Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 91


__ADS_3

Citra benar-benar seperti orang gila yang berteriak-teriak histeris karena melihat Anggika. Dan Reya hanya berusaha untuk menenangkan Citra dengan memeluknya yang dan lama-kelamaan suara Citra menghilang yang ternyata sudah tidak sadarkan diri di dalam pelukan Reya.


"Citra!" ucap Reya yang menyadari Citra sudah tidak sadarkan diri.


"Kak Sean Citra kak," ucap Reya yang panik dan Sean langsung menghampiri Citra dan juga Reya.


"Kak bagaimana ini kak?" tanya Reya dengan wajah paniknya.


"Citra bangun! Citra! Citra!" ucap Sean yang juga panik dan berusaha untuk membangunkannya Citra. Namun Citra yang sudah pucat tidak terbangun sama sekali dan tetap pingsan.


"Citra!" lirih Anggika yang terkejut dengan Citra yang benar-benar pingsan dan Anggika langsung berdiri, "maafkan mama Citra, maafkan mama Citra! Citra mama benar-benar sudah menghancurkan hidup kamu maaf sayang, maafkan mama," ucap Anggika yang penuh dengan kesalahan.


"Kak Sean panggil Dokter kak, ayo kak kita harus panggil Dokter!" ucap Reya dengan panik. Sean menganggukkan kepalanya.


"Dokter! Dokter! Dokter!" Sean langsung bertindak dengan memanggil Dokter untuk melihat kondisi adiknya dan sampai akhirnya Dokter pun datang.


"Ada apa ini? Apa yang terjadi dengan pasien?"tanya Dokter yang langsung bertindak.


"Tiba-tiba aja pasien sepeti ini Dokter?" jawab Anggika.


"Tolong kalian semua tunggu di luar biar saya yang memeriksa pasien sebentar!" ucap Dokter.

__ADS_1


"Ayo mah, Reya kita tunggu di luar," ucap Sean. Reya dan Anggika pun akhirnya mengikut dan langsung menunggu di luar dengan sama-sama panik.


Anggika sendiri juga panik dan sangat takut dengan apa yang terjadi pada Citra dengan gelisah yang menunggu Citra yang di periksa oleh Dokter.


"Apa jangan-jangan karena kehadiran Tante Anggika, makanya Citra sampai seperti ini. Karena semua ini terjadi karena Tante Anggika dan Tante Anggika," batin Reya yang sudah bisa menebak apa yang akan terjadi.


"Apa yang sebenarnya terjadi mah. Kenapa Citra tiba-tiba seperti ini mah?" tanya Sean yang pasti tau jika semua ini berurusan dengan sang mama karena mamanya yang ada saat itu.


Anggika hanya diam yang mana mungkin menceritakan pada Sean apa yang terjadi. Kehancuran hidup Citra yang pasti karena kesalahannya.


"Mah Citra bisa-bisanya histeris seperti itu. Apa yang mama katakan kepadanya. Mah aku tau apa yang terjadi dan apa yang di alaminya pasti membuat mama kecewa. Tapi sekarang bukan waktunya untuk marah, atau menyalahkan Citra mah, kondisi Citra sangat tidak baik mah," ucap Sean.


Anggika hanya diam yang tidak bisa mengatakan apa-apa dengan kondisi Citra sampai akhirnya Dokter keluar dari kamar perawatan Citra.


"Dokter bagaimana adik saya Dok, adik saya baik-baik aja kan Dok?" tanya Sean yang ikutan panik.


"Pasien sudah istirahat, mohon tolong jangan dulu mengatakan apa-apa. Jangan mengganggu pasien. Pasien masih dalam pengobatan dan Tidka bisa mendapatkan tekanan mohon untuk kerja samanya untuk saling mengerti Pasie belum bisa mendapatkan tekanan," ucap Dokter yang memberi peringatan.


Anggika penuh dengan rasa bersalah karena semua terjadi karena kesalahannya. Semua yang terjadi pada anaknya karena dirinya dan Citra sekarang ini juga seperti itu karenanya.


