Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 287


__ADS_3

Risya mengantarkan suaminya ke mobil yang hendak bekerja.


"Aku berangkat ya sayang," ucap Sean pamit. Reya mencium punggung tangan suaminya


"Hati-hati," ucap Reya. Sean mengangguk dan mencium kening Reya. Yang pasti bukan hanya itu saja. Wajah Reya juga di ciumi sehingga terdengar suara kecupan-kecupan.


"Papa berangkat sayang," ucap Sean mengelus-elus perut rata Reya.


"Iya papa," sahut Reya menirukan suara anak bayi. Sean tersenyum dengan mengusap-usap pucuk kepala Reya.


"Kamu jangan aneh-aneh di rumah ya. Harus istirahat di kamar, jangan kedapur dan melakukan hal-hal yang aneh," ucap Sean mengingatkan istrinya.


"Ya ampun sama aja sama Citra sangat berlebihan. Masa iya aku harus di kamar terus kan nanti bisa jadi pemalas," protes Reya.


"Itu karena aku tidak ingin kamu sampai kenapa-kenapa. Jadi dengarkan saja apa kata suamimu ini," tegas Arga yang tidak menerima protes dari Reya.


"Iya-iya sayang. Tapi aku tidak mungkin di kamar terus. Kamu jangan khawatir aku akan hati-hati kok," ucap Reya yang berusaha untuk meyakinkan suaminya.


"Ya baiklah aku percaya. Awas saja kalau sampai kepercayaan ku kamu hilangkan," tegas Sean yang mencolek pipi istrinya itu.


"Iya sayang," sahut Reya menegaskan.


"Bagus kalau begitu," ucap Sean.


"Kamu nanti mau makan siang apa


Biar aku buatkan dan aku antarkan," ucap Reya.


Sean menghela napasnya dan melihat istrinya dengan menaikkan satu alisnya.


"Ada apa sayang?" tanya Reya heran


"Baru aja tadi aku bicara. Kamu tidak boleh melakukan apa-apa. Ini sudah mau membuatkan makan siang pakai mau antar segala lagi," ucap Sean.


"Loh emang kenapa. Kamu tidak mau makan masakanku. Kamu bosan?" tanya Reya dengan dahinya yang mengkerut.


"Bukan begitu sayang. Tapi aku tidak ingin kamu repot dan memaksakan diri. Apa lagi sampai memasak. Aku tidak ingin kamu kenapa-kenapa. Jadi sayang kamu hari ini nggak usah antar makan siang dan jangan memasak. Aku makan di kantor saja," tegas Sean dengan memegang ke dua bahu istrinya.

__ADS_1


"Apa akan terus seperti itu. Sampai anak kita lahir?" tanya Reya dengan wajah sedihnya.


"Tidak sayang ini hanya sementara saja. Karena kamu masih hamil muda dan kamu kan dengar sendiri apa kata Dokter. Kandungan kamu belum kuat. Jadi kita harus benar-benar menjaganya. Ini tidak harus sampai sembilan bulan," ucap Sean dengan lembut yang membuat istrinya itu mengerti.


"Ya sudah kalau begitu. Tapi kamu makan yang benar ya. Jangan makan sembarangan, lauk yang ada-ada aja," ucap Reya mengingatkan suaminya dengan wajah galaknya.


"Iya istriku yang cantik. Aku akan jaga kesehatan di kantor dari makanan dan yang lainnya. Agar istriku tidak khawatir dan begitu sebaliknya. Kamu juga harus jaga kesehatan dan yang lainnya. Agar aku tidak khawatir dan bisa bekerja dengan baik," ucap Sean.


"Iya baiklah," sahut Reya yang tersenyum.


"Ya sudah kalau begitu aku pergi dulu," ucap Sean pamit kembali dan mencium kembali kening Reya dan setelah itu Sean memasuki mobilnya.


"Hati-hati sayang," ucap Reya melambaikan tangannya sampai mobil itu melaju dengan kecepatan santai.


