
Ternyata bukan hanya kenyataan itu di perdengarkan oleh Reval. Ada Citra juga yang memperdengarkan semuanya. Citra harus kerumah sakit yang juga ingin bertanya pada Sahila masalah Reval dan sebelum bertanya Citra sudah mendapatkan jawabannya. Di mana Citra menjadi saksi dari kenyataan dan kebenaran yang di ungkapkan Erina sendiri.
Jangan di tanya bagaimana kagetnya wajah Citra dengan air matanya yang mengalir deras dan tangannya yang memegang dadanya yang pasti terasa begitu sakit dengan apa yang di hadapinya.
"Jadi ternya benar Reval anaknya dan juga papa dan itu artinya aku dan Reval adalah adik kakak," ucap Citra dengan napas yang naik turun yang mendengarku semua itu yang tidak dapat di percayanya betapa sakitnya hatinya.
"Kenapa harus aku yang mengalami semua ini. Kenapa harus aku," batin Citra dengan terisak-isak dalam tangisnya dengan luka yang di hadapinya.
*********
Reya dan Sean menghampiri rumah Argantara. Yang mana Reya ingin mengatakan semuanya kebenarannya yang telah terjadi dengan Reya yang membawa semua bukti-bukti yang di dapatkannya dan Citra juga ikut ke rumah papanya itu untuk meminta kejelasan dengan semua penghiyanatan sang papa kepadanya.
Reya, Sean dan Citra yang duduk di ruang tamu dan Argantara yang terlihat shock dengan beberapa bukti yang di lihatnya membuat napas Argantara terasa begitu sesak dengan Argantara mengusap wajahnya dengan kasar.
"Reya bukan anak papa. Anak papa dan mama adalah Reval," ucap Reya yang berusaha untuk tenang yang padahal sejak tadi Reya sudah menahan agar tidak menangis. Namun apa daya Reya tetap saja mengeluarkan air mata.
"Aku benar-benar tidak percaya. Jika papa adalah pria yang begitu kejam. Bisa-bisanya papa meninggalkan mama di malam pernikahan papa dan tidur dengan wanita itu. Apa papa tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan mama pah!" ucap Sean dengan penuh kemarahannya kepada Argantara yang hanya diam yang memang salah dan tidak ada yang pantas di bela.
"Papa itu sangat jahat. Citra selalu menjadikan papa sebagai idola Citra. Citra sangat bangga dengan papa dan sangat menjadikan papa panutan. Tetapi apa. Ini semuanya yang papa tunjukkan. Berkali-kali papa telah menyakiti mama dengan berselingkuh dengan wanita itu. Wanita jahat yang sangat kejam dan licik itu," ucap Citra yang sudah tidak sanggup berkata-kata lagi. Karena papanya yang benar-benar Mukai hatinya.
"Kenapa papa diam? apa papa tidak mau bicara kepada kita. Katakan pah dengan semua ini," sahut Sean.
__ADS_1
"Papa itu benar-benar sangat jahat yang sudah menyakiti mama berkali-kali. Papa benar-benar tidak pernah bisa bersyukur. Papa yang sudah menghancurkan keluarga kita, mencuri semua kebahagian aku dan kak Sean. Papa bukan sosok ayah yang baik," ucap Citra dengan mengeluarkan semua rasa kecewanya kepada Argantara.
"Maafkan papa Citra! maafkan papa Sean!" ucap Argantara.
"Minta maaf. Papa hanya meminta maaf setelah berhasil melukai semua orang dan papa minta maaf dengan alasan khilaf pastinya. Apa semua dah itu lah," sahut Sean.
"Papa mengakui semua kesalahan papa dan memang tidak pantas mendapatkan maaf dari kalian. Awalnya papa dan mama menikah bukan karena cinta. Kita di jodohkan dan akhirnya menikah...."
"Dan papa masih berhubungan dengan wanita itu. Jika tidak ingin menikah dengan mama. Maka jangan menikah dengan mama dan lihat apa yang terjadi pah. Papa telah menyakiti mama dengan wanita yang menghancurkan keluarga kita," sahut Citra.
"Ini semua memang salah papa dan apa yang terjadi memang benar dan papa sangat menyesalinya," sahut Argantara dengan matanya yang berkaca-kaca.
