
Reya dan Citra selalu kompak untuk merawat Argantara yang masih dalam pemulihan. Seperti sekarang ini di mana Reya yang menyuapi Argantara dan Citra yang duduk di samping Argantara dengan Citra yang terus melihat wajah Argantara dengan tatapan yang penuh arti yang tidak tau apa yang di rasakan Citra sebenarnya. Namu tatapan matanya memang terlihat sedang tidak baik-baik saja.
"Kamu kenapa Citra?" tanya Argantara yang sangat memperhatikan Citra.
"Oh tidak apa-apa kok pah," jawab Citra tersenyum tipis.
"Kamu yakin tidak apa-apa?" tanya Argantara.
"Iya pah, Citra hanya senang dan tidak menyangka. Jika papa sudah sembuh," ucap Citra.
"Begitu rupanya. Itu semua karena doa kamu," ucap Argantara yang membuat Citra tersenyum kembali dan langsung memeluk Argantara.
"Citra sayang banget sama papa dan perasa sayang itu tidak akan mengubah apapun. Walau apa yang terjadi," ucap Citra yang memeluk begitu hangat Argantara. Reya yang ada di sana juga tersenyum melihat Citra.
"Papa juga sayang sama kamu," ucap Argantara. Citra melonggarkan pelukannya.
"Ya sudah pah, Citra pergi sebentar ya. Citra mau ke Apartemen sebentar, soalnya mau melihat mamanya Reval, nanti Citra balik lagi kok pah," ucap Citra.
"Ya sudah tidak apa-apa Citra," sahut Argantara.
"Reya tidak apa-apa kan kamu jagaian papa sebentar?" tanya Citra.
"Santai aja Citra. Aku juga tidak sibuk dan tidak kemana-mana. Jadi selow aja," sahut Reya.
"Ya sudah kalau begitu aku pamit dulu," sahut Citra yang berdiri dari tempat duduknya dan langsung pergi setelah berpamitan pada ke-2 orang tuanya.
"Papa melihat Citra belakangan ini sangat aneh," ucap Argantara.
"Sama pah, beberapa hari ini Citra terlihat sering bengong," sahut Reya ternyata juga mengamati perubahan Citra.
"Semoga saja Citra tidak ada masalah sama sekali," ucap Argantara dengan penuh harapannya.
"Reya juga berharap seperti itu pah," sahut Reya.
__ADS_1
Argantara tersenyum, "makasih ya Reya kamu sudah memasakkan papa makanan kesukaan papa. Kalau begini caranya papa pasti akan cepat sembuh," ucap Argantara.
"Sama-sama papa. Reya justru sangat bahagia kalau memasakkan papa dan membuat papa cepat sembuh," ucap Reya
"Kamu memang anak papa yang paling terbaik," ucap Argantara.
"Iya-iya deh pah, sekarang papa makan lagi ya," ucap Reya yang kembali menyuapi Argantara. Argantara menganggukkan kepalanya.
**********
Malam hari yang ternyata cuaca di malam ini tidak sedang bagus. Di mana hujan deras yang membasahi bumi dan di dalam mobil yang terparkir di pinggir jalan. Ternyata ada Citra yang duduk di kursi pengemudi dengan Citra yang menangis sengugukan yang meletakkan kepalanya di stir mobil dengan tangisannya yang terdengar begitu kuat yang sengugukan. Namun kuatnya suara tangisnya tidak sekuat suara hujan yang deras.
Entah apa yang di pikiran Citra. Entah apa yang membuatnya sekarang menangis dengan berteriak-teriak yang seolah ada masalah yang begitu berat yang di alaminya.
Tiba-tiba Reval yang menyetir di jalan raya melihat ke arah pinggir jalan yang melihat mobil terparkir tersebut.
"Bukannya itu mobil Citra!" batin Reval yang terus melihat kesebelah kirinya yang melihat mobil yang dapat di kenalinnya itu.
Tidak ingin penasaran membuat Reval menghentikan mobilnya dan langsung mengambil payung yang keluar dari dalam mobilnya yang menghampiri mobil Citra.
tok tok tok tok tok.
