala yang besar," ucap Reya.


"Iya-iya deh kak Reya," sahut Citra.


"Oh iya Reval papa sampai tidak pernah bertanya pada kamu mengenai bisnis kamu. Bagaimana apa ada kendala?" tanya Argantara.


"Untuk sejauh ini tidak ada pah, semuanya aman-aman saja dan lagian Sean selalu membantu dan memberi masukkan. Jadi aku tidak pernah mendapatkan kesulitan apa-apa," jawan Reval.


"Aku tidak melakukan banyak hal. Memang dasar aja Reval sangat cepat menangkap dan orangnya mau belajar. Makanya dia pelan-pelan aku yakin pasti akan bisa maju," sahut Sean yang merendah diri.


"Bagaimana pun semua ini karena kamu Sean yang sudah membantuku dan aku benar-benar sangat berterima kasih kepada kamu," ucap Reval.


"Ya kalau ada yang mengucapkan terima kasih ya kita harus menjawab sama-sama," jawab Sean dengan candaan yang mengundang tawa kecil.


"Papa senang melihat kalian yang tampak sangat kompak dengan semua yang kalian capai. Semoga saja kalian menjadi rekan bisnis yang baik dan bisa saling membantu menuju sukses," ucap Argantara.


"Amin pah, kita doakan saja yang terbaik untuk anak-anak," sahut Anggika yang pasti dengan doa yang baiknya.


Namun tiba-tiba di tengah obrolan dan sarapan itu. Citra memegang perutnya yang tiba-tiba terasa sakit sampai wajahnya berekspresi menahan sakit.


"Citra kamu kenapa?" tanya Reval yang menyadari ada perubahan pada istrinya. Semua orang juga memperhatikan Citra dan melihat Citra yang terlihat kesakitan.


"Kami baik-baik saja Citra?" tanya Reya yang ikutan panik.

__ADS_1


"Perutku tiba-tiba sakit," jawab Citra.


"Kamu makan apa? Apa salah makan?" tanya Sean.


"Tidak tau kak. Tiba-tiba saja sangat sakit," jawab Citra yang menahan sakit.


"Ya sudah kalau begitu kita kerumah sakit saja untuk memeriksakan kondisi kamu," ucap Reval.


"Iya benar, ayo kerumah sakit saja," sahut Anggika.


Citra pun menurut dan suaminya membantunya untuk berdiri dari tempat duduknya. Namun melihat Citra yang kesakitan membuat Reval langsung menggendong Citra ala bridal style menuju mobil dan yang lainnya juga mengikuti dengan mereka yang sangat panik dengan kondisi Citra yang takut Citra akan kenapa-kenapa nantinya.


**********


Sesampai di rumah sakit. Citra di periksa dengan Dokter, Sean, Reya, Reval ada di sana. Sementara untuk orang tua mereka tidak ada di sana. Karena Anggika harus mengantarkan Argantara ke Bandara. Dan akan menyusul kerumah sakit setelah mengantarkan suaminya itu.


"Bagaimana Dok keadaan adik saya?" tanya Reya yang selesai Dokter memeriksa Citra.


"Sebentar ya. Kita tunggu Dokter Renita," sahut Dokter pria tersebut.


"Dokter Renita," sahut Reya, " kenapa harus menunggunya?" tanya Reya heran dan yang lain juga pasti heran dengan Citra yang harus di periksa Renita dan apa lagi Renita itu Dokter kandungan.


"Bu Citra ada sesuatu dengan rahimnya dan ini harus di periksa Dokter yang bersangkutan," jawab Dokter tersebut.


"Tidak apa-apa Bu Citra. Tidak ada hal yang serius. Kita tunggu saja Dokter ahlinya," jawab Dokter tersebut.


"Apa tidak ada Dokter lain apa. Kenapa harus dia," sahut Citra pasti sangat tidak menyukai Renita.


"Selamat pagi," sapa Renita yang langsung memasuki ruangan itu.


