Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab


__ADS_3

Reval benar-benar merasa aneh dengan sikap Erina yang sangat berlebihan. Setelah banyak tanya dengan rasa khawatir dari wajah Erina. Sekarang Erina malah menyuapi Reval makan dan pasti Reval tadi menolak. Namun Erina memaksa dan Reval hanya pasrah.


"Tante kenapa Tante seperti ini kepada saya?" tanya Reval.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu. Kamu temannya Reya. Wajar jika saya peduli pada kamu. Jika bukan saya memang ada yang akan peduli," jawab Erina.


Reval hanya diam saja yang tidak punya jawaban apa-apa. Namun pasti dia sangat heran dengan apa yang di lakukan Erina.


**********


Reya berada di kamarnya yang berdiri di depan jendela dengan wajahnya yang terlihat murung menatap langit malam dengan kedua tangannya yang di lipat di dadanya. Karena sibuk melamun Reya sampai tidak sadar jika suaminya sudah masuk kamar dan Sean hanya menghela napasnya melihat sangat istri.


Sean pun mendekati Reya dengan memegang kedua bahu Reya membuat Reya kaget dengan kedatangan suami yang tiba-tiba. Namun sang suami langsung memeluknya.


"Kamu memikirkan Tante Erina?" tanya Sean yang bisa tau apa yang di rasakan istrinya itu.


"Tidak juga," jawab Reya dengan suara lembutnya.


"Jangan bohong. Wajah kamu tidak bisa bohong. Jika kamu memikirkan Tante Erina," ucap Sean yang tau apa yang di pikiran Reya.


"Aku tidak tau apa harus menyesal atau tidak," ucap Reya.


"Maksudnya?" tanya Sean.


"Kak Sean di sisi lain aku sangat takut. Jika apa yang aku pikirkan akan menjadi kenyataan. Aku sangat takut jika aku bukan anak kandung mama. Tetapi di sisi lain aku rasanya tidak ingin menjadi anak mama setelah melihat semua yang di lakukan mama yang benar-benar sangat keterlaluan. Kau sangat tidak ingin menjadi anak mama," ucap Reya dengan perasaannya yang penuh dengan kebingungan.


"Sudah-sudah, kamu jangan terlalu memikirkan terlalu jauh. Kita belum tau apa yang terjadi sebenarnya. Kita belum tau kebenarannya dan kamu tidak perlu memikirkan apa yang tidak harus kamu pikirkan," ucap Sean yang selalu berusaha untuk membuat istrinya tenang.

__ADS_1


"Ini sudah malam, kamu istirahat ya. Ingat kata Dokter kamu tidak boleh memikirkan hal-hal yang tidak perlu kamu pikirkan. Jadi kamu harus istirahat," ucap Sean. Reya menganggukan kepalanya dan Sean langsung menggendong Reya ala bridal style menuju tempat tidur dan dengan lembut Sean membaringkan istrinya di sana dengan mencium lembut kening Reya dan pasti juga menyelimuti Reya.


"Kamu istirahat ya. Aku keluar sebentar," ucap Sean dengan lembut.


"Mau kemana?" tanya Reya.


"Tidak kemana-mana, hanya kedapur, kamu tidur saja, sebentar lagi aku akan menyusul," ucap Sean.


"Iya. Jangan lama-lama ya," ucap Reya.


"Pasti," sahut Sean yang kembali mencium kening istrinya dan Sean pun langsung pergi keluar dari kamar dan Reya pun perlahan memejamkan matanya.


*********


Sean ternyata ke taman belakang untuk menghampiri Citra yang ada di sana. Di mana Citra yang duduk dengan melamun yang tidak tau juga Citra sedang berpikir apa. Yang jelas dia terlihat melamun yang pasti banyak pikiran yang bertumpuk di dalam otaknya.


"Kak Sean?" lirih Citra


"Kamu sedang memikirkan apa?" tanya Sean yang duduk di samping Citra.


"Memikirkan mama," jawab Citra.


