Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 204


__ADS_3

Hanya tinggal Reval dan Anggika yang ada di tempat itu yang mana mereka saling melihat dengan Reval yang terkapar lemah dengan memegang perutnya dan Anggika yang duduk dengan ke-2 lututnya menyentuh tanah yang juga menangis.


Mata Anggika juga melihat ke arah ujung yang tidak jauh dari tempat itu yang mana dia melihat suaminya yang ada di sana yang tidak tau kapan suaminya ada di sana yang pada intinya pasti Argantara juga mengetahui apa yang terjadi dan Argantara hanya gelang-gelang yang meninggalkan tempat itu tanpa berkata satu katapun pada Anggika.


"Semuanya hancur, hancur dan hancur!" ucap Anggika dengan dadanya yang sesak saat melihat kehancuran di depan matanya.


**********


Sean sampai rumah dan terlihat Reya yang berusaha untuk mengejar sang suami.


"Kak Sean tunggu!" ucap Reya yang menghentikan suaminya. Namun apa yang di dapatkan Reya Sean sama sekali tidak peduli dan menjauhkan tangan Reya dari tangannya yang menepisnya kasar.


"Apa lagi Reya!" bentak Sean dengan suaranya yang menggelar yang sangat marah dengan Reya.


"Kak Sean maaf, dengarkan aku dulu!" ucap Reya yang merendahkan suaranya yang pasti sangat menyesal dengan kejadian selama ini yang dia sembunyikan dari suaminya.


"Apa yang harus aku dengarkan hah! apa semuanya belum cukup Reya. Semuanya sudah jelas Reya apa yang terjadi. Kamu lihat apa yang terjadi hah! hal sebesar ini kamu tau tapi kamu tidak memberitahu padaku. Reya semala ini Reval memanfaatkan Citra hanya untuk balas dendam dengan kesalahan ini itu yang sama sekali tidak jelas. Citra menderita, berkali-kali untuk bunuh diri, seperti orang gila yang kehilangan mentalnya dan sekarang kamu lihat apa yang terjadi padanya. Lihat Reya apa yang terjadi semua harus di tanggung Citra dan kamu menyembunyikan semuanya dari ku," ucap Sean yang benar-benar marah pada Reya.


"Aku minta maaf kak. Tetapi...."


"Sudah cukup tidak ada gunanya kamu mencari pembelaan dengan apa yang kamu lakukan. Kamu tau semuanya dan menyembunyikan. Atau jangan-jangan karena Reval ada temanmu dan berusaha melindunginya," tuduh Sean.


"Kak Sean tidak seperti itu. Kak Sean salah paham, aku juga tidak tau apa yang terjadi, aku juga tidak tau rencana Reval, kedekatan Reval dan Citra, sungguh kak Sean aku benar-benar tidak tau apa-apa dan aku baru tau saat aku kerumah Reval dan tau sendiri semuanya, tentang masalah Reval, Citra dan kehamilannya aku baru tau kak," jelas Reya apa adanya yang mencoba menjelaskan pada suaminya.


"Kak Sean aku tau salah dan seharusnya memberitahu kamu. Tapi aku juga bingung dan aku tidak bisa mengambil keputusan apa-apa," ucap reya dengan apa adanya yang berusaha untuk membuat suaminya percaya.


"Sudahlah Reya, aku malas bicara denganmu, aku sangat muak kau menyebut namanya. Kau dengar Reya aku sangat kecewa dengan kamu yang tidak jujur padaku dan menutupi semuanya dari ku. Aku sangat kecewa dengan semua ini dan kamu dengar aku tidak peduli Reval temanmu atau tidak. Tetapi pada intinya aku akan membuatnya merasakan semuanya aku akan membuatnya menerima atas segala yang sudah di lakukannya kepada Citra," tegas Sean yang dengan penuh kemarahan pada Reval dan tidak akan membiarkan Reval lolos begitu saja.

__ADS_1


"Jangan bicara padaku dulu, aku masih butuh sendiri," ucap Sean yang langsung pergi dari hadapan Reya.


"Kak Sean!" panggil Reya yang tidak sama sekali di pedulikan Sean yang mana Sean langsung menaiki anak tangga yang meninggalkan Reya yang pasti sangat gelisah dan panik dengan Sean yang marah padanya.


