Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 127.


__ADS_3

Sebenarnya yang terjadi antara Reval dan Citra lagi-lagi di perhatikan oleh Barra. Barra semakin kesal melihatnya. Apa lagi sekarang Citra meletakkan kepalanya di bahu Reval. Jika dia mengatakan sangat nyaman dengan Citra. Maka Citra juga jauh lebih nyaman bersama dengan Reval.


"Istirahatlah!" ucap Reval dengan lembut.


"Kak Reval juga," ucap Citra.


"Iya," sahut Reval. Reval juga menumpahkan kepalanya pada kepala Citra dengan tangan mereka yang masih saling menggenggam dengan erat dengan wajah mereka yang sama-sama terlihat sangat bahagia. Layaknya pasangan remaja yang telah jatuh cinta dengan hati yang berbunga-bunga.


"Kalian berdua benar-benar bahagia aku ingin melihat apakah kalian berdua akan bahagia setelah ini dan kau Dosen yang sok jagoan. Aku bukan tandinganmu," batin Barra yang melihat dengan penuh kebencian pada 2 orang yang sedang kasmaran tersebut.


***********


Pagi hari kembali tiba dan tidak terasa akhirnya mereka semua sampai tepat pada tujuan mereka. Bahkan mereka semua sudah memasuki lapangan dan sudah memasang tenda untuk tempat mereka akan tidur. Semua punya kegiatan masing-masing. Begitu juga dengan Citra dan Rose yang kompak memasang tenda yang di bantu ada temannya Pria.


"Citra!" tegur Rose yang melihat Citra tampak sangat sibuk.


"Ada apa?" tanya Citra.


"Lihat deh itu!" ucap Rose dengan matanya yang mengarah sesuatu dan Citra langsung melihatnya yang ternyata Barra yang berbicara dengan Regina.


"Jadi mereka masih tetap berhubungan, lihatlah Citra dari cara mereka bicara mereka kelihatan sangat dekat. Regina benar-benar ya. Bukannya menjauhi Barra yang kelas selama ini hanya memanfaatkan. Malah tetap aja bersama Barra. Dia kecintaan apa sama Barra," cicit Rose yang sangat kesal dengan Regina.


Namun Citra hanya memperhatikan saja Barra yang berbicara dengan Regina.


"Untung aja kamu sudah selamat dari Barra. Jika tidak aku tidak tau apa yang akan terjadi sama kamu," ucap Rose.


"Rose. Tapi kalau aku lihat di sana. Jika Regina tidak nyaman. Kita tidak tau apa yang mereka bicarakan. Namun kamu perhatikan deh gerak-gerik Regina. Regina terus menunduk dengan tangannya yang saling mengatup. Seperti takut dan sangat jelas ada sesuatu," ucap Citra yang begitu memperhatikan ekspresi Regina.


"Masa sih," sahut Rose.

__ADS_1


"Ya kamu perhatikan aja," sahut Citra dan Rose pun memperhatikan lebih teliti lagi benar apa tidak yang di katakan Citra.


"Aku benar tidak?" tanya Citra.


"Iya juga sih. Apa jangan-jangan Barra sudah mengancamnya?" tebak Rose.


"Mengancam apa?" tanya Citra.


"Ya kamu tau sendirilah. Barra itu punya pegangan. Dia itu punya Vidio milik Regina. Aku jadi punya pikiran. Jika Barra memerintah kan Regina. Dan mengandalkan Vidio itu supaya Regina menurutinya," ucap Rose yang menduga-duga.


"Bisa jadi sih. Tapi tidak mungkin deh kayaknya. Karena sebelumnya kak Reval sudah memperingati Barra dan bahkan memberikan sanksi yang tidak main-main pada Barra. Jika Barra berani memanfaatkan Regina dan kak Reval juga bilang. Jika dia yang menghapus Vidio itu sendiri dan Barra sudah tidak punya kelemahan Regina lagi," ucap Citra.


Dia memang minta tolong pada Reval tempo lalu untuk jaga-jaga. Karena masih punya hati dan takut Barra terus memanfaatkan Regina. Dan Reval langsung menuruti apa yang di inginkan Citra. Dia memang menemui Barra dan bicara sangat serius pada Barra dan bahkan Reval memberi ancaman pada Barra dan mungkin karena itu juga yang membuat Barra membenci Reval. Karena Reval yang mencampuri urusannya.


