Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 205


__ADS_3

Sean berada di dalam kamar yang berbaring di atas ranjang. Dan tidak lama Reya masuk kedalam kamar untuk melihat dan pasti ingin berbicara dengan suaminya. Namun begitu Reya masuk kedalam kamar Rafa langsung membalikkan tubuhnya yang berbaring miring membelakangi Reya membuat Reya menghela napas yang mana Reya tidak tau harus melakukan apa lagi untuk suaminya yang marah kepadanya.


Reya menghela napasnya dan langsung menghampiri suaminya dengan naik keatas ranjang dan menaiki ranjang dengan membaringkan tubuhnya dia atas ranjang dan langsung memeluk Sean dari belakang.


"Jangan marah padaku, jangan terus mendiamkan ku seperti ini. Aku benar-benar tidak bisa di diamkan terus seperti ini," ucap Reya dengan lembut memeluk erat suaminya itu.


"Aku mau istirahat Reya jangan menggangguku," ucap Sean dengan suara dinginnya.


"Sean aku sudah menjelaskan semuanya. Kenapa kamu tetap tidak percaya pada ku, jangan marah seperti ini kepadaku, aku tidak bisa di diamkan seperti ini. Aku tidak bermaksud untuk menyembunyikan masalah Citra dan Reval Sean," ucap Reya yang berusaha banyak untuk membuat suaminya tidak marah padanya lagi.


"Jangan berbicara lagi pada ku Reya. Dan jangan membahas masalah itu lagi. Kepala ku sakit aku benar-benar pusing. Jadi jangan mengungkit hal yang tidak perlu kamu katakan lagi," ucap Sean dengan datar.


"Jangan menggangu, aku mau tidur," ucap Sean yang benar-benar marah pada Reya. Reya pun tidak bisa melakukan apa-apa lagi dan akhirnya melepas pelukannya dari suaminya yang lagi-lagi harus memberi waktu untuk suaminya.


Reya juga membelakangi Sean yang mana berbaring miring membelakangi Reval. Pasangan suami istri itu akhirnya sama-sama saling punggung-punggungan.


Tidak mendengar suara Reya lagi dan juga sudah melepas tangannya darinya membuat Reval menoleh kebelakang dan melihat Reya yang membelakanginya yang membuat Reval menghela napasnya.


Sebenarnya Sean tidak tega harus mendiami istrinya seperti itu. Namun Sean butuh waktu. Isi kepalanya sedang penuh dengan ini itu. Apa lagi dengan masalah Citra yang membuat kepalanya pecah. Adiknya di jadikan alat balas dendam dan siapa yang tidak steres. Belum lagi masalah dirinya yang status dirinya yang bukan anak kandung.


Belum lagi masa lalu sang mama. Masalah yang bertambah banyak dan istrinya yang menyembunyikan masalah itu membuat Sean seakan menjadi orang bodoh. Reya yang seharusnya ada di sisinya dalam setiap hal apapun seharusnya jujur dan mereka bisa bersama-sama menyelesaikan masalah itu. Namun tidak seperti ini yang mana masalah tidak dapat terselesaikan.

__ADS_1


"Aku tau kak Sean begitu marah padaku, aku juga kalau ingin meminta maaf pasti tidak mudah, aku berharap marahnya kak Sean tidak berlarut-larut," batin Reya dengan air matanya yang menetes.


"Maafkan aku Reya. Namun aku butuh waktu untuk semua ini," batin Sean yang kembali pada posisinya dan mereka tetap diam-diam seperti itu.


*********


Sementara Anggika akhirnya pulang kerumah setelah begitu lelah hari ini. Dia datang kerumah sakit menemui Sahila dan Sahila mengamuk gara-gara banyak perkataan Anggika yang keluar, dia juga pasrah akan di bunuh. Namun sedikit lega dengan memberitahu apa yang terjadi semuanya dan pasti berujung penyesalan pada Reval.


Dengan langkah yang lemah Anggika berjalan memasuki rumahnya. Namun langkahnya harus terhenti ketika melihat sang suami yang duduk di sofa ruang tamu dengan melihat kearah Anggika.


Tatapan dingin itu pasti terlihat mengandung arti. Anggika pasti sudah tau karena sebelumnya Anggika juga melihat suaminya itu di tempat kejadian dan tidak mungkin suaminya itu tidak tau semuanya.


"Ini yang kamu sembunyikan selama ini?" tanya Argantara.


Iya dia juga melihat Erina ada di sana yang tidak jauh dari Argantara bisa di katakan. Jika Erina pasti yang mengatakan hal itu.