Reval mengetuk-ngetuk pintu mobil Citra. Da Citra yang menangis di dalam mobil mengangkat kepalanya dan melihat ke arah pintu mobil yang melihat Reval yang memakai payung yang terlihat panik.
"Citra kamu ada di dalam? buka pintunya!" titah Reval yang terus mengetuk-ngetuk pintu mobil Citra masih diam saja.
Reval yang tidak sabaran langsung membuka mobil pintu Citra dan untung saja pintu mobilnya tidak di kunci. Reval terkejut melihat Citra yang dengan mata Citra sembab dan wajahnya penuh dengan air matanya.
"Citra kamu kenapa?" tanya Reval dengan panik yang langsung berjongkok untuk melihat lebih dekat lagi Citra. Citra diam dan tidak menjawab sama sekali.
Reval tidak tau apa yang terjadi pada Citra membuat Reval semakin khawatir. Reval memilih kembali menutup pintu mobil di baginya Citra dan langsung berlari dengan cepat melewati depan mobil Citra dengan masuk kedalam mobil dan duduk di samping Citra.
"Citra apa yang terjadi pada kamu?" tanya Reval dengan wajahnya yang panik. Namun tetap saja Citra hanya diam saja.
__ADS_1
"Citra jawab aku ala yang terjadi?" tanya Reval lagi dengan memegang ke-2 pipi Citra. Dan Citra langsung memeluk Reval yang pasti sangat mengejutkan bagi Reval yang tiba-tiba saja di peluk oleh Citra.
Namun Reval merasakan getaran tubuh Citra yang begitu hebat yang sepertinya ada masalah yang di hadapinya. Reval yang di peluk pun tidak menghilangkan kesempatan untuk memeluk lebih erat lagi Citra dengan memberikan Citra ketenangan. Walau Reval tidak tau apa masalah yang terjadi sebenarnya.
Hanya suara tangis yang di dengar Reval yang menggambarkan perasaan Citra. Perasaan yang mampu membuat Reval merasakan sakit yang di rasakan Citra, merasakan kesedihan Citra.
Tidak ada pembicaraan di antara ke-2nya hanya saling memeluk untuk saling menguatkan dan mendapatkan kehangatan dari ke-2nya
**********
Ternyata tidak ada juga yang di katakan Citra pada Reval. Namun setelah lelah menangis. Citra pun tertidur dan Reval membawanya pulang dengan memindahkan Citra kedalam mobilnya dan membawanya pulangin ke Apartemen Citra.
Begitu sampai di sana. Citra sama sekali belum bangun juga dan Reval yang tidak ingin membangunkan Citra memilih untuk menggendong Citra ala bridal style dan membawa Citra langsung memasuki gedung Apartemen.
Setelah sampai Reval membawanya kedalam kamar dengan membaringkan Citra perlahan di atas tempat tidur. Sangat hati-hati sekali Kevin melakukannya yang takut Citra sampai bangun. Reval membelai rambut Citra dengan menatap Citra begitu dalam. Setelah menatap Citra. Reval menghela napasnya dan menyelimuti Citra.
"Istirahatlah," ucap Reval yang mengusap lembut pipi Citra dan Reval memilih untuk pergi membiarkan Citra untuk beristirahat.
Reval keluar dari kamar Citra dan menutup pintu kamar Citra dan melihat ada Sahila di sana.
"Mah," ucap Reval.
"Kenapa Citra?" tanya Sahila.
"Aku juga tidak tau mah. Tetapi kayaknya dia kelelahan. Makanya aku membawanya kemari dan aku tidak tau apa yang terjadi padanya," jawab Reval.
"Semoga saja ya Citra tidak apa-apa," ucap Sahila.
"Iya mah, kita biarkan saja Citra beristirahat. Sama dengan mama. Mama juga harus beristirahat," ucap Reval.
"Iya Reval kamu juga sebaiknya istirahat," sahut Sahila dengan memegang pundak Reval. Reval menganggukkan kepalanya.
Bersambung
__ADS_1