"Tidak papa kamu, tidak Tante kamu. Mereka itu sangat repot. Tapi tidak apa-apa sayang itu tandanya mereka berdua sayang sama kita. Jadi kita berdua juga harus saling jaga ya nak," batin Reya yang mengajak bayinya berbicara dengan kepalanya yang menunduk menghadap perutnya tersebut.


Lalu kemudian Reya pun memasuki rumah kembali. Tidak tau apa dia akan menuruti suaminya atau tidak juga. Karena Reya orang yang paling tidak bisa diam dan pasti diam hanya membuatnya stres.


*********


Kampus.


"Citra skripsi kamu bagaimana. Apa berjalan dengan lancar?" tanya Rose sembari mencari-cari buku yang berdiri di samping Citra yang juga melihat-lihat buku yang tersusun rapi di rak.


"Sejauh masih lancar. Hanya ada beberapa yang masih terkendala. Makanya aku masih mencari bahan dan materi untuk melengkapinya," jawab Citra, "kamu sendiri bagaimana?" tanya Citra.


"Sama sih. Cuma aku harus benar-benar kejar waktu yang cepat. Aku juga terkadang pusing dengan materi yang kamu tau sendiri sempat beberapa kali di tolak," keluh Rose.


"Kamu harus banyak-banyak sabar Rose DNA jaga kesehatan juga. Jangan sampai karena kepikiran sekrips kamu juga jadi kehilangan kesehatan, data imun tubuh kamu yang turun," ucap Citra memeberikan saran.


"Iya kamu benar," sahut Citra.


"Kamu siang ini ada waktu tidak atau sore?" tanya Citra.


"Nggak sih memang kenapa?" tanya Citra.


"Kamu kerumah ya. Kita tukar pikiran untuk penyelesaian skripsi kita dan semoga ada jal yang bisa mempermudah semuanya dan lagian kak Reya juga ada di rumah dan kamu tau sendiri kak Reya itu sangat pintar siapa tau aja dia bisa membantu kita," ucap Citra yang menawarkan bantuan pada Rose.

__ADS_1


"Boleh juga tuh. Aku juga sudah lama tidak kerumah kamu. Kangen juga sama Tante Anggika dan Om Argantara. Aku nginap ya. Nanti aku pamit sama mama," ucap Rose yang tidak masalah dan justru senang dengan tawaran Citra.


"Terserah kamu mau nginap atau tidak," sahut Citra tersenyum.


"Aku nginap aja. Sekalian kita gosip. Sudah lama tidak gosip," ucap Rose.


"Kamu ini. Gosip mulu," ucap Citra geleng-geleng.


"Citra," tiba-tiba ada yang memanggil Citra pelan membuat Citra membalikkan tubuhnya dan ternyata Reval.


"Kak Reval," sahut Citra dengan menyelipkan rambutnya ke belakang telinganya. Rose sudah senyum-senyum saja dan pura-pura tidak melihat.


"Ayo makan!" ajak Reval dengan lembut.


"Ahhhh," Citra tampak ragu dan melihat ke arah Rose.


"Sudah jangan sok memikirkan aku atau merasa tidak enak. Sana makan. Nanti daya imun tubuh kamu tidak sehat," ucap Rose dengan mengejek Citra.


"Apa sih," sahut Citra jadi malu.


"Usah Sana buruan. Kasian pacarnya nungguin," goda Rose yang pasti tau hubungan Citra dan Reval.


"Citra!" ajak Reval lagi yang tidak melihat Citra bergerak.


"Oh iya kak, ayo," sahut Citra yang malu-malu.


"Kamu tidak ikut Rose?" tanya Reval.


"Oh tidak pak. Nanti saya mengganggu bapak lagi," jawab Rose yang menolak.


"Kamu itu," ucap Citra pelan. Sepupunya itu hanya bisa membuatnya malu.


"Ya sudah kalau begitu kami duluan ya," ucap Reval.


"Iya pak Reval," sahut Rose. Citra dan Reval pun akhirnya keluar dari perpustakaan untuk makan bersama.


"Enak juga punya pacar ada yang perhatian," gumam Rose yang tiba-tiba ingin punya pacar. Karena melihat sepupunya dan dosennya itu sweet.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2