"Iya, kakak juga ingin menanyakan hal itu kepada kamu. Bagaimana pertemuan kamu dengan mama?" tanya Sean yang belum sempat bertanya masalah itu dan sekarang benar-benar sangat penasaran.


"Sangat mengejutkan," jawab Citra dengan singkat membuat Sean melihat serius ke arah Citra.


"Maksud kamu? apa yang mengejutkan?" tanya Sean yang pasti sangat penasaran

__ADS_1


"Aku tidak tau apa yang mama rasakan saat ini yang kelas mama mungkin sangat terpukul atau penuh dengan penyesalan saat aku datang aku hanya melihat kamar mama yang sangat berantakan dan penuh dengan barang-barang yang berpecahan sangat di pastikan jika mama meluapkan amarahnya saat itu,"


"Aku juga bertanya pada bibi yang ternyata mama tidak pulang semenjak kejadian itu, semenjak papa tau dan mama dan papa bertengkar hebat, saling menyalahkan, saling mengungkit masa lalu dan tidak tau apa yang terjadi mama pergi dan sampai sekarang tidak kembali dan aku tidak tau kemana mama pergi," kelas Citra.


Sepanjang Citra menjelaskan. Sean hanya mendengarkan dan pasti sangat keget dengan apa yang di ceritakan sang adik padanya.


"Bukan hanya itu kak Sean, sebelum mama pergi mama juga menggugat papa yang artinya meminta cerai pada papa dan papa sepertinya tidak keberatan dengan hal itu. Karena papa sampai detik ini tidak mencari mama," lanjut Citra dengan penjelasan.


"Kenapa semua nya bisa jadi seperti ini. Lalu kemana mama. Dan papa jelas-jelas mama tidak bersalah sepenuhnya dan hanya diam saja," lirih Sean yang tidak mampu berpikir banyak dengan apa yang telah terjadi.


"Dan papa bilang mama seperti itu karena rasa kecewa yang berlebihan. Karena banyaknya kebohongan papa yang terungkap dan kebohongan itu membuat mama tidak bisa menerima kenyataannya. Termasuk rahasia papa selama ini yang di sembunyikan yang akhirnya mama mengetahui rahasia besar itu," ucap Citra membuat Sean melihat serius Citra.


Perasaan Sean mulai tidak bisa di tebak, saat Sean mulai merasa ada yang tidak beres.


"Dan itu sangat mengejutkan untuk Citra juga yang mana Citra juga tau. Jika ternyata kak Sean bukan anak kandung mama dan papa," ucap Citra dengan air matanya yang keluar yang membuat Sean terkejut dan matanya juga berkaca-kaca.


"Citra juga tidak mau mendengar semua itu. Tetapi papa memberitahunya dan Citra sangat menyesal pulang kerumah," ucap Citra dengan air matanya yang mengalir deras dan Sean langsung memeluk Citra.


"Kak Sean, Citra tetap adik kakak kak. Citra ini adik kakak kan kak Sean," ucap Citra dengan menangis terisak-isak.


"Citra mau kita sedarah atau tidak kamu tetap adik kakak. Kasih sayang kakak tidak akan berkurang pada kamu. Kamu tetap menjadi adik kesayangannya ku, adikku yang manja dan status itu tidak akan mengubah apapun. Kamu tetap akan terus bersama kakak. Apa kamu lupa dengan apa yang kakak katakan. Jika dalam keadaan apapun. Kakak tidak akan pernah meninggalkan kamu. Tidak akan pernah Citra," ucap Sean dengan penegasan.


"Citra sayang sama kak Sean. Walau kita bukan saudara kandung. Citra akan sayang pada kakak sampai kapanpun," ucap Citra yang memeluk erat Sean.


"Kakak tau itu karena darah tidak akan mengubah apapun. Kamu pasti sangat terkejut mendengar semua ini. Maafkan kakak ya yang tidak memberitahu kamu," ucap Sean yang memeluk adiknya erat dengan air mata Sean yang juga tidak terbendung yang harus jatuh.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2