"Kamu serius Pak Reval melakukan itu?" tanya Rose.


"Iya dia mengatakannya sendiri pada ku dan jadi mana mungkin Barra mempunyai Vidio itu lagi," jawab Citra.


"Iya juga sih kamu ada benarnya. Aku juga tidak tau sih kalau masalah itu," sahut Citra yang jadi bingung.


"Argh tetapi sudahlah. Kalau aku lihat sih Reginanya aja yang tidak sadar-sadar. Biarin ajalah dia dan Barra mau seperti apa yang penting kamu sudah tidak bersamanya dan bisa lebih hati-hati lagi dan kalau mereka punya rencana buruk untuk kamu. Kamu harus benar-benar pekak. Agar bisa naga diri," ucap Rose yang mengingatkan Citra.


"Iya Rose kamu benar, kita sebaiknya waspada aja. Jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan," ucap Citra.


"Iya kamu benar," sahut Rose.


"Ya sudah ayo kita kembali kerjakan ini. Jangan mengurusi mereka," ucap Citra.


"Baiklah," sahut Rose. Merekapun kembali melanjutkan pekerjaan mereka dan barulah Barra melihat kearah mereka dan Barra menyunggingkan senyumnya yang sangat jelas Barra punya rencana. Tetapi tidak tau rencana apa.

__ADS_1


**********


Sementara di Jakarta Sean dan Reya sedang makan malam bersama. Mereka tidak makan malam di luar. Tetapi di rumah yaitu di taman belakang. Karena kondis yang belakangan ini tidak aman membuat mereka memilih untuk dinner di rumah saja yang penting berduaan dan itu sudah membuat kebahagiaan tersendiri untuk keduanya.


Ala-ala Dinner romantis pasangan itu terlihat sama-sama happy dengan bergantian saling menyuapi dengan romantis.


"Tidak apa-apa kan jika kita Dinner di rumah?" tanya Sean yang mengunyah makanan di mulutnya.


"Tidak apa-apa ini jauh lebih berkesan. Makasih ya kamu selalu punya cara membuat ku bahagia," ucap Reya dengan tersenyum lebar.


"Jadi kamu sangat bahagia?" tanya Sean.


"Hmmm, pasti. Hal ini sangat simpel. Namun aku sangat bahagia," ucap Reya yang kembali menyuapi Sean dan Sean langsung menerima suapan itu.


"Hmmm Citra hari ini melakukan kegiatan Study tour?" tanya Reya.


"Iya kamu benar," jawab Sean.


"Berapa lama?" tanya Reya.


"3 hari. Aku tadi tidak sempat mengantarnya," jawab Sean.


"Begitu rupanya. Semoga kegiatannya lancar-lancar saja," ucap Reya.


"Kita doakan saja," sahut Sean tersenyum lebar. Begitu juga dengan Reya. Namun saat menatap Reya. Sean melihat di ujung bibir Reya ada bekas makanan yang membuat Sean langsung mengusap dengan jarinya.


"Kamu makan terus saja berantakan," ucap Sean dengan menatap Reya dalam-dalam.


"Maaf," sahut Reya yang juga menatap Sean. Tatapan mereka selalu sama-sama menggetarkan. Sean mendekatkan wajahnya pada Reya dan mencium lembut bibir Reya. Bukan hanya mencium dengan sekilas. Namun juga mencium sangat dalam dan Reya memejamkan matanya saat menerima ciuman romantis dari Sean dengan posisi tangan Reya yang masih memegang sendok dan garfu yang sedikit di tekan karena merasakan sensasi ciuman dari Sean.

__ADS_1


"Maaf tuan!" tiba-tiba terdengar suara membuat Sean dan Reya saling melepas tautan bibir mereka dan melihat kearah suara itu yang ternyata adalah Diki anak buah Argantara yang membuat Sean dan Reya sama-sama terkejut dengan kehadiran Diki yang secara tiba-tiba.


Bersambung


__ADS_2