"Reya!" sahut Citra yang ternyata memilih untuk mengejar Sean dan Reya dari pada mengurusi yang lain.


"Citra!" lirih Reya.


"Apa kak Sean menyalahkan kamu?" tanya Citra dengan panik.


"Aku menyembunyikan hal sebesar ini kepadanya dan wajar dia marah dan berpikir yang tidak-tidak padaku. Itu sangat wajar," ucap Reya yang pasrah.


"Reya maafkan aku Reya, ini kesalahan ku," ucap Citra yang merasa bersalah.


"Tidak Citra kamu tidak salah kok," sahut Reya.


"Aku akan coba bicara pada kak Sean. Dia tidak bisa marah sama kamu, aku akan menjelaskan apa yang terjadi. Kamu jangan khawatir ya. Semua masalah akan selesai. aku akan menjelaskan pada kak Sean," ucap Citra yang pasti harus bertanggung jawab karena Reya menjadi sasaran amarah dari Sean karena menyembunyikan masalah darinya.


"Kamu sungguh merasa tidak apa-apa?" tanya Citra.


"Tidak apa-apa Citra," sahut Reya tersenyum.


"Baiklah, tapi kalau kamu butuh bantuanku katakan padaku dan iya aku juga pasti akan bicara juga dengan kak Sean tentang masalah aku, mama dan juga Reval," ucap Citra.


"Iya kamu benar. Kamu juga harus bicara pada mereka dan iya Citra bagaimana dengan Tante Anggika?" tanya Reya


"Aku tidak tau aku hanya meninggalkan mama saat itu. Karena aku juga bingung haru apa," jawab Citra.

__ADS_1


"Lalu Reval bagaimana?" tanya Reya yang pasti tadi tau Reval terluka parah namun dia juga meninggalkan Reval karena mengejar suaminya.


"Jangan tanyakan padaku Reya. Aku sama sekali tidak ingin mencampuri urusannya lagi. Dia sudah membuat drama sendiri. Maka dialah yang mengakhirinya," ucap Citra yang terlihat sangat sakit hati pada Reval sampai tidak peduli dengan apapun yang terjadi pada Reval.


"Aku mengerti Citra dengan apa yang kamu rasakan, aku minta maaf ya dengan apa yang aku katakan dan menyingung masalah Reval," ucap Reya.


"Tidak apa-apa. Kita lupakan saja semauanya, aku sudah merasa baik-baik aja kok, kita sekarang pikirkan kak Sean aja," ucap Citra.


Raya menganggukkan kepalanya, "tapi Reval juga terluka parah, semoga dia juga baik-baik saja," batin Reya yang juga kepikiran dengan sahabatnya itu.


**********


Rumah sakit.


Reval sekarang berada di rumah sakit, luka yang di dapatkan dari Sean bukan luka sembarangan. Luka parah yang membutuhkan penanganan serius dari Dokter bahkan Reval juga mengalami kritis akibat luka serius yang di alaminya.


"Nyonya Anggika!" panggil Dokter yang membuat Anggika yang duduk di bangku yang ada di depan ruang UGD langsung berdiri.


"Bagaimana dengan dia?" tanya Anggika dengan suara datarnya.


"Luka yang yang di alaminya pasien sangat serius. Kami akan melakukan beberapa operasi kerusakan tulang untuk pasien dan semoga kondisi pasien bisa baik-baik aja," jelas Dokter.


"Baiklah Dokter, lakukan yang terbaik untuknya saya serahkan semuanya pada Dokter," ucap Anggika.


"Bu Anggika jangan khawatir. Saya permisi dulu!" ucap Dokter pamit. Anggika hanya menganggukkan kepalanya


Anggika berdiri di depan pintu ruang UGD dengan ada kaca yang terbuka sedikit membuat Anggika melihat kondisi Reval yang sedang di tangani Dokter. Tidak ada yang di katakan Anggika dan Anggika langsung pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Anggika yang membawa Reval kerumah sakit. Tadinya ingin meninggalkan Reval. Namun Reval yang sudah tidak sadarkan diri membuat jiwa kemanusiaannya timbul dan akhirnya membawa Reval kerumah sakit untuk segera di tangani.


Bersambung


__ADS_2