
" Cukup Sean!" bentak Reya.
" Aku sudah mengatakan kepadamu. Mau seperti apapun. Tidak akan ada yang bisa mengubah semua yang terjadi. Jadi jangan keras kepala dengan tetap menentang status kita. Itu tidak bisa di ubah!" tegas Reya.
" Tapi sampai kapanpun aku tidak akan pernah mengakuimu sebagai adikku!" sahut Sean merendahkan suaranya.
" Terserah kau masih menganggap hal itu. Tetapi pada intinya. Kita melupakan kejadian malam itu. Itu kecelakaan yang terjadi dan hubungan itu terlarang yang akan hanya menciptakannya scandal besar jika sampai itu di ketahui semua orang. Jadi mari kita lupakan semuanya!" tegas Reya merendahkan suaranya dengan air matanya yang jatuh.
Reya membuang napasnya dengan perlahan kedepan dengan menyeka air matanya. Lalu langsung pergi dari hadapan Sean. Namun Sean menghentikannya dengan memegang pergelangan tangan Reya.
" Bukan kau yang mengatur di sini. Tetapi aku. Bagiku apa yang terjadi tidak semudah itu di lupakan dan aku tidak akan melepaskanmu Reya begitu saja," ucap Sean dengan menekan suaranya membuat Reya terkejut dan melihat ke arah Sean.
" Apa kau gila?" tanya Reya.
" Aku sudah gila sejak awal kau kembali dan kegilaanku tidak akan berhenti sampai di sini. Kita akan mengatakan kepada papa apa yang terjadi dan hubungan persaudaraan yang kau banggakan tidak akan berpengaruh karena persaudaraan itu bukan kesalahan kita," ucap Sean menarik tangan Reya dan Reya menahan kakinya saat Sean ingin membawanya pergi.
" Apa yang kau lakukan Sean! Lepaskan aku!" berontak Reya.
" Kita akan jujur pada pap!" tegas Sean berusaha menarik Reya.
" Aku tidak mau Sean kau gila Sean, aku tidak mau!" Reya berusaha untuk memberontak dari Sean dengan sean yang memaksanya.
Reya pun melepaskan tangannya dari Sean dengan mendorong Sean. Namun apa yang terjadi Reya tidak bisa mengimbangi tubuhnya yang berada di pinggir batu. Reya melotot saat tubuhnya kayang.
Byurrrr.
Reya langsung terjatuh kelantai dengan suara tenggelam yang begitu kuat.
" Reya!" Teriak Sean yang terkejut melihat Reya yang jatuh.
__ADS_1
Sean berlari kepinggir dan melihat pantai penuh ombak yang tidak melihat Reya ada di sana.
" Reya!" teriak Sean yang tidak membuang waktu dan langsung melompat ke air untuk menyelamatkan Reya.
**********
Akhirnya Sean berhasil menemukan Reya dan membawanya kepinggir pantai di mana Reya yang di gendong ala bridal style yang tidak sadarkan diri. Sean yang berlutut di pasir pantai langsung membaringkan Reya diatas pasir.
" Reya bangun!"
" Reya! Ini aku,'
" kau mendengarku?
" Bangun reya! bangun Reya! Bangun!" Sean berusaha membangunkan Reya dengan menepuk-nepuk pipi Reya. Memegang tangan Reya dengan meniup-niupnya.
Banyak yang di lakukan Sean untuk membangunkan Reya termasuk menekan-nekan dada Reya dengan mempmpanya. Namun Reya tidak sadarkan diri yang membuat Sean semakin panik dengan kondis Reya.
Hal itu berkali-kali di lakukan Sean agar Reya bisa terbangun. Namun siapa sangka tindakan yang di lakukan Sean ternyata terlihat oleh Citra. Citra yang berdiri dari kejauhan beberapa meter begitu terkejutnya melihat kakaknya yang melakukan tindakan itu.
Citra sampai menutup mulutnya dengan satu tangannya saat menyaksikan apa yang di lakukan kakaknya yang mencium bibir Reya yang menurut Citra tidak wajar dan terlihat sangat shock dalam berdirinya.
Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk.