"Jadi saya mohon untuk semuanya untuk bisa memberikan ketenangan pada pasien. Tolong kerja samanya dan jangan melakukan hal-hal yang tidak harus dilakukan. Kasihan pasien yang masih dalam tahap pemilihan. Kita sama-sama tau pasien sedang mengalami tekanan dan kita juga tau pasien sedang hamil jadi mohon untuk sama-sama mengerti agar kondisi pasien baik-baik aja. Agar anak yang ada di dalam kandungannya tidak apa-apa," jelas Dokter yang memberikan penegasan pada Sean, Reya dan Anggika.

__ADS_1


"Baik Dokter, Terima kasih Dokter untuk pesan-pesannya. Kami akan lebih menjaga Citra," ucap Sean.


"Baiklah kalau begitu jadi mohon kerja samanya. Kalau begitu saya permisi dulu!" ucap Dokter yang langsung pamit. Sean dan Reya mengangguk dan setelah kepergian Dokter Anggika juga ikut pergi dan Reya melihat kepergian Anggika sementara Sean langsung melihat kondisi adiknya dari kaca yang ada di pintu. Melihat adiknya yang kembali tidak berdaya dan penuh dengan prihatin yang lama-kelamaan hatinya semakin hancur melihat penderita adiknya dan membuatnya merasa bersalah.


"Sayang aku pergi sebentar ya," ucap Reya dengan memegang bahu Sean. Sean hanya mengangguk pelan dan Reya langsung pergi sementara Sean masih menatap nanar sang adik dari kejauhan.


"Semua ini salah kakak Citra, kakak yang harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi Citra. Semua ini kesalahan kakak Citra, kakak yang berdosa, maafkan kakak Citra, maaf kakak tidak bisa menjaga kamu maafkan Kaka Citra," ucap Sean yang merasa bersalah pada Citra.


Sementara Reya ternyata menyusul Anggika.


"Tante tunggu!" panggil Reya yang membuat Anggika menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya yang menghadap Reya.


"Ada apa?" tanya Anggika dengan suaranya yang datar melihat Reya dengan penuh tatapan seperti biasanya yang pasti tidak menyukai Reya.


"Aku yang harus bertanya kenapa Citra sampai seperti itu. Apa yang tante katakan kepadanya?" tanya Reya.


"Raya kamu jangan sok tau. Kamu jangan sok merasa paling hebat. Jangan sok tau dengan keadaan Citra, saya tau Citra selama ini bersama kamu dan Sean. Tapi Citra itu anak saya dan saya yang tau apa yang harus saya lakukan dan kamu tidak punya hak untuk bertanya bagaimana konsinyasi ini atau itu. Jangan mentang-mentang kamu sudah menjadi istrinya Sean jadi kamu merasa paling hebat dan paling sok tau dengan apa yang terjadi pada Citra," tegas Anggika yang tampaknya tidak suka dengan Reya yang mengintrogasi dirinya.


"Maaf Tante saya bukannya sok tau. Tetapi saya tau semua yang Citra alami selama ini hanya karena perbuatan Tante, Tante yang melakukan semua ini. Citra seperti ini karena menanggung semua dosa-dosa Tante," ucap Reya yang langsung mengatakan apa adanya dan membuat Anggika terkejut dengan apa yang di katakan Reya.


"Apa maksud kamu? berani sekali kamu menyalahkan saya. Apa yang terjadi pada anak saya itu bukan urusan kamu dan saya sudah menegaskan jangan sok tau dan jangan ikut campur atas apa yang terjadi pada Citra kamu mengerti!" tegas Anggika pada Reya dengan menunjuk Reya dan Anggika langsung pergi meninggalkan Reya setelah mengatakan apa yang harus di katakannya yang tidak ingin ada yang mencampuri urusannya.

__ADS_1


"Tetapi semua berhubungan dengan Tante, Citra, Reval dan Tante dengan semua masa lalu Tante yang mana Citra harus menanggungnya," ucap Reya yang membuat langkah Anggika terhenti yang pasti terkejut dengan apa yang di katakan Reya.


Bersambung


__ADS_2