"Papa bisa menyesalinya. Lalu bagaimana dengan Citra pah. Anak papa dan wanita jahat itu adalah Reval dan bukan Reya dan papa tau sendiri bagaimana hubungan Citra dan Reval. Kami adik kakak. Dan apa penyesalan papa masih sangat berati," ucap Citra dengan menangis sengugukan yang kala sekarang harus mengingat bagaimana statusnya. Argantara kelihatannya tidak bisa berkata apa-apa yang hanya menunduk dengan air mata saja.
"Kenapa semuanya seperti ini. Kenapa Citra harus lahir ke dunia ini. Dengan semua kejadian yang ada. Citra yang menjadi korban. Apa papa sekarang puas dengan semua kejahatan, penghiyanat papa terhadap mama dan ini hasilnya pah. Di mana Citra yang mengandung anak dari kakak kandung Citra sendiri ini hasilnya pah," tegas Citra membuat Argantara memejamkan matanya yang tidak sanggup mendengar lanjutan kata-kata Citra.
Gara-gara Erina dengan semua kebohongan dan juga dengan kejahatannya. Citra dan Reval harus bertemu di waktu yang salah. Saling mencintai walau awalnya Reval hanya memanfaatkan Citra. Namun ternyata Reval tidak bisa bohong dengan perasannya yang mencintai Citra dan mereka yang mencintai juga telah adanya benih di rahim Citra dan kehidupan mereka seperti apa sekarang setelah mereka adalah adik kakak.
"Papa benar-benar jahat, papa sangat jahat!" ucap Citra yang berdiri dari tempat duduknya dan langsung pergi.
"Citra mau kemana kamu?" tanya Sean dengan berteriak. Namun Citra tetap pergi dan tidak mau berhenti atau berbicara dengan sang papa lagi.
__ADS_1
"Semuanya sudah jelas pah dan ini akibat ulah papa. Aku tidak tau bagaimana menghadapi masalah Citra dan juga Reval dan orang yang di patut di salahkan adalah papa," ucap Sean dengan menegaskan.
"Ayo Reya kita pergi dari sini!" ajak Reval yang membawa istrinya pergi yang mana sejak tadi Reya hanya diam dengan menangis yang tidak bisa melakukan apa-apa.
"Reya tunggu!" panggil Argantara dengan suara rendahnya yang membuat Sean dan Reya berhenti.
Argantara berdiri dari tempat duduknya dan mendekati Reya dengan berdiri di depan Reya dan memegang ke-2 tangan Reya.
"Kamu tetap anak papa. Apapun kenyataannya kamu Reya anak papa," ucap Argantara.
"Tidak pah! aku bukan anak papa. Aku tidak punya orang tua. Aku hanya anak panti yang di ambil mama dan di manfaatkan dalam rencana mama selama bertahun-tahun dan sampai sekarang. Kebenarannya sudah ada dan kenyataan itu ada. Papa dan aku melihat kenyataan itu dan aku tidak ada hubungan darah dengan papa dan juga mama," ucap Reya yang tidak hentinya air matanya keluar.
"Tidak Reya. Kamu tetap anak papa. Begitu juga dengan Sean. Kalian berdua walau bukan darah daging papa. Kalian tetap putra-putri papa," ucap Argantara.
"Tetapi aku tidak bisa memaafkan papa. Penderitaan mama dan sekarang Citra semakin banyak dan aku lebih baik tidak pernah menganggap kamu adalah orang tuaku," ucap Sean dengan tegas. Sean bahkan melepas genggaman Argantara dari tangan istrinya dan membawa istrinya pergi dari Argantara.
"Sean! Reya!" panggil Argantara yang mana Sean dan Reya tidak berbalik badan sama sekali karena memang mereka juga sangat kecewa.
Argantara memejamkan matanya dengan mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya sampai kepalanya.
"Arggh," teriak Argantara, "Erina kau benar-benar sudah mengacaukan semuanya, anak-anak ku harus menderita, Erina......" teriak Argantara yang menyalahkan Erina atas apa yang terjadi.
__ADS_1
Argantara pasti kehilangan banyak hal. Istri dan anak-anaknya yang selama ini adalah kunci kebahagiannya.
Bersambung