Beberapa kali Sean memeberikan napas buatan itu akhirnya Reya terbangun dengan terbatuk-batuk mengeluarkan air tertelan dari dalam mulutnya.
" Reya!" lirih Sean dengan suara bertanya yang napasnya naik turun yang juga terlihat begitu lelah dan Reya masih batuk-batuk. Sean mencoba membantunya untuk duduk dan langsung memeluk Reya dengan erat yang seolah tidak ingin kehilangan Reya.
" Maafkan aku ini kecerobohan ku. Maafkan aku Reya. Kau tidak Seharusnya mengalami smeua ini, maafkan aku!" ucap Sean dengan suara beratnya yang penuh dengan rasa bersalah, sementara Reya hanya diam yang berada di pelukan Sean.
__ADS_1
Pelukan dari Sean mampu membuat tubuhnya yang bergetar merasa nyaman. Dia menolak semua perasaan Sean padanya yang Reya tau begitu dalam. Namun Reya sendiri sangat menginginkan Sean ada di kehidupannya. Tetapu takdir harus membuat hubungan itu tidak mungkin di lanjutkan. Karena itu merupakan scandal besar.
Citra masih berada di tempatnya semakin terkejut. Citra geleng-geleng melihat hal itu dan langsung pergi meninggalkan tempat itu. Citra tidak tau harus berkomentar apa-apa. Dan juga tidak berteriak untuk memanggil kakaknya. Karena dia masih terkejut dan lebih baik pargi.
********
Satu jam berlalu dari kejadian itu Reya dan Sean masih di tempat yang sama. Namun bukan berpelukan lagi mereka duduk bersebelahan dengan mata mereka yang memandang ke arah pantai.
" Jadi kau menginginkan semua itu?" tanya Sean.
" Itu jauh lebih baik. Kita jangan sama-sama keras kepala. Jangan sama-sama mempunya ego tinggi. Dan biar aku yang menanggung semuanya. Mungkin aku yang harus menanggung karma dari orang tuaku. Jadi kita harus melupakan apa yang terjadi dan lepaskan aku!" ucap Reya dengan suara rendahnya yang dengan matanya berkaca-kaca.
Sean mendengus tersenyum mendengarnya.
" Baiklah jika itu yang kau mau. Aku akan menganggap tidak ada yang terjadi di antara kita," ucap Sean dengan berat hati akhirnya menuruti keputusan Reya.
" Iya memang sebaiknya itu yang harus kita lakukan sejak awal. Kau bisa kembali memperlakukanku seperti sebelum kejadian itu terjadi. Kau bisa membenciku dan jangan memebelaku di depan orang-orang. Jangan membuat Citra harus mencurigai kita. Kembalilah seperti semula di mana kau begitu membenciku," ucap Reya.
" Kau tidak perlu mengajariku. Aku tau apa yang harus aku lakukan. Aku sudah memberimu banyak kesempatan dan kau yang memutuskan semuanya. Jika terjadi sesuatu padamu nanti. Jangan menyalahkanku. Karena kau yang memutuskan semua ini," ucap Sean.
Reya tidak menanggapi apa-apa dengan apa yang di katakan Sean. Sean tersenyum terpaksa untuk menutupi rasa kecewanya dan langsung berdiri dari duduknya.
" Kau pulanglah. Jangan di sini terus. Apa yang kita bahas sudah selesai dan aku sudah menurutimu," ucap Sean dengan suara dinginnya yang akhirnya melangkah meninggalkan Reya dan Reya hanya diam dengan air matanya yang jatuh.
Reya membuang napasnya perlahan kedepan dengan memegang dadanya yang kembang kempis yang air matanya mengalir kembali namun Reya berusaha untuk tenang dan langsung berdiri untuk juga meninggalkan tempat itu.
Baru beberapa langkah Sean pergi dari Reya. Sean tiba-tiba menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya. Sean melangkah menghampiri Reya yang bersusah untuk berdiri dan saat Reya berdiri Sean memegang tangannya dan langsung mencium bibir Reya.
Reya terkejut dengan hal itu namun matanya terpejam perlahan yang seolah menerima ciuman dari Sean. Ciuman yang awalnya menggebu-gebu namun perlahan santai dengan lembut yang saling menuntun.
__ADS_1
Bersambung