Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 263.


__ADS_3

Karena Reya dan Sean berada di Apartemen bersama Citra dan Reval, mereka melanjutkan makan bersama ternyata. Karena keasyikan mengobrol yang jadinya mereka memesan makanan untuk mereka makan malam. Memang tidak terasa obrolan mereka yang begitu panjang sampai sudah malam hari.


"Citra kamu akan menginap di sini?" tanya Reya di tengah-tengah makan mereka.


"Tidak kok Reya, aku akan pulang kok," sahut Citra.


"Sean, Reya kalian jangan salah paham. Aku dan Citra tidak pernah sama-sama tinggal di sini. Walau di sini ada mama. Aku hanya datang untuk melihat mama saja dan kebetulan juga tadi datang menemui mama. Jadi pada intinya aku sama Citra. Tidak pernah sama-sama berada di tempat ini," ucap Reval yang harus klarifikasi agar Reya dan Sean tidak salah paham.


"Tidak kok Reval. Tidak ada yang salah paham. Aku hanya menanyakan saja pada Citra. Itu aja kok," sahut Reya.


"Iya. Aku harap kalian tidak berpikiran buruk," ucap Reval.


"Ya nggaklah," sahut Citra.


"Ya sudah kita makan kembali. Ayo sayang kamu makanannya yang banyak. Belakangan ini kamu kurang memperhatikan makan kamu. Ingat kamu harus jaga kesehatan," ucap Sean yang membuat banyak lauk kepiring Reya agar istrinya itu makan banyak.


"Sayang cukup. Ini kebanyakan," sahut Reya menolak.


"Ini tidak banyak. Kamu memang harus makan banyak!" tegas Sean dan Reya hanya bisa menghela napas saja dan tidak bisa membantah perintah suaminya.


Sementara Citra tersenyum tulus melihat Sean dan Reya yang saling memperhatikan. Bahkan hal yang sangat kecil sekalipun dan itu membuat Citra ikut bahagia dengan kebahagiaan sang kakak bersama kakak iparnya.


Senyum Citra juga di tangkap Reval. Reval juga tersenyum melihat Citra yang sepertinya memang sudah jauh lebih baik.


"Tadi Citra ingin mengatakan apa ya. Nanti saja aku tanyakan," batin Reval yang penasaran dengan apa yang di katakan Citra. Karena tadi Citra tidak sempat mengatakannya yang kebetulan Sean dan Reya datang.


"Ternyata ramai orang di sini," tiba-tiba terdengar suara wanita paruh baya.


"Mama," sahut Reval yang ternyata Sahila sudah bangun dan Reval langsung berdiri dan begitu juga dengan Citra yang mereka memegang tangan Sahila kiri dan kanannya seolah ingin membantu Sahila untuk duduk.


"Tidak apa-apa Reval, Citra, kalian lanjutan saja makannya. Mama bisa duduk sendiri," ucap Sahila. Namun tetap saja Reval dan Citra masih membantu Erina dan duduk bergabung di meja makan.


"Tante apa kabar?" tanya Reya mencium punggung tangan Sahila.


"Baik-baik aja Reya. Kamu sendiri bagaimana?" tanya Sahila.


"Sama kok Tante. Reya juga baik-baik aja. Bahkan jauh lebih baik dari pada biasanya," jawab Reya.

__ADS_1


"Alhamdulillah kalau begitu," sahut Sahila, "kamu bagaimana Sean. Ini pertama kali kita bertemu," ucap Sahila yang memang baru bertemu Sean secara dekat.


"Saya baik-baik aja. Saya dan Reya ingin mengunjungi ibu. Setelah tau ibu tinggal di sini dan sudah tidak di rumah sakit lagi," jawab Sean dengan ramah.


"Terima kasih untuk waktunya, saya benar-benar sangat bahagia bisa di jenguk," ucap Sahila.


"Sama-sama," sahut Sean.


"Maaf ya Tante Sahila. Kami pasti sangat berisik. Makanya Tante sampai bangun," sahut Reya merasa sudah mengganggu Sahila.


"Tidak kok Reya. Justru saya sangat senang dengan kehadiran kalia. Jadi sangat rame," sahut Sahila tersenyum.