"Loh ada kalian ternyata," sahut Renita, "siapa pasiennya Dokter?" tanya Renita yang melihat ke arah tempat tidur


"Citra! Jadi pasiennya kamu. Ada apa dengan kamu apa ada masalah?" tanya Renita yang langsung menghampiri Citra. Namun Citra tidak menjawab dan terlihat biasa saja.


"Ya sudah Dokter Renita. Saya permisi dulu silahkan cek pasiennya," ucap Dokter tersebut yang merujuk pada Renita. Karena Renita yang bersangkutan.


"Baiklah Dokter," sahut Renita.


"Saya permisi!" ucap Dokter yang langsung pamit dengan keluar dari tempat itu. Yang lainnya hanya mengangguk saja.


"Ada apa dengan Citra?" tanya Renita yang duduk di samping Citra.


"Perut Citra tiba-tiba sakit. Kamu tolong periksa ya Renita," jawab Reya.


"Iya Renita, aku khawatir pada Citra," sahut Reval.

__ADS_1


"Jangan khawatir. Saya Dokter dan akan memeriksa Citra," sahut Renita yang mulai memeriksa Citra di bagian perut Citra dengan menggunakan stetoskop.


"Di bagian sini yang sakit," ucap Renita mengarahkan steteskop tersebut pada bagian perut Citra. Citra mengangguk karena memang apa yang di katakan Renita benar.


Renita sangat serius memeriksanya dan yang lainnya juga menunggu-nunggu hasil pemeriksaan Renita.


"Ada luka di rahim kamu," ucap Renita yang masih memeriksa.


"Apa kamu pernah ke guguran?" tanya Renita melihat ke arah Citra.


"Iya," jawan Citra yang memang dia pernah ke guguran.


"Sudah berapa lama?" tanya Renita yang sangat menjurus pada masa lalu.


"Sudah lebih 8 bulan," jawab Citra yang memang masa-masa itu sudah sangat lama. Bahkan Reya sudah hamil lagi dengan kandungannya yang sudah mencapai 7 bulan.


"Bukannya kamu baru menikah dengan Reval. Bagaimana ceritanya kamu pernah keguguran. Apa kamu pernah hamil tanpa pernikahan?" tanya Renita yang sangat sensitif yang membuat Citra terdiam dengan menelan salivanya dan hal itu bukan pertanyaan yang harus di pertanyakan yang membuat suasana sangat tegang.


Sean, Reval dan Reya juga kaget mendengar pertanyaan yang menjurus itu sampai mereka terdiam dengan Renita yang sangat lancang bertanya.


"Apa pertanyaan itu ada hubungannya dengan profesi kamu," sahut Sean dengan dingin yang tidak tinggal diam dengan adiknya yang pojokkan.


"Bukan itu maksud saya. Soalnya saya Dokter dan pasti tau pasien mengalami apa," jawab Renita.


"Dan apa kamu harus tau masalah pribadi seseorang, pernikahannya berapa lama dan apa yang terjadi padanya," sahut Sean dengan wajahnya yang serius melihat Renita.


"Mungkin ini hanya salah paham," sahut Renita yang panik mendapatkan tatapan sinis dari Sean.


"Renita kami fokus saja periksa adik ku. Jangan bertanya hal-hal yang tidak berguna," sahut Reya yang juga kali ini sangat tidak suka dengan Renita yang terlalu sensitif bertanya.


"Iya Renita. Apa yang terjadi pada Citra. Tolong fokus pada tugas kamu," sahut Reval.


"Maaf jika pertanyaan saya sangat menyinggung kalian. Ada luka di rahim Citra dan ini akibat Citra pernah mengalami keguguran," jelas Renita yang mencoba mencairkan suasana agar tidak tegang.


"Lalu apa itu bahaya?" tanya Reval yang tidak mau basa-basi.


"Jika melakukan pemeriksaan secara teratur untuk sistem pengobatan. Maka semuanya akan baik-baik saja. Jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan," jawab Renita.


"Hanya itu saja. Lalu kenapa pertanyaan mu sangat banyak," sahut Sean dengan sinis.


"Saya minta maaf," sahut Renita yang malu sendiri.


Mungkin karena Sean sudah bicara dan lagian Renita mulutnya terlalu lancang.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2