"Aku bertanya? seharusnya di jawab kenapa bertanya lagi?" ucap Argantara.


"Jika ingin berpisah denganku maka kamu yang mengurus surat perceraiannya," ucap Anggika tiba-tiba yang membuat Argantara kaget dan Argantara langsung berdiri dari tempat duduknya dengan matanya yang melotot mendengar apa yang di katakan Argantara.


"Apa yang kamu bicarakan Anggika!" ucap Argantara.

__ADS_1


"Aku tidak tau apa yang di pertahankan dalam rumah tangga kita. Aku memaafkan perselingkuhan mu. Tetapi tidak membuatmu untuk merasa bersalah dan mengabaikan kesempatan yang aku berikan, rahasia Sean yang terkubur selama ini sangat melukaiku seakan aku tidak punya arah kehidupan lagi dan semua yang terjadi yang kamu dengar. Kamu harus datang bersama Erina ketempat kejadian itu hanya untuk memastikan bukan jika apa yang di katakan Erina benar. Jika kamu hanya ingin membuktikan jika aku pernah berkhianat dalam pernikahan kita dan apa kamu ingin mengatakan jika kita impas," ucap Anggika yang berbicara sembari tersenyum yang terlihat pasrah dengan kehidupannya dan juga pasrah dengan pernikahannya.


"Anggika bisa-bisanya kamu bicara seakan aku yang salah. Aku bahkan jujur selama ini kepadamu dan kau menutupi kebohongan dan aku berkali-kali mengingatkanmu untuk jujur namun apa yang kau lakukan kau tetap menyembunyikan semuanya.


"Iya ini semua salahku!" teriak Anggika dengan suaranya yang menggelegar yang penuh dengan amarah berteriak pada Argantara.


"Salah karena aku tidak menceritakan semua masa lalu ku padamu. Mas aku tidak pernah menghiyanati pernikahan kita. Aku tidak berselingkuh dengan suami Sahila. Namun Sahila yang telah merebutnya dariku," teriak Anggika.


"Dan kau mencintai orang lain saat kita sudah menikah!" sahut Argantara yang tidak kalah berteriaknya.


"Iya aku mencintainya dan masih mencintainya saat kita menikah. Karena kamu jelas ingat kita menikah atas perjodohan papamu dan kamu pikir sangat mudah untuk jatuh cinta. Walau seperti itu aku tetap bertahan dengan semua penghiyanatan, kebohongan kamu mas. Apa semuanya belum cukup untuk semua penderitaan yang aku dapatkan!" teriak Anggika yang mana dia kembali histeris sampai memegang kepalanya dengan ke-2 tangannya.


"Orang-orang mengatakan perselingkuhan suamiku adalah karma yang aku dapatkan. Tapi karma apa. Aku tidak berselingkuh sama sekali. Aku tidak melakukan apa-apa. Tapi semuanya ini yang aku dapatkan," teriak Anggika.


"Tapi gara-gara kamu Citra harus menanggung semua ini. Citra harus membayar semua akibat perbuatan kamu mau itu salah paham atau tidak Citra sudah menjadi korban Anggika!" teriak Chandra.


"Citra menjadi korban. Tapi kamu apa lupa. Jika sebelumnya aku juga sudah mengingatkan kamu mas dan kamu juga lupa. Jika kamu yang mendukung Citra dengan Reval dan sekarang kamu salahkan semuanya kepadaku," sahut Anggika.


"Lalu kamu menyalahkan ku?" tanya Argantara.


"Tidak aku yang salah, semua kesalahanku dan kau tidak pernah bersalah sama sekali. Aku sudah kehilangan semuanya, aku sudah nerusaha untuk semampuku untuk mempertahankan rumah tangga kita. Tetapi aku sudah kehilangan semuanya dan sebaiknya aku juga kehilangan rumah tangga ini. Kau lebih ingin bersama Erina di bandingkan aku. Apa kau dan Erina tertawa bahagia saat melihatku seperti ini. Ya maka silahkan tertawa semaumu. Berbagai bersamanya," teriak Anggika yang sudah seperti orang gila yang kehilangan banyak hal yang mana dia benar-benar kehilangan segalanya di dalam hidupnya dan Anggika pun langsung pergi dari hadapan suaminya.

__ADS_1


Entah siapa yang salah dan yang benar namun ke-2nya terlihat sama-sama saling menyalahkan sama-sama mengeluarkan suara yang keras dan sama-sama tidak bisa memahami apa yang terjadi pada mereka.


Bersambung


__ADS_2