"Tante kalau begitu ikut makan bersama kami ya," sahut Citra ya b langsung gercep mengambilkan Sahila makanan dan Sahila juga tampaknya tidak menolak.


"Ayo Tante di makan!" titah Citra dengan lembut.


"Makasih Citra," ucap Sahila. Citra hanya mengangguk saja.


"Tante mau di tambah lauknya?" tanya Reya.


"Tidak usah Reya ini sudah cukup. Kamu sama Citra itu wanita yang sama-sama baik, sama-sama cantik dan sangat tulus," ucap Sahila yang melihat Reya dan Citra bergantian yang kebetulan Reya dan Citra duduk bersebelahan.


"Melihat kalian berdua tersenyum seperti itu. Kalian kalau di lihat-lihat sangat mirip," ucap Sahila yang masih saja melihat 2 orang itu.


"Tante bisa aja," sahut Reya dan Citra yang tiba-tiba saja bicara serentak. Dan hal spontan itu ternyata membuat mereka malah sama-sama tertawa karena sangat lucu. Sean dan Reval juga ikut mengeluarkan senyum mereka.


"Tapi kalau aku lihat-lihat kalian berdua memang mirip. Kalau saja tidak ada status yang berubah. Tidak heran seharusnya. Karena kalian berdua adalah anak papa. Tetapi ada status yang berubah. Jadi sangat lucu. Kalau kalian berdua mirip. Mungkin karena keseringan bersama," ucap Sean yang tiba-tiba saja mengeluarkan pendapatnya setelah melihat istrinya dan adiknya dengan bergantian.


"Kak Sean bisa aja," sahut Citra.


"Sudahlah jangan membahas masalah kemiripan. Tidak ada yang salah jika adik ipar mirip dengan Kaka iparnya," sahut Reya.


"Iya benar juga," sahut Reval.


"Oh iya Reya Tante dengar-dengar katanya kamu sedang mencari orang tua kandung kamu? Tante dengar dari Reval," tanya Sahila.


"Iya Tante, aku sedang mencari keluargaku. Tante doain ya," ucap Reya.

__ADS_1


"Pasti Reya. Tante akan mendoakannya dan bagaimana apa ada perkembangan?" tanya Sahila.


"Kami baru mendapatkan alamat yang di berikan ibu panti dan mungkin besok kami akan kesana," jawab Reya.


"Memang di mana?" tanya Sahila.


"Kebetulan di Bogor Tante," jawab Reya.


"Lumayan jauh juga. Lalu kamu sendiri ada foto ibu kamu?" tanya Sahila.


"Ada. Ibu panti kebetulan mendapatkan fotonya saat ibu Reya menitipkan Reya di panti asuhan," jawab Reya.


"Kalau begitu semuanya bisa mempermudahkannya kamu," ucap Sahila.


"Tante benar, Reya minta doanya saja," sahut Reya.


"Pasti Reya," sahut Sahila yang tersenyum yang pasti akan sangat tulus untuk mendoakan Reya.


**********


Hari ini Reya, Citra, Sean, Anggika sedang mengobrol di ruang tamu. Kelihatan mereka semua mengobrol dengan serius.


"Lalu kapan kamu Reya akan ke rumah itu?" tanya Anggika.


"Iya mah, aku sama kak Sean dan juga Citra akan ke Bogor hari ini. Kita akan ke alamat yang di berikan ya semoga saja ada petunjuk yang kami dapatkan nanti di sana," jawab Citra.


"Mama ikut berdoa dengan semua usaha yang kamu lakukan Reya," sahut Anggika.


"Makasih mah," sahut Reya.


"Oh iya Reya apa ibu pantinya masih ibu Rahartati?" tanya Anggika.


"Iya mah, ibu Rahartati sudah sangat lama di panti itu dan Alhamdulillah dia masih sehat dan bisa membantu Reya," jawab Reya.


"Mama juga ikut senang dengan ibu Rahartati yang masih berada di sana," sahut Anggika.


"Mama kok tau ibu panti asuhannya namanya Rahartati?" tanya Sean dengan tiba-tiba. Karena sebelumnya dia dan Reya tidak mengatakan apa masalah panti asuhan itu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2